<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bukan Legenda Timnas Belanda, Ini Sosok Panutan Terbesar di Kehidupan Jay Idzes</title><description>Jay Idzes Ungkap Panutan Terbesarnya dalam Hidup: Ibu.</description><link>https://bola.okezone.com/read/2025/01/02/51/3100500/bukan-legenda-timnas-belanda-ini-sosok-panutan-terbesar-di-kehidupan-jay-idzes</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2025/01/02/51/3100500/bukan-legenda-timnas-belanda-ini-sosok-panutan-terbesar-di-kehidupan-jay-idzes"/><item><title>Bukan Legenda Timnas Belanda, Ini Sosok Panutan Terbesar di Kehidupan Jay Idzes</title><link>https://bola.okezone.com/read/2025/01/02/51/3100500/bukan-legenda-timnas-belanda-ini-sosok-panutan-terbesar-di-kehidupan-jay-idzes</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2025/01/02/51/3100500/bukan-legenda-timnas-belanda-ini-sosok-panutan-terbesar-di-kehidupan-jay-idzes</guid><pubDate>Kamis 02 Januari 2025 01:07 WIB</pubDate><dc:creator>Cikal Bintang</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2025/01/01/51/3100500/bukan-legenda-timnas-belanda-ini-sosok-panutan-terbesar-di-kehidupan-jay-idzes-nexMrsrna0.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pemain Timnas Indonesia, Jay Idzes. (Foto: Instagram/jayidzes)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2025/01/01/51/3100500/bukan-legenda-timnas-belanda-ini-sosok-panutan-terbesar-di-kehidupan-jay-idzes-nexMrsrna0.jpg</image><title>Pemain Timnas Indonesia, Jay Idzes. (Foto: Instagram/jayidzes)</title></images><description>SEBAGAI pesepakbola yang lahir dan besar di Belanda, Jay Idzes ternyata tak menjadikan legenda Timnas Belanda sebagai salah satu panutan dalam hidupnya. Sebab menurut bek Timnas Indonesia itu, sosok panutan dalam hidupnya adalah ibu kandungnya sendiri.
1. Perjalanan Hidup Jay Idzes
Jay Idzes merupakan salah satu bek bertalenta yang sudah dipercaya menjadi kapten Timnas Indonesia. Pemain 24 tahun itu mengalami perkembangan karier yang signifikan meski masih berusia muda.

BACA JUGA:
Jay Idzes Tulis Pesan Menyentuh Jelang Tahun Baru 2025: Jangan Berhenti Percaya

Jay sempat berkarier sebagai pemain futsal, sebelum memilih untuk menekuni sepak bola. Selama karier seniornya, dia sudah membela total tiga klub mulai dari FC Eindhoven, Go Ahead Eagles, dan tim yang dibelanya saat ini, Venezia FC.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8xMi8zMS8yLzE4NzM1My8zL1V2SnV2dkJNc1M4&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
2. Sosok Ibu Hal Terpenting di Kehidupan Jay Idzes
Jay mengatakan semua keputusan yang diambilnya, terutama dalam karier, sangat dipengaruhi oleh keluarganya. Pemain keturunan Semarang ini mengakui panutan terbesarnya dalam hidup adalah sang Ibu.

&amp;ldquo;Sejujurnya, (panutan) saya adalah ibu saya sendiri,&amp;rdquo; kata Jay dikutip dari kanal YouTube The Haye Way, Kamis (2/1/2025).Tidak seperti kebanyakan pemain muda lainnya yang terinspirasi dari pemain-pemain berlabel bintang, Jay memilih Ibunya sebagai panutan. Dia menuturkan, Ibu adalah sosok paling berharga dalam hidupnya.

BACA JUGA:
Media Italia Ungkap Kelebihan Jay Idzes: Fisik Kuat, Kontrol Bola Rapi

&amp;ldquo;Karena itu tidak mudah baginya (ibu Jay Idzes) ketika kami masih muda. Saya juga mempunyai saudara perempuan. Dan ya, itu tidak selalu mudah baginya membesarkan kami sendirian selama bertahun-tahun. Jadi tidak mudah baginya untuk melakukan itu,&amp;rdquo; ungkap Jay.

&amp;ldquo;Ketika saya melangkah ke lapangan, saya juga mengingat masa lalu ketika saya masih muda. Saya selalu memikirkan itu, seperti &amp;lsquo;saya ingin bermain untuknya (ibu)&amp;rsquo; dan juga bermain untuk kakek-nenek saya. Jadi itu pilar terbesar dalam hidup saya,&amp;rdquo; tutupnya.</description><content:encoded>SEBAGAI pesepakbola yang lahir dan besar di Belanda, Jay Idzes ternyata tak menjadikan legenda Timnas Belanda sebagai salah satu panutan dalam hidupnya. Sebab menurut bek Timnas Indonesia itu, sosok panutan dalam hidupnya adalah ibu kandungnya sendiri.
1. Perjalanan Hidup Jay Idzes
Jay Idzes merupakan salah satu bek bertalenta yang sudah dipercaya menjadi kapten Timnas Indonesia. Pemain 24 tahun itu mengalami perkembangan karier yang signifikan meski masih berusia muda.

BACA JUGA:
Jay Idzes Tulis Pesan Menyentuh Jelang Tahun Baru 2025: Jangan Berhenti Percaya

Jay sempat berkarier sebagai pemain futsal, sebelum memilih untuk menekuni sepak bola. Selama karier seniornya, dia sudah membela total tiga klub mulai dari FC Eindhoven, Go Ahead Eagles, dan tim yang dibelanya saat ini, Venezia FC.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8xMi8zMS8yLzE4NzM1My8zL1V2SnV2dkJNc1M4&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
2. Sosok Ibu Hal Terpenting di Kehidupan Jay Idzes
Jay mengatakan semua keputusan yang diambilnya, terutama dalam karier, sangat dipengaruhi oleh keluarganya. Pemain keturunan Semarang ini mengakui panutan terbesarnya dalam hidup adalah sang Ibu.

&amp;ldquo;Sejujurnya, (panutan) saya adalah ibu saya sendiri,&amp;rdquo; kata Jay dikutip dari kanal YouTube The Haye Way, Kamis (2/1/2025).Tidak seperti kebanyakan pemain muda lainnya yang terinspirasi dari pemain-pemain berlabel bintang, Jay memilih Ibunya sebagai panutan. Dia menuturkan, Ibu adalah sosok paling berharga dalam hidupnya.

BACA JUGA:
Media Italia Ungkap Kelebihan Jay Idzes: Fisik Kuat, Kontrol Bola Rapi

&amp;ldquo;Karena itu tidak mudah baginya (ibu Jay Idzes) ketika kami masih muda. Saya juga mempunyai saudara perempuan. Dan ya, itu tidak selalu mudah baginya membesarkan kami sendirian selama bertahun-tahun. Jadi tidak mudah baginya untuk melakukan itu,&amp;rdquo; ungkap Jay.

&amp;ldquo;Ketika saya melangkah ke lapangan, saya juga mengingat masa lalu ketika saya masih muda. Saya selalu memikirkan itu, seperti &amp;lsquo;saya ingin bermain untuknya (ibu)&amp;rsquo; dan juga bermain untuk kakek-nenek saya. Jadi itu pilar terbesar dalam hidup saya,&amp;rdquo; tutupnya.</content:encoded></item></channel></rss>
