<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kisah Yuran Fernandes, Kapten PSM Makassar Sebut Sepakbola Indonesia Hanya untuk Cari Uang bukan Berkarier Serius</title><description>Simak kisah Yuran Fernandes yang berani menyebut sepakbola Indonesia hanya untuk cari uang.&#13;
</description><link>https://bola.okezone.com/read/2025/05/06/49/3136774/kisah-yuran-fernandes-kapten-psm-makassar-sebut-sepakbola-indonesia-hanya-untuk-cari-uang-bukan-berkarier-serius</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2025/05/06/49/3136774/kisah-yuran-fernandes-kapten-psm-makassar-sebut-sepakbola-indonesia-hanya-untuk-cari-uang-bukan-berkarier-serius"/><item><title>Kisah Yuran Fernandes, Kapten PSM Makassar Sebut Sepakbola Indonesia Hanya untuk Cari Uang bukan Berkarier Serius</title><link>https://bola.okezone.com/read/2025/05/06/49/3136774/kisah-yuran-fernandes-kapten-psm-makassar-sebut-sepakbola-indonesia-hanya-untuk-cari-uang-bukan-berkarier-serius</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2025/05/06/49/3136774/kisah-yuran-fernandes-kapten-psm-makassar-sebut-sepakbola-indonesia-hanya-untuk-cari-uang-bukan-berkarier-serius</guid><pubDate>Selasa 06 Mei 2025 17:14 WIB</pubDate><dc:creator>Lutfan Faizi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/05/06/49/3136774/simak_kisah_yuran_fernandes_yang_berani_menyebut_sepakbola_indonesia_hanya_untuk_cari_uang-hCgH_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Simak kisah Yuran Fernandes yang berani menyebut sepakbola Indonesia hanya untuk cari uang (Foto: Instagram/@yur4nfernandes)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/05/06/49/3136774/simak_kisah_yuran_fernandes_yang_berani_menyebut_sepakbola_indonesia_hanya_untuk_cari_uang-hCgH_large.jpg</image><title>Simak kisah Yuran Fernandes yang berani menyebut sepakbola Indonesia hanya untuk cari uang (Foto: Instagram/@yur4nfernandes)</title></images><description>KISAH Yuran Fernandes, kapten PSM Makassar yang sebut sepakbola Indonesia hanya untuk cari uang bukan berkarier serius, menarik untuk disimak. Sebab, ia sudah merasakan sendiri seperti apa.&#13;
&#13;
Kritikan pedas itu disampaikan pasca pertandingan melawan PSS Sleman yang digelar di Stadion Maguwoharjo, Sleman, DI Yogyakarta, Sabtu 3 Mei 2025 malam WIB. Pada laga pekan ke-31 Liga 1 2024-2025, Super Elja menang 3-1 tetapi ada sejumlah kontroversi.&#13;
&#13;
1. PSM Makassar Menganggap Dirugikan oleh Wasit&#13;
&#13;
&#13;
PSS Sleman vs PSM Makassar di Liga 1 2024-2025 (Foto: Instagram/@pssleman)&#13;
&#13;
&#13;
Yuran sempat mencetak gol pada menit ke-12. Namun, gol tersebut dianulir setelah wasit meninjau VAR dan menilai kapten PSM itu melakukan pelanggaran dengan mendorong pemain PSS sebelum mencetak gol.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Juku Eja sempat unggul lebih dulu melalui gol Nermin Haljeta yang dicetak pada menit ke-24. Namun PSS langsung membalas melalui Dominikus Dion dua menit kemudian.&#13;
&#13;
Kontroversi pada laga tersebut kembali terjadi saat pemain PSM, Fahrul Aditia, dijatuhkan di area penalti lawan. Namun wasit tidak memberikan penalti.&#13;
&#13;
Di babak kedua, PSS berbalik unggul melalui gol Gustavo Tocantins pada menit ke-60. Gol tersebut sempat diprotes oleh pemain PSM karena ada dugaan pelanggaran terhadap Syahrul Lasinari. Namun wasit tetap mengesahkannya setelah meninjau VAR.&#13;
