<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bima Sakti Curhat Soal Tekanan Mentalnya Selama Piala Dunia U-17 2023</title><description>Timnas Indonesia U-17 gagal lolos dari fase grup Piala Dunia U-17 2023.</description><link>https://bola.okezone.com/read/2023/11/26/51/2927311/bima-sakti-curhat-soal-tekanan-mentalnya-selama-piala-dunia-u-17-2023</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2023/11/26/51/2927311/bima-sakti-curhat-soal-tekanan-mentalnya-selama-piala-dunia-u-17-2023"/><item><title>Bima Sakti Curhat Soal Tekanan Mentalnya Selama Piala Dunia U-17 2023</title><link>https://bola.okezone.com/read/2023/11/26/51/2927311/bima-sakti-curhat-soal-tekanan-mentalnya-selama-piala-dunia-u-17-2023</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2023/11/26/51/2927311/bima-sakti-curhat-soal-tekanan-mentalnya-selama-piala-dunia-u-17-2023</guid><pubDate>Minggu 26 November 2023 03:15 WIB</pubDate><dc:creator>Ilham Sigit Pratama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/11/26/51/2927311/bima-sakti-curhat-soal-tekanan-mentalnya-selama-piala-dunia-u-17-2023-4RHzuyRop4.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pelatih Timnas Indonesia U-17, Bima Sakti (Foto: PSSI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/11/26/51/2927311/bima-sakti-curhat-soal-tekanan-mentalnya-selama-piala-dunia-u-17-2023-4RHzuyRop4.jpg</image><title>Pelatih Timnas Indonesia U-17, Bima Sakti (Foto: PSSI)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Pelatih Timnas Indonesia U-17, Bima Sakti curhat soal tekanan mentalnya selama Piala Dunai U-17 2023 kepada anggota Komite Eksekutif PSSI, Arya Sinulingga. Bima menceritakan banyak hal, mulai dari gangguan kecemasan jelang laga kontra Ekuador U-17, hingga diserbu psywar para pemain Maroko U-17 saat berpapasan di lift.
Bima Sakti telah menyelesaikan tugas maha berat di Piala Dunia U-17 2023. Betapa tidak, dengan persiapan yang hanya empat bulan, Bima Sakti harus mengasuh Timnas Indonesia U-17 di tengah ekspektasi dan tekanan tinggi masyarakat.

Terlebih, Garuda Asia berada satu grup dengan Ekuador U-17 dan Maroko U-17 yang unggul segalanya di atas Timnas Indonesia U-17. Saat berdiskusi dengan Arya Sinulingga, Bima Sakti curhat dirinya tidak bisa tidur jelang laga pembuka, karena cemas timnya bakal jadi korban pembantaian Ekuador U-17.
&amp;ldquo;Saya terus terang tanggal 9 November itu, tanggal 10 kita main kan, saya gak bisa tidur itu pak, saya pikir &amp;lsquo;wah ini lawannya Ekuador&amp;rsquo;, kita analisa mainnya, &amp;lsquo;waduh gak ada celahnya ini&amp;rsquo;&amp;rdquo; kata Bima dikutip kanal Youtube Bebas Podcast ID, Sabtu (25/11/2023).

BACA JUGA:
Terungkap, Kondisi Timnas Indonesia U-17 saat Tahu Gagal Lolos ke 16 Besar Piala Dunia U-17 2023

&amp;ldquo;Pertandingan pertama itu biasa pak, pasti dimana-mana (grogi), apalagi sekelas Piala Dunia, lawan Ekuador yang notabene langganan Piala Dunia di semua level,&amp;rdquo; ujarnya menambahkan.
&amp;ldquo;Di pertandingan pertama itu memang tegang semua, beberapa pemain ada yang sampai kram, ini waduh, berapa-berapa ini saya pikir, saya kepikirannya udah bisa lebih dari 5-0 ini,&amp;rdquo; lanjut legenda Timnas Indonesia ini.

