<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Napoli Terancam Dicoret dari Liga Italia, Ini Penyebabnya!</title><description>Napoli Terancam Dicoret dari Liga Italia, Ini Penyebabnya!</description><link>https://bola.okezone.com/read/2023/12/30/47/2947072/napoli-terancam-dicoret-dari-liga-italia-ini-penyebabnya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2023/12/30/47/2947072/napoli-terancam-dicoret-dari-liga-italia-ini-penyebabnya"/><item><title>Napoli Terancam Dicoret dari Liga Italia, Ini Penyebabnya!</title><link>https://bola.okezone.com/read/2023/12/30/47/2947072/napoli-terancam-dicoret-dari-liga-italia-ini-penyebabnya</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2023/12/30/47/2947072/napoli-terancam-dicoret-dari-liga-italia-ini-penyebabnya</guid><pubDate>Sabtu 30 Desember 2023 07:09 WIB</pubDate><dc:creator>Reinaldy Darius</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/12/30/47/2947072/napoli-terancam-dicoret-dari-liga-italia-ini-penyebabnya-ckRO5eL350.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Napoli terancam dicoret dari Liga Italia jika masih ingin ikut dengan Super League (Foto: REUTERS)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/12/30/47/2947072/napoli-terancam-dicoret-dari-liga-italia-ini-penyebabnya-ckRO5eL350.JPG</image><title>Napoli terancam dicoret dari Liga Italia jika masih ingin ikut dengan Super League (Foto: REUTERS)</title></images><description>NAPOLI terancam dicoret dari Liga Italia jika masih ingin bermain di European Super League. Sebab, Federasi Sepakbola Italia (FIGC) akan melarang klub-klub Italia untuk bermain di kancah sepakbola tandingan UEFA tersebut.
Gairah Super League untuk menggelar kompetisi mereka sendiri mendapatkan lampu hijau pada pekan lalu. Sebab, Pengadilan Uni Eropa memberi vonis bahwa UEFA dan FIFA telah bersalah karena menyalahgunakan otoritasnya.

Kabarnya, kancah sepakbola yang menandingi Liga Champions ini bisa mulai digelar pada musim 2024-2025 mendatang. Namun, berbagai pihak masih memberikan penentangannya terhadap ajang ini.
FIGC merupakan salah satu di antaranya. Bahkan, mereka bakal memberi hukuman yang keras kepada klub-klub Italia yang masih ngotot menginginkan Super League.

BACA JUGA:
Liverpool, AC Milan, hingga Juventus Masih Belum Tentukan Pilihan Terkait European Super League

FIGC bakal meminta klub-klub untuk mengisi penolakan dan tidak berkompetisi dalam ajang yang tidak diakui oleh FIFA, UEFA, dan FIGC. Dalam hal ini, mengacu kepada Super League, yang tidak berada di bawah badan otoritas sepakbola tersebut.&amp;ldquo;Klub harus, selambat-lambatnya pada batas waktu yang ditentukan, 4 Juni 2024, memenuhi persyaratan berikut: menyetor aplikasi untuk masuk ke kejuaraan dengan Liga Nasional Profesional Serie A, juga melalui email resmi Serie A 2024-2024, yang berisi permintaan pemberian Lisensi Nasional dan komitmen tidak berpartisipasi dalam ajang yang diselenggarakan oleh asosiasi swasta yang tidak diakui oleh FIFA, UEFA, dan FIGC,&amp;rdquo; demikian pernyataan resmi FIGC, dilansir Sky Sport.

Pada saat penggagasan, ada tiga dari 12 klub Italia yang terlibat, yaitu Juventus, Inter Milan, dan AC Milan, namun ketiganya sudah mengundurkan diri. Sejauh ini, ketiga tim belum menyatakan dukungan kembali untuk pagelaran Super League.

BACA JUGA:
Hasil Liga Italia 2023-2024 Semalam: Genoa vs Inter Milan 1-1, Napoli vs Monza 0-0

Napoli merupakan satu-satunya klub Italia yang sudah memberikan indikasi bakal ikut Super League jika kompetisi ini digelar. Jika memang demikian, maka Napoli berpotensi dicoret dari Liga Italia 2024-2025, sesuai dengan pernyataan resmi FIGC di atas.</description><content:encoded>NAPOLI terancam dicoret dari Liga Italia jika masih ingin bermain di European Super League. Sebab, Federasi Sepakbola Italia (FIGC) akan melarang klub-klub Italia untuk bermain di kancah sepakbola tandingan UEFA tersebut.
Gairah Super League untuk menggelar kompetisi mereka sendiri mendapatkan lampu hijau pada pekan lalu. Sebab, Pengadilan Uni Eropa memberi vonis bahwa UEFA dan FIFA telah bersalah karena menyalahgunakan otoritasnya.

Kabarnya, kancah sepakbola yang menandingi Liga Champions ini bisa mulai digelar pada musim 2024-2025 mendatang. Namun, berbagai pihak masih memberikan penentangannya terhadap ajang ini.
FIGC merupakan salah satu di antaranya. Bahkan, mereka bakal memberi hukuman yang keras kepada klub-klub Italia yang masih ngotot menginginkan Super League.

BACA JUGA:
Liverpool, AC Milan, hingga Juventus Masih Belum Tentukan Pilihan Terkait European Super League

FIGC bakal meminta klub-klub untuk mengisi penolakan dan tidak berkompetisi dalam ajang yang tidak diakui oleh FIFA, UEFA, dan FIGC. Dalam hal ini, mengacu kepada Super League, yang tidak berada di bawah badan otoritas sepakbola tersebut.&amp;ldquo;Klub harus, selambat-lambatnya pada batas waktu yang ditentukan, 4 Juni 2024, memenuhi persyaratan berikut: menyetor aplikasi untuk masuk ke kejuaraan dengan Liga Nasional Profesional Serie A, juga melalui email resmi Serie A 2024-2024, yang berisi permintaan pemberian Lisensi Nasional dan komitmen tidak berpartisipasi dalam ajang yang diselenggarakan oleh asosiasi swasta yang tidak diakui oleh FIFA, UEFA, dan FIGC,&amp;rdquo; demikian pernyataan resmi FIGC, dilansir Sky Sport.

Pada saat penggagasan, ada tiga dari 12 klub Italia yang terlibat, yaitu Juventus, Inter Milan, dan AC Milan, namun ketiganya sudah mengundurkan diri. Sejauh ini, ketiga tim belum menyatakan dukungan kembali untuk pagelaran Super League.

BACA JUGA:
Hasil Liga Italia 2023-2024 Semalam: Genoa vs Inter Milan 1-1, Napoli vs Monza 0-0

Napoli merupakan satu-satunya klub Italia yang sudah memberikan indikasi bakal ikut Super League jika kompetisi ini digelar. Jika memang demikian, maka Napoli berpotensi dicoret dari Liga Italia 2024-2025, sesuai dengan pernyataan resmi FIGC di atas.</content:encoded></item></channel></rss>
