<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kisah Gianluigi Buffon, Ogah Jadikan Kegagalan Berulang Kali Juara Liga Champions sebagai Luka</title><description>Berikut Kisah Gianluigi Buffon yang Ogah Jadikan Kegagalan Berulang Kali Juara Liga Champions sebagai Luka</description><link>https://bola.okezone.com/read/2024/02/11/261/2968518/kisah-gianluigi-buffon-ogah-jadikan-kegagalan-berulang-kali-juara-liga-champions-sebagai-luka</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2024/02/11/261/2968518/kisah-gianluigi-buffon-ogah-jadikan-kegagalan-berulang-kali-juara-liga-champions-sebagai-luka"/><item><title>Kisah Gianluigi Buffon, Ogah Jadikan Kegagalan Berulang Kali Juara Liga Champions sebagai Luka</title><link>https://bola.okezone.com/read/2024/02/11/261/2968518/kisah-gianluigi-buffon-ogah-jadikan-kegagalan-berulang-kali-juara-liga-champions-sebagai-luka</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2024/02/11/261/2968518/kisah-gianluigi-buffon-ogah-jadikan-kegagalan-berulang-kali-juara-liga-champions-sebagai-luka</guid><pubDate>Minggu 11 Februari 2024 03:43 WIB</pubDate><dc:creator>Andri Bagus Syaeful </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/02/11/261/2968518/kisah-gianluigi-buffon-ogah-jadikan-kegagalan-berulang-kali-juara-liga-champions-sebagai-luka-1dnX9S8ik5.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Gianluigi Buffon kala masih membela Juventus. (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/02/11/261/2968518/kisah-gianluigi-buffon-ogah-jadikan-kegagalan-berulang-kali-juara-liga-champions-sebagai-luka-1dnX9S8ik5.jpg</image><title>Gianluigi Buffon kala masih membela Juventus. (Foto: Reuters)</title></images><description>KISAH Gianluigi Buffon soal kegagalannya berulang kali untuk jadi juara Liga Champions. Mantan kiper Timnas Italia itu menegaskan bahwa kegagalan yang didapat bukanlah sebuah luka baginya.
Ya, Buffon menceritakan kegagalannya berulang kali untuk menjadi juara Liga Champions saat masih aktif bermain bola. Buffon memang sudah memutuskan pensiun bersama tim yang membesarkan namanya, Parma Calcio 1913.

Semasa kariernya, Buffon paling bersinar saat membela Juventus. Dia berhasil meraih 10 gelar juara Liga Italia, lima gelar Coppa Italia, dan lima trofi Piala Super Italia.
Buffon pun pernah merasakan sensasi menjadi juara Piala Dunia 2006 bersama Timnas Italia. Namun, pemain berposisi kiper itu sampai akhir kariernya tidak merasakan manis menjadi juara Liga Champions.

BACA JUGA:
Kisah Miris Pietro Puzone, Mantan Rekan Setim Diego Maradona di Napoli yang Sekarang Jadi Gelandangan 

Tercatat, pemain tersebut sudah tiga kali dalam final Liga Champions bersama Juventus, yakni pada 2003, 2015, dan 2017. Sayangnya, Bianconeri -julukan Juventus- selalu menelan kekalahan dalam laga puncak itu.Buffon mengatakan tidak mau bersedih dengan kegagalan tersebut saat masih aktif berkarier. Sebab, dia dan timnya selalu berusaha, meskipun hasil akhir tidak sesuai harapan karena harus puas hanya menjadi peringkat kedua.
&quot;Itu tidak pernah menjadi luka bagi saya,&quot; kata Buffon, dilansir dari Tuttomercato, Minggu (11/2/2024).

Buffon mengatakan dapat tampil dalam Liga Champions saja sudah menjadi hal yang membanggakan selama kariernya. Meskipun, dia tidak bisa menutup kariernya dengan pencapaian yang sangat dinantikan itu.

BACA JUGA:
Kisah Andik Vermansyah, sang kapten Persiraja Banda Aceh yang Terjebak Cinta dengan Persebaya Surabaya

&quot;Bagi saya, bermain di Liga Champions sudah merupakan suatu kebahagiaan. Memenanginya akan menjadi penutup, tapi aku tidak peduli,&quot; pungkas Buffon.</description><content:encoded>KISAH Gianluigi Buffon soal kegagalannya berulang kali untuk jadi juara Liga Champions. Mantan kiper Timnas Italia itu menegaskan bahwa kegagalan yang didapat bukanlah sebuah luka baginya.
Ya, Buffon menceritakan kegagalannya berulang kali untuk menjadi juara Liga Champions saat masih aktif bermain bola. Buffon memang sudah memutuskan pensiun bersama tim yang membesarkan namanya, Parma Calcio 1913.

Semasa kariernya, Buffon paling bersinar saat membela Juventus. Dia berhasil meraih 10 gelar juara Liga Italia, lima gelar Coppa Italia, dan lima trofi Piala Super Italia.
Buffon pun pernah merasakan sensasi menjadi juara Piala Dunia 2006 bersama Timnas Italia. Namun, pemain berposisi kiper itu sampai akhir kariernya tidak merasakan manis menjadi juara Liga Champions.

BACA JUGA:
Kisah Miris Pietro Puzone, Mantan Rekan Setim Diego Maradona di Napoli yang Sekarang Jadi Gelandangan 

Tercatat, pemain tersebut sudah tiga kali dalam final Liga Champions bersama Juventus, yakni pada 2003, 2015, dan 2017. Sayangnya, Bianconeri -julukan Juventus- selalu menelan kekalahan dalam laga puncak itu.Buffon mengatakan tidak mau bersedih dengan kegagalan tersebut saat masih aktif berkarier. Sebab, dia dan timnya selalu berusaha, meskipun hasil akhir tidak sesuai harapan karena harus puas hanya menjadi peringkat kedua.
&quot;Itu tidak pernah menjadi luka bagi saya,&quot; kata Buffon, dilansir dari Tuttomercato, Minggu (11/2/2024).

Buffon mengatakan dapat tampil dalam Liga Champions saja sudah menjadi hal yang membanggakan selama kariernya. Meskipun, dia tidak bisa menutup kariernya dengan pencapaian yang sangat dinantikan itu.

BACA JUGA:
Kisah Andik Vermansyah, sang kapten Persiraja Banda Aceh yang Terjebak Cinta dengan Persebaya Surabaya

&quot;Bagi saya, bermain di Liga Champions sudah merupakan suatu kebahagiaan. Memenanginya akan menjadi penutup, tapi aku tidak peduli,&quot; pungkas Buffon.</content:encoded></item></channel></rss>
