<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pengamat Sayangkan Langkah PSSI: Shin Tae-yong Diganti saat Timnas Indonesia Sedang Hadapi Fase Kritis!</title><description>Pengamat Sayangkan Langkah PSSI Pecat Shin Tae-yong</description><link>https://bola.okezone.com/read/2025/01/07/51/3102230/pengamat-sayangkan-langkah-pssi-shin-tae-yong-diganti-saat-timnas-indonesia-sedang-hadapi-fase-kritis</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2025/01/07/51/3102230/pengamat-sayangkan-langkah-pssi-shin-tae-yong-diganti-saat-timnas-indonesia-sedang-hadapi-fase-kritis"/><item><title>Pengamat Sayangkan Langkah PSSI: Shin Tae-yong Diganti saat Timnas Indonesia Sedang Hadapi Fase Kritis!</title><link>https://bola.okezone.com/read/2025/01/07/51/3102230/pengamat-sayangkan-langkah-pssi-shin-tae-yong-diganti-saat-timnas-indonesia-sedang-hadapi-fase-kritis</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2025/01/07/51/3102230/pengamat-sayangkan-langkah-pssi-shin-tae-yong-diganti-saat-timnas-indonesia-sedang-hadapi-fase-kritis</guid><pubDate>Selasa 07 Januari 2025 15:58 WIB</pubDate><dc:creator>Andika Rachmansyah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/01/07/51/3102230/pengamat-sayangkan-langkah-pssi-shin-tae-yong-diganti-saat-timnas-indonesia-sedang-hadapi-fase-kritis-ibudU1dPo2.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Shin Tae-yong kala melatih Timnas Indonesia. (Foto: Instagram/@shintaeyong7777)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/01/07/51/3102230/pengamat-sayangkan-langkah-pssi-shin-tae-yong-diganti-saat-timnas-indonesia-sedang-hadapi-fase-kritis-ibudU1dPo2.jpg</image><title>Shin Tae-yong kala melatih Timnas Indonesia. (Foto: Instagram/@shintaeyong7777)</title></images><description>PENGAMAT sepakbola nasional, Mohamad Kusnaeni, sayangkan langkah PSSI yang pecat Shin Tae-yong sebagai pelatih Timnas Indonesia. Langkah itu dinilai tak tepat karena Timans Indonesia sedang hadapi fase kritis sata ini.
Kusnaeni menilai momentum pemecatan Shin Tae-yong tidak pas. Pasalnya, Skuad Garuda sedang berjuang di Grup C babak ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026.

1. Momen Pemecatan Shin Tae-yong Tak Ideal
PSSI resmi menyudahi kerja sama dengan Shin Tae-yong sebagai pelatih Timnas Indonesia pada Senin 6 Januari 2025, Keputusan tersebut dibuat dengan berbagai macam pertimbangan seperti masalah komunikasi dan taktik.
Terkait hal itu, Kusnaeni menilai kalau sejatinya pemecatan seorang pelatih adalah hal yang biasa dalam dunia sepakbola. Tapi, dia amat menyayangkan momentum pemecatan PSSI kepada Shin Tae-yong.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNS8wMS8wNy83LzE4NzQ3Mi8zL2FvY0RydTEyamx3&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

BACA JUGA:
Patrick Kluivert Contek Formasi Shin Tae-yong Andalkan 3-4-1-2 saat Timnas Indonesia Tandang ke Markas Australia?


Momennya dinilai kurang ideal. Pasalnya, Timnas Indonesia masih bertempur di empat pertandingan sisa Grup C dan punya peluang terbuka untuk lolos ke Piala Dunia 2026.
&amp;ldquo;Pemberhentian pelatih timnas sebetulnya biasa. Itu kewenangan PSSI untuk mengangkat, memberhentikan, atau mengganti pelatih timnas. Namun yang agak disesalkan adalah momentumnya,&amp;rdquo; kata Kusnaeni kepada MNC Portal Indonesia, Selasa (7/1/2024).
&amp;ldquo;STY diganti saat timnas sedang menghadapi fase kritis dalam perjuangan lolos ke Piala Dunia 2026. Kita masih punya empat pertandingan tersisa yang cukup berat. Tapi kita masih punya peluang untuk lolos,&amp;rdquo; lanjutnya.2. Shin Tae-yong Harusnya Tuntaskan Perjuangan di Grup C Dulu

Kusnaeni berpendapat idealnya Shin Tae-yong dibiarkan untuk menuntaskan perjuangannya bersama Timnas Indonesia di Grup C babak ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026. Ketika sudah terlihat hasilnya, baru PSSI melakukan evaluasi terkait kinerja pelatih asal Korea Selatan tersebut.
&amp;ldquo;Idealnya, biarkan Shin Tae-yong dan timnas menuntaskan perjuangan ini. Setelah kualifikasi berakhir, baru kita membuat penilaian terhadap kinerjanya,&amp;rdquo; terang Kusnaeni.
Peluang Timnas Indonesia untuk lolos memang masih terbuka mengingat persaingan di Grup C sangat kompetitif. Skuad Garuda sedang duduk di posisi tiga dengan enam poin, sama seperti Arab Saudi, Bahrain, dan China.

