<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kontroversi Peter Withe Pernah Ejek Kualitas Timnas Indonesia Jauh Lebih Jelek daripada Timnas Thailand</title><description>Peter Withe pernah mengejek kualitas lini depan Timnas Indonesia jauh lebih jelek daripada Timnas Thailand.</description><link>https://bola.okezone.com/read/2023/10/10/51/2898314/kontroversi-peter-withe-pernah-ejek-kualitas-timnas-indonesia-jauh-lebih-jelek-daripada-timnas-thailand</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2023/10/10/51/2898314/kontroversi-peter-withe-pernah-ejek-kualitas-timnas-indonesia-jauh-lebih-jelek-daripada-timnas-thailand"/><item><title>Kontroversi Peter Withe Pernah Ejek Kualitas Timnas Indonesia Jauh Lebih Jelek daripada Timnas Thailand</title><link>https://bola.okezone.com/read/2023/10/10/51/2898314/kontroversi-peter-withe-pernah-ejek-kualitas-timnas-indonesia-jauh-lebih-jelek-daripada-timnas-thailand</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2023/10/10/51/2898314/kontroversi-peter-withe-pernah-ejek-kualitas-timnas-indonesia-jauh-lebih-jelek-daripada-timnas-thailand</guid><pubDate>Selasa 10 Oktober 2023 11:55 WIB</pubDate><dc:creator>Cahyo Yulianto</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/10/10/51/2898314/kontroversi-peter-withe-pernah-ejek-kualitas-timnas-indonesia-jauh-lebih-jelek-daripada-timnas-thailand-5oHGGxmjZ9.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Peter Withe pernah ejek kualitas Timnas Indonesia. (Foto: REUTERS)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/10/10/51/2898314/kontroversi-peter-withe-pernah-ejek-kualitas-timnas-indonesia-jauh-lebih-jelek-daripada-timnas-thailand-5oHGGxmjZ9.jpg</image><title>Peter Withe pernah ejek kualitas Timnas Indonesia. (Foto: REUTERS)</title></images><description>KONTOVERSI Peter Withe yang pernah ejek kualitas Timnas Indonesia jauh lebih jelek dari Timnas Thailand akan diulas Okezone. Pasalnya, saat ini perlahan Timnas Indonesia mulai membantah ejekan tersebut.
Nama Peter Withe tentu tidak asing bagi para pencinta sepakbola Tanah Air. Pelatih asal Inggris itu banyak malang melintang di dunia sepakbola Asia Tenggara, termasuk  menangani Timnas Indonesia. Bahkan bisa dibilang, mantan pemain Aston Villa ini merupakan salah satu pelatih yang sukses di Asia Tenggara.

(Peter Withe saat menangani Timnas Thailand)
Kesuksesan diraih Peter Withe tepatnya saat menangani Timnas Thailand. Saat itu, Peter Withe membawa skuad Gajah Perang menjuarai Piala AFF atau yang dulu masih bernama Piala Tiger sebanyak dua kali, yakni pada 2000 dan 2002.
Ia juga membawa Timnas Thailand meraih medali emas di ajang SEA Games 1999. Terakhir, mantan pemain Timnas Inggris era 80-an ini banyak melahirkan pemain legendaris Thailand seperti Kiatisuk Senamuang dan yang lainnya.
Sayangnya, prestasinya di Thailand tidak mampu ia tularkan saat menangani Timnas Indonesia pada 2004-2006. Peter Withe hanya sekali membawa Timnas Indonesia menjadi runner-up Piala Tiger 2004.
Setelahnya, Timnas Indonesia tampil hancur-hancuran di bawah kendalinya. Alih-alih menjadi lebih baik, peringkat Indonesia bahkan merosot 58 peringkat di ranking FIFA selama masa kepemimpinannya (91 ke 147 dunia).
Alhasil, pada Januari 2007 PSSI mengambil langkah tegas untuk menyudahi kerjasama dengan Peter Withe. Pria asal Inggris itu kemudian digantikan dengan pelatih asing lainnya, yakni Ivan Kolev.

BACA JUGA:
Nasib Tragis Timnas Malaysia di Piala Merdeka 2023 Setelah Enggan Undang Timnas Indonesia: 5 Negara Batal Tampil!

Bertahun-tahun berlalu, Peter Withe pada 2021 mengucapkan ejekan kontroversial dengan menyebut Timnas Indonesia jauh lebih jelek dari Timnas Thailand. Ucapan itu tidak lepas dari prestasi Timnas Indonesia yang tak kunjung membaik di kancah Asia Tenggara.Menurutnya, permasalahan Indonesia adalah karena tim-tim di liga terlalu gemar menggunakan jasa pemain asing. Alhasil, tim nasional kesulitan memiliki striker tajam haus gol.