&#13;
2. Yuran Fernandes Melontarkan Kritik Pedas&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Pada konferensi pers pasca laga, Yuran secara terang-terangan menyampaikan kekecewaannya terhadap kinerja wasit pada laga tersebut.&amp;nbsp;Bek berpaspor Tanjung Verde itu menilai wasit tidak adil dalam memberikan keputusan serta ingin membantu tuan rumah lolos dari jerat degradasi.&#13;
&#13;
&amp;quot;Saya kira semua tahu dan melihat apa yang terjadi. Wasit datang ke sini untuk membantu Sleman,&amp;quot; ujar Yuran, dikutip Selasa (6/5/2025).&#13;
&#13;
Bek bernama lengkap Yuran Fernandes Rocha Lopes itu juga mengkritik kualitas wasit yang dinilai tak layak untuk memimpin laga di Liga 1.&amp;nbsp;Ia berharap sang pengadil dihukum turun kasta.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Saya harap wasit ini keluar dari Liga 1, Liga 2, dan jika perlu kariernya selesai di Liga 3,&amp;rdquo; tegas pemain berusia 30 tahun itu.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
3. Kritik Yuran Berlanjut di Media Sosial&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
Yuran Fernandes cetak gol di laga PSM Makassar vs CAHN FC (Foto: Instagram/@psm_makassar)&#13;
&#13;
&#13;
Setelah melontarkan kritik pedas di konferensi pers, Yuran juga menyuarakan kekecewaannya melalui media sosial Instagram pribadinya @yur4fernandes. Ia mengunggah cuplikan video golnya yang dianulir serta membandingkannya dengan gol serupa yang sah dalam pertandingan Liverpool di Liga Inggris.&#13;
&#13;
Dalam unggahan tersebut, Yuran secara gamblang menyebut jika sepakbola di Indonesia hanyalah lelucon. Eks pemain Torreense itu juga menyinggung soal korupsi dan kualitas kompetisi di Tanah Air.&#13;
&#13;
Tak hanya itu, Yuran juga melontarkan sindiran tajam terhadap pemain asing yang datang ke Indonesia. Menurutnya, legiun asing silakan saja datang ke Tanah Air jika ingin mendapat bayaran setinggi langit.&#13;
&#13;
&amp;quot;Sepakbola di Indonesia hanya candaan. Makanya level dan korupsinya akan tetap sama,&amp;quot; tulis Yuran.&#13;
&#13;
&amp;quot;Jika Anda ingin menghasilkan uang, Anda bisa datang ke Indonesia. Tapi jika Anda ingin bermain sepakbola serius, lebih baik menjauh dari Indonesia,&amp;quot; tandasnya.&#13;
&#13;
Itulah kisah Yuran Fernandes, kapten PSM Makassar yang sebut sepakbola Indonesia hanya untuk cari uang bukan berkarier serius. Semoga informasi ini berguna untuk pembaca sekalian.&#13;
</description><content:encoded>KISAH Yuran Fernandes, kapten PSM Makassar yang sebut sepakbola Indonesia hanya untuk cari uang bukan berkarier serius, menarik untuk disimak. Sebab, ia sudah merasakan sendiri seperti apa.&#13;
&#13;
Kritikan pedas itu disampaikan pasca pertandingan melawan PSS Sleman yang digelar di Stadion Maguwoharjo, Sleman, DI Yogyakarta, Sabtu 3 Mei 2025 malam WIB. Pada laga pekan ke-31 Liga 1 2024-2025, Super Elja menang 3-1 tetapi ada sejumlah kontroversi.&#13;
&#13;
1. PSM Makassar Menganggap Dirugikan oleh Wasit&#13;
&#13;
&#13;
PSS Sleman vs PSM Makassar di Liga 1 2024-2025 (Foto: Instagram/@pssleman)&#13;
&#13;
&#13;
