<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sejarah Stadion Voetbalbond Indonesische Jacatra (VIJ), Tempat Kelahiran Persija</title><description>Berikut Mengenal Sejarah Stadion Voetbalbond Indonesische Jacatra (VIJ)</description><link>https://bola.okezone.com/read/2023/08/16/49/2865642/sejarah-stadion-voetbalbond-indonesische-jacatra-vij-tempat-kelahiran-persija</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2023/08/16/49/2865642/sejarah-stadion-voetbalbond-indonesische-jacatra-vij-tempat-kelahiran-persija"/><item><title>Sejarah Stadion Voetbalbond Indonesische Jacatra (VIJ), Tempat Kelahiran Persija</title><link>https://bola.okezone.com/read/2023/08/16/49/2865642/sejarah-stadion-voetbalbond-indonesische-jacatra-vij-tempat-kelahiran-persija</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2023/08/16/49/2865642/sejarah-stadion-voetbalbond-indonesische-jacatra-vij-tempat-kelahiran-persija</guid><pubDate>Rabu 16 Agustus 2023 16:45 WIB</pubDate><dc:creator>Destriana Indria Pamungkas</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/08/16/49/2865642/sejarah-stadion-voetbalbond-indonesische-jacatra-vij-tempat-kelahiran-persija-QH6AXM26nW.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Mengenal sejarah Stadion VIJ. (Foto: Ilham Sigit/MNC Portal Indonesia)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/08/16/49/2865642/sejarah-stadion-voetbalbond-indonesische-jacatra-vij-tempat-kelahiran-persija-QH6AXM26nW.jpg</image><title>Mengenal sejarah Stadion VIJ. (Foto: Ilham Sigit/MNC Portal Indonesia)</title></images><description>SEJARAH Stadion Voetbalbond Indonesische Jacatra (VIJ) menarik dikulik. Sebab, stadion ini ternyata merupakan tempat kelahiran Persija.
Dikutip dari persija.id, klub berjuluk Macan Kemayoyan ini lahir pada 28 November 1928. Artinya pada tahun ini, klub kesayangan The Jackmania akan berusia 95 tahun.

Kelahiran Persija Jakarta rupanya tak bisa dilepaskan dari VIJ. Stadion Voetbalbond Indonesische Jacatra (VIJ) merupakan stadion sepakbola yang didirikan oleh Mohammad Husni Thamrin pada 1928 dengan biaya sebesar 2.000 gulden.
Stadion ini memiliki lapangan yang cukup luas, yakni panjang 110 meter dengan lebar 70 meter. Fasilitas yang ada pun tak terlalu banyak, hanya ada ruang ganti dan tempat penonton berkapasitas 500 orang.

BACA JUGA:
Ingin Bantu Persija Jakarta Main di Piala AFC, Stefano Cugurra Bakal Antarkan Bali United Lolos ke Putaran Final Liga Champions Asia 2023-2024


Pendirian stadion ini bertujuan agar klub sepakbola pemuda pribumi tidak didiskriminasi lagi dan bisa bersaing dengan Nederlandsch Indische Voetbal Bond (NIVB). Pasalnya, saat itu NIVB yang terdiri dari orang-orang Belanda yang sangat anti terhadap orang pribumi.Stadion ini sepenuhnya digunakan oleh asosiasi sepakbola asli pertama di Jakarta, yaitu VIJ. Tak hanya itu, VIJ juga menjadi simbol perlawanan rakyat Indonesia terhadap penjajahan karena tak adanya nama Batavia pada asosiasi tersebut.
Selama digunakan oleh klub VIJ, stadion ini menjadi saksi bisu atas diraihnya empat gelar juara kompetisi perserikatan pada 1931, 1933, 1934, dan 1938. Bakat-bakat pemain pribumi pun mulai mencuat lewat stadion ini, sebut saja Roeljaman, Iskandar, A. Gani, Djaimin, Moestari, dan Soetarno.