BACA JUGA:
Kiprah Welber Jardim untuk Timnas Indonesia U-17 di Piala Dunia U-17 2023 Bikin Pengamat Sepakbola Terkagum-kagum

Timnas Indonesia U-17 bisa menahan imbang Ekuador U-17 dan Panama U-17 dengan skor identik yakni 1-1. Kemudian tiba laga penentuan menghadapi Maroko U-17.
Jelang laga itu, Bima Sakti kena psywar oleh pelatih Maroko U-17, Said Chiba. Bima kaget saat mendengar Chiba memamerkan persiapan Maroko U-17 yang memakan waktu hingga dua tahun.Tak sampai di situ, Bima menceritakan momen dirinya berpapasan dengan para pemain Maroko U-17 di lift. Awalnya, Bima berinisiatif basa-basi dengan membuka topik obrolan dengan salah satu pemain, yakni Mohamed Hamony
&amp;ldquo;Kemudian gak sengaja, satu lift kita sama pemain-pemainnya (Maroko U-17), saya tanya ke nomor 18 (Mohamed Hamony), yang agak gimbal yang kencang banget,&amp;rdquo; ujar Bima.

Niat hati ingin beramah tamah, Bima Sakti malah diserbu psywar. Pasalnya, para pemain Maroko U-17 malah memamerkan klub asal masing-masing, yang banyak berasal dari klub elite Eropa.
&amp;ldquo;Saya tanya (kepada Hamony), &amp;lsquo;kamu main di PSG?&amp;rsquo; dia jawab &amp;lsquo;no&amp;rsquo; &amp;lsquo;kamu main dimana? (Bima Sakti bertanya)&amp;rsquo;, &amp;lsquo;saya main di Prancis&amp;rsquo;, kemudian &amp;lsquo;coach, coach, dia tuh main di Juventus&amp;rsquo;, saya kaget,&amp;rdquo; ndak lama, &amp;lsquo;dia dari Ajax Amsterdam&amp;rsquo;&amp;rdquo; curhat Bima.

BACA JUGA:
Evaluasi Timnas Indonesia, PSSI Segera Panggil Bima Sakti dan Shin Tae-yong

Bima Sakti menghadapi situasi itu dengan kepala dingin. Dia malah membalas psywar para pemain Maroko U-17 dengan bercanda.
&amp;ldquo;&amp;rsquo;Eh saya punya juga, (Riski) Afrisal, nomor 11, dia main di MU juga, Madura United tapi&amp;rsquo; saya bilang, ketawa semua mereka, bingung, kan MU juga, saya membesarkan hati ya itu aja kemarin, mereka main di Juventus, Ajax,&amp;rdquo; tandasnya.

</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Pelatih Timnas Indonesia U-17, Bima Sakti curhat soal tekanan mentalnya selama Piala Dunai U-17 2023 kepada anggota Komite Eksekutif PSSI, Arya Sinulingga. Bima menceritakan banyak hal, mulai dari gangguan kecemasan jelang laga kontra Ekuador U-17, hingga diserbu psywar para pemain Maroko U-17 saat berpapasan di lift.
Bima Sakti telah menyelesaikan tugas maha berat di Piala Dunia U-17 2023. Betapa tidak, dengan persiapan yang hanya empat bulan, Bima Sakti harus mengasuh Timnas Indonesia U-17 di tengah ekspektasi dan tekanan tinggi masyarakat.

Terlebih, Garuda Asia berada satu grup dengan Ekuador U-17 dan Maroko U-17 yang unggul segalanya di atas Timnas Indonesia U-17. Saat berdiskusi dengan Arya Sinulingga, Bima Sakti curhat dirinya tidak bisa tidur jelang laga pembuka, karena cemas timnya bakal jadi korban pembantaian Ekuador U-17.
&amp;ldquo;Saya terus terang tanggal 9 November itu, tanggal 10 kita main kan, saya gak bisa tidur itu pak, saya pikir &amp;lsquo;wah ini lawannya Ekuador&amp;rsquo;, kita analisa mainnya, &amp;lsquo;waduh gak ada celahnya ini&amp;rsquo;&amp;rdquo; kata Bima dikutip kanal Youtube Bebas Podcast ID, Sabtu (25/11/2023).