(Peter Withe pernah berjaya bersama Timnas Thailand)
&amp;ldquo;Ketika saya menangani Indonesia klub-klub justru mengandalkan penyerang asing. Saya mengatakan ini bukan karena tidak menghormati sepakbola Indonesia. Faktanya mereka lebih suka mengandalkan pemain asing, terutama di posisi penyerang. Hal ini sangat memengaruhi kualitas personel di tim nasional,&amp;rdquo; kata Peter Withe mengutip dari Zing News.
Peter Withe juga menambahkan hal itu sangat berbeda dengan saat dirinya menangani Timnas Thailand. Saat itu, klub-klub Thailand kerap mengandalkan penyerang lokal sebagai andalan.
&amp;ldquo;Ketika saya menangani Thailand, klub-klub jarang mengandalkan penyerang asing. Hal ini membuka peluang penyerang lokal seperti Kiatisuk Senamuang dan Worrawoot Srimaka untuk berkembang,&amp;rdquo; lanjut Peter Withe.
Namun agaknya, ucapan Peter Withe tentang kualitas tim nasional terkhusus lini depan Indonesia mulai tidak berlaku. Pasalnya, Timnas Indonesia sendiri mulai memiliki sederet pemain lokal yang tajam di Timnas Indonesia.
Sebut saja Ramadhan Sananta. Pemain yang baru berusia 20 tahun itu cukup reguler tampil di Timnas Indonesia pada beberapa level. Catatan golnya juga cukup apik. Total ada 9 gol yang ia torehkan saat berseragam tim nasional di seluruh level.
Di level klub, Ia juga terbilang moncer. Ramadhan Sananta telah mencetak 5 gol dan 3 assist dari 11 penampilannya bersama Persis Solo sepanjang musim ini. Hal ini menjadikannya sebagai salah satu pemain lokal tersubur di Liga 1.

(Ramadhan Sananta, mesin gol Timnas Indonesia saat ini)
Selain Ramadhan Sananta, Timnas Indonesia juga memiliki nama-nama lain yang perlahan menunjukan tajinya di lini depan. Mulai dari Rafael Struick, Dendy Sulistyawan, Hokky Caraka hingga Dimas Drajad.
Ditambah dengan polesan taktik dari pelatih sekelas Shin Tae-yong, Timnas Indonesia kini kini telah naik level jauh dibanding saat ditangani Peter Withe dulu.  Terbukti, dalam beberapa edisi terakhir Timnas Indonesia selalu mampu mengalahkan Timnas Thailand yang dicap lebih baik oleh Peter Withe.

BACA JUGA:
Shin Tae-yong Punya 2 Pemain Naturalisasi Tambahan di Timnas Indonesia Jelang Piala Asia 2023

Timnas Indonesia juga mampu bersaing dengan tim-tim kuat di Asia bahkan dunia yang memiliki peringkat jauh di atas Indonesia. Menarik menanti perkembangan Timnas Indonesia di bawah asuhan Shin Tae-yong.</description><content:encoded>KONTOVERSI Peter Withe yang pernah ejek kualitas Timnas Indonesia jauh lebih jelek dari Timnas Thailand akan diulas Okezone. Pasalnya, saat ini perlahan Timnas Indonesia mulai membantah ejekan tersebut.
Nama Peter Withe tentu tidak asing bagi para pencinta sepakbola Tanah Air. Pelatih asal Inggris itu banyak malang melintang di dunia sepakbola Asia Tenggara, termasuk  menangani Timnas Indonesia. Bahkan bisa dibilang, mantan pemain Aston Villa ini merupakan salah satu pelatih yang sukses di Asia Tenggara.

