<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tersangka Dokter Gadungan Timnas Indonesia U-19 Berhasil Ditangkap, Akmal Marhali Berharap  Kejadian Serupa Tak Terulang Lagi</title><description>Elwizan Aminuddin Tersangka Dokter Gadungan di Timnas Indonesia U-19, Akmal Marhali: Harus Jadi Pelajaran Buat Sepakbola Indonesia.</description><link>https://bola.okezone.com/read/2024/02/01/51/2963990/tersangka-dokter-gadungan-timnas-indonesia-u-19-berhasil-ditangkap-akmal-marhali-berharap-kejadian-serupa-tak-terulang-lagi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2024/02/01/51/2963990/tersangka-dokter-gadungan-timnas-indonesia-u-19-berhasil-ditangkap-akmal-marhali-berharap-kejadian-serupa-tak-terulang-lagi"/><item><title>Tersangka Dokter Gadungan Timnas Indonesia U-19 Berhasil Ditangkap, Akmal Marhali Berharap  Kejadian Serupa Tak Terulang Lagi</title><link>https://bola.okezone.com/read/2024/02/01/51/2963990/tersangka-dokter-gadungan-timnas-indonesia-u-19-berhasil-ditangkap-akmal-marhali-berharap-kejadian-serupa-tak-terulang-lagi</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2024/02/01/51/2963990/tersangka-dokter-gadungan-timnas-indonesia-u-19-berhasil-ditangkap-akmal-marhali-berharap-kejadian-serupa-tak-terulang-lagi</guid><pubDate>Kamis 01 Februari 2024 15:35 WIB</pubDate><dc:creator>Maulana Yusuf</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/02/01/51/2963990/tersangka-dokter-gadungan-timnas-indonesia-u-19-berhasil-ditangkap-akmal-marhali-berharap-kejadian-serupa-tak-terulang-lagi-jbF2MW6Kba.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pengamat Sepakbola Indonesia, Akmal Marhali. (Foto: Instagram/akmalmarhali)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/02/01/51/2963990/tersangka-dokter-gadungan-timnas-indonesia-u-19-berhasil-ditangkap-akmal-marhali-berharap-kejadian-serupa-tak-terulang-lagi-jbF2MW6Kba.jpg</image><title>Pengamat Sepakbola Indonesia, Akmal Marhali. (Foto: Instagram/akmalmarhali)</title></images><description>PENGAMAT sepakbola Tanah Air, Akmal Marhali menyoroti permasalahan Elwizan Aminuddin yang menjadi tersangka dokter gadungan di Timnas Indonesia U-19 hingga PSS Sleman. Koordinator Save Our Soccer (SOS) itu berharap kejadian serupa tidak terulang lagi di masa depan, terutama untuk PSSI yang harus benar-benar mengecek benar-benar saat melakukan perekrutan dokter.
Diketahui sebelumnya, Elwizan Aminuddin (42) telah ditangkap oleh jajaran Polresta Sleman di Cibodas, Tangerang, Rabu (24/1/2024) lalu sebagai tersangka dokter gadungan. Elwizan berhasil diringkus usai bekerja sebagai dokter sepakbola setidaknya sembilan tim sepanjang 2013 hingga 2021.

BACA JUGA:
5 Potret Dokter Gadungan Elwizan Aminuddin Ditangkap Polisi Setelah Buron 3 Tahun

Sembilan tim yang pernah ditangani sang dokter gadungan itu yakni Persita Tangerang, Barito Putra, Timnas Indonesia U-19, Bali United, Madura United, Sriwijaya FC, lalu kembali lagi ke Timnas Indonesia U-19, Kalteng Putra dan terakhir PSS Sleman.
Berdasarkan laporan polisi, Elwizan tak memiliki latar belakang pendidikan kedokteran. Dia hanya seorang kondektur bus dan pengusaha warung kelontong yang bermodalkan jaringan internet untuk mengambil contoh ijazah dokter lewat mesin pencarian Google.

Menanggapi kasus tersebut, Akmal Marhali mengapresiasi kerja jajaran polisi dan memberikan catatan penting untuk sepakbola Indonesia termasuk PSSI. Dia mengingatkan bahwa kasus tersebut harus jadi pelajaran penting bagi tim-tim sepakbola Indonesia termasuk PSSI.
Selain itu, Akmal menegaskan bahwa sertifikasi dokter harus menjadi salah satu syarat dalam pengambilan atau perekrutan tim dokter sepakbola ke depannya. Ia juga menekankan dokternya harus spesialis dokter olahraga agar bisa menangani kasus olahraga.&quot;Soal dokter gadungan dengan ditangkapnya Elwizan ini menggambarkan bahwa adanya penegakan hukum yang dijalankan walaupun terkesan sangat lama sekali penangkapnya karena yang bersangkutan melarikan diri atau buron,&quot; kata Akmal Marhali saat dihubungi MNC Portal Indonesia, Kamis (1/2/2024).

