<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Meski Minim Menit Bermain di Tokyo Verdy, Pratama Arhan Ogah Menyerah</title><description>Pantang Pulang, Pratama Arhan Enggan Menyerah Bersaing di Tokyo Verdy Meski Minim Menit Bermain.</description><link>https://bola.okezone.com/read/2023/10/09/51/2897990/meski-minim-menit-bermain-di-tokyo-verdy-pratama-arhan-ogah-menyerah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2023/10/09/51/2897990/meski-minim-menit-bermain-di-tokyo-verdy-pratama-arhan-ogah-menyerah"/><item><title>Meski Minim Menit Bermain di Tokyo Verdy, Pratama Arhan Ogah Menyerah</title><link>https://bola.okezone.com/read/2023/10/09/51/2897990/meski-minim-menit-bermain-di-tokyo-verdy-pratama-arhan-ogah-menyerah</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2023/10/09/51/2897990/meski-minim-menit-bermain-di-tokyo-verdy-pratama-arhan-ogah-menyerah</guid><pubDate>Senin 09 Oktober 2023 19:04 WIB</pubDate><dc:creator>Ilham Sigit Pratama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/10/09/51/2897990/meski-minin-menit-bermain-di-tokyo-verdy-pratama-arhan-ogah-menyerah-XJcg16mowi.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pemain Tokyo Verdy, Pratama Arhan. (Foto: Instagram/pratamaarhan8)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/10/09/51/2897990/meski-minin-menit-bermain-di-tokyo-verdy-pratama-arhan-ogah-menyerah-XJcg16mowi.jpg</image><title>Pemain Tokyo Verdy, Pratama Arhan. (Foto: Instagram/pratamaarhan8)</title></images><description>JAKARTA - Penggawa Tim Nasional (Timnas) Indonesia, Pratama Arhan ogah pergi dari Tokyo Verdy meski baru memiliki menit bermain yang sedikit di klub kasta kedua Liga Jepang tersebut. Arhan mengaku masih ingin mencari pengalaman bermain di Jepang dan karenanya ia bakal berusaha agar bisa dipercaya untuk bermain.
Seperti yang diketahui, beberapa pemain Indonesia yang berkarier di luar negeri kerap tidak betah dan kembali membela klub Tanah Air. Persaingan ketat, perbedaan gaya bermain, budaya, makanan hingga bahasa kerap menjadi masalah bagi pemain lokal yang abroad.

BACA JUGA:
Dipercaya Shin Tae-yong Main di Laga Timnas Indonesia vs Brunei Darussalam, Pratama Arhan Janji Bakal Berikan yang Terbaik

Pada kasus terdekat, dua rekan Arhan di Timnas Indonesia, Egy Maulana Vikri dan Witan Sulaeman memilih kembali ke tanah air usai berkarier di Slowakia. Sebagian warganet juga menyarankan agar Arhan pulang ke Indonesia jika terus-terusan tidak diberi menit bermain di Tokyo Verdy.
Namun begitu, Arhan enggan menyerah pada mimpinya begitu saja. Pantang pulang, eks pemain PSIS Semarang itu memilih bertahan di Jepang dan terus bekerja keras.

&amp;ldquo;Saya pribadi ingin banyak menit bermain lagi lah di luar negeri, saya ingin ada pengalaman di sana, kan sekarang saya di Jepang, ingin belajar banyak lah dari situ,&amp;rdquo; kata Arhan kala berbincang dengan media, termasuk MNC Portal Indonesia (MPI) di Hotel Fairmont, Senayan, Jakarta, Senin (9/10/2023).
Arhan pun menyebutkan faktor-faktor yang membuat dirinya kesulitan mendapat kesempatan. Dia tak menampik persaingan antar pemain di Tokyo Verdy amat ketat.
Namun Arhan enggan memusingkan hal tersebut. Yang harus dilakukannya kini hanyalah bekerja keras agar dilirik tim pelatih ke daftar susunan pemain.&amp;ldquo;Ya memang di sana persaingan (yang membuat kesulitan mendapat menit bermain) sih menurut saya, memang sangat bagus pemain di sana (Tokyo Verdy), kita bersaing secara sehat, berkompetisi lah,&amp;rdquo; tutur Arhan.

BACA JUGA:
Pratama Arhan Singgung Perkembangan Timnas Indonesia sejak Dilatih Shin Tae-yong Jelang Lawan Brunei Darussalam, Begini Katanya!

