<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pemain Belanda Hina Indonesia meski Ada Jay Idzes Dkk: Sepakbola Indonesia Tidak Ada Apa-apanya!</title><description>Mantan pemain asal Belanda Anco Jansen menyebut sepakbola Indonesia tidak ada apa-apanya, sekalipun ada Jay Idzes hingga Kevin Diks.&#13;
</description><link>https://bola.okezone.com/read/2025/11/03/51/3180939/pemain-belanda-hina-indonesia-meski-ada-jay-idzes-dkk-sepakbola-indonesia-tidak-ada-apa-apanya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2025/11/03/51/3180939/pemain-belanda-hina-indonesia-meski-ada-jay-idzes-dkk-sepakbola-indonesia-tidak-ada-apa-apanya"/><item><title>Pemain Belanda Hina Indonesia meski Ada Jay Idzes Dkk: Sepakbola Indonesia Tidak Ada Apa-apanya!</title><link>https://bola.okezone.com/read/2025/11/03/51/3180939/pemain-belanda-hina-indonesia-meski-ada-jay-idzes-dkk-sepakbola-indonesia-tidak-ada-apa-apanya</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2025/11/03/51/3180939/pemain-belanda-hina-indonesia-meski-ada-jay-idzes-dkk-sepakbola-indonesia-tidak-ada-apa-apanya</guid><pubDate>Senin 03 November 2025 06:10 WIB</pubDate><dc:creator>Ramdani Bur</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/11/03/51/3180939/sepakbola_indonesia_disebut_tidak_ada_apa_apanya_meski_punya_jay_idzes_okezone-BTM4_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Sepakbola Indonesia disebut tidak ada apa-apanya meski punya Jay Idzes. (Foto; Aldhi Chandra/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/11/03/51/3180939/sepakbola_indonesia_disebut_tidak_ada_apa_apanya_meski_punya_jay_idzes_okezone-BTM4_large.jpg</image><title>Sepakbola Indonesia disebut tidak ada apa-apanya meski punya Jay Idzes. (Foto; Aldhi Chandra/Okezone)</title></images><description>PEMAIN asal Belanda yang pernah merumput di PSM Makassar pada 2021-2022, Anco Jansen menyebut sepakbola Indonesia tidak ada apa-apanya. Meski saat ini Timnas Indonesia diperkuat banyak pemain diaspora yang merumput di kasta tertinggi sepakbola Eropa seperti Jay Idzes (Sassuolo) dan Kevin Diks (Borussia Monchengladbach), tidak menunjukan sepakbola Indonesia sudah baik.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Fasilitas, akademi, pelatih di sana (Indonesia)&amp;nbsp;terbatas. Itu cukup menjelaskan. Itu yang saya pahami. Para pemain naturalisasi mendapat jutaan pengikut dan menjadi menarik perhatian. Tapi, sepakbola di Indonesia sebenarnya tidak ada apa-apanya,&amp;rdquo; kata Anco Jansen, Okezone mengutip dari podcast bertajuk Voetbalpraat medio Maret 2025.&#13;
&#13;
&#13;
Anco Jansen saat membela PSM Makassar. (Foto: Instagram/@psm_makassar)&#13;
&#13;
&#13;
Anco Jansen tentu tak asal bicara. Ia paham betul kondisi sepakbola Indonesia saat merumput di PSM Makassar pada 2021-2022. Saat itu dari 22 pertandingan bersama PSM Makassar, Anco Jansen mengemas lima gol dan satu assist.&#13;
&#13;
1. Sebut Indonesia Negara Miskin&#13;
&#13;
Ternyata tak sampai di situ kritikan yang dilancarkan Anco Jansen untuk Indonesia. Ia menyebut Indonesia sebagai negara miskin, tapi warganya memiliki smartphone berharga mahal.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Ya itu terutama karena media sosial. Saya main di sana saat pandemi. Indonesia negara sangat miskin, tapi semua punya smartphone dan instragram sangat populer di sana,&amp;rdquo; kata Anco Jansen&#13;
&#13;
Efek masyarakat Indonesia yang memiliki smartphone, mereka gemar bermain media sosial. Tak heran, netizen Indonesia dikenal sebagai salah satu yang paling ganas di dunia maya.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kalau gagal mencetak gol, saya mendapat saran agar jangan melihat media sosial selama dua hari ,&amp;rdquo; lanjut Anco Jansen yang sewaktu aktif sebagai pemain ini mentas di posisi winger kiri.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
