<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kisah Sedih Legenda Italia yang Tidak Diakui oleh Orangtuanya</title><description>Berikut kisah sedih legenda sepakbola Italia yang tidak diakui oleh orangtuanya.</description><link>https://bola.okezone.com/read/2024/03/15/51/2983716/kisah-sedih-legenda-italia-yang-tidak-diakui-oleh-orangtuanya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2024/03/15/51/2983716/kisah-sedih-legenda-italia-yang-tidak-diakui-oleh-orangtuanya"/><item><title>Kisah Sedih Legenda Italia yang Tidak Diakui oleh Orangtuanya</title><link>https://bola.okezone.com/read/2024/03/15/51/2983716/kisah-sedih-legenda-italia-yang-tidak-diakui-oleh-orangtuanya</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2024/03/15/51/2983716/kisah-sedih-legenda-italia-yang-tidak-diakui-oleh-orangtuanya</guid><pubDate>Jum'at 15 Maret 2024 21:04 WIB</pubDate><dc:creator>Cahyo Yulianto</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/03/15/51/2983716/kisah-sedih-legenda-italia-yang-tidak-diakui-oleh-orangtuanya-9Kjo2RTI15.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Legenda Italia, Roberto Baggio, menyimpan kisah sedih dengan orangtuanya (Foto: FIGC)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/03/15/51/2983716/kisah-sedih-legenda-italia-yang-tidak-diakui-oleh-orangtuanya-9Kjo2RTI15.jpg</image><title>Legenda Italia, Roberto Baggio, menyimpan kisah sedih dengan orangtuanya (Foto: FIGC)</title></images><description>KISAH sedih Roberto Baggio, legenda Italia yang tidak diakui oleh orang tuanya, menarik untuk diulas. Pasalnya, hal itu menjadi motivasinya untuk bisa menjadi seorang legenda sepakbola di Italia.
Seperti diketahui, pada era 1980, 1990, hingga 2000-an, Italia menjadi negara yang sangat kuat dalam urusan sepak bola. Ada banyak talenta-talenta luar biasa yang lahir di negeri Menara Pisa itu.

Salah satu yang paling terkenal adalah Roberto Baggio. Ia merupakan pemain kelahiran 18 Februari 1967 yang aktif sebagai pesepakbola profesional sejak 1980 dengan berseragam Caldogno.
Namun siapa sangka, sebelum ia terjun ke dunia sepakbola, Roberto Baggio memiliki hubungan yang kurang baik dengan orang tuanya terkhusus sang ayah. Ia bahkan tak diakui sebagai anak yang membuatnya menyimpan dendam pada sang ayah.
Namun berbicara di konferensi pers penayangan film biografinya pada 2021, Baggio mengungkapkan jika hubungan kurang baiknya dengan sang ayah justru memotivasi dirinya untuk terus berjuang dan pantang menyerah untuk bisa membuktikan diri.
&amp;ldquo;Awalnya saya melihat ayah saya sebagai musuh, namun dia malah meletakkan fondasi agar saya tidak pernah menyerah. Saya merasa sangat berterima kasih padanya,&amp;rdquo; kata Baggio dilansir dari Football Italia, Jumat (15/3/2024).

BACA JUGA:
Daftar 8 Klub yang Lolos Perempatfinal Liga Europa 2023-2024: Italia Punya 3 Wakil, Inggris Cuma 2 Tim

&amp;ldquo;Terkadang kita tidak memahami kasih sayang dan perlindungan yang diberikan orang tua kepada kita sebagai anak-anak, namun seiring berjalannya waktu kita melihat segala sesuatunya dari sudut pandang mereka. Saya mengenal banyak orang yang mempunyai masalah dengan orang tuanya dan saya berharap mereka juga dapat memperbaharui ikatan itu,&amp;rdquo; sambungnya.
Roberto Baggio menapaki karirnya secara perlahan. Berawal dari Caldogno pada 1980, ia kemudian pindah ke Vicenza dan Florenz sebelum akhirnya diboyong oleh Juventus di tahun 1990.Ini menjadi titik balik karier Baggio. Di masa itu, Baggio dikenal sebagai seorang playmaker jenius dengan kreativitasnya. Tidak jarang, ia juga ditempatkan di belakang striker yang membuatnya banyak mencetak gol.
Bersama Juventus, ia sukses meraih satu scudetto, satu Coppa Italia, dan satu UEFA Cup. Dari Juventus, ia pindah ke AC Milan di mana di tim ini ia juga sukses meraih scudetto.

