<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Penunggakan Gaji Pemain Jadi Masalah Klasik di Kompetisi Indonesia, APPI Minta PSSI dan PT LIB Berbenah </title><description>Pemain Kalteng Putra alami penunggakan gaji</description><link>https://bola.okezone.com/read/2024/02/02/49/2964530/penunggakan-gaji-pemain-jadi-masalah-klasik-di-kompetisi-indonesia-appi-minta-pssi-dan-pt-lib-berbenah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2024/02/02/49/2964530/penunggakan-gaji-pemain-jadi-masalah-klasik-di-kompetisi-indonesia-appi-minta-pssi-dan-pt-lib-berbenah"/><item><title>Penunggakan Gaji Pemain Jadi Masalah Klasik di Kompetisi Indonesia, APPI Minta PSSI dan PT LIB Berbenah </title><link>https://bola.okezone.com/read/2024/02/02/49/2964530/penunggakan-gaji-pemain-jadi-masalah-klasik-di-kompetisi-indonesia-appi-minta-pssi-dan-pt-lib-berbenah</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2024/02/02/49/2964530/penunggakan-gaji-pemain-jadi-masalah-klasik-di-kompetisi-indonesia-appi-minta-pssi-dan-pt-lib-berbenah</guid><pubDate>Jum'at 02 Februari 2024 15:39 WIB</pubDate><dc:creator>Andri Bagus Syaeful </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/02/02/49/2964530/penunggakan-gaji-pemain-jadi-masalah-klasik-di-kompetisi-indonesia-appi-minta-pssi-dan-pt-lib-berbenah-JA1DZn7HrO.jpg" expression="full" type="image/jpeg">PSSI dan PT LIB diminta berbenah usai pemain Kalteng Putra alami penunggakan gaji. (Foto: PSSI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/02/02/49/2964530/penunggakan-gaji-pemain-jadi-masalah-klasik-di-kompetisi-indonesia-appi-minta-pssi-dan-pt-lib-berbenah-JA1DZn7HrO.jpg</image><title>PSSI dan PT LIB diminta berbenah usai pemain Kalteng Putra alami penunggakan gaji. (Foto: PSSI)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Officer Legal Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia (APPI), Riza Hufaida, meminta PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (PT LIB) berbenah diri. Pasalnya, persoalan tunggakan gaji pemain masih menjadi masalah klasik di kompetisi sepakbola Indonesia.
Terbaru, skuad Kalteng Putra mengalami penunggakan gaji dengan durasi dua sampai tiga bulan. Hal itu membuat para pemain kompak untuk mogok bermain dan curhat di media sosial.

Tetapi, pihak Laskar Isen Mulang -julukan Kalteng Putra- malah melaporkan curhatan pemain di media sosial ke pihak polisi dengan landasan Undang-Undang ITE. Tidak hanya itu, mereka pun terancam sanksi dari Komdis PSSI imbas mogok bermain.

BACA JUGA:
Proses Naturalisasi 4 Pemain Keturunan Digenjot PSSI Sebelum Maret 2024, Jairo Riedewald Kapan?


Riza Hufaida mengatakan masalah ini tentunya menjadi catatan buruk untuk sepakbola Indonesia. Apalagi, persoalan itu terus berulang. Oleh karena itu, langkah-langkah antisipasi harus dilakukan oleh PSSI dan PT LIB sebelum kompetisi bergulir.
&quot;Jelas kami sangat menyayangkan lagi-lagi soal penunggakan gaji. Jelas, ini masalah klasik yang terus berulang,&quot; kata Riza Hufaida dalam konferensi pers, Jumat (2/2/2024).&quot;Prinspinya PSSI dan PT LIB yang menjalankan kompetisi ini lebih serius dan lebih serius dan lebih ketat dalam memverifikasi klub ke depannya. Sehingga kasus gaji pemain ini tidak terjadi lagi, ini sebenarnya berulang dan gampang untuk menyelesaikan dan menanggulanginya,&quot; tambahnya.
Riza mengatakan PSSI dan PT LIB pun harus bersikap tegas saat ada klub yang melakukan penunggakan gaji. Dengan begitu, ada efek jera dan persoalan-persoalan itu tidak terulang kembali.

&quot;Klub yang bermasalah, yang masih ada utang gaji sebelumnya atau masalah sebelumnya jangan dikasih izin dong untuk ikuti kompetisi, beresin dulu. Sebenarnya sesimpel itu,&quot; katanya.

BACA JUGA:
Sikap APPI soal Polemik Penunggakan Gaji Pemain Kalteng Putra: Jangan Sampai Bernasib Tragis!


&quot;Kami sayangkan ini tahun 2024 kompetisi sudah bagus, prestasi timnas sudah bagus, tapi masih diganggu kasus seperti ini, ini yang disayangkan,&quot; sambungnya.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Officer Legal Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia (APPI), Riza Hufaida, meminta PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (PT LIB) berbenah diri. Pasalnya, persoalan tunggakan gaji pemain masih menjadi masalah klasik di kompetisi sepakbola Indonesia.
Terbaru, skuad Kalteng Putra mengalami penunggakan gaji dengan durasi dua sampai tiga bulan. Hal itu membuat para pemain kompak untuk mogok bermain dan curhat di media sosial.

Tetapi, pihak Laskar Isen Mulang -julukan Kalteng Putra- malah melaporkan curhatan pemain di media sosial ke pihak polisi dengan landasan Undang-Undang ITE. Tidak hanya itu, mereka pun terancam sanksi dari Komdis PSSI imbas mogok bermain.

BACA JUGA:
Proses Naturalisasi 4 Pemain Keturunan Digenjot PSSI Sebelum Maret 2024, Jairo Riedewald Kapan?


Riza Hufaida mengatakan masalah ini tentunya menjadi catatan buruk untuk sepakbola Indonesia. Apalagi, persoalan itu terus berulang. Oleh karena itu, langkah-langkah antisipasi harus dilakukan oleh PSSI dan PT LIB sebelum kompetisi bergulir.
&quot;Jelas kami sangat menyayangkan lagi-lagi soal penunggakan gaji. Jelas, ini masalah klasik yang terus berulang,&quot; kata Riza Hufaida dalam konferensi pers, Jumat (2/2/2024).&quot;Prinspinya PSSI dan PT LIB yang menjalankan kompetisi ini lebih serius dan lebih serius dan lebih ketat dalam memverifikasi klub ke depannya. Sehingga kasus gaji pemain ini tidak terjadi lagi, ini sebenarnya berulang dan gampang untuk menyelesaikan dan menanggulanginya,&quot; tambahnya.
Riza mengatakan PSSI dan PT LIB pun harus bersikap tegas saat ada klub yang melakukan penunggakan gaji. Dengan begitu, ada efek jera dan persoalan-persoalan itu tidak terulang kembali.

&quot;Klub yang bermasalah, yang masih ada utang gaji sebelumnya atau masalah sebelumnya jangan dikasih izin dong untuk ikuti kompetisi, beresin dulu. Sebenarnya sesimpel itu,&quot; katanya.

BACA JUGA:
Sikap APPI soal Polemik Penunggakan Gaji Pemain Kalteng Putra: Jangan Sampai Bernasib Tragis!


&quot;Kami sayangkan ini tahun 2024 kompetisi sudah bagus, prestasi timnas sudah bagus, tapi masih diganggu kasus seperti ini, ini yang disayangkan,&quot; sambungnya.</content:encoded></item></channel></rss>
