<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>IFAB Bakal Perkenalkan Aturan Baru soal Kartu Oranye di Sepakbola, Begini Penjelasannya!</title><description>IFAB Bakal Perkenalkan Aturan Baru soal Kartu Oranye di Sepakbola</description><link>https://bola.okezone.com/read/2023/11/29/51/2929697/ifab-bakal-perkenalkan-aturan-baru-soal-kartu-oranye-di-sepakbola-begini-penjelasannya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2023/11/29/51/2929697/ifab-bakal-perkenalkan-aturan-baru-soal-kartu-oranye-di-sepakbola-begini-penjelasannya"/><item><title>IFAB Bakal Perkenalkan Aturan Baru soal Kartu Oranye di Sepakbola, Begini Penjelasannya!</title><link>https://bola.okezone.com/read/2023/11/29/51/2929697/ifab-bakal-perkenalkan-aturan-baru-soal-kartu-oranye-di-sepakbola-begini-penjelasannya</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2023/11/29/51/2929697/ifab-bakal-perkenalkan-aturan-baru-soal-kartu-oranye-di-sepakbola-begini-penjelasannya</guid><pubDate>Rabu 29 November 2023 21:13 WIB</pubDate><dc:creator>Ilham Sigit Pratama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/11/29/51/2929697/ifab-bakal-perkenalkan-aturan-baru-soal-kartu-oranye-di-sepakbola-begini-penjelasannya-c4PAEqW6Ma.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kartu merah di sepakbola. (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/11/29/51/2929697/ifab-bakal-perkenalkan-aturan-baru-soal-kartu-oranye-di-sepakbola-begini-penjelasannya-c4PAEqW6Ma.jpg</image><title>Kartu merah di sepakbola. (Foto: Reuters)</title></images><description>DEWAN Sepakbola Internasional (IFAB) bakal memperkenalkan aturan baru soal kartu oranye di sepakbola. Lalu, bagaimana penjelasan soal penerapan kartu oranye ini?
Dilansir The Sun, Rabu (29/11/2023), penggunaan kartu oranye sudah disetujui dan kabarnya akan diuji coba pada awal musim depan. Adapun kartu oranye yang dimaksud adalah hukuman yang lebih berat dari kartu kuning, namun belum layak diganjar kartu merah.

Artinya, level disiplin kartu oranye berada di tengah-tengah antara kartu kuning dan merah. Namun rupanya, kartu oranye tidak akan benar-benar diperlihatkan kepada pemain.
Para pemain yang diganjar hukuman tersebut diharuskan lebih dulu ke tepi lapangan selama 10 menit. Itu artinya, sebuah tim yang diganjar hukuman itu akan kalah jumlah pemain, hanya dalam waktu 10 menit.

BACA JUGA:
5 Pesepakbola Top Dunia yang Khianati Negara Kelahirannya demi Perkuat Tim Nasional Lain, Nomor 1 Sahabat Cristiano Ronaldo!


Pelanggaran kartu oranye bisa meliputi berbagai hal, seperti kata-kata kasar hingga protes berlebihan. Selain itu, menarik jersey pemain lawan juga bisa diganjar kartu tersebut.
Tentu saja, laga akan berjalan menarik jika aturan baru tersebut benar-benar diberlakukan. Aturan baru tersebut bertujuan untuk mengurangi wasit-wasit yang terlalu ringan mengeluarkan kartu.
Sebelum diusulkan di sepakbola, cabang olahraga rugby lebih dulu memberlakukan kartu oranye. Pada rugby, pemain yang diganjar kartu oranye harus keluar selama 10 menit, kemudian diizinkan bermain kembali.Usulan kartu oranye sejatinya sudah ada sejak 2015. Wasit legendaris, Pierluigi Collina, jadi sosok yang pertama kali memberikan usulan tersebut.
Namun saat itu, usulan Collina bukan kartu berwarna oranye, melainkan putih. Dia mengaku jengah dengan perilaku pemain yang kerap protes berlebihan.

&amp;ldquo;Penting untuk memberikan pesan, menurut saya, melakukan simulasi di lapangan bukanlah pesan positif,&amp;rdquo; kata Collina dilansir The Standard.

BACA JUGA:
Piala Dunia U-17 2023 Segera Berakhir, Erick Thohir Ajak Pencinta Sepakbola Indonesia Ramaikan Partai Final


&amp;ldquo;Menurut saya bukan pesan positif jika pemain selalu mengeluh, memprotes keputusan wasit,&amp;rdquo; ujar pria berkepala pelontos tersebut.</description><content:encoded>DEWAN Sepakbola Internasional (IFAB) bakal memperkenalkan aturan baru soal kartu oranye di sepakbola. Lalu, bagaimana penjelasan soal penerapan kartu oranye ini?
Dilansir The Sun, Rabu (29/11/2023), penggunaan kartu oranye sudah disetujui dan kabarnya akan diuji coba pada awal musim depan. Adapun kartu oranye yang dimaksud adalah hukuman yang lebih berat dari kartu kuning, namun belum layak diganjar kartu merah.

Artinya, level disiplin kartu oranye berada di tengah-tengah antara kartu kuning dan merah. Namun rupanya, kartu oranye tidak akan benar-benar diperlihatkan kepada pemain.
Para pemain yang diganjar hukuman tersebut diharuskan lebih dulu ke tepi lapangan selama 10 menit. Itu artinya, sebuah tim yang diganjar hukuman itu akan kalah jumlah pemain, hanya dalam waktu 10 menit.

BACA JUGA:
5 Pesepakbola Top Dunia yang Khianati Negara Kelahirannya demi Perkuat Tim Nasional Lain, Nomor 1 Sahabat Cristiano Ronaldo!


Pelanggaran kartu oranye bisa meliputi berbagai hal, seperti kata-kata kasar hingga protes berlebihan. Selain itu, menarik jersey pemain lawan juga bisa diganjar kartu tersebut.
Tentu saja, laga akan berjalan menarik jika aturan baru tersebut benar-benar diberlakukan. Aturan baru tersebut bertujuan untuk mengurangi wasit-wasit yang terlalu ringan mengeluarkan kartu.
Sebelum diusulkan di sepakbola, cabang olahraga rugby lebih dulu memberlakukan kartu oranye. Pada rugby, pemain yang diganjar kartu oranye harus keluar selama 10 menit, kemudian diizinkan bermain kembali.Usulan kartu oranye sejatinya sudah ada sejak 2015. Wasit legendaris, Pierluigi Collina, jadi sosok yang pertama kali memberikan usulan tersebut.
Namun saat itu, usulan Collina bukan kartu berwarna oranye, melainkan putih. Dia mengaku jengah dengan perilaku pemain yang kerap protes berlebihan.

&amp;ldquo;Penting untuk memberikan pesan, menurut saya, melakukan simulasi di lapangan bukanlah pesan positif,&amp;rdquo; kata Collina dilansir The Standard.

BACA JUGA:
Piala Dunia U-17 2023 Segera Berakhir, Erick Thohir Ajak Pencinta Sepakbola Indonesia Ramaikan Partai Final


&amp;ldquo;Menurut saya bukan pesan positif jika pemain selalu mengeluh, memprotes keputusan wasit,&amp;rdquo; ujar pria berkepala pelontos tersebut.</content:encoded></item></channel></rss>
