<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Arema FC Klarifikasi Dana Operasional Rp100 Juta untuk Laga Kandang Bukan Suap</title><description>Arema FC klarifikasi dana operasinal Rp100 juta untuk laga kandang bukan suap. &#13;
</description><link>https://bola.okezone.com/read/2025/02/19/49/3114948/arema-fc-klarifikasi-dana-operasional-rp100-juta-untuk-laga-kandang-bukan-suap</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2025/02/19/49/3114948/arema-fc-klarifikasi-dana-operasional-rp100-juta-untuk-laga-kandang-bukan-suap"/><item><title>Arema FC Klarifikasi Dana Operasional Rp100 Juta untuk Laga Kandang Bukan Suap</title><link>https://bola.okezone.com/read/2025/02/19/49/3114948/arema-fc-klarifikasi-dana-operasional-rp100-juta-untuk-laga-kandang-bukan-suap</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2025/02/19/49/3114948/arema-fc-klarifikasi-dana-operasional-rp100-juta-untuk-laga-kandang-bukan-suap</guid><pubDate>Rabu 19 Februari 2025 02:17 WIB</pubDate><dc:creator>Avirista Midaada</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/02/18/49/3114948/arema_fc_membutuhkan_dana_paling_tidak_rp100_juga_untuk_menggelar_laga_kandang-d3N0_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Arema FC membutuhkan dana paling tidak Rp100 juga untuk menggelar laga kandang (Foto: Okezone/Avirista Midaada)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/02/18/49/3114948/arema_fc_membutuhkan_dana_paling_tidak_rp100_juga_untuk_menggelar_laga_kandang-d3N0_large.jpg</image><title>Arema FC membutuhkan dana paling tidak Rp100 juga untuk menggelar laga kandang (Foto: Okezone/Avirista Midaada)</title></images><description>MANAJEMEN Arema FC mengklarifikasi perihal dana operasional Rp100 juta untuk menggelar laga kandang, bukan masuk kantong pribadi alias menyuap aparat. Melainkan, memang kebutuhannya cukup besar.&#13;
&#13;
Media sosial cukup heboh dengan rumor efisiensi anggaran sejumlah klub dengan memilih menggelar laga tanpa penonton di markasnya. Arema FC misalnya, mengklaim sekali pertandingan kandang butuh Rp100 juta.&#13;
&#13;
1. Suap&#13;
&#13;
&#13;
Arema FC vs PSM Makassar di Liga 1 2024-2025 (Foto: Arema FC)&#13;
&#13;
&#13;
Langsung saja muncul spekulasi angka itu dipakai untuk menyuap pejabat pemerintahan atau kepolisian setempat. General Manager Muhammad Yusrinal Fitriandi lalu angkat bicara.&#13;
&#13;
Ia mengatakan, uang yang dikeluarkan itu merupakan anggaran untuk panitia pelaksana pertandingan (panpel). Inal menegaskan tak ada satu rupiah pun, uang yang masuk ke kantong pribadi pejabat pemerintahan atau kepolisian.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Tidak ada (yang masuk ke kantong pribadi), Jadi, mau menggelar pertandingan di Blitar atau kota lainnya, kebutuhan dananya memang besar,&amp;rdquo; kata Inal, dikutip pada Rabu (19/2/2025).&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Tidak ada hubungannya dengan yang diberitakan beberapa media terkait suap dan lainnya,&amp;rdquo;&amp;nbsp;imbuhnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
2. Keuangan Berat&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Inal mengaku kondisi tim asal Malang&amp;nbsp;tersebut cukup berat bahkan hanya untuk sekadar bertahan hidup. Ia menuturkan, setiap laga kandang setidaknya harus mengeluarkan Rp250 juta. Tanpa kehadiran penonton maka tim akan berhemat Rp100 juta.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kami menyuapi diri sendiri saja berat, apalagi mau menyuapi orang lain, kami bersikap realistis saja. Semoga kali ini masyarakat teredukasi,&amp;quot; ucap Inal.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Penghematan sejumlah dana itu berasal dari berbagai unsur kepanpelan. Tidak hanya satu unsur saja,&amp;rdquo;&amp;nbsp;tandasnya.&#13;
&#13;
Manajemen Arema FC memutuskan dua laga kandang di Stadion Soepriadi, Blitar, digelar tanpa penonton. Mereka mengklaim tekor secara keuangan karena animo penonton tidak sebesar perkiraan.&#13;
</description><content:encoded>MANAJEMEN Arema FC mengklarifikasi perihal dana operasional Rp100 juta untuk menggelar laga kandang, bukan masuk kantong pribadi alias menyuap aparat. Melainkan, memang kebutuhannya cukup besar.&#13;
&#13;
Media sosial cukup heboh dengan rumor efisiensi anggaran sejumlah klub dengan memilih menggelar laga tanpa penonton di markasnya. Arema FC misalnya, mengklaim sekali pertandingan kandang butuh Rp100 juta.&#13;
&#13;
1. Suap&#13;
&#13;
&#13;
Arema FC vs PSM Makassar di Liga 1 2024-2025 (Foto: Arema FC)&#13;
&#13;
&#13;
Langsung saja muncul spekulasi angka itu dipakai untuk menyuap pejabat pemerintahan atau kepolisian setempat. General Manager Muhammad Yusrinal Fitriandi lalu angkat bicara.&#13;
&#13;
Ia mengatakan, uang yang dikeluarkan itu merupakan anggaran untuk panitia pelaksana pertandingan (panpel). Inal menegaskan tak ada satu rupiah pun, uang yang masuk ke kantong pribadi pejabat pemerintahan atau kepolisian.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Tidak ada (yang masuk ke kantong pribadi), Jadi, mau menggelar pertandingan di Blitar atau kota lainnya, kebutuhan dananya memang besar,&amp;rdquo; kata Inal, dikutip pada Rabu (19/2/2025).&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Tidak ada hubungannya dengan yang diberitakan beberapa media terkait suap dan lainnya,&amp;rdquo;&amp;nbsp;imbuhnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
2. Keuangan Berat&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Inal mengaku kondisi tim asal Malang&amp;nbsp;tersebut cukup berat bahkan hanya untuk sekadar bertahan hidup. Ia menuturkan, setiap laga kandang setidaknya harus mengeluarkan Rp250 juta. Tanpa kehadiran penonton maka tim akan berhemat Rp100 juta.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kami menyuapi diri sendiri saja berat, apalagi mau menyuapi orang lain, kami bersikap realistis saja. Semoga kali ini masyarakat teredukasi,&amp;quot; ucap Inal.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Penghematan sejumlah dana itu berasal dari berbagai unsur kepanpelan. Tidak hanya satu unsur saja,&amp;rdquo;&amp;nbsp;tandasnya.&#13;
&#13;
Manajemen Arema FC memutuskan dua laga kandang di Stadion Soepriadi, Blitar, digelar tanpa penonton. Mereka mengklaim tekor secara keuangan karena animo penonton tidak sebesar perkiraan.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
