<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ini Penyebab Banyak yang Kepincut Tangani Timnas Vietnam</title><description>Berikut Penyebab Banyak yang Kepincut Tangani Timnas Vietnam.</description><link>https://bola.okezone.com/read/2024/04/04/51/2992167/ini-penyebab-banyak-yang-kepincut-tangani-timnas-vietnam</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2024/04/04/51/2992167/ini-penyebab-banyak-yang-kepincut-tangani-timnas-vietnam"/><item><title>Ini Penyebab Banyak yang Kepincut Tangani Timnas Vietnam</title><link>https://bola.okezone.com/read/2024/04/04/51/2992167/ini-penyebab-banyak-yang-kepincut-tangani-timnas-vietnam</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2024/04/04/51/2992167/ini-penyebab-banyak-yang-kepincut-tangani-timnas-vietnam</guid><pubDate>Kamis 04 April 2024 04:03 WIB</pubDate><dc:creator>Cahyo Yulianto</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/04/03/51/2992167/ini-penyebab-banyak-yang-kepincut-tangani-timnas-vietnam-MQ5XYNfiAD.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ini Penyebab Banyak yang Kepincut Tangani Timnas Indonesia. (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/04/03/51/2992167/ini-penyebab-banyak-yang-kepincut-tangani-timnas-vietnam-MQ5XYNfiAD.jpg</image><title>Ini Penyebab Banyak yang Kepincut Tangani Timnas Indonesia. (Foto: Reuters)</title></images><description>PENYEBAB banyak pelatih kepincut ingin tangani Timnas Vietnam akan coba dibahas Okezone di artikel ini. Ya, meski tim tersebut tengah dalam  fase terpuruk khususnya setelah digilas oleh Timnas Indonesia dua kali beruntun, nyatanya Vietnam masih menjadi salah satu tim yang memiliki daya tarik oleh para pelatih.
Seperti diketahui, Timnas Vietnam merasakan hasil minor selama ditangani oleh pelatih Philippe Troussier. Terbaru, skuad Golden Star Warriors dikalahkan dua kali oleh Timnas Indonesia di ajang Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.

BACA JUGA:
Media Malaysia Enggan Apresiasi Kemenangan Timnas Indonesia atas Timnas Vietnam: Gara-Gara Ganti Pelatih Vietnam Jadi Hilang Arah!

Kekalahan paling memalukan terjadi di laga kedua saat pertandingan digelar di My Dinh Stadium, Vietnam. Bermain di hadapan publik sendiri, Pasukan Nguyen tidak mampu berbuat banyak hingga kalah telak dengan skor 0-3 di matchday keempat Grup F Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia tersebut.
Selang beberapa jam setelah laga tersebut, federasi sepakbola Vietnam (VFF) pun kemudian mengambil langkah taktis dengan memecat Philippe Troussier. Hal ini membuat kursi kepelatihan Vietnam kosong.
Menariknya, hanya beberapa hari setelah pemecatan tersebut langsung muncul sederet nama pelatih yang berhasrat untuk menangani Vietnam.

Ada beberapa pelatih asal Korea Selatan seperti Kim Do-hoon dan Kim Sang-sik. Kemudian ada banyak pula pelatih asal Eropa seperti Emanuele Rinaldi (Italia), Roberto Donadoni (Italia), Luisma Hernandez (Spanyol), Christian Zermatten (Swiss) dan Alexandre Polking (Jerman).
Banyaknya pelatih yang berminat menangani Timnas Vietnam ini jelas menimbulkan sebuah pertanyaan besar, mengapa? Ada setidaknya dua alasan utama mengapa banyak pelatih yang mengaku tertarik menangani Timnas Vietnam.
Pertama, kedalaman skuad Vietnam saat ini masih sangat berkualitas. Ada banyak pemain top peninggalan pelatih Park Hang-seo yang masih dalam usia emas dan masih menampilkan performa terbaiknya.Sebut saja Nguyen Tien Linh, Nguyen Hoang Duc, Nguyen Van Toan, Nguyen Quang Hai, dan masih banyak yang lainnya. Belum lagi, ada pula pemain-pemain muda Vietnam yang terus bermunculan.
Dengan kedalaman skuad yang memang sudah matang, maka pelatih-pelatih anyar Vietnam nantinya akan lebih mudah untuk memolesnya.

BACA JUGA:
Pakar Sepakbola Vietnam Tolak Park Hang-seo Jadi Pelatih Timnas Vietnam Lagi

Kemudian alasan kedua dan yang paling krusial adalah karena beban target di masa depan yang cukup ringan. Perlu diketahui, di Kualifikasi Piala Dunia 2026, Vietnam kini duduk di peringkat ketiga dengan 3 poin, selisih 4 poin dengan Indonesia di peringkat kedua.
Menilik hal tersebut, kecil kemungkinan Vietnam akan lolos ke putaran berikutnya. Terlebih, lawan yang akan dihadapi mereka pada bulan Juni ada Irak, tim terkuat di Grup D Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.
Untuk itu, target paling realistis pelatih anyar Vietnam nantinya hanyalah Piala AFF 2024 atau yang kini berganti nama menjadi Piala ASEAN 2024.

