<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pandit Malaysia Malu Harimau Malaya Butuh Pemain Naturalisasi untuk Hancurkan Vietnam 4-0</title><description>Pandit sepakbola Malaysia merasa malu negaranya butuh naturalisasi pemain untuk menghancurkan Timnas Vietnam.&#13;
</description><link>https://bola.okezone.com/read/2025/06/19/51/3148650/pandit-malaysia-malu-harimau-malaya-butuh-pemain-naturalisasi-untuk-hancurkan-vietnam-4-0</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2025/06/19/51/3148650/pandit-malaysia-malu-harimau-malaya-butuh-pemain-naturalisasi-untuk-hancurkan-vietnam-4-0"/><item><title>Pandit Malaysia Malu Harimau Malaya Butuh Pemain Naturalisasi untuk Hancurkan Vietnam 4-0</title><link>https://bola.okezone.com/read/2025/06/19/51/3148650/pandit-malaysia-malu-harimau-malaya-butuh-pemain-naturalisasi-untuk-hancurkan-vietnam-4-0</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2025/06/19/51/3148650/pandit-malaysia-malu-harimau-malaya-butuh-pemain-naturalisasi-untuk-hancurkan-vietnam-4-0</guid><pubDate>Kamis 19 Juni 2025 15:05 WIB</pubDate><dc:creator>Wikanto Arungbudoyo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/06/19/51/3148650/pandit_sepakbola_malaysia_merasa_malu_negaranya_butuh_naturalisasi_pemain_untuk_menghancurkan_timnas_vietnam-ADZj_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pandit sepakbola Malaysia merasa malu negaranya butuh naturalisasi pemain untuk menghancurkan Timnas Vietnam (Foto: Instagram/@malaysia_nt)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/06/19/51/3148650/pandit_sepakbola_malaysia_merasa_malu_negaranya_butuh_naturalisasi_pemain_untuk_menghancurkan_timnas_vietnam-ADZj_large.jpg</image><title>Pandit sepakbola Malaysia merasa malu negaranya butuh naturalisasi pemain untuk menghancurkan Timnas Vietnam (Foto: Instagram/@malaysia_nt)</title></images><description>PANDIT Malaysia, Zakaria Rahim, malu melihat Harimau Malaya butuh pemain-pemain naturalisasi hanya untuk mengalahkan Timnas Vietnam 4-0. Baginya, hal itu justru tamparan keras buat stakeholder sepakbola lokal.&#13;
&#13;
Duel Timnas Malaysia vs Timnas Vietnam itu berlangsung di Stadion Nasional Bukit Jalil, Kuala Lumpur, Malaysia, Selasa 10 Juni 2025 malam WIB. Harimau Malaya menang telak 4-0!&#13;
&#13;
&#13;
Timnas Malaysia vs Timnas Vietnam (Foto: VFF)&#13;
&#13;
&#13;
Empat gol Malaysia disumbangkan Joao Figueiredo (49&amp;rsquo;), Rodrigo Holgado (59&amp;rsquo;), La&amp;rsquo;Vere Corbin-Ong (67&amp;rsquo;), dan Dion Cools (88&amp;rsquo;).&amp;nbsp;Kebetulan, seluruh pencetak gol adalah pemain keturunan dan naturalisasi.&#13;
&#13;
1. Hanya 1 Didikan Lokal&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Fakta itu membuat Zakaria geram. Sebab, ia menilai hanya satu pemain didikan lokal yakni Arif Aiman yang mampu berkontribusi nyata dalam pertandingan tersebut.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Fakta FAM harus mengaktifkan rencana jangka pendek dengan pemain-pemain naturalisasi untuk meningkatkan prestasi tim nasional adalah hal yang memalukan bagi asosiasi sepakbola lokal,&amp;rdquo; ulas Zakaria, dikutip dari Soha, Kamis (19/6/2025).&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Pemain naturalisasi menjadi kunci kemenangan Malaysia dan Arif Aiman ​​​​Hanapi menjadi satu-satunya pemain didikan sepakbola Malaysia yang mampu memberikan kontribusi signifikan,&amp;rdquo; sambungnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
