<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tak Ada Bukti, Kasus Dugaan Kongkalikong Gianni infantino dengan Jaksa Agung Swiss Ditutup</title><description>Tak ada bukti, kasus kongkalikong yang menyeret Presiden FIFA Gianni Infantino dengan Jaksa Agung Swiss ditutup.</description><link>https://bola.okezone.com/read/2023/10/27/51/2909457/tak-ada-bukti-kasus-dugaan-kongkalikong-gianni-infantino-dengan-jaksa-agung-swiss-ditutup</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2023/10/27/51/2909457/tak-ada-bukti-kasus-dugaan-kongkalikong-gianni-infantino-dengan-jaksa-agung-swiss-ditutup"/><item><title>Tak Ada Bukti, Kasus Dugaan Kongkalikong Gianni infantino dengan Jaksa Agung Swiss Ditutup</title><link>https://bola.okezone.com/read/2023/10/27/51/2909457/tak-ada-bukti-kasus-dugaan-kongkalikong-gianni-infantino-dengan-jaksa-agung-swiss-ditutup</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2023/10/27/51/2909457/tak-ada-bukti-kasus-dugaan-kongkalikong-gianni-infantino-dengan-jaksa-agung-swiss-ditutup</guid><pubDate>Jum'at 27 Oktober 2023 14:49 WIB</pubDate><dc:creator>Basudiwa Supraja</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/10/27/51/2909457/tak-ada-bukti-kasus-dugaan-kongkalikong-gianni-infantino-dengan-jaksa-agung-swiss-ditutup-R69pgQOami.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Presiden FIFA, Gianni Infantino, diduga melakukan kongkalikong dengan Jaksa Agung Swiss (Foto: Reuters/Asanka Brendon Ratnayake)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/10/27/51/2909457/tak-ada-bukti-kasus-dugaan-kongkalikong-gianni-infantino-dengan-jaksa-agung-swiss-ditutup-R69pgQOami.JPG</image><title>Presiden FIFA, Gianni Infantino, diduga melakukan kongkalikong dengan Jaksa Agung Swiss (Foto: Reuters/Asanka Brendon Ratnayake)</title></images><description>ZURICH - Tak ada bukti, kasus kongkalikong yang menyeret Presiden FIFA Gianni Infantino dengan Jaksa Agung Swiss Michael Lauber akhirnya ditutup. Pria berkepala plontos itu pun bebas dari segala tuduhan.
Sebagaimana diketahui, Infantino tersandung kasus pidana korupsi setelah terpilih sebagai Presiden FIFA pada 2016. Ia diduga telah melakukan pertemuan dengan Lauber pada 2017.

Lauber disebut telah melanggar tugasnya sebagai jaksa karena melakukan kebohongan dalam penyelidikan FIFA. Ia juga diduga membuat pernyataan palsu soal pertemuannya dengan Infantino.

BACA JUGA:
Penyebab Presiden FIFA Gianni Infantino Pasang Wajah Hokky Caraka

Kecurigaan semakin menguat seiring dengan keputusan Lauber mengundurkan diri sebagai Jaksa Agung Swiss pada 2019. Sementara itu, penyidikan mulai dibuka pada 2020.
Namun, kini tuduhan itu dianggap tidak berdasar. Pasalnya, pihak Kejaksaan Swiss saat ini telah memastikan tidak ada bukti kuat yang menunjukkan fakta tersebut.
Oleh karena itu, mereka pun menutup kasus Infantino tersebut. Semua kecurigaan terhadap pria berpaspor Italia itu pun terbantahkan.
&quot;Proses pidana dihentikan. Kecurigaan adanya instrumentalisasi Kantor Kejaksaan Agung Swiss oleh FIFA belum terbukti dalam penyelidikan komprehensif. Sebaliknya, kecurigaan itu terbantahkan,&quot; bunyi pernyataan resmi Kejaksaan Swiss, dipetik dari France 24, Jumat (27/10/2023).

BACA JUGA:
Presiden FIFA Gianni Infantino Kirim Pesan kepada Erick Thohir Jelang Piala Dunia U-17 2023

Infantino dinyatakan menang dalam kasus ini. Pria berkepala plontos itu pun disebut meminta agar para pelaku yang menuduhnya segera meminta maaf.
</description><content:encoded>ZURICH - Tak ada bukti, kasus kongkalikong yang menyeret Presiden FIFA Gianni Infantino dengan Jaksa Agung Swiss Michael Lauber akhirnya ditutup. Pria berkepala plontos itu pun bebas dari segala tuduhan.
Sebagaimana diketahui, Infantino tersandung kasus pidana korupsi setelah terpilih sebagai Presiden FIFA pada 2016. Ia diduga telah melakukan pertemuan dengan Lauber pada 2017.

Lauber disebut telah melanggar tugasnya sebagai jaksa karena melakukan kebohongan dalam penyelidikan FIFA. Ia juga diduga membuat pernyataan palsu soal pertemuannya dengan Infantino.

BACA JUGA:
Penyebab Presiden FIFA Gianni Infantino Pasang Wajah Hokky Caraka

Kecurigaan semakin menguat seiring dengan keputusan Lauber mengundurkan diri sebagai Jaksa Agung Swiss pada 2019. Sementara itu, penyidikan mulai dibuka pada 2020.
Namun, kini tuduhan itu dianggap tidak berdasar. Pasalnya, pihak Kejaksaan Swiss saat ini telah memastikan tidak ada bukti kuat yang menunjukkan fakta tersebut.
Oleh karena itu, mereka pun menutup kasus Infantino tersebut. Semua kecurigaan terhadap pria berpaspor Italia itu pun terbantahkan.
&quot;Proses pidana dihentikan. Kecurigaan adanya instrumentalisasi Kantor Kejaksaan Agung Swiss oleh FIFA belum terbukti dalam penyelidikan komprehensif. Sebaliknya, kecurigaan itu terbantahkan,&quot; bunyi pernyataan resmi Kejaksaan Swiss, dipetik dari France 24, Jumat (27/10/2023).

BACA JUGA:
Presiden FIFA Gianni Infantino Kirim Pesan kepada Erick Thohir Jelang Piala Dunia U-17 2023

Infantino dinyatakan menang dalam kasus ini. Pria berkepala plontos itu pun disebut meminta agar para pelaku yang menuduhnya segera meminta maaf.
</content:encoded></item></channel></rss>
