<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kisah Sedih Kevin Diks, Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia yang Ternyata Pernah Kerja Jadi Tukang Cuci Piring di Belanda</title><description>Simak kisah sedih Kevin Diks, pemain naturalisasi Timnas Indonesia yang pernah jadi tukang cuci piring.</description><link>https://bola.okezone.com/read/2024/12/20/51/3097197/kisah-sedih-kevin-diks-pemain-naturalisasi-timnas-indonesia-yang-ternyata-pernah-kerja-jadi-tukang-cuci-piring-di-belanda</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2024/12/20/51/3097197/kisah-sedih-kevin-diks-pemain-naturalisasi-timnas-indonesia-yang-ternyata-pernah-kerja-jadi-tukang-cuci-piring-di-belanda"/><item><title>Kisah Sedih Kevin Diks, Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia yang Ternyata Pernah Kerja Jadi Tukang Cuci Piring di Belanda</title><link>https://bola.okezone.com/read/2024/12/20/51/3097197/kisah-sedih-kevin-diks-pemain-naturalisasi-timnas-indonesia-yang-ternyata-pernah-kerja-jadi-tukang-cuci-piring-di-belanda</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2024/12/20/51/3097197/kisah-sedih-kevin-diks-pemain-naturalisasi-timnas-indonesia-yang-ternyata-pernah-kerja-jadi-tukang-cuci-piring-di-belanda</guid><pubDate>Jum'at 20 Desember 2024 12:05 WIB</pubDate><dc:creator>Cahyo Yulianto</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/12/20/51/3097197/kisah-sedih-kevin-diks-pemain-naturalisasi-timnas-indonesia-yang-ternyata-pernah-kerja-jadi-tukang-cuci-piring-di-belanda-NrFel3Nn4H.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Simak kisah haru Kevin Diks yang pernah jadi tukang cuci piring di Belanda (Foto: Instagram/@kevindiks2)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/12/20/51/3097197/kisah-sedih-kevin-diks-pemain-naturalisasi-timnas-indonesia-yang-ternyata-pernah-kerja-jadi-tukang-cuci-piring-di-belanda-NrFel3Nn4H.jpg</image><title>Simak kisah haru Kevin Diks yang pernah jadi tukang cuci piring di Belanda (Foto: Instagram/@kevindiks2)</title></images><description>KISAH sedih Kevin Diks, pemain naturalisasi Timnas Indonesia yang ternyata pernah kerja jadi tukang cuci piring di Belanda, akan dibahas. Hal ini mengungkap perjuangan kerasnya.
Kevin Diks tengah berada di persimpangan kariernya. Di saat dirinya masih ingin terus bertahan dan bermain bersama FC Copenhagen, ia justru dikabarkan tidak akan mendapatkan perpanjangan kontrak.

Sebab, klub merasa Diks harus memiliki pengalaman baru di luar Liga Denmark. Oleh karena itu, tim yang dibelanya sejak 2021 itu berusaha mendorong sang pemain mencari mencari pelabuhan baru.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8xMS8xNy8yLzE4NjcyMi8zLzNKUjZJX1pUc1hB&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Namun Diks tidak ingin hengkang. Ia dan keluarga sangat menyukai tim dan suasana Kota Copenhagen. Selain itu, ia juga merasa jika timnya saat ini adalah tim yang menjadi puncak kariernya.
Sebab, di tim inilah Kevin merasa meraih banyak kesuksesan yang tidak pernah dibayangkan sebelumnya. Karena sejak kecil, pemain berposisi bek kanan ini tidak membayangkan menjadi pemain sepakbola dan hanya bekerja sebagai tukang cuci piring dan bersih-bersih di sebuah restoran.

BACA JUGA:
Timnas Indonesia vs Filipina di AMEC 2024: Achmad Maulana Kagumi Atmosfer Stadion Manahan

&quot;Waktu berusia 15 tahun, saya tidak menyangka bisa bermain di tim senior. Karena waktu itu saya hanya tukang bersih-bersih di restoran. Saya bekerja empat hari per bulan, setiap minggu untuk bersihkan piring-piring di restoran,&quot; kata Diks dalam wawancara di youtube Yussa Nugraha.
Namun dengan kerja keras, pemain berdarah Maluku itu berhasil menembus tim utama Vitesse. Adalah Peter Bosz, pelatih yang memberikan kepercayaan pertama kali pada pemain Timnas Indonesia itu untuk bergabung ke tim utama Vitesse.Kevin menjalani debut pertamanya di laga menghadapi PEC Zwolle. Sejak saat itu, kariernya perlahan mulai meningkat dan mulai dilirik klub-klub besar hingga akhirnya sempat mencicipi menjadi bagian dari Feyenoord dan Fiorentina di Serie A.
Hingga pada 2021, Kevin bergabung dengan FC Copenhagen untuk pertama kalinya. Di klub ini, ia sukses menjadi pemain andalan yang terus dimainkan sebagai starter.