&amp;ldquo;Jadi tergantung pelatih juga mau percaya sama kita, tergantung pribadi juga mau kerja keras enggak, mau ada keinginan bermain apa enggak, itu sih,&amp;rdquo; jelasnya lagi.
Sejak direkrut dari PSIS Semarang pada Maret 2022 lalu, Arhan terhitung baru tiga kali tampil membela Tokyo Verdy. Arhan mengungkapkan kesulitan yang dialaminya saat ini masih belum seberapa ketimbang saat dirinya pertama kali mendarat di Negeri Sakura.

&amp;ldquo;Perbedaan budaya, cuaca, kan kita tinggal sendiri, perbedaan bahasa juga, itu yang buat kita sulit di sana, paling satu atau dua bulan pertama sih (kesulitan) menurut saya, karena saya ngalamin sendiri di sana,&amp;rdquo; pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Penggawa Tim Nasional (Timnas) Indonesia, Pratama Arhan ogah pergi dari Tokyo Verdy meski baru memiliki menit bermain yang sedikit di klub kasta kedua Liga Jepang tersebut. Arhan mengaku masih ingin mencari pengalaman bermain di Jepang dan karenanya ia bakal berusaha agar bisa dipercaya untuk bermain.
Seperti yang diketahui, beberapa pemain Indonesia yang berkarier di luar negeri kerap tidak betah dan kembali membela klub Tanah Air. Persaingan ketat, perbedaan gaya bermain, budaya, makanan hingga bahasa kerap menjadi masalah bagi pemain lokal yang abroad.

BACA JUGA:
Dipercaya Shin Tae-yong Main di Laga Timnas Indonesia vs Brunei Darussalam, Pratama Arhan Janji Bakal Berikan yang Terbaik

Pada kasus terdekat, dua rekan Arhan di Timnas Indonesia, Egy Maulana Vikri dan Witan Sulaeman memilih kembali ke tanah air usai berkarier di Slowakia. Sebagian warganet juga menyarankan agar Arhan pulang ke Indonesia jika terus-terusan tidak diberi menit bermain di Tokyo Verdy.
Namun begitu, Arhan enggan menyerah pada mimpinya begitu saja. Pantang pulang, eks pemain PSIS Semarang itu memilih bertahan di Jepang dan terus bekerja keras.

&amp;ldquo;Saya pribadi ingin banyak menit bermain lagi lah di luar negeri, saya ingin ada pengalaman di sana, kan sekarang saya di Jepang, ingin belajar banyak lah dari situ,&amp;rdquo; kata Arhan kala berbincang dengan media, termasuk MNC Portal Indonesia (MPI) di Hotel Fairmont, Senayan, Jakarta, Senin (9/10/2023).
Arhan pun menyebutkan faktor-faktor yang membuat dirinya kesulitan mendapat kesempatan. Dia tak menampik persaingan antar pemain di Tokyo Verdy amat ketat.
Namun Arhan enggan memusingkan hal tersebut. Yang harus dilakukannya kini hanyalah bekerja keras agar dilirik tim pelatih ke daftar susunan pemain.&amp;ldquo;Ya memang di sana persaingan (yang membuat kesulitan mendapat menit bermain) sih menurut saya, memang sangat bagus pemain di sana (Tokyo Verdy), kita bersaing secara sehat, berkompetisi lah,&amp;rdquo; tutur Arhan.

BACA JUGA:
Pratama Arhan Singgung Perkembangan Timnas Indonesia sejak Dilatih Shin Tae-yong Jelang Lawan Brunei Darussalam, Begini Katanya!

&amp;ldquo;Jadi tergantung pelatih juga mau percaya sama kita, tergantung pribadi juga mau kerja keras enggak, mau ada keinginan bermain apa enggak, itu sih,&amp;rdquo; jelasnya lagi.
Sejak direkrut dari PSIS Semarang pada Maret 2022 lalu, Arhan terhitung baru tiga kali tampil membela Tokyo Verdy. Arhan mengungkapkan kesulitan yang dialaminya saat ini masih belum seberapa ketimbang saat dirinya pertama kali mendarat di Negeri Sakura.

&amp;ldquo;Perbedaan budaya, cuaca, kan kita tinggal sendiri, perbedaan bahasa juga, itu yang buat kita sulit di sana, paling satu atau dua bulan pertama sih (kesulitan) menurut saya, karena saya ngalamin sendiri di sana,&amp;rdquo; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
