<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Gerald Vanenburg Kritik Regulasi Pemain U-23 di Super League 2025-2026: Itu Lelucon!</title><description>Gerald Vanenburg mengkritik regulasi pemain U-23 di Super League 2025-2026.&#13;
</description><link>https://bola.okezone.com/read/2025/07/10/51/3154348/gerald-vanenburg-kritik-regulasi-pemain-u-23-di-super-league-2025-2026-itu-lelucon</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2025/07/10/51/3154348/gerald-vanenburg-kritik-regulasi-pemain-u-23-di-super-league-2025-2026-itu-lelucon"/><item><title>Gerald Vanenburg Kritik Regulasi Pemain U-23 di Super League 2025-2026: Itu Lelucon!</title><link>https://bola.okezone.com/read/2025/07/10/51/3154348/gerald-vanenburg-kritik-regulasi-pemain-u-23-di-super-league-2025-2026-itu-lelucon</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2025/07/10/51/3154348/gerald-vanenburg-kritik-regulasi-pemain-u-23-di-super-league-2025-2026-itu-lelucon</guid><pubDate>Kamis 10 Juli 2025 20:08 WIB</pubDate><dc:creator>Andika Rachmansyah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/07/10/51/3154348/gerald_vanenburg_mengkritik_regulasi_pemain_u_23_di_super_league_2025_2026-Z4o1_large.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Gerald Vanenburg mengkritik regulasi pemain U-23 di Super League 2025-2026 (Foto: Okezone/Aldhi Chandra Setiawan)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/07/10/51/3154348/gerald_vanenburg_mengkritik_regulasi_pemain_u_23_di_super_league_2025_2026-Z4o1_large.jpeg</image><title>Gerald Vanenburg mengkritik regulasi pemain U-23 di Super League 2025-2026 (Foto: Okezone/Aldhi Chandra Setiawan)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Pelatih Timnas Indonesia U-23, Gerald Vanenburg, mengkritik tajam regulasi pemain U-23 di Super League 2025-2026. Menurutnya, hal itu adalah lelucon belaka.&#13;
&#13;
I League telah menetapkan regulasi untuk Super League 2025-2026 melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) di Jakarta pada Senin 7 Juli.&amp;nbsp;&amp;nbsp;Salah satunya, setiap tim boleh mendaftarkan 11 pemain asing, namun hanya delapan yang bisa bermain di lapangan.&#13;
&#13;
&#13;
Timnas Indonesia U-23 berlatih di Stadion Madya, Jakarta (Foto: Okezone/Aldhi Chandra Setiawan)&#13;
&#13;
&#13;
Kemudian keputusan lainnya yang ditetapkan adalah terkait pemain U-23. Setiap klub wajib memainkan minimal satu pemain U-23 selama 45 menit dalam setiap laga Super League 2025-2026.&#13;
&#13;
1. Lelucon&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Vanenburg menilai regulasi terbaru itu bagaikan sebuah lelucon. Sebab, ia menilai kompetisi seharusnya menjadi wadah terbaik untuk menghadirkan pemain-pemain muda tanpa perlu dibatasi waktu dan jumlahnya.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Menurut saya itu lelucon. Serius, saya pikir itu lelucon. Di Indonesia seharusnya bertujuan untuk mempromosikan pemain muda ke tim utama,&amp;rdquo; ucap Vanenburg kepada wartawan termasuk Okezone di Stadion Madya, Kamis (10/7/2025).&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Menurut pria asal Belanda itu, pemain U-20 atau U-23 sudah cukup matang untuk tampil dan bersaing dengan pemain senior maupun asing di dalam lapangan. Namun kembali, ia tak punya kewenangan terkait regulasi yang sudah ditetapkan oleh I League.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Menurut saya, pemain usia 20 sampai 23 itu sudah cukup dewasa untuk bermain di tim utama. Itu pendapat saya. Tapi tentu saja saya bukan pembuat keputusan,&amp;rdquo; terang Vanenburg.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
2. Pengalaman Pribadi&#13;