BACA JUGA:
Terungkap, Kondisi Timnas Indonesia U-17 saat Tahu Gagal Lolos ke 16 Besar Piala Dunia U-17 2023

&amp;ldquo;Pertandingan pertama itu biasa pak, pasti dimana-mana (grogi), apalagi sekelas Piala Dunia, lawan Ekuador yang notabene langganan Piala Dunia di semua level,&amp;rdquo; ujarnya menambahkan.
&amp;ldquo;Di pertandingan pertama itu memang tegang semua, beberapa pemain ada yang sampai kram, ini waduh, berapa-berapa ini saya pikir, saya kepikirannya udah bisa lebih dari 5-0 ini,&amp;rdquo; lanjut legenda Timnas Indonesia ini.

BACA JUGA:
Kiprah Welber Jardim untuk Timnas Indonesia U-17 di Piala Dunia U-17 2023 Bikin Pengamat Sepakbola Terkagum-kagum

Timnas Indonesia U-17 bisa menahan imbang Ekuador U-17 dan Panama U-17 dengan skor identik yakni 1-1. Kemudian tiba laga penentuan menghadapi Maroko U-17.
Jelang laga itu, Bima Sakti kena psywar oleh pelatih Maroko U-17, Said Chiba. Bima kaget saat mendengar Chiba memamerkan persiapan Maroko U-17 yang memakan waktu hingga dua tahun.Tak sampai di situ, Bima menceritakan momen dirinya berpapasan dengan para pemain Maroko U-17 di lift. Awalnya, Bima berinisiatif basa-basi dengan membuka topik obrolan dengan salah satu pemain, yakni Mohamed Hamony
&amp;ldquo;Kemudian gak sengaja, satu lift kita sama pemain-pemainnya (Maroko U-17), saya tanya ke nomor 18 (Mohamed Hamony), yang agak gimbal yang kencang banget,&amp;rdquo; ujar Bima.

Niat hati ingin beramah tamah, Bima Sakti malah diserbu psywar. Pasalnya, para pemain Maroko U-17 malah memamerkan klub asal masing-masing, yang banyak berasal dari klub elite Eropa.
&amp;ldquo;Saya tanya (kepada Hamony), &amp;lsquo;kamu main di PSG?&amp;rsquo; dia jawab &amp;lsquo;no&amp;rsquo; &amp;lsquo;kamu main dimana? (Bima Sakti bertanya)&amp;rsquo;, &amp;lsquo;saya main di Prancis&amp;rsquo;, kemudian &amp;lsquo;coach, coach, dia tuh main di Juventus&amp;rsquo;, saya kaget,&amp;rdquo; ndak lama, &amp;lsquo;dia dari Ajax Amsterdam&amp;rsquo;&amp;rdquo; curhat Bima.

BACA JUGA:
Evaluasi Timnas Indonesia, PSSI Segera Panggil Bima Sakti dan Shin Tae-yong

Bima Sakti menghadapi situasi itu dengan kepala dingin. Dia malah membalas psywar para pemain Maroko U-17 dengan bercanda.
&amp;ldquo;&amp;rsquo;Eh saya punya juga, (Riski) Afrisal, nomor 11, dia main di MU juga, Madura United tapi&amp;rsquo; saya bilang, ketawa semua mereka, bingung, kan MU juga, saya membesarkan hati ya itu aja kemarin, mereka main di Juventus, Ajax,&amp;rdquo; tandasnya.

</content:encoded></item></channel></rss>