Yuran sempat mencetak gol pada menit ke-12. Namun, gol tersebut dianulir setelah wasit meninjau VAR dan menilai kapten PSM itu melakukan pelanggaran dengan mendorong pemain PSS sebelum mencetak gol.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Juku Eja sempat unggul lebih dulu melalui gol Nermin Haljeta yang dicetak pada menit ke-24. Namun PSS langsung membalas melalui Dominikus Dion dua menit kemudian.&#13;
&#13;
Kontroversi pada laga tersebut kembali terjadi saat pemain PSM, Fahrul Aditia, dijatuhkan di area penalti lawan. Namun wasit tidak memberikan penalti.&#13;
&#13;
Di babak kedua, PSS berbalik unggul melalui gol Gustavo Tocantins pada menit ke-60. Gol tersebut sempat diprotes oleh pemain PSM karena ada dugaan pelanggaran terhadap Syahrul Lasinari. Namun wasit tetap mengesahkannya setelah meninjau VAR.&#13;
&#13;
2. Yuran Fernandes Melontarkan Kritik Pedas&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Pada konferensi pers pasca laga, Yuran secara terang-terangan menyampaikan kekecewaannya terhadap kinerja wasit pada laga tersebut.&amp;nbsp;Bek berpaspor Tanjung Verde itu menilai wasit tidak adil dalam memberikan keputusan serta ingin membantu tuan rumah lolos dari jerat degradasi.&#13;
&#13;
&amp;quot;Saya kira semua tahu dan melihat apa yang terjadi. Wasit datang ke sini untuk membantu Sleman,&amp;quot; ujar Yuran, dikutip Selasa (6/5/2025).&#13;
&#13;
Bek bernama lengkap Yuran Fernandes Rocha Lopes itu juga mengkritik kualitas wasit yang dinilai tak layak untuk memimpin laga di Liga 1.&amp;nbsp;Ia berharap sang pengadil dihukum turun kasta.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Saya harap wasit ini keluar dari Liga 1, Liga 2, dan jika perlu kariernya selesai di Liga 3,&amp;rdquo; tegas pemain berusia 30 tahun itu.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
3. Kritik Yuran Berlanjut di Media Sosial&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
Yuran Fernandes cetak gol di laga PSM Makassar vs CAHN FC (Foto: Instagram/@psm_makassar)&#13;
&#13;
&#13;
Setelah melontarkan kritik pedas di konferensi pers, Yuran juga menyuarakan kekecewaannya melalui media sosial Instagram pribadinya @yur4fernandes. Ia mengunggah cuplikan video golnya yang dianulir serta membandingkannya dengan gol serupa yang sah dalam pertandingan Liverpool di Liga Inggris.&#13;
&#13;
Dalam unggahan tersebut, Yuran secara gamblang menyebut jika sepakbola di Indonesia hanyalah lelucon. Eks pemain Torreense itu juga menyinggung soal korupsi dan kualitas kompetisi di Tanah Air.&#13;
&#13;
Tak hanya itu, Yuran juga melontarkan sindiran tajam terhadap pemain asing yang datang ke Indonesia. Menurutnya, legiun asing silakan saja datang ke Tanah Air jika ingin mendapat bayaran setinggi langit.&#13;
&#13;
&amp;quot;Sepakbola di Indonesia hanya candaan. Makanya level dan korupsinya akan tetap sama,&amp;quot; tulis Yuran.&#13;
&#13;
&amp;quot;Jika Anda ingin menghasilkan uang, Anda bisa datang ke Indonesia. Tapi jika Anda ingin bermain sepakbola serius, lebih baik menjauh dari Indonesia,&amp;quot; tandasnya.&#13;
&#13;
Itulah kisah Yuran Fernandes, kapten PSM Makassar yang sebut sepakbola Indonesia hanya untuk cari uang bukan berkarier serius. Semoga informasi ini berguna untuk pembaca sekalian.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