&#13;
&#13;
Pelatih Timnas Indonesia U-23 Gerald Vanenburg (Foto: PSSI)&#13;
&#13;
&#13;
Lebih lanjut, Vanenburg mengambil contoh pengalaman pribadinya saat di Ajax Amsterdam. Ketika itu, ia ketika mendapatkan kesempatan bermain bersama skuad utama di usia 17 tahun.&#13;
&#13;
Vanenburg mengatakan, seharusnya klub Indonesia bisa memberikan kepercayaan lebih kepada pemain muda. Sebab, ia meyakini banyak talenta muda berkualitas di Tanah Air.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Saya sendiri bermain di tim utama Ajax saat berusia 17 tahun. Jadi saya yakin ada banyak pemain muda bagus di sini,&amp;rdquo; kata Vanenburg.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kita harus memberi mereka kesempatan untuk berkembang. Itu sangat penting bagi saya,&amp;rdquo; pungkasnya.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Pelatih Timnas Indonesia U-23, Gerald Vanenburg, mengkritik tajam regulasi pemain U-23 di Super League 2025-2026. Menurutnya, hal itu adalah lelucon belaka.&#13;
&#13;
I League telah menetapkan regulasi untuk Super League 2025-2026 melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) di Jakarta pada Senin 7 Juli.&amp;nbsp;&amp;nbsp;Salah satunya, setiap tim boleh mendaftarkan 11 pemain asing, namun hanya delapan yang bisa bermain di lapangan.&#13;
&#13;
&#13;
Timnas Indonesia U-23 berlatih di Stadion Madya, Jakarta (Foto: Okezone/Aldhi Chandra Setiawan)&#13;
&#13;
&#13;
Kemudian keputusan lainnya yang ditetapkan adalah terkait pemain U-23. Setiap klub wajib memainkan minimal satu pemain U-23 selama 45 menit dalam setiap laga Super League 2025-2026.&#13;
&#13;
1. Lelucon&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Vanenburg menilai regulasi terbaru itu bagaikan sebuah lelucon. Sebab, ia menilai kompetisi seharusnya menjadi wadah terbaik untuk menghadirkan pemain-pemain muda tanpa perlu dibatasi waktu dan jumlahnya.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Menurut saya itu lelucon. Serius, saya pikir itu lelucon. Di Indonesia seharusnya bertujuan untuk mempromosikan pemain muda ke tim utama,&amp;rdquo; ucap Vanenburg kepada wartawan termasuk Okezone di Stadion Madya, Kamis (10/7/2025).&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Menurut pria asal Belanda itu, pemain U-20 atau U-23 sudah cukup matang untuk tampil dan bersaing dengan pemain senior maupun asing di dalam lapangan. Namun kembali, ia tak punya kewenangan terkait regulasi yang sudah ditetapkan oleh I League.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Menurut saya, pemain usia 20 sampai 23 itu sudah cukup dewasa untuk bermain di tim utama. Itu pendapat saya. Tapi tentu saja saya bukan pembuat keputusan,&amp;rdquo; terang Vanenburg.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
2. Pengalaman Pribadi&#13;
&#13;
&#13;
Pelatih Timnas Indonesia U-23 Gerald Vanenburg (Foto: PSSI)&#13;
&#13;
&#13;
Lebih lanjut, Vanenburg mengambil contoh pengalaman pribadinya saat di Ajax Amsterdam. Ketika itu, ia ketika mendapatkan kesempatan bermain bersama skuad utama di usia 17 tahun.&#13;
&#13;
Vanenburg mengatakan, seharusnya klub Indonesia bisa memberikan kepercayaan lebih kepada pemain muda. Sebab, ia meyakini banyak talenta muda berkualitas di Tanah Air.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Saya sendiri bermain di tim utama Ajax saat berusia 17 tahun. Jadi saya yakin ada banyak pemain muda bagus di sini,&amp;rdquo; kata Vanenburg.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kita harus memberi mereka kesempatan untuk berkembang. Itu sangat penting bagi saya,&amp;rdquo; pungkasnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
