<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Shin Tae-yong Dituntut Segera Belajar Bahasa Indonesia, Ini Penyebabnya!</title><description>Shin Tae-yong sejauh ini masih menggunakan translator sebagai alat komunikasi dengan pemain Timnas Indonesia.</description><link>https://bola.okezone.com/read/2024/02/02/51/2964371/shin-tae-yong-dituntut-segera-belajar-bahasa-indonesia-ini-penyebabnya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2024/02/02/51/2964371/shin-tae-yong-dituntut-segera-belajar-bahasa-indonesia-ini-penyebabnya"/><item><title>Shin Tae-yong Dituntut Segera Belajar Bahasa Indonesia, Ini Penyebabnya!</title><link>https://bola.okezone.com/read/2024/02/02/51/2964371/shin-tae-yong-dituntut-segera-belajar-bahasa-indonesia-ini-penyebabnya</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2024/02/02/51/2964371/shin-tae-yong-dituntut-segera-belajar-bahasa-indonesia-ini-penyebabnya</guid><pubDate>Jum'at 02 Februari 2024 10:55 WIB</pubDate><dc:creator>Ramdani Bur</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/02/02/51/2964371/shin-tae-yong-dituntut-segera-belajar-bahasa-indonesia-ini-penyebabnya-7VSXT8fP6r.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Shin Tae-yong dituntut segera bisa bahasa Indonesia. (Foto: PSSI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/02/02/51/2964371/shin-tae-yong-dituntut-segera-belajar-bahasa-indonesia-ini-penyebabnya-7VSXT8fP6r.jpg</image><title>Shin Tae-yong dituntut segera bisa bahasa Indonesia. (Foto: PSSI)</title></images><description>SHIN Tae-yong dituntut segera belajar bahasa Indonesia. Hal itu disuarakan pengamat sepakbola asal Indonesia, Justin Lhaksana.
Coach Justin &amp;ndash;sapaan akrab Justinus Lhaksana&amp;ndash; menilai Shin Tae-yong tidak memiliki kekurangan dalam hal teknis selama empat tahun menangani Timnas Indonesia. Namun, coach Justin yang besar di Belanda ini menilai, ada beberapa kelemahan Shin Tae-yong di faktor non teknis, salah satunya dari segi bahasa.

Selama empat tahun berada di Indonesia, Shin Tae-yong sama sekali tidak bisa berbahasa Indonesia. Selama ini ketika berinteraksi dengan pemain Timnas Indonesia, Shin Tae-yong dibantu penerjemah Jeong Seok-seo.
Sementara ketika berinteraksi dengan pemain yang berbahasa Inggris seperti Elkan Baggott, Shayne Pattynama dan lain-lain, Shin Tae-yong dibantu analis pertandingan, Kim Jong-jin.
Karena itu, coach Justin mendorong Shin Tae-yong untuk segera belajar bahasa Indonesia. Penguasaan bahasa Indonesia oleh Shin Tae-yong bakal menciptakan komunikasi yang efektif di skuad Timnas Indonesia.

BACA JUGA:
Contek Strategi Shin Tae-yong, Klub Sandy Walsh Tahan Raksasa Liga Belgia RSC Anderlecht 2-2!


&amp;ldquo;Dia  (Shin Tae-yong) sudah empat tahun di sini. Oke, kerjanya dipotong 1,5 tahun karena Covid, atau 2 tahun lebih. Tapi, dia enggak bisa bahasa Indonesia dan itu menjadi masalah,&amp;rdquo; kata coach Justin, Okezone mengutip dari YouTube Justinus Lhaksana.&amp;ldquo;Tadi disampaikan di grup, di timnas itu bicara menggunakan bahasa Korea, bahasa Belanda, bahasa Inggris dan bahasa Indonesia. Itu tidak bagus,&amp;rdquo; lanjut mantan pelatih Timnas Futsal Indonesia ini.