BACA JUGA:
Adu Nasib Shin Tae-yong dengan Pelatih Timnas Vietnam Kim Sang-sik, bak Bumi dan Langit


Skuad Garuda terpaut satu angka dari Australia yang menempati posisi kedua. Sementara itu, Jepang nyaman di puncak dengan 16 poin.
Nantinya, dua tim yang finis teratas akan otomatis lolos ke Piala Dunia 2026. Sementara tim yang finis di posisi tiga dan empat, mereka akan melanjutkan perjuangannya ke babak keempat. Jika menilik persaingan Grup C di atas, peluang Timnas Indonesia memang terbuka cukup lebar.
Timnas Indonesia akan kembali berjuang dalam lanjutan Grup C pada bulan Maret 2025 dengan melawan Australia dan menjamu Bahrain. Diharapkan, pelatih baru nantinya dapat membawa Skuad Garuda meraih hasil manis di dua laga debutnya itu</description><content:encoded>PENGAMAT sepakbola nasional, Mohamad Kusnaeni, sayangkan langkah PSSI yang pecat Shin Tae-yong sebagai pelatih Timnas Indonesia. Langkah itu dinilai tak tepat karena Timans Indonesia sedang hadapi fase kritis sata ini.
Kusnaeni menilai momentum pemecatan Shin Tae-yong tidak pas. Pasalnya, Skuad Garuda sedang berjuang di Grup C babak ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026.

1. Momen Pemecatan Shin Tae-yong Tak Ideal
PSSI resmi menyudahi kerja sama dengan Shin Tae-yong sebagai pelatih Timnas Indonesia pada Senin 6 Januari 2025, Keputusan tersebut dibuat dengan berbagai macam pertimbangan seperti masalah komunikasi dan taktik.
Terkait hal itu, Kusnaeni menilai kalau sejatinya pemecatan seorang pelatih adalah hal yang biasa dalam dunia sepakbola. Tapi, dia amat menyayangkan momentum pemecatan PSSI kepada Shin Tae-yong.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNS8wMS8wNy83LzE4NzQ3Mi8zL2FvY0RydTEyamx3&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

BACA JUGA:
Patrick Kluivert Contek Formasi Shin Tae-yong Andalkan 3-4-1-2 saat Timnas Indonesia Tandang ke Markas Australia?


Momennya dinilai kurang ideal. Pasalnya, Timnas Indonesia masih bertempur di empat pertandingan sisa Grup C dan punya peluang terbuka untuk lolos ke Piala Dunia 2026.
&amp;ldquo;Pemberhentian pelatih timnas sebetulnya biasa. Itu kewenangan PSSI untuk mengangkat, memberhentikan, atau mengganti pelatih timnas. Namun yang agak disesalkan adalah momentumnya,&amp;rdquo; kata Kusnaeni kepada MNC Portal Indonesia, Selasa (7/1/2024).
&amp;ldquo;STY diganti saat timnas sedang menghadapi fase kritis dalam perjuangan lolos ke Piala Dunia 2026. Kita masih punya empat pertandingan tersisa yang cukup berat. Tapi kita masih punya peluang untuk lolos,&amp;rdquo; lanjutnya.2. Shin Tae-yong Harusnya Tuntaskan Perjuangan di Grup C Dulu

Kusnaeni berpendapat idealnya Shin Tae-yong dibiarkan untuk menuntaskan perjuangannya bersama Timnas Indonesia di Grup C babak ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026. Ketika sudah terlihat hasilnya, baru PSSI melakukan evaluasi terkait kinerja pelatih asal Korea Selatan tersebut.
&amp;ldquo;Idealnya, biarkan Shin Tae-yong dan timnas menuntaskan perjuangan ini. Setelah kualifikasi berakhir, baru kita membuat penilaian terhadap kinerjanya,&amp;rdquo; terang Kusnaeni.
Peluang Timnas Indonesia untuk lolos memang masih terbuka mengingat persaingan di Grup C sangat kompetitif. Skuad Garuda sedang duduk di posisi tiga dengan enam poin, sama seperti Arab Saudi, Bahrain, dan China.

BACA JUGA:
Adu Nasib Shin Tae-yong dengan Pelatih Timnas Vietnam Kim Sang-sik, bak Bumi dan Langit


Skuad Garuda terpaut satu angka dari Australia yang menempati posisi kedua. Sementara itu, Jepang nyaman di puncak dengan 16 poin.
Nantinya, dua tim yang finis teratas akan otomatis lolos ke Piala Dunia 2026. Sementara tim yang finis di posisi tiga dan empat, mereka akan melanjutkan perjuangannya ke babak keempat. Jika menilik persaingan Grup C di atas, peluang Timnas Indonesia memang terbuka cukup lebar.
Timnas Indonesia akan kembali berjuang dalam lanjutan Grup C pada bulan Maret 2025 dengan melawan Australia dan menjamu Bahrain. Diharapkan, pelatih baru nantinya dapat membawa Skuad Garuda meraih hasil manis di dua laga debutnya itu</content:encoded></item></channel></rss>
