<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Arrigo Sacchi Tetap Anggap Juventus Pesaing Scudetto tapi di Belakang Duo Milan</title><description>Arrigo Sacchi tetap menganggap Juventus sebagai pesaing scudetto Liga Italia 2023-2024.</description><link>https://bola.okezone.com/read/2023/10/10/47/2898461/arrigo-sacchi-tetap-anggap-juventus-pesaing-scudetto-tapi-di-belakang-duo-milan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2023/10/10/47/2898461/arrigo-sacchi-tetap-anggap-juventus-pesaing-scudetto-tapi-di-belakang-duo-milan"/><item><title>Arrigo Sacchi Tetap Anggap Juventus Pesaing Scudetto tapi di Belakang Duo Milan</title><link>https://bola.okezone.com/read/2023/10/10/47/2898461/arrigo-sacchi-tetap-anggap-juventus-pesaing-scudetto-tapi-di-belakang-duo-milan</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2023/10/10/47/2898461/arrigo-sacchi-tetap-anggap-juventus-pesaing-scudetto-tapi-di-belakang-duo-milan</guid><pubDate>Selasa 10 Oktober 2023 14:27 WIB</pubDate><dc:creator>Wikanto Arungbudoyo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/10/10/47/2898461/arrigo-sacchi-tetap-anggap-juventus-pesaing-scudetto-tapi-di-belakang-duo-milan-QyEYZUNUzD.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Juventus tetap dianggap sebagai pesaing scudetto (Foto: Juventus)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/10/10/47/2898461/arrigo-sacchi-tetap-anggap-juventus-pesaing-scudetto-tapi-di-belakang-duo-milan-QyEYZUNUzD.jpg</image><title>Juventus tetap dianggap sebagai pesaing scudetto (Foto: Juventus)</title></images><description>TURIN - Arrigo Sacchi tetap menganggap Juventus sebagai pesaing scudetto Liga Italia 2023-2024. Namun, si Nyonya Tua disebutnya berada di belakang duo AC Milan dan Inter Milan dalam hal peluang menjuarai Liga Italia musim ini.
Start Juventus cukup apik di Liga Italia 2023-2024. Federico Chiesa dan kawan-kawan bercokol di peringkat tiga usai delapan laga dengan nilai 17, hasil dari lima kali menang, dua imbang, dan sekali kalah.

Juventus saat ini tertinggal dua poin dari Inter Milan di posisi dua. Mereka juga terpaut empat angka dari AC Milan sebagai capolista.
Sacchi sendiri beberapa kali terang-terangan mengutuk gaya bermain Juventus di bawah asuhan Massimiliano Allegri. Namun, pelatih legendaris Italia itu mengakui Bianconeri termasuk salah satu pesaing scudetto.

BACA JUGA:
Hasil Juventus vs Torino di Liga Italia 2023-2024: Bianconeri Bungkam Tim Tamunya 2-0!

Pun begitu, kadar peluang Juventus meraih titel juara masih ada di belakang duo Milan. Bahkan, menurut Sacchi, klub yang bermukim di Stadion Allianz itu punya peluang setara sang juara bertahan Napoli yang nangkring di tangga kelima.
&quot;Duel antara dua tim Milan menjadi motif utama dalam start liga musim ini, tetapi kita tidak boleh melupakan Juventus dan Napoli juga siap (memasuki persaingan juara),&quot; tutur Sacchi, mengutip dari JuveFC, Selasa (10/10/2023).Dari sisi apa pun, Juventus tak boleh dilupakan dari pesaing scudetto. Klub yang dimiliki keluarga Agnelli itu merupakan pengoleksi terbanyak titel Liga Italia dengan total 36 buah.
Faktor lainnya, Juventus tidak bermain di kompetisi Eropa musim ini. Hal itu terjadi setelah mereka mendapat hukuman pengurangan poin dari FIGC akibat kasus Plusvalenza musim lalu.

Dengan tidak bermain di kompetisi Eropa, fokus Juventus bisa tercurah sepenuhnya ke Liga Italia. Jangan lupa, situasi ini pernah mereka rasakan pada Liga Italia 2011-2012 bersama Antonio Conte.

BACA JUGA:
Juventus vs Torino, Massimiliano Allegri Ogah Hilang Poin di Derby della Mole

Ketika itu, Juventus bisa merengkuh titel pertamanya setelah kasus Calciopoli. Bahkan, La Fidanzata d'Italia sukses tak terkalahkan sepanjang musim itu, serta memperpanjang dominasi hingga 2020.</description><content:encoded>TURIN - Arrigo Sacchi tetap menganggap Juventus sebagai pesaing scudetto Liga Italia 2023-2024. Namun, si Nyonya Tua disebutnya berada di belakang duo AC Milan dan Inter Milan dalam hal peluang menjuarai Liga Italia musim ini.
Start Juventus cukup apik di Liga Italia 2023-2024. Federico Chiesa dan kawan-kawan bercokol di peringkat tiga usai delapan laga dengan nilai 17, hasil dari lima kali menang, dua imbang, dan sekali kalah.

Juventus saat ini tertinggal dua poin dari Inter Milan di posisi dua. Mereka juga terpaut empat angka dari AC Milan sebagai capolista.
Sacchi sendiri beberapa kali terang-terangan mengutuk gaya bermain Juventus di bawah asuhan Massimiliano Allegri. Namun, pelatih legendaris Italia itu mengakui Bianconeri termasuk salah satu pesaing scudetto.

BACA JUGA:
Hasil Juventus vs Torino di Liga Italia 2023-2024: Bianconeri Bungkam Tim Tamunya 2-0!

Pun begitu, kadar peluang Juventus meraih titel juara masih ada di belakang duo Milan. Bahkan, menurut Sacchi, klub yang bermukim di Stadion Allianz itu punya peluang setara sang juara bertahan Napoli yang nangkring di tangga kelima.
&quot;Duel antara dua tim Milan menjadi motif utama dalam start liga musim ini, tetapi kita tidak boleh melupakan Juventus dan Napoli juga siap (memasuki persaingan juara),&quot; tutur Sacchi, mengutip dari JuveFC, Selasa (10/10/2023).Dari sisi apa pun, Juventus tak boleh dilupakan dari pesaing scudetto. Klub yang dimiliki keluarga Agnelli itu merupakan pengoleksi terbanyak titel Liga Italia dengan total 36 buah.
Faktor lainnya, Juventus tidak bermain di kompetisi Eropa musim ini. Hal itu terjadi setelah mereka mendapat hukuman pengurangan poin dari FIGC akibat kasus Plusvalenza musim lalu.

Dengan tidak bermain di kompetisi Eropa, fokus Juventus bisa tercurah sepenuhnya ke Liga Italia. Jangan lupa, situasi ini pernah mereka rasakan pada Liga Italia 2011-2012 bersama Antonio Conte.

BACA JUGA:
Juventus vs Torino, Massimiliano Allegri Ogah Hilang Poin di Derby della Mole

Ketika itu, Juventus bisa merengkuh titel pertamanya setelah kasus Calciopoli. Bahkan, La Fidanzata d'Italia sukses tak terkalahkan sepanjang musim itu, serta memperpanjang dominasi hingga 2020.</content:encoded></item></channel></rss>