Lalu pada 1950, klub VIJ secara resmi berganti nama menjadi Persija. Selain berganti nama, klub ini juga berpindah basis yang tadinya di lapangan Petojo (stadion VIJ) menjadi ke Stadion Menteng.
Kendati demikian, lapangan VIJ masih tetap difungsikan oleh masyarakat sekitar sebagai sarana olahraga. Kemudian pada 1980, stadion ini dibangun kembali dan sahamnya diserahkan kepada Pemerintah DKI Jakarta.

BACA JUGA:
5 Playmaker Asing Terbaik yang Pernah Singgah di Liga Indonesia, Nomor 1 Legenda Persija Jakarta


Demikian Sejarah Stadion Voetbalbond Indonesische Jacatra (VIJ), Tempat Kelahiran Persija.</description><content:encoded>SEJARAH Stadion Voetbalbond Indonesische Jacatra (VIJ) menarik dikulik. Sebab, stadion ini ternyata merupakan tempat kelahiran Persija.
Dikutip dari persija.id, klub berjuluk Macan Kemayoyan ini lahir pada 28 November 1928. Artinya pada tahun ini, klub kesayangan The Jackmania akan berusia 95 tahun.

Kelahiran Persija Jakarta rupanya tak bisa dilepaskan dari VIJ. Stadion Voetbalbond Indonesische Jacatra (VIJ) merupakan stadion sepakbola yang didirikan oleh Mohammad Husni Thamrin pada 1928 dengan biaya sebesar 2.000 gulden.
Stadion ini memiliki lapangan yang cukup luas, yakni panjang 110 meter dengan lebar 70 meter. Fasilitas yang ada pun tak terlalu banyak, hanya ada ruang ganti dan tempat penonton berkapasitas 500 orang.

BACA JUGA:
Ingin Bantu Persija Jakarta Main di Piala AFC, Stefano Cugurra Bakal Antarkan Bali United Lolos ke Putaran Final Liga Champions Asia 2023-2024


Pendirian stadion ini bertujuan agar klub sepakbola pemuda pribumi tidak didiskriminasi lagi dan bisa bersaing dengan Nederlandsch Indische Voetbal Bond (NIVB). Pasalnya, saat itu NIVB yang terdiri dari orang-orang Belanda yang sangat anti terhadap orang pribumi.Stadion ini sepenuhnya digunakan oleh asosiasi sepakbola asli pertama di Jakarta, yaitu VIJ. Tak hanya itu, VIJ juga menjadi simbol perlawanan rakyat Indonesia terhadap penjajahan karena tak adanya nama Batavia pada asosiasi tersebut.
Selama digunakan oleh klub VIJ, stadion ini menjadi saksi bisu atas diraihnya empat gelar juara kompetisi perserikatan pada 1931, 1933, 1934, dan 1938. Bakat-bakat pemain pribumi pun mulai mencuat lewat stadion ini, sebut saja Roeljaman, Iskandar, A. Gani, Djaimin, Moestari, dan Soetarno.

Lalu pada 1950, klub VIJ secara resmi berganti nama menjadi Persija. Selain berganti nama, klub ini juga berpindah basis yang tadinya di lapangan Petojo (stadion VIJ) menjadi ke Stadion Menteng.
Kendati demikian, lapangan VIJ masih tetap difungsikan oleh masyarakat sekitar sebagai sarana olahraga. Kemudian pada 1980, stadion ini dibangun kembali dan sahamnya diserahkan kepada Pemerintah DKI Jakarta.

BACA JUGA:
5 Playmaker Asing Terbaik yang Pernah Singgah di Liga Indonesia, Nomor 1 Legenda Persija Jakarta


Demikian Sejarah Stadion Voetbalbond Indonesische Jacatra (VIJ), Tempat Kelahiran Persija.</content:encoded></item></channel></rss>