Pelatih anyar tersebut nantinya hanya perlu membawa Timnas Vietnam melaju hingga ke babak final, apapun yang terjadi. Pencapaian ini sudah cukup untuk membuat pelatih baru Vietnam dianggap berhasil.
Sedangkan untuk target-target lain kedepannya, baru akan disesuaikan dengan kapasitas dan kemampuan yang ada.
Itulah tadi alasan mengapa banyak pelatih yang kepincut menangani Timnas Vietnam.</description><content:encoded>PENYEBAB banyak pelatih kepincut ingin tangani Timnas Vietnam akan coba dibahas Okezone di artikel ini. Ya, meski tim tersebut tengah dalam  fase terpuruk khususnya setelah digilas oleh Timnas Indonesia dua kali beruntun, nyatanya Vietnam masih menjadi salah satu tim yang memiliki daya tarik oleh para pelatih.
Seperti diketahui, Timnas Vietnam merasakan hasil minor selama ditangani oleh pelatih Philippe Troussier. Terbaru, skuad Golden Star Warriors dikalahkan dua kali oleh Timnas Indonesia di ajang Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.

BACA JUGA:
Media Malaysia Enggan Apresiasi Kemenangan Timnas Indonesia atas Timnas Vietnam: Gara-Gara Ganti Pelatih Vietnam Jadi Hilang Arah!

Kekalahan paling memalukan terjadi di laga kedua saat pertandingan digelar di My Dinh Stadium, Vietnam. Bermain di hadapan publik sendiri, Pasukan Nguyen tidak mampu berbuat banyak hingga kalah telak dengan skor 0-3 di matchday keempat Grup F Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia tersebut.
Selang beberapa jam setelah laga tersebut, federasi sepakbola Vietnam (VFF) pun kemudian mengambil langkah taktis dengan memecat Philippe Troussier. Hal ini membuat kursi kepelatihan Vietnam kosong.
Menariknya, hanya beberapa hari setelah pemecatan tersebut langsung muncul sederet nama pelatih yang berhasrat untuk menangani Vietnam.

Ada beberapa pelatih asal Korea Selatan seperti Kim Do-hoon dan Kim Sang-sik. Kemudian ada banyak pula pelatih asal Eropa seperti Emanuele Rinaldi (Italia), Roberto Donadoni (Italia), Luisma Hernandez (Spanyol), Christian Zermatten (Swiss) dan Alexandre Polking (Jerman).
Banyaknya pelatih yang berminat menangani Timnas Vietnam ini jelas menimbulkan sebuah pertanyaan besar, mengapa? Ada setidaknya dua alasan utama mengapa banyak pelatih yang mengaku tertarik menangani Timnas Vietnam.
Pertama, kedalaman skuad Vietnam saat ini masih sangat berkualitas. Ada banyak pemain top peninggalan pelatih Park Hang-seo yang masih dalam usia emas dan masih menampilkan performa terbaiknya.Sebut saja Nguyen Tien Linh, Nguyen Hoang Duc, Nguyen Van Toan, Nguyen Quang Hai, dan masih banyak yang lainnya. Belum lagi, ada pula pemain-pemain muda Vietnam yang terus bermunculan.
Dengan kedalaman skuad yang memang sudah matang, maka pelatih-pelatih anyar Vietnam nantinya akan lebih mudah untuk memolesnya.

BACA JUGA:
Pakar Sepakbola Vietnam Tolak Park Hang-seo Jadi Pelatih Timnas Vietnam Lagi

Kemudian alasan kedua dan yang paling krusial adalah karena beban target di masa depan yang cukup ringan. Perlu diketahui, di Kualifikasi Piala Dunia 2026, Vietnam kini duduk di peringkat ketiga dengan 3 poin, selisih 4 poin dengan Indonesia di peringkat kedua.
Menilik hal tersebut, kecil kemungkinan Vietnam akan lolos ke putaran berikutnya. Terlebih, lawan yang akan dihadapi mereka pada bulan Juni ada Irak, tim terkuat di Grup D Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.
Untuk itu, target paling realistis pelatih anyar Vietnam nantinya hanyalah Piala AFF 2024 atau yang kini berganti nama menjadi Piala ASEAN 2024.

Pelatih anyar tersebut nantinya hanya perlu membawa Timnas Vietnam melaju hingga ke babak final, apapun yang terjadi. Pencapaian ini sudah cukup untuk membuat pelatih baru Vietnam dianggap berhasil.
Sedangkan untuk target-target lain kedepannya, baru akan disesuaikan dengan kapasitas dan kemampuan yang ada.
Itulah tadi alasan mengapa banyak pelatih yang kepincut menangani Timnas Vietnam.</content:encoded></item></channel></rss>
