<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bambang Pamungkas Ingatkan Naturalisasi Pemain Harus Dibarengi Pembinaan Usia Dini!</title><description>Bambang Pamungkas kembali menekankan pentingnya pembinaan usia dini di tengah gencarnya naturalisasi pemain.</description><link>https://bola.okezone.com/read/2023/12/11/51/2936331/bambang-pamungkas-ingatkan-naturalisasi-pemain-harus-dibarengi-pembinaan-usia-dini</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2023/12/11/51/2936331/bambang-pamungkas-ingatkan-naturalisasi-pemain-harus-dibarengi-pembinaan-usia-dini"/><item><title>Bambang Pamungkas Ingatkan Naturalisasi Pemain Harus Dibarengi Pembinaan Usia Dini!</title><link>https://bola.okezone.com/read/2023/12/11/51/2936331/bambang-pamungkas-ingatkan-naturalisasi-pemain-harus-dibarengi-pembinaan-usia-dini</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2023/12/11/51/2936331/bambang-pamungkas-ingatkan-naturalisasi-pemain-harus-dibarengi-pembinaan-usia-dini</guid><pubDate>Senin 11 Desember 2023 05:47 WIB</pubDate><dc:creator>Ilham Sigit Pratama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/12/11/51/2936331/bambang-pamungkas-ingatkan-naturalisasi-pemain-harus-dibarengi-pembinaan-usia-dini-EwllLpKF41.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Bambang Pamungkas mengingatkan naturalisasi pemain harus dibarengi dengan pembinaan usia dini (Foto: Instagram/@bepe20)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/12/11/51/2936331/bambang-pamungkas-ingatkan-naturalisasi-pemain-harus-dibarengi-pembinaan-usia-dini-EwllLpKF41.jpg</image><title>Bambang Pamungkas mengingatkan naturalisasi pemain harus dibarengi dengan pembinaan usia dini (Foto: Instagram/@bepe20)</title></images><description>JAKARTA - Legenda Timnas Indonesia, Bambang Pamungkas, kembali menekankan pentingnya pembinaan usia dini di tengah gencarnya naturalisasi pemain keturunan. Menurutnya, kedua hal itu bisa berjalan beriringan.
Sebagaimana diketahui, Timnas Indonesia bakal kembali kedatangan tiga calon naturalisasi. Mereka adalah Jay Idzes, Nathan Tjoe-A-On, hingga Ragnar Oratmangoen.

Sebelumnya, sudah ada enam penggawa naturalisasi di Timnas Indonesia. Selain Marc Klok yang merupakan nama lawas, sudah ada Jordi Amat, Sandy Walsh, Shayne Pattynama, Ivar Jenner, Rafael Struick, dan teranyar Justin Hubner.
Di tengah gencarnya proses naturalisasi pemain keturunan, Bambang kembali menekankan pentingnya prospek jangka panjang, yakni pembinaan usia dini. Dia menyebut perlu ada keseimbangan antara program naturalisasi dan pembinaan usia dini dalam penguatan Timnas Indonesia.
&amp;ldquo;Naturalisasi itu bukan hal yang salah, toh bukan melanggar aturan, toh memang setiap negara di dunia juga melakukan hal itu, permasalahannya kita harus balance dalam melakukan hal itu,&amp;rdquo; kata Bepe -sapaan akrabnya- dikutip pada podcast Sport 77 Official, Senin (11/12/2023).

BACA JUGA:
Penyebab FIFA Tak Izinkan Indonesia Naturalisasi Winger Tajam Jaden Montnor

&amp;ldquo;Artinya naturalisasi kan hanya menyiapkan tim hanya dalam waktu pendek, lebih dari itu, kita harus menyiapkan pesepakbola muda kita,&quot; imbuh pria berusia 43 tahun itu.
Bambang mengingatkan sepakbola Indonesia tidak boleh ketergantungan pada naturalisasi. Menurutnya, proses itu idealnya hanya menjadi pelengkap yang menutupi kekurangan skuad Garuda.&amp;ldquo;Artinya harus ada keseimbangan, dimana naturalisasi dilakukan tapi pembinaan usia dini dilakukan, karena masa depan sepakbola tuh itu, bukan di sininya. Makanya kalau hanya jangka pendek yang dilakukan, akhirnya itu hanya menjadi kebutuhan terus menerus,&amp;rdquo; tukas Bepe.
&amp;ldquo;Idealnya adalah kita memiliki sebuah tim yang berasal dari pembinaan usia dini yang baik, dilengkapi dengan jangka pendek tadi itu, misalnya striker yang bagus, itu boleh melengkapi,&amp;rdquo; ujar mantan kapten Timnas Indonesia itu.