Coach Justin pun mencoba meyakinkan Shin Tae-yong. Ia mengatakan bahasa Indonesia sebagai bahasa yang mudah dipelajari.
&amp;ldquo;Gua tau bahasa Indonesia itu gampang. Karena kalau plural tinggal dua kali saja dan grammar-nya hampir enggak ada. Ini masalah niat saja. Lihat Frenkie de Jong (gelandang Barcelona), Spanyol itu bahasa yang susah. Gua pernah kursus bahasa Spanyol selama enam bulan dan itu susah, padahal gua bisa bahasa Inggris, Jerman dan Belanda,&amp;rdquo; kata pria 56 tahun ini.

BACA JUGA:
Shin Tae-yong Naik Gaji jika Perpanjang Kontrak sebagai Pelatih Timnas Indonesia hingga 2027


Di awal-awal menjadi pelatih Timnas Indonesia pada Desember 2019, Shin Tae-yong sejatinya sudah dituntut Ketua Umum PSSI saat itu, Mochamad Iriawan. Sayangnya empat tahun berlalu, Shin Tae-yong belum kunjung menguasai bahasa Indonesia.</description><content:encoded>SHIN Tae-yong dituntut segera belajar bahasa Indonesia. Hal itu disuarakan pengamat sepakbola asal Indonesia, Justin Lhaksana.
Coach Justin &amp;ndash;sapaan akrab Justinus Lhaksana&amp;ndash; menilai Shin Tae-yong tidak memiliki kekurangan dalam hal teknis selama empat tahun menangani Timnas Indonesia. Namun, coach Justin yang besar di Belanda ini menilai, ada beberapa kelemahan Shin Tae-yong di faktor non teknis, salah satunya dari segi bahasa.

Selama empat tahun berada di Indonesia, Shin Tae-yong sama sekali tidak bisa berbahasa Indonesia. Selama ini ketika berinteraksi dengan pemain Timnas Indonesia, Shin Tae-yong dibantu penerjemah Jeong Seok-seo.
Sementara ketika berinteraksi dengan pemain yang berbahasa Inggris seperti Elkan Baggott, Shayne Pattynama dan lain-lain, Shin Tae-yong dibantu analis pertandingan, Kim Jong-jin.
Karena itu, coach Justin mendorong Shin Tae-yong untuk segera belajar bahasa Indonesia. Penguasaan bahasa Indonesia oleh Shin Tae-yong bakal menciptakan komunikasi yang efektif di skuad Timnas Indonesia.

BACA JUGA:
Contek Strategi Shin Tae-yong, Klub Sandy Walsh Tahan Raksasa Liga Belgia RSC Anderlecht 2-2!


&amp;ldquo;Dia  (Shin Tae-yong) sudah empat tahun di sini. Oke, kerjanya dipotong 1,5 tahun karena Covid, atau 2 tahun lebih. Tapi, dia enggak bisa bahasa Indonesia dan itu menjadi masalah,&amp;rdquo; kata coach Justin, Okezone mengutip dari YouTube Justinus Lhaksana.&amp;ldquo;Tadi disampaikan di grup, di timnas itu bicara menggunakan bahasa Korea, bahasa Belanda, bahasa Inggris dan bahasa Indonesia. Itu tidak bagus,&amp;rdquo; lanjut mantan pelatih Timnas Futsal Indonesia ini.

Coach Justin pun mencoba meyakinkan Shin Tae-yong. Ia mengatakan bahasa Indonesia sebagai bahasa yang mudah dipelajari.
&amp;ldquo;Gua tau bahasa Indonesia itu gampang. Karena kalau plural tinggal dua kali saja dan grammar-nya hampir enggak ada. Ini masalah niat saja. Lihat Frenkie de Jong (gelandang Barcelona), Spanyol itu bahasa yang susah. Gua pernah kursus bahasa Spanyol selama enam bulan dan itu susah, padahal gua bisa bahasa Inggris, Jerman dan Belanda,&amp;rdquo; kata pria 56 tahun ini.

BACA JUGA:
Shin Tae-yong Naik Gaji jika Perpanjang Kontrak sebagai Pelatih Timnas Indonesia hingga 2027


Di awal-awal menjadi pelatih Timnas Indonesia pada Desember 2019, Shin Tae-yong sejatinya sudah dituntut Ketua Umum PSSI saat itu, Mochamad Iriawan. Sayangnya empat tahun berlalu, Shin Tae-yong belum kunjung menguasai bahasa Indonesia.</content:encoded></item></channel></rss>
