<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Yunus Nusi Pastikan Dokter Gadungan Takkan Ada Lagi di Sepakbola Indonesia: Semua Sudah Lebih Teliti</title><description>Soal Dokter Gadungan di Sepak Bola Indonesia, Yunus Nusi : Semua Sudah Lebih Teliti.</description><link>https://bola.okezone.com/read/2024/02/01/49/2964157/yunus-nusi-pastikan-dokter-gadungan-takkan-ada-lagi-di-sepakbola-indonesia-semua-sudah-lebih-teliti</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2024/02/01/49/2964157/yunus-nusi-pastikan-dokter-gadungan-takkan-ada-lagi-di-sepakbola-indonesia-semua-sudah-lebih-teliti"/><item><title>Yunus Nusi Pastikan Dokter Gadungan Takkan Ada Lagi di Sepakbola Indonesia: Semua Sudah Lebih Teliti</title><link>https://bola.okezone.com/read/2024/02/01/49/2964157/yunus-nusi-pastikan-dokter-gadungan-takkan-ada-lagi-di-sepakbola-indonesia-semua-sudah-lebih-teliti</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2024/02/01/49/2964157/yunus-nusi-pastikan-dokter-gadungan-takkan-ada-lagi-di-sepakbola-indonesia-semua-sudah-lebih-teliti</guid><pubDate>Kamis 01 Februari 2024 19:43 WIB</pubDate><dc:creator>Andri Bagus Syaeful </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/02/01/49/2964157/yunus-nusi-pastikan-dokter-gandungan-takkan-ada-lagi-di-sepakbola-indonesia-semua-sudah-lebih-teliti-QWs1gGIAPX.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Sekjen PSSI, Yunus Nusi. (Foto: PSSI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/02/01/49/2964157/yunus-nusi-pastikan-dokter-gandungan-takkan-ada-lagi-di-sepakbola-indonesia-semua-sudah-lebih-teliti-QWs1gGIAPX.jpg</image><title>Sekjen PSSI, Yunus Nusi. (Foto: PSSI)</title></images><description>JAKARTA - Terkait dokter gandungan yang pernah berada di Timnas Indonesia dan klub-klub Liga 1, Sekretaris Jenderal (Sekjen) PSSI, Yunus Nusi, menegaskan hal serupa takkan terjadi lagi di sepakbola Tanah Air. Pasalnya PSSI dan pihak klub sudah lebih teliti sehingga kejadian dokter gadungan takkan terulang kembali.
Sebelumnya, dokter gadungan Elwizan Aminuddin telah ditangkap oleh jajaran Polresta Sleman di Cibodas, Tangerang, Rabu (24/1/2024). Elwizan beraksi menjadi dokter gadungan sejak 2013 hingga 2021.

BACA JUGA:
Tersangka Dokter Gadungan Timnas Indonesia U-19 Berhasil Ditangkap, Akmal Marhali Berharap  Kejadian Serupa Tak Terulang Lagi

Tercatat ada delapan tim yang pernah ditangani. Delapan klub itu, yakni Persita Tangerang, Barito Putra, Timnas Indonesia U-19, Bali United, Madura United, Sriwijaya FC, Kalteng Putra, dan PSS Sleman.
Yunus mengatakan memang dalam menyeleksi ofisial tim harus lebih selektif lagi. Hal itu agar sosok yang seleksi akan memberikan dampak buat tim dan malah bukan merugikan.

&quot;Ya, klub harus croscek lebih jauh. Jangan asal ngaku-ngaku dokter, tetapi gadungan dan diterima menjadi dokter tim. Saya kira saat ini semua klub Liga 1 dan 2 lebih teliti untuk menerima seseorang untuk menjadi bagian dari sebuah tim,&quot; kata Yunus Nusi kepada MNC Portal Indonesia (MPI), Kamis (1/2/2024).
Pria berusia 54 tahun mengatakan PSSI pun lebih selektif dalam merekrut internal tim termasuk dokter untuk saat ini. Sebab, dia pastikan ofisial timnas akan diselidiki asal usul yang bersangkutan secara mendalam.&quot;Contoh kalau dia misal dari Lulusan FKUI, kita akan tanyakan ke FKUI. Benar atau tidak. Kita juga tanyakan ke IDI. Kita juga tanyakan ke lembaga-lembaga terkait. Kemudian pengalaman dia,&quot; katanya.