(Peter Withe saat menangani Timnas Thailand)
Kesuksesan diraih Peter Withe tepatnya saat menangani Timnas Thailand. Saat itu, Peter Withe membawa skuad Gajah Perang menjuarai Piala AFF atau yang dulu masih bernama Piala Tiger sebanyak dua kali, yakni pada 2000 dan 2002.
Ia juga membawa Timnas Thailand meraih medali emas di ajang SEA Games 1999. Terakhir, mantan pemain Timnas Inggris era 80-an ini banyak melahirkan pemain legendaris Thailand seperti Kiatisuk Senamuang dan yang lainnya.
Sayangnya, prestasinya di Thailand tidak mampu ia tularkan saat menangani Timnas Indonesia pada 2004-2006. Peter Withe hanya sekali membawa Timnas Indonesia menjadi runner-up Piala Tiger 2004.
Setelahnya, Timnas Indonesia tampil hancur-hancuran di bawah kendalinya. Alih-alih menjadi lebih baik, peringkat Indonesia bahkan merosot 58 peringkat di ranking FIFA selama masa kepemimpinannya (91 ke 147 dunia).
Alhasil, pada Januari 2007 PSSI mengambil langkah tegas untuk menyudahi kerjasama dengan Peter Withe. Pria asal Inggris itu kemudian digantikan dengan pelatih asing lainnya, yakni Ivan Kolev.

BACA JUGA:
Nasib Tragis Timnas Malaysia di Piala Merdeka 2023 Setelah Enggan Undang Timnas Indonesia: 5 Negara Batal Tampil!

Bertahun-tahun berlalu, Peter Withe pada 2021 mengucapkan ejekan kontroversial dengan menyebut Timnas Indonesia jauh lebih jelek dari Timnas Thailand. Ucapan itu tidak lepas dari prestasi Timnas Indonesia yang tak kunjung membaik di kancah Asia Tenggara.Menurutnya, permasalahan Indonesia adalah karena tim-tim di liga terlalu gemar menggunakan jasa pemain asing. Alhasil, tim nasional kesulitan memiliki striker tajam haus gol.

(Peter Withe pernah berjaya bersama Timnas Thailand)
&amp;ldquo;Ketika saya menangani Indonesia klub-klub justru mengandalkan penyerang asing. Saya mengatakan ini bukan karena tidak menghormati sepakbola Indonesia. Faktanya mereka lebih suka mengandalkan pemain asing, terutama di posisi penyerang. Hal ini sangat memengaruhi kualitas personel di tim nasional,&amp;rdquo; kata Peter Withe mengutip dari Zing News.
Peter Withe juga menambahkan hal itu sangat berbeda dengan saat dirinya menangani Timnas Thailand. Saat itu, klub-klub Thailand kerap mengandalkan penyerang lokal sebagai andalan.
&amp;ldquo;Ketika saya menangani Thailand, klub-klub jarang mengandalkan penyerang asing. Hal ini membuka peluang penyerang lokal seperti Kiatisuk Senamuang dan Worrawoot Srimaka untuk berkembang,&amp;rdquo; lanjut Peter Withe.
Namun agaknya, ucapan Peter Withe tentang kualitas tim nasional terkhusus lini depan Indonesia mulai tidak berlaku. Pasalnya, Timnas Indonesia sendiri mulai memiliki sederet pemain lokal yang tajam di Timnas Indonesia.
Sebut saja Ramadhan Sananta. Pemain yang baru berusia 20 tahun itu cukup reguler tampil di Timnas Indonesia pada beberapa level. Catatan golnya juga cukup apik. Total ada 9 gol yang ia torehkan saat berseragam tim nasional di seluruh level.
Di level klub, Ia juga terbilang moncer. Ramadhan Sananta telah mencetak 5 gol dan 3 assist dari 11 penampilannya bersama Persis Solo sepanjang musim ini. Hal ini menjadikannya sebagai salah satu pemain lokal tersubur di Liga 1.

(Ramadhan Sananta, mesin gol Timnas Indonesia saat ini)
Selain Ramadhan Sananta, Timnas Indonesia juga memiliki nama-nama lain yang perlahan menunjukan tajinya di lini depan. Mulai dari Rafael Struick, Dendy Sulistyawan, Hokky Caraka hingga Dimas Drajad.
Ditambah dengan polesan taktik dari pelatih sekelas Shin Tae-yong, Timnas Indonesia kini kini telah naik level jauh dibanding saat ditangani Peter Withe dulu.  Terbukti, dalam beberapa edisi terakhir Timnas Indonesia selalu mampu mengalahkan Timnas Thailand yang dicap lebih baik oleh Peter Withe.

BACA JUGA:
Shin Tae-yong Punya 2 Pemain Naturalisasi Tambahan di Timnas Indonesia Jelang Piala Asia 2023

Timnas Indonesia juga mampu bersaing dengan tim-tim kuat di Asia bahkan dunia yang memiliki peringkat jauh di atas Indonesia. Menarik menanti perkembangan Timnas Indonesia di bawah asuhan Shin Tae-yong.</content:encoded></item></channel></rss>
