<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kisah Shin Tae-yong, Pelatih Kesayangan Timnas Indonesia yang pernah Berkarier di Liga Australia</title><description>Berikut Kisah Shin Tae-yong, Pelatih Kesayangan Timnas Indonesia yang pernah Berkarier di Liga Australia</description><link>https://bola.okezone.com/read/2023/09/26/51/2890123/kisah-shin-tae-yong-pelatih-kesayangan-timnas-indonesia-yang-pernah-berkarier-di-liga-australia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2023/09/26/51/2890123/kisah-shin-tae-yong-pelatih-kesayangan-timnas-indonesia-yang-pernah-berkarier-di-liga-australia"/><item><title>Kisah Shin Tae-yong, Pelatih Kesayangan Timnas Indonesia yang pernah Berkarier di Liga Australia</title><link>https://bola.okezone.com/read/2023/09/26/51/2890123/kisah-shin-tae-yong-pelatih-kesayangan-timnas-indonesia-yang-pernah-berkarier-di-liga-australia</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2023/09/26/51/2890123/kisah-shin-tae-yong-pelatih-kesayangan-timnas-indonesia-yang-pernah-berkarier-di-liga-australia</guid><pubDate>Selasa 26 September 2023 17:11 WIB</pubDate><dc:creator>Cahyo Yulianto</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/09/26/51/2890123/kisah-shin-tae-yong-pelatih-kesayangan-timnas-indonesia-yang-pernah-berkarier-di-liga-australia-YpKdWqJxsf.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Shin Tae-yong kala melatih Timnas Indonesia. (Foto: PSSI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/09/26/51/2890123/kisah-shin-tae-yong-pelatih-kesayangan-timnas-indonesia-yang-pernah-berkarier-di-liga-australia-YpKdWqJxsf.jpg</image><title>Shin Tae-yong kala melatih Timnas Indonesia. (Foto: PSSI)</title></images><description>KISAH Shin Tae-yong, pelatih kesayangan Timnas Indonesia yang pernah berkarier di Liga Australia akan diulas di sini. Sempat mendapat banyak kritik di awal kepelatihannya, Shin Tae-yong kini telah menjadi pelatih kesayangan Timnas Indonesia.
Hal itu bisa terjadi tak lepas dari apa yang telah Shin Tae-yong berikan untuk persepakbolaan Indonesia. Pelatih asal Korea Selatan itu menjadi sosok yang berbeda dengan pelatih tim nasional yang lain.

Shin Tae-yong tidak ingin membidik prestasi yang instan, namun ingin membangun fondasi untuk Timnas Indonesia untuk berkembang terus-menerus di masa mendatang. Hal itu terbukti dalam beberapa ajang terakhir.
Tercatat, buah kerja keras Shin Tae-yong menghasilkan berbagai prestasi yang belum dicapai oleh pelatih lain. Yang paling berkesan, Shin Tae-yong sukses membawa Timnas Indonesia lolos ke putaran final Piala Asia di tiga level yang berbeda, yakni U-20, U-23, dan senior.

BACA JUGA:
3 Pemain Timnas Indonesia U-24 yang Selalu Dimainkan Indra Sjafri di Fase Grup Asian Games 2023, Nomor 1 Andalan Shin Tae-yong di Timnas Indonesia Senior!


Tidak hanya itu, Shin Tae-yong juga sukses mendongkrak peringkat Indonesia hingga ke peringkat 147 di ranking FIFA. Tak ayal, Shin Tae-yong kini adalah sosok yang sangat dicintai oleh masyarakat Indonesia.
Kesuksesannya bersama Timnas Indonesia tentu tidak lepas dari pengalamannya saat masih menjadi seorang pemain. Melansir laman Transfermarkt, Shin Tae-yong lebih banyak menghabiskan karier sebagai seorang pemain di Liga Korea Selatan.
Diketahui, pelatih yang kini berusia 52 tahun itu pernah membela tim-tim, seperti Daegu THS, Yeungnam Uni, dan juga Seongnam Ilhwa. Prestasinya juga tidak main-main. Bersama timnya, Shin Tae-yong pernah menjadi juara di Liga Korea Selatan.
Selain sukses di negaranya sendiri, Shin Tae-yong juga pernah melakukan abroad dengan bergabung bersama klub asal Liga Australia, Brisbane Roar. Shin Tae-yong bergabung ke Brisbane Roar pada Maret 2005.Sayang, hanya sekira setengah tahun berseragam klub Liga Australia itu, Shin Tae-yong kemudian memutuskan untuk gantung sepatu. Pasca gantung sepatu, Shin Tae-yong langsung menjadi seorang asisten pelatih di klub terakhirnya, yakni Brisbane Roar.
Kurang lebih tiga musim menjadi asisten pelatih di Australia, Shin Tae-yong kemudian memutuskan pulang ke negaranya. Dia menjadi pelatih di klub yang membesarkan namanya, Seongnam Ilhwa.

