<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Meski Akui Patrick Kluivert Tak Selevel Shin Tae-yong, Bung Kusnaeni Tegaskan Sepakbola Bukan Matematika</title><description>Pengamat Akui Patrick Kluivert Tidak Selevel Shin Tae-yong.&#13;
</description><link>https://bola.okezone.com/read/2025/01/10/51/3103104/meski-akui-patrick-kluivert-tak-selevel-shin-tae-yong-bung-kusnaeni-tegaskan-sepakbola-bukan-matematika</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2025/01/10/51/3103104/meski-akui-patrick-kluivert-tak-selevel-shin-tae-yong-bung-kusnaeni-tegaskan-sepakbola-bukan-matematika"/><item><title>Meski Akui Patrick Kluivert Tak Selevel Shin Tae-yong, Bung Kusnaeni Tegaskan Sepakbola Bukan Matematika</title><link>https://bola.okezone.com/read/2025/01/10/51/3103104/meski-akui-patrick-kluivert-tak-selevel-shin-tae-yong-bung-kusnaeni-tegaskan-sepakbola-bukan-matematika</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2025/01/10/51/3103104/meski-akui-patrick-kluivert-tak-selevel-shin-tae-yong-bung-kusnaeni-tegaskan-sepakbola-bukan-matematika</guid><pubDate>Jum'at 10 Januari 2025 09:02 WIB</pubDate><dc:creator>Andika Rachmansyah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/01/10/51/3103104/patrick_kluivert_resmi_jadi_pelatih_timnas_indonesia-Z9FX_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Patrick Kluivert resmi jadi pelatih Timnas Indonesia. (Foto: Instagram/patrickkluivert9)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/01/10/51/3103104/patrick_kluivert_resmi_jadi_pelatih_timnas_indonesia-Z9FX_large.jpg</image><title>Patrick Kluivert resmi jadi pelatih Timnas Indonesia. (Foto: Instagram/patrickkluivert9)</title></images><description>JAKARTA - Pengamat sepakbola Tanah Air, Mohamad Kusnaeni mengakui level pelatih baru Tim Nasional (Timnas) Indonesia, yakni Patrick Kluivert tidak selevel dengan Shin Tae-yong. Namun, ia menegaskan sepakbola bukan matematika yang bisa dihitung-hitung dan ilmu pasti, jadi peluang Kluivert bersinar di Timnas Indonesia jelas sangat terbuka lebar.&#13;
&#13;
Kluivert telah resmi diperkenalkan sebagai pelatih baru Timnas Indonesia pada Rabu (8/1/2025) lalu. Ditunjuknya pelatih berusia 48 tahun itu cukup mengejutkan publik tanah air. Sebab, dia tidak memiliki CV yang mentereng seperti Shin Tae-yong.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
1. Kluivert Minim Pengalaman sebagai Pelatih&#13;
&#13;
&#13;
Patrick Kluivert Resmi Jadi Pelatih Timnas Indonesia Gantikan Shin Tae-yong&#13;
&#13;
&#13;
Ya, pelatih asal Belanda itu minim pengalaman di level timnas. Dia tercatat pernah menjabat asisten pelatih Belanda (2012-2014), pelatih timnas Curacao (2015-2016), dan asisten pelatih Kamerun (2018-2019). Terakhir Kluivert melatih Adana Demirspor di Liga Turki, tapi berujung pemecatan karena performa tim yang buruk.&#13;
&#13;
Kusnaeni pun mengakui bahwa rekam jejak legenda Barcelona itu masih kalah jauh jika dibandingkan dengan Shin Tae-yong. Pasalnya, juru taktik asal Korea Selatan itu sudah kaya akan pengalaman. Bahkan sudah pernah mentas di Piala Dunia bersama Korea Selatan medio 2018.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kalau diukur dari rekam jejak sebagai pelatih, sebetulnya Kluivert belum cukup sebanding dengan STY. Selain masih relatif minim jam terbangnya, prestasinya pun belum ada yang menonjol,&amp;quot; kata Kusnaeni kepada Okezone, Jumat (10/1/2025).&#13;
&#13;
2. Kluivert Bisa Berikan Kejutan&#13;
&#13;
Kendati demikian, bukan tidak mungkin Kluivert bisa memberikan kejutan mengingat sepak bola bukanlah tentang matematika. Sebab banyak contoh pelatih yang minim pengalaman tapi justru berhasil meraih kesuksesan. Hal inilah yang diharapkan Kusnaeni kepada Kluivert di Timnas Indonesia.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Hanya saja, sepak bola memang bukan matematika. Rekam jejak yang tidak meyakinkan bukan berarti tak punya peluang menjadi pelatih sukses,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
&amp;quot;Beberapa pelatih pernah membuktikan bisa sukses meskipun rekam jejak sebelumnya tidak hebat. Seperti itulah yang kita harapkan bisa dilakukan Kluivert untuk timnas Indonesia,&amp;quot; terang Kusnaeni.&#13;
&#13;
Sekadar informasi, Kluivert dikontrak selama dua tahun dengan opsi perpanjangan dua tahun. Arsitek asal Belanda itu rencananya akan diperkenalkan PSSI ke publik pada Minggu 12 Januari 2025.&#13;
