<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ketika Kejeniusan Strategi Shin Tae-yong saat Tangani Timnas Indonesia Diikuti Pelatih Klub Eropa</title><description>Kehebatan Shin Tae-yong dalam meracik strategi diikuti sejumlah pelatih klub-klub Eropa.</description><link>https://bola.okezone.com/read/2024/02/21/51/2973190/ketika-kejeniusan-strategi-shin-tae-yong-saat-tangani-timnas-indonesia-diikuti-pelatih-klub-eropa</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2024/02/21/51/2973190/ketika-kejeniusan-strategi-shin-tae-yong-saat-tangani-timnas-indonesia-diikuti-pelatih-klub-eropa"/><item><title>Ketika Kejeniusan Strategi Shin Tae-yong saat Tangani Timnas Indonesia Diikuti Pelatih Klub Eropa</title><link>https://bola.okezone.com/read/2024/02/21/51/2973190/ketika-kejeniusan-strategi-shin-tae-yong-saat-tangani-timnas-indonesia-diikuti-pelatih-klub-eropa</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2024/02/21/51/2973190/ketika-kejeniusan-strategi-shin-tae-yong-saat-tangani-timnas-indonesia-diikuti-pelatih-klub-eropa</guid><pubDate>Rabu 21 Februari 2024 10:26 WIB</pubDate><dc:creator>Cahyo Yulianto</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/02/21/51/2973190/ketika-kejeniusan-strategi-shin-tae-yong-saat-tangani-timnas-indonesia-diikuti-pelatih-klub-eropa-tR8oVo1YcF.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pelatih Timnas Indonesia Shin Tae-yong dikenal pintar dalam melakukan eksperimen. (Foto: PSSI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/02/21/51/2973190/ketika-kejeniusan-strategi-shin-tae-yong-saat-tangani-timnas-indonesia-diikuti-pelatih-klub-eropa-tR8oVo1YcF.jpg</image><title>Pelatih Timnas Indonesia Shin Tae-yong dikenal pintar dalam melakukan eksperimen. (Foto: PSSI)</title></images><description>KEJENIUSAN strategi Shin Tae-yong saat di Timnas Indonesia diikuti para pelatih klub Eropa. Menariknya, bukan hanya satu strategi yang ditiru melainkan beberapa kali.
Seperti diketahui, pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong memang memiliki keahlian yang luar biasa dalam melihat potensi pemain. Tak ayal, sejak melatih Timnas Indonesia ada banyak pemain baru yang tampil untuk tim nasional.

(Shin Tae-yong gemar melakukan eksperimen. (Foto: REUTERS)
Hasil kerja keras dan kejeliannya itu pun dapat dilihat dari bagaimana permainan Timnas Indonesia saat ini. Berisikan pemain muda bertalenta, permainan skuad Garuda tampak jauh lebih taktis kendati finishing masih menjadi masalah serius yang belum terpecahkan.
Tidak hanya itu, kejelian Shin Tae-yong juga terlihat dari bagaimana ia memasang para pemain tidak di posisinya demi kebutuhan tim. Meski terlihat konyol, hal itu justru banyak ditiru tim-tim Eropa.
Contohnya terjadi kepada Sandy Walsh. Berposisi asli seorang bek kanan, pemain kelahiran Brussels ini beberapa kali dipasang sebagai bek tengah oleh Shin Tae-yong dalam skema tiga bek.

BACA JUGA:
Breaking News: Setelah Dinasihati Shin Tae-yong, Son Heung-min dan Lee Kang-in Resmi Berdamai di London


Hal ini pun kemudian ditiru pelatih KV Mechelen, Besnik Hasi. Pada laga menghadapi RSC Anderlecht, pelatih asal Kosovo itu juga turut memasang Sandy Walsh sebagai bek tengah.Hasilnya, Sandy Walsh bermain dengan sangat baik hingga membuat KV Mechelen sukses menahan imbang Anderlecht. Hal yang lebih ekstrem dilakukan Shin Tae-yong kepada Elkan Baggot. Pada matchday ketiga Grup D Piala Asia 2023 menghadapi Jepang, pelatih berusia 53 tahun itu memasang Elkan Baggott sebagai seorang striker.

(Sandy Walsh sempat dimainkan sebagai bek tengah di KV Mechelen. (Foto: Instagram/@kvmechelen)
Hal ini dilakukan karena Shin Tae-yong melihat Jepang lemah dalam bola-bola atas. Dengan postur Elkan Baggot yang mencapai 196 cm dan adanya Pratama Arhan yang dapat melakukan lemparan jarak jauh, coach Shin Tae-yong mencoba memecah kebuntuan dengan ide jenius tersebut.
Percobaan itu berbuah manis. Satu-satunya gol Timnas Indonesia ke gawang Jepang tercipta setelah para pemain Jepang lebih banyak fokus mengawal Elkan Baggott dalam situasi lemparan ke dalam yang dilepaskan Pratama Arhan. Alhasil, Sandy Walsh yang tak terkawal berhasil menceploskan bola ke gawang Jepang.
Kondisi di atas menginspirasi Matt Taylor, pelatih klub Elkan Baggot saat ini, Bristol Rovers. Pada laga lanjutan kasta ketiga Liga Inggris antara Bristol Rovers vs Northampton Town, Matt Taylor  memasukkan Elkan Baggot pada babak kedua untuk menempati posisi striker.