Bersama klub ini, Shin Tae-yong sukses meraih berbagai prestasi termasuk memenangkan gelar Liga Champions Asia pada musim 2009-2010. Sederet prestasinya itu membawanya masuk ke jajaran pelatih Timnas Korea Selatan.

BACA JUGA:
Nama Shin Tae-yong Dibawa-bawa saat Ramadhan Sananta Dipanggil Timnas Indonesia U-24 di Asian Games 2023


Hingga pada akhir 2019, Shin Tae-yong meneken kontrak untuk menjadi pelatih di Timnas Indonesia. Pelatih asal Korea Selatan itu pun bertahan di tim sampai saat ini.</description><content:encoded>KISAH Shin Tae-yong, pelatih kesayangan Timnas Indonesia yang pernah berkarier di Liga Australia akan diulas di sini. Sempat mendapat banyak kritik di awal kepelatihannya, Shin Tae-yong kini telah menjadi pelatih kesayangan Timnas Indonesia.
Hal itu bisa terjadi tak lepas dari apa yang telah Shin Tae-yong berikan untuk persepakbolaan Indonesia. Pelatih asal Korea Selatan itu menjadi sosok yang berbeda dengan pelatih tim nasional yang lain.

Shin Tae-yong tidak ingin membidik prestasi yang instan, namun ingin membangun fondasi untuk Timnas Indonesia untuk berkembang terus-menerus di masa mendatang. Hal itu terbukti dalam beberapa ajang terakhir.
Tercatat, buah kerja keras Shin Tae-yong menghasilkan berbagai prestasi yang belum dicapai oleh pelatih lain. Yang paling berkesan, Shin Tae-yong sukses membawa Timnas Indonesia lolos ke putaran final Piala Asia di tiga level yang berbeda, yakni U-20, U-23, dan senior.

BACA JUGA:
3 Pemain Timnas Indonesia U-24 yang Selalu Dimainkan Indra Sjafri di Fase Grup Asian Games 2023, Nomor 1 Andalan Shin Tae-yong di Timnas Indonesia Senior!


Tidak hanya itu, Shin Tae-yong juga sukses mendongkrak peringkat Indonesia hingga ke peringkat 147 di ranking FIFA. Tak ayal, Shin Tae-yong kini adalah sosok yang sangat dicintai oleh masyarakat Indonesia.
Kesuksesannya bersama Timnas Indonesia tentu tidak lepas dari pengalamannya saat masih menjadi seorang pemain. Melansir laman Transfermarkt, Shin Tae-yong lebih banyak menghabiskan karier sebagai seorang pemain di Liga Korea Selatan.
Diketahui, pelatih yang kini berusia 52 tahun itu pernah membela tim-tim, seperti Daegu THS, Yeungnam Uni, dan juga Seongnam Ilhwa. Prestasinya juga tidak main-main. Bersama timnya, Shin Tae-yong pernah menjadi juara di Liga Korea Selatan.
Selain sukses di negaranya sendiri, Shin Tae-yong juga pernah melakukan abroad dengan bergabung bersama klub asal Liga Australia, Brisbane Roar. Shin Tae-yong bergabung ke Brisbane Roar pada Maret 2005.Sayang, hanya sekira setengah tahun berseragam klub Liga Australia itu, Shin Tae-yong kemudian memutuskan untuk gantung sepatu. Pasca gantung sepatu, Shin Tae-yong langsung menjadi seorang asisten pelatih di klub terakhirnya, yakni Brisbane Roar.
Kurang lebih tiga musim menjadi asisten pelatih di Australia, Shin Tae-yong kemudian memutuskan pulang ke negaranya. Dia menjadi pelatih di klub yang membesarkan namanya, Seongnam Ilhwa.

Bersama klub ini, Shin Tae-yong sukses meraih berbagai prestasi termasuk memenangkan gelar Liga Champions Asia pada musim 2009-2010. Sederet prestasinya itu membawanya masuk ke jajaran pelatih Timnas Korea Selatan.

BACA JUGA:
Nama Shin Tae-yong Dibawa-bawa saat Ramadhan Sananta Dipanggil Timnas Indonesia U-24 di Asian Games 2023


Hingga pada akhir 2019, Shin Tae-yong meneken kontrak untuk menjadi pelatih di Timnas Indonesia. Pelatih asal Korea Selatan itu pun bertahan di tim sampai saat ini.</content:encoded></item></channel></rss>