Bambang mengingatkan naturalisasi tidak boleh dominan di Timnas Indonesia. Dia yakin Tim Merah Putih bisa bertambah kuat jika naturalisasi dipadukan dengan bintang lokal yang berasal dari pembinaan usia dini.

BACA JUGA:
Ragnar Oratmangoen Tak Menyangka Susul Jay Idzes Dinaturalisasi Jadi WNI

&amp;ldquo;Tapi kemudian itu tidak boleh menjadi hal yang terlalu superior, jadi kalau perpaduan ini seimbang, maka Timnas ini akan bagus,&amp;rdquo; tandasnya.
</description><content:encoded>JAKARTA - Legenda Timnas Indonesia, Bambang Pamungkas, kembali menekankan pentingnya pembinaan usia dini di tengah gencarnya naturalisasi pemain keturunan. Menurutnya, kedua hal itu bisa berjalan beriringan.
Sebagaimana diketahui, Timnas Indonesia bakal kembali kedatangan tiga calon naturalisasi. Mereka adalah Jay Idzes, Nathan Tjoe-A-On, hingga Ragnar Oratmangoen.

Sebelumnya, sudah ada enam penggawa naturalisasi di Timnas Indonesia. Selain Marc Klok yang merupakan nama lawas, sudah ada Jordi Amat, Sandy Walsh, Shayne Pattynama, Ivar Jenner, Rafael Struick, dan teranyar Justin Hubner.
Di tengah gencarnya proses naturalisasi pemain keturunan, Bambang kembali menekankan pentingnya prospek jangka panjang, yakni pembinaan usia dini. Dia menyebut perlu ada keseimbangan antara program naturalisasi dan pembinaan usia dini dalam penguatan Timnas Indonesia.
&amp;ldquo;Naturalisasi itu bukan hal yang salah, toh bukan melanggar aturan, toh memang setiap negara di dunia juga melakukan hal itu, permasalahannya kita harus balance dalam melakukan hal itu,&amp;rdquo; kata Bepe -sapaan akrabnya- dikutip pada podcast Sport 77 Official, Senin (11/12/2023).

BACA JUGA:
Penyebab FIFA Tak Izinkan Indonesia Naturalisasi Winger Tajam Jaden Montnor

&amp;ldquo;Artinya naturalisasi kan hanya menyiapkan tim hanya dalam waktu pendek, lebih dari itu, kita harus menyiapkan pesepakbola muda kita,&quot; imbuh pria berusia 43 tahun itu.
Bambang mengingatkan sepakbola Indonesia tidak boleh ketergantungan pada naturalisasi. Menurutnya, proses itu idealnya hanya menjadi pelengkap yang menutupi kekurangan skuad Garuda.&amp;ldquo;Artinya harus ada keseimbangan, dimana naturalisasi dilakukan tapi pembinaan usia dini dilakukan, karena masa depan sepakbola tuh itu, bukan di sininya. Makanya kalau hanya jangka pendek yang dilakukan, akhirnya itu hanya menjadi kebutuhan terus menerus,&amp;rdquo; tukas Bepe.
&amp;ldquo;Idealnya adalah kita memiliki sebuah tim yang berasal dari pembinaan usia dini yang baik, dilengkapi dengan jangka pendek tadi itu, misalnya striker yang bagus, itu boleh melengkapi,&amp;rdquo; ujar mantan kapten Timnas Indonesia itu.

Bambang mengingatkan naturalisasi tidak boleh dominan di Timnas Indonesia. Dia yakin Tim Merah Putih bisa bertambah kuat jika naturalisasi dipadukan dengan bintang lokal yang berasal dari pembinaan usia dini.

BACA JUGA:
Ragnar Oratmangoen Tak Menyangka Susul Jay Idzes Dinaturalisasi Jadi WNI

&amp;ldquo;Tapi kemudian itu tidak boleh menjadi hal yang terlalu superior, jadi kalau perpaduan ini seimbang, maka Timnas ini akan bagus,&amp;rdquo; tandasnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
