<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Soal Rencana Gelar European Super League, Presiden La Liga Buka Suara </title><description>Presiden La Liga Buka Suara soal Rencana Gelar European Super League</description><link>https://bola.okezone.com/read/2023/12/23/46/2943506/soal-rencana-gelar-european-super-league-presiden-la-liga-buka-suara</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2023/12/23/46/2943506/soal-rencana-gelar-european-super-league-presiden-la-liga-buka-suara"/><item><title>Soal Rencana Gelar European Super League, Presiden La Liga Buka Suara </title><link>https://bola.okezone.com/read/2023/12/23/46/2943506/soal-rencana-gelar-european-super-league-presiden-la-liga-buka-suara</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2023/12/23/46/2943506/soal-rencana-gelar-european-super-league-presiden-la-liga-buka-suara</guid><pubDate>Sabtu 23 Desember 2023 03:07 WIB</pubDate><dc:creator>Basudiwa Supraja</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/12/22/46/2943506/soal-rencana-gelar-european-super-league-presiden-la-liga-buka-suara-7fzlyNbT98.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Javier Tebas soroti penyelenggaraan European Super League. (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/12/22/46/2943506/soal-rencana-gelar-european-super-league-presiden-la-liga-buka-suara-7fzlyNbT98.jpg</image><title>Javier Tebas soroti penyelenggaraan European Super League. (Foto: Reuters)</title></images><description>PRESIDEN La Liga, Javier Tebas, buka suara soal adanya rencana menggelar European Super League atau Liga Super Eropa. Menurutnya, ajang European Super League tidak mungkin bisa terjadi secara hukum.
Proyek itu dianggap hanya menguntungkan sebagian pihak saja. Selain itu, European Super League dinilai seolah-olah membuat sepakbola Eropa jauh lebih elite ketimbang jadi olahraga terbuka.

Tidak hanya itu, proyek kompetisi ini dipandang hanya akan memperkaya klub yang sudah kaya saja. Pasalnya, sejumlah keputusan dipusatkan di tangan beberapa tim.
&quot;Ini tidak berkelanjutan secara ekonomi. Sepakbola gratis tidak mungkin terjadi, itu akan menjadi kegagalan ekonomi. Anda tidak bisa membodohi orang dengan mengatakan bahwa sepakbola itu gratis,&quot; ungkap Tebas, dipetik dari Football Espana, Sabtu (23/12/2023).

BACA JUGA:
Dukung European Super League, Carlo Ancelotti: Kompetisi Ini Berikan Hal Positif untuk Klub dan Pemain


&amp;ldquo;Saya bertaruh 100 kali makan malam bahwa kita tidak akan melihat European Super League dalam jangka pendek atau menengah. Tidak akan ada European Super League dalam jangka pendek, menengah, atau panjang. Secara hukum, hal itu tidak mungkin terjadi,&amp;rdquo; lanjutnya.Sekadar informasi, wacana European Super League sudah ada sejak 2021. European Super League mulanya diikuti oleh 16 tim dengan 11 tim di antaranya merupakan prakarsa dari liga tersebut.
Mereka akan meninggalkan liga domestik asal negara masing-masing. Tidak hanya itu, mereka juga melepas seluruh kompetisi di bawah payung UEFA dan FIFA.

BACA JUGA:
European Super League Usung Format Baru: Diikuti 64 Klub, Dibagi ke 3 Kasta!


Namun kini, format tersebut berubah. Sebanyak 64 tim direncanakan masuk proyek tersebut yang dibagi dalam tiga kasta.</description><content:encoded>PRESIDEN La Liga, Javier Tebas, buka suara soal adanya rencana menggelar European Super League atau Liga Super Eropa. Menurutnya, ajang European Super League tidak mungkin bisa terjadi secara hukum.
Proyek itu dianggap hanya menguntungkan sebagian pihak saja. Selain itu, European Super League dinilai seolah-olah membuat sepakbola Eropa jauh lebih elite ketimbang jadi olahraga terbuka.

Tidak hanya itu, proyek kompetisi ini dipandang hanya akan memperkaya klub yang sudah kaya saja. Pasalnya, sejumlah keputusan dipusatkan di tangan beberapa tim.
&quot;Ini tidak berkelanjutan secara ekonomi. Sepakbola gratis tidak mungkin terjadi, itu akan menjadi kegagalan ekonomi. Anda tidak bisa membodohi orang dengan mengatakan bahwa sepakbola itu gratis,&quot; ungkap Tebas, dipetik dari Football Espana, Sabtu (23/12/2023).

BACA JUGA:
Dukung European Super League, Carlo Ancelotti: Kompetisi Ini Berikan Hal Positif untuk Klub dan Pemain


&amp;ldquo;Saya bertaruh 100 kali makan malam bahwa kita tidak akan melihat European Super League dalam jangka pendek atau menengah. Tidak akan ada European Super League dalam jangka pendek, menengah, atau panjang. Secara hukum, hal itu tidak mungkin terjadi,&amp;rdquo; lanjutnya.Sekadar informasi, wacana European Super League sudah ada sejak 2021. European Super League mulanya diikuti oleh 16 tim dengan 11 tim di antaranya merupakan prakarsa dari liga tersebut.
Mereka akan meninggalkan liga domestik asal negara masing-masing. Tidak hanya itu, mereka juga melepas seluruh kompetisi di bawah payung UEFA dan FIFA.

BACA JUGA:
European Super League Usung Format Baru: Diikuti 64 Klub, Dibagi ke 3 Kasta!


Namun kini, format tersebut berubah. Sebanyak 64 tim direncanakan masuk proyek tersebut yang dibagi dalam tiga kasta.</content:encoded></item></channel></rss>
