<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kisah Miris Witan Sulaeman, Top Skor Timnas Indonesia Era Shin Tae-yong Kini Dicueki Patrick Kluivert</title><description>Berikut Kisah Miris Witan Sulaeman, Top Skor Timnas Indonesia Era Shin Tae-yong Kini Dicueki Patrick Kluivert&#13;
</description><link>https://bola.okezone.com/read/2025/03/18/51/3123582/kisah-miris-witan-sulaeman-top-skor-timnas-indonesia-era-shin-tae-yong-kini-dicueki-patrick-kluivert</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2025/03/18/51/3123582/kisah-miris-witan-sulaeman-top-skor-timnas-indonesia-era-shin-tae-yong-kini-dicueki-patrick-kluivert"/><item><title>Kisah Miris Witan Sulaeman, Top Skor Timnas Indonesia Era Shin Tae-yong Kini Dicueki Patrick Kluivert</title><link>https://bola.okezone.com/read/2025/03/18/51/3123582/kisah-miris-witan-sulaeman-top-skor-timnas-indonesia-era-shin-tae-yong-kini-dicueki-patrick-kluivert</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2025/03/18/51/3123582/kisah-miris-witan-sulaeman-top-skor-timnas-indonesia-era-shin-tae-yong-kini-dicueki-patrick-kluivert</guid><pubDate>Selasa 18 Maret 2025 13:29 WIB</pubDate><dc:creator>Wikku D Nugroho</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/03/18/51/3123582/witan_sulaeman-EMQD_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Witan Sulaeman kala membela Timnas Indonesia. (Foto: PSSI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/03/18/51/3123582/witan_sulaeman-EMQD_large.jpg</image><title>Witan Sulaeman kala membela Timnas Indonesia. (Foto: PSSI)</title></images><description>KISAH miris Witan Sulaeman akan diulas Okezone. Top skor di Timnas Indonesia era Shin Tae-yong tersebut kini dicueki Patrick Kluivert menarik untuk diulas.&#13;
&#13;
Didepaknya Shin Tae-yong dari kursi kepelatihan Timnas Indonesia ternyata berdampak besar bagi sebagian pemain. Salah satunya Witan Sulaeman.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Nama Witan tidak tercantum dalam daftar 27 pemain yang dipersiapkan melawan Australia dan Bahrain untuk putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.&#13;
&#13;
Witan Sulaeman Tersisih dari Skuad Timnas Indonesia&#13;
&#13;
Bukan tanpa sebab, Witan dinilai tampil kurang menggigit bersama Persija Jakarta di musim ini. Bahkan, dari 23 laga, pemain kelahiran Palu itu belum sekalipun mencetak gol.&#13;
&#13;
Lebih parahnya lagi, Witan baru sekali bermain penuh selama 90 menit oleh pelatih Carlos Pena. Momen itu terjadi tatkala skuad Macan Kemayoran menahan imbang PSM Makassar 1-1.&#13;
&#13;
Juru taktik asal Spanyol itu lebih memilih memainkan Ryo Matsumura ketimbang Witan di posisi winger kanan.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Sempat Jadi Andalan Shin Tae-yong&#13;
&#13;
Meski karier Witan di Eropa dulu terbilang angin-anginan, hal itu ternyata tidak membuat Shin Tae-yong memarkirkan pemain berusia 23 tahun itu di bangku cadangan. Di era coach Shin Tae-yong, Witan mampu tampil sebanyak 46 laga dan mencetak 9 gol di level internasional.&#13;
&#13;
Bahkan, pelatih asal Korea Selatan itu berani mengorbitkan Witan ke Timnas Indonesia senior saat sang pemain masih berusia 19 tahun. Witan mulai menjadi andalan Shin Tae-yong saat berlaga di Piala AFF 2020.&#13;
&#13;
Pada kompetisi tersebut, eks pemain AS Trencin itu mencetak 2 gol dan 4 assist. Dia pun antarkan skuad Garuda ke partai final, meski harus kalah dari Thailand.&#13;
&#13;
Witan pun semakin diandalkan oleh coach Shin di kompetisi-kompetisi berikutnya. Di antaranya, Piala AFF 2022, Piala Asia 2023, dan Kualifikasi Piala Dunia 2026.&#13;
&#13;
