<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Alexander Zwiers Ungkap Prioritasnya sebagai Direktur Teknik PSSI</title><description>Alexander Zwiers mengungkap apa yang jadi prioritasnya sebagai Direktur Teknik PSSI.&#13;
</description><link>https://bola.okezone.com/read/2025/08/25/51/3165416/alexander-zwiers-ungkap-prioritasnya-sebagai-direktur-teknik-pssi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2025/08/25/51/3165416/alexander-zwiers-ungkap-prioritasnya-sebagai-direktur-teknik-pssi"/><item><title>Alexander Zwiers Ungkap Prioritasnya sebagai Direktur Teknik PSSI</title><link>https://bola.okezone.com/read/2025/08/25/51/3165416/alexander-zwiers-ungkap-prioritasnya-sebagai-direktur-teknik-pssi</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2025/08/25/51/3165416/alexander-zwiers-ungkap-prioritasnya-sebagai-direktur-teknik-pssi</guid><pubDate>Senin 25 Agustus 2025 23:01 WIB</pubDate><dc:creator>Wikanto Arungbudoyo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/08/25/51/3165416/alexander_zwiers_mengungkap_apa_yang_jadi_prioritasnya_sebagai_direktur_teknik_pssi-WnBy_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Alexander Zwiers mengungkap apa yang jadi prioritasnya sebagai Direktur Teknik PSSI (Foto: Okezone/Aldhi Chandra Setiawan)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/08/25/51/3165416/alexander_zwiers_mengungkap_apa_yang_jadi_prioritasnya_sebagai_direktur_teknik_pssi-WnBy_large.jpg</image><title>Alexander Zwiers mengungkap apa yang jadi prioritasnya sebagai Direktur Teknik PSSI (Foto: Okezone/Aldhi Chandra Setiawan)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Alexander Zwiers langsung bicara mengenai prioritasnya sebagai Direktur Teknik PSSI. Pria berkebangsaan Belanda itu ingin menyiapkan sekaligus mengeksekusi rencananya dengan baik.&#13;
&#13;
PSSI resmi memperkenalkan Zwiers sebagai Direktur Teknik di Jakarta pada Senin (25/8/2025) malam WIB. Sosoknya bukan orang sembarangan.&#13;
&#13;
&#13;
Alexander Zwiers jadi Direktur Teknik PSSI yang baru (Foto: Instagram/@pssi)&#13;
&#13;
&#13;
Zwiers malang melintang sebagai direktur teknik di level&amp;nbsp;klub dan federasi. Tugas terakhirnya adalah menjadi Direktur Teknik JFA atau PSSI-nya Yordania sepanjang 2019-2025.&#13;
&#13;
1. Prioritas&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Tangan dingin Zwiers terlihat di Timnas Yordania yang mampu menembus final Piala Asia 2023. Lalu, Timnas Putri Yordania dibantunya menjuarai Arab Women&amp;rsquo;s Cup 2021.&#13;
&#13;
Soal tugas di Indonesia, Zwiers mengaku sudah merancang prioritas. Ia ingin membangun struktur yang jelas untuk piramida sepakbola Tanah Air.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Prioritas saya adalah menyiapkan struktur yang jelas untuk piramida sepakbola dan mengeksekusi rencana tersebut agar sepak bola Indonesia dapat terus berkembang secara konsisten,&amp;quot; kata Zwiers dalam konferensi pers, Senin (25/8/2025).&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Saya merasa terhormat dengan kepercayaan yang diberikan PSSI kepada saya,&amp;rdquo; tutup pria berusia 50 tahun tersebut.&#13;
&#13;
2. Teknis&#13;
&#13;
&#13;
PSSI memperkenalkan Alexander Zwiers sebagai Direktur Teknik PSSI (Foto: Okezone/Andri Bagus)&#13;
&#13;
&#13;
Sebelum di JFA, Zwiers bekerja bersama FC Groningen di Belanda. Ia juga menduduki berbagai peran akademi di Qatar dan Arab Saudi.&#13;
&#13;
Tak hanya itu, Zwiers pernah memegang posisi kepemimpinan teknis di FC Kairat (Kazakhstan), Al Shabab (Dubai), dan Al Wahda (Abu Dhabi). CV-nya terhitung mentereng untuk sosok di balik layar.&#13;
&#13;
Hebatnya lagi, Zwiers memegang lisensi kepelatihan UEFA A dan AFC Pro, serta Diploma Direktur Teknik FIFA. Ia dikenal karena kemampuannya membangun struktur sepakbola berkelanjutan dengan tetap menghormati budaya lokal.&amp;nbsp;&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Alexander Zwiers langsung bicara mengenai prioritasnya sebagai Direktur Teknik PSSI. Pria berkebangsaan Belanda itu ingin menyiapkan sekaligus mengeksekusi rencananya dengan baik.&#13;
&#13;
PSSI resmi memperkenalkan Zwiers sebagai Direktur Teknik di Jakarta pada Senin (25/8/2025) malam WIB. Sosoknya bukan orang sembarangan.&#13;
&#13;
&#13;
Alexander Zwiers jadi Direktur Teknik PSSI yang baru (Foto: Instagram/@pssi)&#13;
&#13;
&#13;
Zwiers malang melintang sebagai direktur teknik di level&amp;nbsp;klub dan federasi. Tugas terakhirnya adalah menjadi Direktur Teknik JFA atau PSSI-nya Yordania sepanjang 2019-2025.&#13;
&#13;
1. Prioritas&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Tangan dingin Zwiers terlihat di Timnas Yordania yang mampu menembus final Piala Asia 2023. Lalu, Timnas Putri Yordania dibantunya menjuarai Arab Women&amp;rsquo;s Cup 2021.&#13;
&#13;
Soal tugas di Indonesia, Zwiers mengaku sudah merancang prioritas. Ia ingin membangun struktur yang jelas untuk piramida sepakbola Tanah Air.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Prioritas saya adalah menyiapkan struktur yang jelas untuk piramida sepakbola dan mengeksekusi rencana tersebut agar sepak bola Indonesia dapat terus berkembang secara konsisten,&amp;quot; kata Zwiers dalam konferensi pers, Senin (25/8/2025).&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Saya merasa terhormat dengan kepercayaan yang diberikan PSSI kepada saya,&amp;rdquo; tutup pria berusia 50 tahun tersebut.&#13;
&#13;
2. Teknis&#13;
&#13;
&#13;
PSSI memperkenalkan Alexander Zwiers sebagai Direktur Teknik PSSI (Foto: Okezone/Andri Bagus)&#13;
&#13;
&#13;
Sebelum di JFA, Zwiers bekerja bersama FC Groningen di Belanda. Ia juga menduduki berbagai peran akademi di Qatar dan Arab Saudi.&#13;
&#13;
Tak hanya itu, Zwiers pernah memegang posisi kepemimpinan teknis di FC Kairat (Kazakhstan), Al Shabab (Dubai), dan Al Wahda (Abu Dhabi). CV-nya terhitung mentereng untuk sosok di balik layar.&#13;
&#13;
Hebatnya lagi, Zwiers memegang lisensi kepelatihan UEFA A dan AFC Pro, serta Diploma Direktur Teknik FIFA. Ia dikenal karena kemampuannya membangun struktur sepakbola berkelanjutan dengan tetap menghormati budaya lokal.&amp;nbsp;&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