BACA JUGA:
Timnas Indonesia U-23 Masuk Grup A di Piala Asia U-23 2024, Akmal Marhali Nilai Sangat Berat untuk Tim Berstatus Debutan

&quot;Yang kedua ini jadi pelajaran buat sepakbola Indonesia khususnya bidang kedokteran, manajemen, termasuk PSSI bahwa sertifikasi dokter ini harus menjadi salah satu syarat dalam pengambilan atau perekrutan tim dokter sepakbola,&quot; imbuhnya.
&quot;Ditambah lagi dokternya harus spesialis dokter olahraga agar bisa menangani kasus olahraga dan sebagainya. Karena sejauh ini banyak juga klub-klub sepakbola Indonesia dokternya adalah dokter umum,&quot; katanya lagi.

&quot;Yang ketiga, perlu ditegaskan bahwa ke depannya bukan cuma dokter di sepakbola tapi juga di dokter umum sertifikasinya harus jelas, jangan sampai ada pemalsuan sertifikasi. Harus ada penegakan hukum agar menjadi efek jera dan orang yang akan melakukan tindakan penipuan sertifikasi itu bisa takut karena hukuman yang diberikan sangat berat,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>PENGAMAT sepakbola Tanah Air, Akmal Marhali menyoroti permasalahan Elwizan Aminuddin yang menjadi tersangka dokter gadungan di Timnas Indonesia U-19 hingga PSS Sleman. Koordinator Save Our Soccer (SOS) itu berharap kejadian serupa tidak terulang lagi di masa depan, terutama untuk PSSI yang harus benar-benar mengecek benar-benar saat melakukan perekrutan dokter.
Diketahui sebelumnya, Elwizan Aminuddin (42) telah ditangkap oleh jajaran Polresta Sleman di Cibodas, Tangerang, Rabu (24/1/2024) lalu sebagai tersangka dokter gadungan. Elwizan berhasil diringkus usai bekerja sebagai dokter sepakbola setidaknya sembilan tim sepanjang 2013 hingga 2021.

BACA JUGA:
5 Potret Dokter Gadungan Elwizan Aminuddin Ditangkap Polisi Setelah Buron 3 Tahun

Sembilan tim yang pernah ditangani sang dokter gadungan itu yakni Persita Tangerang, Barito Putra, Timnas Indonesia U-19, Bali United, Madura United, Sriwijaya FC, lalu kembali lagi ke Timnas Indonesia U-19, Kalteng Putra dan terakhir PSS Sleman.
Berdasarkan laporan polisi, Elwizan tak memiliki latar belakang pendidikan kedokteran. Dia hanya seorang kondektur bus dan pengusaha warung kelontong yang bermodalkan jaringan internet untuk mengambil contoh ijazah dokter lewat mesin pencarian Google.

Menanggapi kasus tersebut, Akmal Marhali mengapresiasi kerja jajaran polisi dan memberikan catatan penting untuk sepakbola Indonesia termasuk PSSI. Dia mengingatkan bahwa kasus tersebut harus jadi pelajaran penting bagi tim-tim sepakbola Indonesia termasuk PSSI.
Selain itu, Akmal menegaskan bahwa sertifikasi dokter harus menjadi salah satu syarat dalam pengambilan atau perekrutan tim dokter sepakbola ke depannya. Ia juga menekankan dokternya harus spesialis dokter olahraga agar bisa menangani kasus olahraga.&quot;Soal dokter gadungan dengan ditangkapnya Elwizan ini menggambarkan bahwa adanya penegakan hukum yang dijalankan walaupun terkesan sangat lama sekali penangkapnya karena yang bersangkutan melarikan diri atau buron,&quot; kata Akmal Marhali saat dihubungi MNC Portal Indonesia, Kamis (1/2/2024).

BACA JUGA:
Timnas Indonesia U-23 Masuk Grup A di Piala Asia U-23 2024, Akmal Marhali Nilai Sangat Berat untuk Tim Berstatus Debutan

&quot;Yang kedua ini jadi pelajaran buat sepakbola Indonesia khususnya bidang kedokteran, manajemen, termasuk PSSI bahwa sertifikasi dokter ini harus menjadi salah satu syarat dalam pengambilan atau perekrutan tim dokter sepakbola,&quot; imbuhnya.
&quot;Ditambah lagi dokternya harus spesialis dokter olahraga agar bisa menangani kasus olahraga dan sebagainya. Karena sejauh ini banyak juga klub-klub sepakbola Indonesia dokternya adalah dokter umum,&quot; katanya lagi.

&quot;Yang ketiga, perlu ditegaskan bahwa ke depannya bukan cuma dokter di sepakbola tapi juga di dokter umum sertifikasinya harus jelas, jangan sampai ada pemalsuan sertifikasi. Harus ada penegakan hukum agar menjadi efek jera dan orang yang akan melakukan tindakan penipuan sertifikasi itu bisa takut karena hukuman yang diberikan sangat berat,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