BACA JUGA:
5 Potret Dokter Gadungan Elwizan Aminuddin Ditangkap Polisi Setelah Buron 3 Tahun

Yunus mengatakan pengecekan administrasi memang menjadi hal yang cukup krusial dalam perekrutan. Jadi, seleksi administrasi harus sangat diperketat agar tidak kecolongan lagi.
Sekarang setiap dokter dan lainnya yang mau bertugas di klub liga 1 ,2 dan 3, apalagi di timnas indonesia juga harus dicek terlebih dahulu administrasi secara detail. Hal itu untuk memastikan kasus serupa tidak lagi terulang kembali,&quot; ucapnya.

&quot;(Mereka harus) melengkapi, fotocopy ijazah dokter yang sudah dilegalisir oleh fakultas kedokteran yang mengeluarkan, mempunyai STR (surat tanda registrasi), baik utk dokter, maupun fisioterapis. Mempunyai SIP (surat izin praktik) yang masih berlaku, baik untuk tenaga dokter maupun tenaga fisioterapis,&quot; tambahnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Terkait dokter gandungan yang pernah berada di Timnas Indonesia dan klub-klub Liga 1, Sekretaris Jenderal (Sekjen) PSSI, Yunus Nusi, menegaskan hal serupa takkan terjadi lagi di sepakbola Tanah Air. Pasalnya PSSI dan pihak klub sudah lebih teliti sehingga kejadian dokter gadungan takkan terulang kembali.
Sebelumnya, dokter gadungan Elwizan Aminuddin telah ditangkap oleh jajaran Polresta Sleman di Cibodas, Tangerang, Rabu (24/1/2024). Elwizan beraksi menjadi dokter gadungan sejak 2013 hingga 2021.

BACA JUGA:
Tersangka Dokter Gadungan Timnas Indonesia U-19 Berhasil Ditangkap, Akmal Marhali Berharap  Kejadian Serupa Tak Terulang Lagi

Tercatat ada delapan tim yang pernah ditangani. Delapan klub itu, yakni Persita Tangerang, Barito Putra, Timnas Indonesia U-19, Bali United, Madura United, Sriwijaya FC, Kalteng Putra, dan PSS Sleman.
Yunus mengatakan memang dalam menyeleksi ofisial tim harus lebih selektif lagi. Hal itu agar sosok yang seleksi akan memberikan dampak buat tim dan malah bukan merugikan.

&quot;Ya, klub harus croscek lebih jauh. Jangan asal ngaku-ngaku dokter, tetapi gadungan dan diterima menjadi dokter tim. Saya kira saat ini semua klub Liga 1 dan 2 lebih teliti untuk menerima seseorang untuk menjadi bagian dari sebuah tim,&quot; kata Yunus Nusi kepada MNC Portal Indonesia (MPI), Kamis (1/2/2024).
Pria berusia 54 tahun mengatakan PSSI pun lebih selektif dalam merekrut internal tim termasuk dokter untuk saat ini. Sebab, dia pastikan ofisial timnas akan diselidiki asal usul yang bersangkutan secara mendalam.&quot;Contoh kalau dia misal dari Lulusan FKUI, kita akan tanyakan ke FKUI. Benar atau tidak. Kita juga tanyakan ke IDI. Kita juga tanyakan ke lembaga-lembaga terkait. Kemudian pengalaman dia,&quot; katanya.

BACA JUGA:
5 Potret Dokter Gadungan Elwizan Aminuddin Ditangkap Polisi Setelah Buron 3 Tahun

Yunus mengatakan pengecekan administrasi memang menjadi hal yang cukup krusial dalam perekrutan. Jadi, seleksi administrasi harus sangat diperketat agar tidak kecolongan lagi.
Sekarang setiap dokter dan lainnya yang mau bertugas di klub liga 1 ,2 dan 3, apalagi di timnas indonesia juga harus dicek terlebih dahulu administrasi secara detail. Hal itu untuk memastikan kasus serupa tidak lagi terulang kembali,&quot; ucapnya.

&quot;(Mereka harus) melengkapi, fotocopy ijazah dokter yang sudah dilegalisir oleh fakultas kedokteran yang mengeluarkan, mempunyai STR (surat tanda registrasi), baik utk dokter, maupun fisioterapis. Mempunyai SIP (surat izin praktik) yang masih berlaku, baik untuk tenaga dokter maupun tenaga fisioterapis,&quot; tambahnya.</content:encoded></item></channel></rss>