Tak ayal dengan seringnya Witan bermain, eks pemain PSIM Yogyakarta itu juga jadi mesin gol skuad Garuda. Ia menjadi top skor dengan catatan 9 gol disusul Egy Maulana Vikri dengan delapan gol.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Witan Kalah Bersaing dengan Beberapa Pemain Lokal&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Pelatih anyar Timnas Indonesia, Patrick Kluivert, lebih memilih memasukkan beberapa pemain lokal. Sebut saja Ricky Kambuaya, Marselino Ferdinan, Ramadhan Sananta, dan Egy Maulana Vikri.&#13;
&#13;
Selain kalah dari pemain-pemain lokal tersebut, coach Patrick juga lebih percaya ke beberapa pemain yang mampu menempati posisi winger kanan. Di antaranya, ada Egy Maulana Vikri, Ragnar Oratmangoen, hingga Eliano Reijnders.&#13;
&#13;
Demikian ulasan mengenai kisah miris Witan Sulaeman, top skor di Timnas Indonesia era Shin Tae-yong lini dicueki Patrick Kluivert.&#13;
</description><content:encoded>KISAH miris Witan Sulaeman akan diulas Okezone. Top skor di Timnas Indonesia era Shin Tae-yong tersebut kini dicueki Patrick Kluivert menarik untuk diulas.&#13;
&#13;
Didepaknya Shin Tae-yong dari kursi kepelatihan Timnas Indonesia ternyata berdampak besar bagi sebagian pemain. Salah satunya Witan Sulaeman.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Nama Witan tidak tercantum dalam daftar 27 pemain yang dipersiapkan melawan Australia dan Bahrain untuk putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.&#13;
&#13;
Witan Sulaeman Tersisih dari Skuad Timnas Indonesia&#13;
&#13;
Bukan tanpa sebab, Witan dinilai tampil kurang menggigit bersama Persija Jakarta di musim ini. Bahkan, dari 23 laga, pemain kelahiran Palu itu belum sekalipun mencetak gol.&#13;
&#13;
Lebih parahnya lagi, Witan baru sekali bermain penuh selama 90 menit oleh pelatih Carlos Pena. Momen itu terjadi tatkala skuad Macan Kemayoran menahan imbang PSM Makassar 1-1.&#13;
&#13;
Juru taktik asal Spanyol itu lebih memilih memainkan Ryo Matsumura ketimbang Witan di posisi winger kanan.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Sempat Jadi Andalan Shin Tae-yong&#13;
&#13;
Meski karier Witan di Eropa dulu terbilang angin-anginan, hal itu ternyata tidak membuat Shin Tae-yong memarkirkan pemain berusia 23 tahun itu di bangku cadangan. Di era coach Shin Tae-yong, Witan mampu tampil sebanyak 46 laga dan mencetak 9 gol di level internasional.&#13;
&#13;
Bahkan, pelatih asal Korea Selatan itu berani mengorbitkan Witan ke Timnas Indonesia senior saat sang pemain masih berusia 19 tahun. Witan mulai menjadi andalan Shin Tae-yong saat berlaga di Piala AFF 2020.&#13;
&#13;
Pada kompetisi tersebut, eks pemain AS Trencin itu mencetak 2 gol dan 4 assist. Dia pun antarkan skuad Garuda ke partai final, meski harus kalah dari Thailand.&#13;
&#13;
Witan pun semakin diandalkan oleh coach Shin di kompetisi-kompetisi berikutnya. Di antaranya, Piala AFF 2022, Piala Asia 2023, dan Kualifikasi Piala Dunia 2026.&#13;
&#13;
Tak ayal dengan seringnya Witan bermain, eks pemain PSIM Yogyakarta itu juga jadi mesin gol skuad Garuda. Ia menjadi top skor dengan catatan 9 gol disusul Egy Maulana Vikri dengan delapan gol.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Witan Kalah Bersaing dengan Beberapa Pemain Lokal&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Pelatih anyar Timnas Indonesia, Patrick Kluivert, lebih memilih memasukkan beberapa pemain lokal. Sebut saja Ricky Kambuaya, Marselino Ferdinan, Ramadhan Sananta, dan Egy Maulana Vikri.&#13;
&#13;
Selain kalah dari pemain-pemain lokal tersebut, coach Patrick juga lebih percaya ke beberapa pemain yang mampu menempati posisi winger kanan. Di antaranya, ada Egy Maulana Vikri, Ragnar Oratmangoen, hingga Eliano Reijnders.&#13;
&#13;
Demikian ulasan mengenai kisah miris Witan Sulaeman, top skor di Timnas Indonesia era Shin Tae-yong lini dicueki Patrick Kluivert.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