BACA JUGA:
Ramaikan Pemilu Korea Selatan, Shin Tae-yong Jagokan Caleg dari Bundang


Hasilnya pun sangat positif di mana postur tubuh tinggi Elkan Baggot membuatnya bisa membuahkan assist untuk satu gol balasan Bristol Rovers. Menarik untuk menantikan ide-ide jenius lain yang akan digunakan Shin Tae-yong untuk Timnas Indonesia.</description><content:encoded>KEJENIUSAN strategi Shin Tae-yong saat di Timnas Indonesia diikuti para pelatih klub Eropa. Menariknya, bukan hanya satu strategi yang ditiru melainkan beberapa kali.
Seperti diketahui, pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong memang memiliki keahlian yang luar biasa dalam melihat potensi pemain. Tak ayal, sejak melatih Timnas Indonesia ada banyak pemain baru yang tampil untuk tim nasional.

(Shin Tae-yong gemar melakukan eksperimen. (Foto: REUTERS)
Hasil kerja keras dan kejeliannya itu pun dapat dilihat dari bagaimana permainan Timnas Indonesia saat ini. Berisikan pemain muda bertalenta, permainan skuad Garuda tampak jauh lebih taktis kendati finishing masih menjadi masalah serius yang belum terpecahkan.
Tidak hanya itu, kejelian Shin Tae-yong juga terlihat dari bagaimana ia memasang para pemain tidak di posisinya demi kebutuhan tim. Meski terlihat konyol, hal itu justru banyak ditiru tim-tim Eropa.
Contohnya terjadi kepada Sandy Walsh. Berposisi asli seorang bek kanan, pemain kelahiran Brussels ini beberapa kali dipasang sebagai bek tengah oleh Shin Tae-yong dalam skema tiga bek.

BACA JUGA:
Breaking News: Setelah Dinasihati Shin Tae-yong, Son Heung-min dan Lee Kang-in Resmi Berdamai di London


Hal ini pun kemudian ditiru pelatih KV Mechelen, Besnik Hasi. Pada laga menghadapi RSC Anderlecht, pelatih asal Kosovo itu juga turut memasang Sandy Walsh sebagai bek tengah.Hasilnya, Sandy Walsh bermain dengan sangat baik hingga membuat KV Mechelen sukses menahan imbang Anderlecht. Hal yang lebih ekstrem dilakukan Shin Tae-yong kepada Elkan Baggot. Pada matchday ketiga Grup D Piala Asia 2023 menghadapi Jepang, pelatih berusia 53 tahun itu memasang Elkan Baggott sebagai seorang striker.

(Sandy Walsh sempat dimainkan sebagai bek tengah di KV Mechelen. (Foto: Instagram/@kvmechelen)
Hal ini dilakukan karena Shin Tae-yong melihat Jepang lemah dalam bola-bola atas. Dengan postur Elkan Baggot yang mencapai 196 cm dan adanya Pratama Arhan yang dapat melakukan lemparan jarak jauh, coach Shin Tae-yong mencoba memecah kebuntuan dengan ide jenius tersebut.
Percobaan itu berbuah manis. Satu-satunya gol Timnas Indonesia ke gawang Jepang tercipta setelah para pemain Jepang lebih banyak fokus mengawal Elkan Baggott dalam situasi lemparan ke dalam yang dilepaskan Pratama Arhan. Alhasil, Sandy Walsh yang tak terkawal berhasil menceploskan bola ke gawang Jepang.
Kondisi di atas menginspirasi Matt Taylor, pelatih klub Elkan Baggot saat ini, Bristol Rovers. Pada laga lanjutan kasta ketiga Liga Inggris antara Bristol Rovers vs Northampton Town, Matt Taylor  memasukkan Elkan Baggot pada babak kedua untuk menempati posisi striker.

BACA JUGA:
Ramaikan Pemilu Korea Selatan, Shin Tae-yong Jagokan Caleg dari Bundang


Hasilnya pun sangat positif di mana postur tubuh tinggi Elkan Baggot membuatnya bisa membuahkan assist untuk satu gol balasan Bristol Rovers. Menarik untuk menantikan ide-ide jenius lain yang akan digunakan Shin Tae-yong untuk Timnas Indonesia.</content:encoded></item></channel></rss>