Belum lagi, di klub ini ia juga merasakan menjadi juara Liga Denmark sebanyak dua kali dan menjadi juara Piala FA Denmark. Tercatat, Diks telah memainkan 157 pertandingan bersama FC Copenhagen dengan torehan 20 gol dan 19 assist.

BACA JUGA:
Blak-blakan, Ini Alasan Bintang Timnas Indonesia Kevin Diks Belum Perpanjang Kontrak di FC Copenhagen

Itulah kisah sedih Kevin Diks, pemain naturalisasi Timnas Indonesia yang ternyata pernah kerja jadi tukang cuci piring di Belanda. Semoga informasi ini berguna untuk pembaca sekalian.
</description><content:encoded>KISAH sedih Kevin Diks, pemain naturalisasi Timnas Indonesia yang ternyata pernah kerja jadi tukang cuci piring di Belanda, akan dibahas. Hal ini mengungkap perjuangan kerasnya.
Kevin Diks tengah berada di persimpangan kariernya. Di saat dirinya masih ingin terus bertahan dan bermain bersama FC Copenhagen, ia justru dikabarkan tidak akan mendapatkan perpanjangan kontrak.

Sebab, klub merasa Diks harus memiliki pengalaman baru di luar Liga Denmark. Oleh karena itu, tim yang dibelanya sejak 2021 itu berusaha mendorong sang pemain mencari mencari pelabuhan baru.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8xMS8xNy8yLzE4NjcyMi8zLzNKUjZJX1pUc1hB&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Namun Diks tidak ingin hengkang. Ia dan keluarga sangat menyukai tim dan suasana Kota Copenhagen. Selain itu, ia juga merasa jika timnya saat ini adalah tim yang menjadi puncak kariernya.
Sebab, di tim inilah Kevin merasa meraih banyak kesuksesan yang tidak pernah dibayangkan sebelumnya. Karena sejak kecil, pemain berposisi bek kanan ini tidak membayangkan menjadi pemain sepakbola dan hanya bekerja sebagai tukang cuci piring dan bersih-bersih di sebuah restoran.

BACA JUGA:
Timnas Indonesia vs Filipina di AMEC 2024: Achmad Maulana Kagumi Atmosfer Stadion Manahan

&quot;Waktu berusia 15 tahun, saya tidak menyangka bisa bermain di tim senior. Karena waktu itu saya hanya tukang bersih-bersih di restoran. Saya bekerja empat hari per bulan, setiap minggu untuk bersihkan piring-piring di restoran,&quot; kata Diks dalam wawancara di youtube Yussa Nugraha.
Namun dengan kerja keras, pemain berdarah Maluku itu berhasil menembus tim utama Vitesse. Adalah Peter Bosz, pelatih yang memberikan kepercayaan pertama kali pada pemain Timnas Indonesia itu untuk bergabung ke tim utama Vitesse.Kevin menjalani debut pertamanya di laga menghadapi PEC Zwolle. Sejak saat itu, kariernya perlahan mulai meningkat dan mulai dilirik klub-klub besar hingga akhirnya sempat mencicipi menjadi bagian dari Feyenoord dan Fiorentina di Serie A.
Hingga pada 2021, Kevin bergabung dengan FC Copenhagen untuk pertama kalinya. Di klub ini, ia sukses menjadi pemain andalan yang terus dimainkan sebagai starter.

Belum lagi, di klub ini ia juga merasakan menjadi juara Liga Denmark sebanyak dua kali dan menjadi juara Piala FA Denmark. Tercatat, Diks telah memainkan 157 pertandingan bersama FC Copenhagen dengan torehan 20 gol dan 19 assist.

BACA JUGA:
Blak-blakan, Ini Alasan Bintang Timnas Indonesia Kevin Diks Belum Perpanjang Kontrak di FC Copenhagen

Itulah kisah sedih Kevin Diks, pemain naturalisasi Timnas Indonesia yang ternyata pernah kerja jadi tukang cuci piring di Belanda. Semoga informasi ini berguna untuk pembaca sekalian.
</content:encoded></item></channel></rss>