2. Daerah Harus Aktif&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Lebih lanjut, Zakaria menyebut tanggung jawab pembinaan pesepakbola muda tidak hanya berada di pundak FAM. Asosiasi sepakbola daerah atau lokal juga harus terlibat aktif dalam membina bakat-bakat potensial.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Tanggung jawab pembinaan pemain tidak hanya berada di tangan FAM. Badan ini membutuhkan dukungan kuat dari federasi sepakbola setempat,&amp;rdquo; kata Zakaria.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Mereka tidak bisa dihapuskan dan saya sarankan agar mereka mendirikan liga-liga lokal karena para penggemar masih ingin menonton sepakbola,&amp;rdquo; tandasnya.&#13;
&#13;
Dari perkataannya, Zakaria tidak sedang memusuhi program naturalisasi yang digalakkan FAM. Melainkan, ia hanya mengingatkan pembinaan sepakbola usia muda di daerah-daerah tak kalah penting.&#13;
</description><content:encoded>PANDIT Malaysia, Zakaria Rahim, malu melihat Harimau Malaya butuh pemain-pemain naturalisasi hanya untuk mengalahkan Timnas Vietnam 4-0. Baginya, hal itu justru tamparan keras buat stakeholder sepakbola lokal.&#13;
&#13;
Duel Timnas Malaysia vs Timnas Vietnam itu berlangsung di Stadion Nasional Bukit Jalil, Kuala Lumpur, Malaysia, Selasa 10 Juni 2025 malam WIB. Harimau Malaya menang telak 4-0!&#13;
&#13;
&#13;
Timnas Malaysia vs Timnas Vietnam (Foto: VFF)&#13;
&#13;
&#13;
Empat gol Malaysia disumbangkan Joao Figueiredo (49&amp;rsquo;), Rodrigo Holgado (59&amp;rsquo;), La&amp;rsquo;Vere Corbin-Ong (67&amp;rsquo;), dan Dion Cools (88&amp;rsquo;).&amp;nbsp;Kebetulan, seluruh pencetak gol adalah pemain keturunan dan naturalisasi.&#13;
&#13;
1. Hanya 1 Didikan Lokal&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Fakta itu membuat Zakaria geram. Sebab, ia menilai hanya satu pemain didikan lokal yakni Arif Aiman yang mampu berkontribusi nyata dalam pertandingan tersebut.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Fakta FAM harus mengaktifkan rencana jangka pendek dengan pemain-pemain naturalisasi untuk meningkatkan prestasi tim nasional adalah hal yang memalukan bagi asosiasi sepakbola lokal,&amp;rdquo; ulas Zakaria, dikutip dari Soha, Kamis (19/6/2025).&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Pemain naturalisasi menjadi kunci kemenangan Malaysia dan Arif Aiman ​​​​Hanapi menjadi satu-satunya pemain didikan sepakbola Malaysia yang mampu memberikan kontribusi signifikan,&amp;rdquo; sambungnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
2. Daerah Harus Aktif&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Lebih lanjut, Zakaria menyebut tanggung jawab pembinaan pesepakbola muda tidak hanya berada di pundak FAM. Asosiasi sepakbola daerah atau lokal juga harus terlibat aktif dalam membina bakat-bakat potensial.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Tanggung jawab pembinaan pemain tidak hanya berada di tangan FAM. Badan ini membutuhkan dukungan kuat dari federasi sepakbola setempat,&amp;rdquo; kata Zakaria.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Mereka tidak bisa dihapuskan dan saya sarankan agar mereka mendirikan liga-liga lokal karena para penggemar masih ingin menonton sepakbola,&amp;rdquo; tandasnya.&#13;
&#13;
Dari perkataannya, Zakaria tidak sedang memusuhi program naturalisasi yang digalakkan FAM. Melainkan, ia hanya mengingatkan pembinaan sepakbola usia muda di daerah-daerah tak kalah penting.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
