<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Alasan Alfeandra Dewangga Disebut Mirip Rodrigo De Paul</title><description>Alasan Alfeandra Dewangga Disebut Mirip Rodrigo De Paul.</description><link>https://bola.okezone.com/read/2023/08/28/51/2872537/alasan-alfeandra-dewangga-disebut-mirip-rodrigo-de-paul</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2023/08/28/51/2872537/alasan-alfeandra-dewangga-disebut-mirip-rodrigo-de-paul"/><item><title>Alasan Alfeandra Dewangga Disebut Mirip Rodrigo De Paul</title><link>https://bola.okezone.com/read/2023/08/28/51/2872537/alasan-alfeandra-dewangga-disebut-mirip-rodrigo-de-paul</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2023/08/28/51/2872537/alasan-alfeandra-dewangga-disebut-mirip-rodrigo-de-paul</guid><pubDate>Senin 28 Agustus 2023 15:03 WIB</pubDate><dc:creator>Cahyo Yulianto</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/08/28/51/2872537/alasan-alfeandra-dewangga-disebut-mirip-rodrigo-de-paul-4o7szK08Lr.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pemain Timnas Indonesia U-23, Alfeandra Dewangga. (Foto: Instagram/alfeandradewangga)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/08/28/51/2872537/alasan-alfeandra-dewangga-disebut-mirip-rodrigo-de-paul-4o7szK08Lr.jpg</image><title>Pemain Timnas Indonesia U-23, Alfeandra Dewangga. (Foto: Instagram/alfeandradewangga)</title></images><description>ALASAN kenapa Alfeandra Dewangga disebut mirip dengan Rodrigo De Paul, yakni karena kedua pemain tersebut sama-sama merupakan pesepakbola yang garang ketika di atas lapangan seperti seorang preman.
Ya, seperti yang diketahui, Alfeandra Dewangga adalah bek tengah yang dapat tampil di posisi lain alias versatile. Sebab itu, pemain PSIS Semarang itu kerap kali ditempatkan sebagai seorang gelandang bertahan.

BACA JUGA:
Pemain Timnas Indonesia U-23 Dipulangkan ke Klub, Asisten Shin Tae-yong: Jangan Malas Lari!

Saat bermain di posisi bek tengah maupun gelandang, Dewangga memiliki satu ciri khas permainan, yakni keras. Ya, dalam bermain, Dewangga tidak akan pandang bulu untuk melakukan sapuan keras demi menjaga pertahanan agar tidak kebobolan.
Ciri khas permainan seperti ini mirip dengan gaya permainan pemain Atletico Madrid asal Argentina, Rodrigo De Paul. Pemain yang berposisi sebagai gelandang tengah itu juga memiliki gaya permainan yang keras saat mengawal lini tengah.

Dengan gaya bermain yang seperti ini, Dewangga dapat menjadi seorang breaker atau penghancur skema permainan lawan.
Salah satu momen Dewangga sukses menjadi seorang penghancur serangan lawan jelas terlihat di laga final SEA Games 2023 saat Timnas Indonesia U-22 berhadapan dengan Thailand.
Pada laga itu, Dewangga dipasang oleh Indra Sjafri sebagai seorang gelandang bertahan. Dengan gaya permainan yang keras itu, berkali-kali Dewangga mampu merebut bola dari pemain Thailand.Tidak jarang pula, Dewangga melakukan tekel yang bertujuan untuk merusak ritme penyerangan yang dibangun oleh Thailand.
Meski gaya bermain seperti ini baik untuk komposisi permainan tim, namun hal ini juga memiliki resiko pelanggaran keras yang bisa saja berbuah kartu untuk pemain.

BACA JUGA:
Tiap Kali Gagal Juara, Timnas Indonesia Sering Diminta Tinggalkan AFF

Kendati demikian, dengan kecerdasan bermain yang dimilikinya, Dewangga mampu meminimalisir resiko agar dirinya tidak mendapat kartu. Oleh sebab itu, tercatat pemain asli Semarang ini tidak pernah mendapat lebih dari 5 kartu kuning di setiap musim sejak debut di Liga 1 2019-2020 hingga saat ini.
Sayangnya, meski memiliki gaya bermain yang mirip, Dewangga dan Rodrigo De Paul tidak dapat berduel di pertandingan Indonesia vs Argentina pada FIFA Matchday bulan Juni lalu.
Pada pertandingan tersebut, Dewangga tidak ikut dipanggil oleh Shin Tae-yong ke dalam skuad. Seluruh posisi yang dapat diisi oleh Dewangga, ke semuanya telah terisi oleh pemain seperti Marc Klok di posisi gelandang, Jordi Amat di posisi bek tengah, hingga Shayne Pattynama dan Pratama Arhan di posisi bek kiri.