&#13;
&#13;
Gaya Patrick Kluivert saat melatih tim (Foto: Instagram/@patrickkluivert9)&#13;
&#13;
&#13;
Kluivert diharapkan bisa membawa Timnas Indonesia lolos ke Piala Dunia 2026. Pasalnya Skuad Garuda memiliki peluang yang sangat terbuka, mengingat persaingan di Grup C babak ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 sangat kompetitif.&#13;
&#13;
Skuad Garuda sedang duduk di posisi tiga dengan enam poin, sama seperti Arab Saudi, Bahrain, dan China. Mereka terpaut satu angka dari Australia, sementara Jepang nyaman di puncak dengan 16 poin. Nantinya, dua tim yang finis teratas akan otomatis lolos ke Piala Dunia 2026, sedangkan tim yang finis di posisi tiga dan empat akan melanjutkan perjuangannya ke babak keempat.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Pengamat sepakbola Tanah Air, Mohamad Kusnaeni mengakui level pelatih baru Tim Nasional (Timnas) Indonesia, yakni Patrick Kluivert tidak selevel dengan Shin Tae-yong. Namun, ia menegaskan sepakbola bukan matematika yang bisa dihitung-hitung dan ilmu pasti, jadi peluang Kluivert bersinar di Timnas Indonesia jelas sangat terbuka lebar.&#13;
&#13;
Kluivert telah resmi diperkenalkan sebagai pelatih baru Timnas Indonesia pada Rabu (8/1/2025) lalu. Ditunjuknya pelatih berusia 48 tahun itu cukup mengejutkan publik tanah air. Sebab, dia tidak memiliki CV yang mentereng seperti Shin Tae-yong.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
1. Kluivert Minim Pengalaman sebagai Pelatih&#13;
&#13;
&#13;
Patrick Kluivert Resmi Jadi Pelatih Timnas Indonesia Gantikan Shin Tae-yong&#13;
&#13;
&#13;
Ya, pelatih asal Belanda itu minim pengalaman di level timnas. Dia tercatat pernah menjabat asisten pelatih Belanda (2012-2014), pelatih timnas Curacao (2015-2016), dan asisten pelatih Kamerun (2018-2019). Terakhir Kluivert melatih Adana Demirspor di Liga Turki, tapi berujung pemecatan karena performa tim yang buruk.&#13;
&#13;
Kusnaeni pun mengakui bahwa rekam jejak legenda Barcelona itu masih kalah jauh jika dibandingkan dengan Shin Tae-yong. Pasalnya, juru taktik asal Korea Selatan itu sudah kaya akan pengalaman. Bahkan sudah pernah mentas di Piala Dunia bersama Korea Selatan medio 2018.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kalau diukur dari rekam jejak sebagai pelatih, sebetulnya Kluivert belum cukup sebanding dengan STY. Selain masih relatif minim jam terbangnya, prestasinya pun belum ada yang menonjol,&amp;quot; kata Kusnaeni kepada Okezone, Jumat (10/1/2025).&#13;
&#13;
2. Kluivert Bisa Berikan Kejutan&#13;
&#13;
Kendati demikian, bukan tidak mungkin Kluivert bisa memberikan kejutan mengingat sepak bola bukanlah tentang matematika. Sebab banyak contoh pelatih yang minim pengalaman tapi justru berhasil meraih kesuksesan. Hal inilah yang diharapkan Kusnaeni kepada Kluivert di Timnas Indonesia.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Hanya saja, sepak bola memang bukan matematika. Rekam jejak yang tidak meyakinkan bukan berarti tak punya peluang menjadi pelatih sukses,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
&amp;quot;Beberapa pelatih pernah membuktikan bisa sukses meskipun rekam jejak sebelumnya tidak hebat. Seperti itulah yang kita harapkan bisa dilakukan Kluivert untuk timnas Indonesia,&amp;quot; terang Kusnaeni.&#13;
&#13;
Sekadar informasi, Kluivert dikontrak selama dua tahun dengan opsi perpanjangan dua tahun. Arsitek asal Belanda itu rencananya akan diperkenalkan PSSI ke publik pada Minggu 12 Januari 2025.&#13;
&#13;
&#13;
Gaya Patrick Kluivert saat melatih tim (Foto: Instagram/@patrickkluivert9)&#13;
&#13;
&#13;
Kluivert diharapkan bisa membawa Timnas Indonesia lolos ke Piala Dunia 2026. Pasalnya Skuad Garuda memiliki peluang yang sangat terbuka, mengingat persaingan di Grup C babak ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 sangat kompetitif.&#13;
&#13;
Skuad Garuda sedang duduk di posisi tiga dengan enam poin, sama seperti Arab Saudi, Bahrain, dan China. Mereka terpaut satu angka dari Australia, sementara Jepang nyaman di puncak dengan 16 poin. Nantinya, dua tim yang finis teratas akan otomatis lolos ke Piala Dunia 2026, sedangkan tim yang finis di posisi tiga dan empat akan melanjutkan perjuangannya ke babak keempat.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
