<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>PSSI Buka-bukaan Penyebab Kesulitan Gelar Piala Indonesia</title><description>PSSI buka-bukaan penyebab kesulitan gelar Piala Indonesia.&#13;
</description><link>https://bola.okezone.com/read/2025/07/07/49/3153376/pssi-buka-bukaan-penyebab-kesulitan-gelar-piala-indonesia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2025/07/07/49/3153376/pssi-buka-bukaan-penyebab-kesulitan-gelar-piala-indonesia"/><item><title>PSSI Buka-bukaan Penyebab Kesulitan Gelar Piala Indonesia</title><link>https://bola.okezone.com/read/2025/07/07/49/3153376/pssi-buka-bukaan-penyebab-kesulitan-gelar-piala-indonesia</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2025/07/07/49/3153376/pssi-buka-bukaan-penyebab-kesulitan-gelar-piala-indonesia</guid><pubDate>Senin 07 Juli 2025 16:24 WIB</pubDate><dc:creator>Andri Bagus Syaeful </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/07/07/49/3153376/pssi_buka_bukaan_penyebab_kesulitan_gelar_piala_indonesia-pywS_large.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">PSSI buka-bukaan penyebab kesulitan gelar Piala Indonesia (Foto: PSSI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/07/07/49/3153376/pssi_buka_bukaan_penyebab_kesulitan_gelar_piala_indonesia-pywS_large.jpeg</image><title>PSSI buka-bukaan penyebab kesulitan gelar Piala Indonesia (Foto: PSSI)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, buka-bukaan soal penyebab sulitnya menggelar Piala Indonesia. Kompetisi piala domestik itu memang sudah mati suri selama lima tahun.&#13;
&#13;
Sebatas informasi, terakhir kali Piala&amp;nbsp;Indonesia digelar pada 2018-2019. Ketika itu, PSM Makassar tampil sebagai juara usai menaklukkan Persija Jakarta di partai final.&#13;
&#13;
1. Sangat Terbuka&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Erick sangat terbuka dengan dorongan publik soal menghidupkan kembali Piala Indonesia. Akan tetapi, untuk menggelar ajang itu faktor geografis Indonesia menjadi salah satu tantangan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Saya sangat welcome. Liga 1 ada 18 klub, negara mana di Asia Tenggara yang kompetisinya juga diisi 18 tim? Tidak ada,&amp;rdquo; kata Erick di Jakarta, Senin (7/7/2025).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Geografis Indonesia, dari ujung ke ujung, naik pesawat delapan jam, bukan naik mobil yang delapan jam. Kita negara kepulauan. Artinya, sudah klubnya banyak, geografisnya jauh,&amp;quot; sambung pria yang juga Menteri BUMN itu.&#13;
&#13;
Erick mengatakan beberapa klub Liga 1 pun akan didera jadwal padat meski tanpa Piala Indonesia. Oleh dikarenakan, ada tim Liga 1 yang tampil AFC Champions League (ACL) 2, AFC Challenge League (ACGL), dan ASEAN Club Championship (ACC).&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Ketika klub bermain Jumat-Minggu. Di tengah-tengahnya ada turnamen antarklub Asia yang tingkatannya ada tiga. Lalu sekarang juga ada turnamen antarklub Asia Tenggara,&amp;quot; beber Erick.&#13;
&#13;
&amp;quot;Jadi Piala Indonesia, silakan kalau masuk kalendernya. Tapi yang tadi, saya tidak takut dihujat karena saya percaya proses. Ini pola pikir yang sama-sama kita dudukkan. Tidak ada salah dan benar. Saya mendukung Piala Indonesia, cuma kalendernya kapan?&amp;quot; tanya pria berusia 54 tahun itu.&#13;
&#13;
2. Pemulihan Pemain&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Erick juga khawatir anggaran operasional klub akan membengkak dengan adanya Piala Indonesia. Selain itu, pemulihan kondisi pemain menjadi tantangan jika semakin padatnya jadwal kompetisi.&#13;
&#13;
&amp;quot;Saya rasa biaya logistik, pemain yang cedera. Apalagi kalau saya kepentingannya, mohon maaf, tiba-tiba pemain Timnas Indonesia cedera semua. Pengganti yang tidak ada. Talent pool kita tipis. Ini realitanya,&amp;quot; tutupnya.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, buka-bukaan soal penyebab sulitnya menggelar Piala Indonesia. Kompetisi piala domestik itu memang sudah mati suri selama lima tahun.&#13;
&#13;
Sebatas informasi, terakhir kali Piala&amp;nbsp;Indonesia digelar pada 2018-2019. Ketika itu, PSM Makassar tampil sebagai juara usai menaklukkan Persija Jakarta di partai final.&#13;
&#13;
1. Sangat Terbuka&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Erick sangat terbuka dengan dorongan publik soal menghidupkan kembali Piala Indonesia. Akan tetapi, untuk menggelar ajang itu faktor geografis Indonesia menjadi salah satu tantangan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Saya sangat welcome. Liga 1 ada 18 klub, negara mana di Asia Tenggara yang kompetisinya juga diisi 18 tim? Tidak ada,&amp;rdquo; kata Erick di Jakarta, Senin (7/7/2025).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Geografis Indonesia, dari ujung ke ujung, naik pesawat delapan jam, bukan naik mobil yang delapan jam. Kita negara kepulauan. Artinya, sudah klubnya banyak, geografisnya jauh,&amp;quot; sambung pria yang juga Menteri BUMN itu.&#13;
&#13;
Erick mengatakan beberapa klub Liga 1 pun akan didera jadwal padat meski tanpa Piala Indonesia. Oleh dikarenakan, ada tim Liga 1 yang tampil AFC Champions League (ACL) 2, AFC Challenge League (ACGL), dan ASEAN Club Championship (ACC).&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Ketika klub bermain Jumat-Minggu. Di tengah-tengahnya ada turnamen antarklub Asia yang tingkatannya ada tiga. Lalu sekarang juga ada turnamen antarklub Asia Tenggara,&amp;quot; beber Erick.&#13;
&#13;
&amp;quot;Jadi Piala Indonesia, silakan kalau masuk kalendernya. Tapi yang tadi, saya tidak takut dihujat karena saya percaya proses. Ini pola pikir yang sama-sama kita dudukkan. Tidak ada salah dan benar. Saya mendukung Piala Indonesia, cuma kalendernya kapan?&amp;quot; tanya pria berusia 54 tahun itu.&#13;
&#13;
2. Pemulihan Pemain&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Erick juga khawatir anggaran operasional klub akan membengkak dengan adanya Piala Indonesia. Selain itu, pemulihan kondisi pemain menjadi tantangan jika semakin padatnya jadwal kompetisi.&#13;
&#13;
&amp;quot;Saya rasa biaya logistik, pemain yang cedera. Apalagi kalau saya kepentingannya, mohon maaf, tiba-tiba pemain Timnas Indonesia cedera semua. Pengganti yang tidak ada. Talent pool kita tipis. Ini realitanya,&amp;quot; tutupnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