Namun dengan usianya yang masih 22 tahun, tidak menutup kemungkinan jika Alfeandra Dewangga akan terus berkembang hingga dapat mengambil kembali posisi utama di Timnas Indonesia senior.</description><content:encoded>ALASAN kenapa Alfeandra Dewangga disebut mirip dengan Rodrigo De Paul, yakni karena kedua pemain tersebut sama-sama merupakan pesepakbola yang garang ketika di atas lapangan seperti seorang preman.
Ya, seperti yang diketahui, Alfeandra Dewangga adalah bek tengah yang dapat tampil di posisi lain alias versatile. Sebab itu, pemain PSIS Semarang itu kerap kali ditempatkan sebagai seorang gelandang bertahan.

BACA JUGA:
Pemain Timnas Indonesia U-23 Dipulangkan ke Klub, Asisten Shin Tae-yong: Jangan Malas Lari!

Saat bermain di posisi bek tengah maupun gelandang, Dewangga memiliki satu ciri khas permainan, yakni keras. Ya, dalam bermain, Dewangga tidak akan pandang bulu untuk melakukan sapuan keras demi menjaga pertahanan agar tidak kebobolan.
Ciri khas permainan seperti ini mirip dengan gaya permainan pemain Atletico Madrid asal Argentina, Rodrigo De Paul. Pemain yang berposisi sebagai gelandang tengah itu juga memiliki gaya permainan yang keras saat mengawal lini tengah.

Dengan gaya bermain yang seperti ini, Dewangga dapat menjadi seorang breaker atau penghancur skema permainan lawan.
Salah satu momen Dewangga sukses menjadi seorang penghancur serangan lawan jelas terlihat di laga final SEA Games 2023 saat Timnas Indonesia U-22 berhadapan dengan Thailand.
Pada laga itu, Dewangga dipasang oleh Indra Sjafri sebagai seorang gelandang bertahan. Dengan gaya permainan yang keras itu, berkali-kali Dewangga mampu merebut bola dari pemain Thailand.Tidak jarang pula, Dewangga melakukan tekel yang bertujuan untuk merusak ritme penyerangan yang dibangun oleh Thailand.
Meski gaya bermain seperti ini baik untuk komposisi permainan tim, namun hal ini juga memiliki resiko pelanggaran keras yang bisa saja berbuah kartu untuk pemain.

BACA JUGA:
Tiap Kali Gagal Juara, Timnas Indonesia Sering Diminta Tinggalkan AFF

Kendati demikian, dengan kecerdasan bermain yang dimilikinya, Dewangga mampu meminimalisir resiko agar dirinya tidak mendapat kartu. Oleh sebab itu, tercatat pemain asli Semarang ini tidak pernah mendapat lebih dari 5 kartu kuning di setiap musim sejak debut di Liga 1 2019-2020 hingga saat ini.
Sayangnya, meski memiliki gaya bermain yang mirip, Dewangga dan Rodrigo De Paul tidak dapat berduel di pertandingan Indonesia vs Argentina pada FIFA Matchday bulan Juni lalu.
Pada pertandingan tersebut, Dewangga tidak ikut dipanggil oleh Shin Tae-yong ke dalam skuad. Seluruh posisi yang dapat diisi oleh Dewangga, ke semuanya telah terisi oleh pemain seperti Marc Klok di posisi gelandang, Jordi Amat di posisi bek tengah, hingga Shayne Pattynama dan Pratama Arhan di posisi bek kiri.

Namun dengan usianya yang masih 22 tahun, tidak menutup kemungkinan jika Alfeandra Dewangga akan terus berkembang hingga dapat mengambil kembali posisi utama di Timnas Indonesia senior.</content:encoded></item></channel></rss>