Namun dibanding di level klub, ia lebih populer berkat penampilannya bersama Timnas Italia. Bersama Gli Azzurri, ia sukses menembus partai final Piala Dunia 1994 meski terpaksa gagal untuk memenangkannya.
Namun berkat penampilannya yang sangat luar biasa, ia sukses meraih trofi Ballon d&amp;rsquo;Or di tahun tersebut. Sepanjang karirnya, total Roberto Baggio telah mencetak 277 gol dan 152 assist dalam 604 penampilan.

BACA JUGA:
Juventus Disalip AC Milan di Klasemen Liga Italia 2023-2024, Massimiliano Allegri Ingatkan Target Awal Bianconeri

Itu tadi kisah sedih legenda Italia yang tidak diakui oleh orang tuanya. Semoga informasi ini berguna untuk pembaca sekalian.</description><content:encoded>KISAH sedih Roberto Baggio, legenda Italia yang tidak diakui oleh orang tuanya, menarik untuk diulas. Pasalnya, hal itu menjadi motivasinya untuk bisa menjadi seorang legenda sepakbola di Italia.
Seperti diketahui, pada era 1980, 1990, hingga 2000-an, Italia menjadi negara yang sangat kuat dalam urusan sepak bola. Ada banyak talenta-talenta luar biasa yang lahir di negeri Menara Pisa itu.

Salah satu yang paling terkenal adalah Roberto Baggio. Ia merupakan pemain kelahiran 18 Februari 1967 yang aktif sebagai pesepakbola profesional sejak 1980 dengan berseragam Caldogno.
Namun siapa sangka, sebelum ia terjun ke dunia sepakbola, Roberto Baggio memiliki hubungan yang kurang baik dengan orang tuanya terkhusus sang ayah. Ia bahkan tak diakui sebagai anak yang membuatnya menyimpan dendam pada sang ayah.
Namun berbicara di konferensi pers penayangan film biografinya pada 2021, Baggio mengungkapkan jika hubungan kurang baiknya dengan sang ayah justru memotivasi dirinya untuk terus berjuang dan pantang menyerah untuk bisa membuktikan diri.
&amp;ldquo;Awalnya saya melihat ayah saya sebagai musuh, namun dia malah meletakkan fondasi agar saya tidak pernah menyerah. Saya merasa sangat berterima kasih padanya,&amp;rdquo; kata Baggio dilansir dari Football Italia, Jumat (15/3/2024).

BACA JUGA:
Daftar 8 Klub yang Lolos Perempatfinal Liga Europa 2023-2024: Italia Punya 3 Wakil, Inggris Cuma 2 Tim

&amp;ldquo;Terkadang kita tidak memahami kasih sayang dan perlindungan yang diberikan orang tua kepada kita sebagai anak-anak, namun seiring berjalannya waktu kita melihat segala sesuatunya dari sudut pandang mereka. Saya mengenal banyak orang yang mempunyai masalah dengan orang tuanya dan saya berharap mereka juga dapat memperbaharui ikatan itu,&amp;rdquo; sambungnya.
Roberto Baggio menapaki karirnya secara perlahan. Berawal dari Caldogno pada 1980, ia kemudian pindah ke Vicenza dan Florenz sebelum akhirnya diboyong oleh Juventus di tahun 1990.Ini menjadi titik balik karier Baggio. Di masa itu, Baggio dikenal sebagai seorang playmaker jenius dengan kreativitasnya. Tidak jarang, ia juga ditempatkan di belakang striker yang membuatnya banyak mencetak gol.
Bersama Juventus, ia sukses meraih satu scudetto, satu Coppa Italia, dan satu UEFA Cup. Dari Juventus, ia pindah ke AC Milan di mana di tim ini ia juga sukses meraih scudetto.

Namun dibanding di level klub, ia lebih populer berkat penampilannya bersama Timnas Italia. Bersama Gli Azzurri, ia sukses menembus partai final Piala Dunia 1994 meski terpaksa gagal untuk memenangkannya.
Namun berkat penampilannya yang sangat luar biasa, ia sukses meraih trofi Ballon d&amp;rsquo;Or di tahun tersebut. Sepanjang karirnya, total Roberto Baggio telah mencetak 277 gol dan 152 assist dalam 604 penampilan.

BACA JUGA:
Juventus Disalip AC Milan di Klasemen Liga Italia 2023-2024, Massimiliano Allegri Ingatkan Target Awal Bianconeri

Itu tadi kisah sedih legenda Italia yang tidak diakui oleh orang tuanya. Semoga informasi ini berguna untuk pembaca sekalian.</content:encoded></item></channel></rss>