2. PSSI Terus Benahi Sepakbola Indonesia&#13;
&#13;
Terlepas dari kritikan Anco Jansen, PSSI di bawah kepemimpinan Erick Thohir terus membenahi sepakbola Tanah Air. Pembinaan usia dini tidak dilupakan, salah satunya dengan menggelar kompetisi Elite Pro Academy (EPA) untuk U-16, U-18 dan U-20.&#13;
&#13;
Perbaikan kualitas kompetisi juga dilakukan PSSI, salah satunya dengan peningkatan kualitas wasit dan penggunaan Video Asisstant Referee (VAR). Ujung-ujungnya dari usaha di atas adalah mendapatkan tim nasional yang kuat.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Timnas Indonesia memang gagal lolos Piala Dunia 2026, namun itu bukanlah akhir dari segalanya. Masih banyak ajang internasional yang bisa diikuti Timnas Indonesia, mulai dari Piala AFF 2026, Piala Asia 2027 dan Kualifikasi Piala Dunia 2030 zona Asia.&#13;
</description><content:encoded>PEMAIN asal Belanda yang pernah merumput di PSM Makassar pada 2021-2022, Anco Jansen menyebut sepakbola Indonesia tidak ada apa-apanya. Meski saat ini Timnas Indonesia diperkuat banyak pemain diaspora yang merumput di kasta tertinggi sepakbola Eropa seperti Jay Idzes (Sassuolo) dan Kevin Diks (Borussia Monchengladbach), tidak menunjukan sepakbola Indonesia sudah baik.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Fasilitas, akademi, pelatih di sana (Indonesia)&amp;nbsp;terbatas. Itu cukup menjelaskan. Itu yang saya pahami. Para pemain naturalisasi mendapat jutaan pengikut dan menjadi menarik perhatian. Tapi, sepakbola di Indonesia sebenarnya tidak ada apa-apanya,&amp;rdquo; kata Anco Jansen, Okezone mengutip dari podcast bertajuk Voetbalpraat medio Maret 2025.&#13;
&#13;
&#13;
Anco Jansen saat membela PSM Makassar. (Foto: Instagram/@psm_makassar)&#13;
&#13;
&#13;
Anco Jansen tentu tak asal bicara. Ia paham betul kondisi sepakbola Indonesia saat merumput di PSM Makassar pada 2021-2022. Saat itu dari 22 pertandingan bersama PSM Makassar, Anco Jansen mengemas lima gol dan satu assist.&#13;
&#13;
1. Sebut Indonesia Negara Miskin&#13;
&#13;
Ternyata tak sampai di situ kritikan yang dilancarkan Anco Jansen untuk Indonesia. Ia menyebut Indonesia sebagai negara miskin, tapi warganya memiliki smartphone berharga mahal.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Ya itu terutama karena media sosial. Saya main di sana saat pandemi. Indonesia negara sangat miskin, tapi semua punya smartphone dan instragram sangat populer di sana,&amp;rdquo; kata Anco Jansen&#13;
&#13;
Efek masyarakat Indonesia yang memiliki smartphone, mereka gemar bermain media sosial. Tak heran, netizen Indonesia dikenal sebagai salah satu yang paling ganas di dunia maya.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kalau gagal mencetak gol, saya mendapat saran agar jangan melihat media sosial selama dua hari ,&amp;rdquo; lanjut Anco Jansen yang sewaktu aktif sebagai pemain ini mentas di posisi winger kiri.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
2. PSSI Terus Benahi Sepakbola Indonesia&#13;
&#13;
Terlepas dari kritikan Anco Jansen, PSSI di bawah kepemimpinan Erick Thohir terus membenahi sepakbola Tanah Air. Pembinaan usia dini tidak dilupakan, salah satunya dengan menggelar kompetisi Elite Pro Academy (EPA) untuk U-16, U-18 dan U-20.&#13;
&#13;
Perbaikan kualitas kompetisi juga dilakukan PSSI, salah satunya dengan peningkatan kualitas wasit dan penggunaan Video Asisstant Referee (VAR). Ujung-ujungnya dari usaha di atas adalah mendapatkan tim nasional yang kuat.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Timnas Indonesia memang gagal lolos Piala Dunia 2026, namun itu bukanlah akhir dari segalanya. Masih banyak ajang internasional yang bisa diikuti Timnas Indonesia, mulai dari Piala AFF 2026, Piala Asia 2027 dan Kualifikasi Piala Dunia 2030 zona Asia.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
