<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kisah Sedih 4 Pemain Timnas Indonesia di Era Shin Tae-yong, Nomor 1 Bintang Persija Jakarta</title><description>Kisah Sedih 4 Pemain Timnas Indonesia di Era Shin Tae-yong, Nomor 1 Bintang Persija Jakarta.</description><link>https://bola.okezone.com/read/2023/07/07/51/2842984/kisah-sedih-4-pemain-timnas-indonesia-di-era-shin-tae-yong-nomor-1-bintang-persija-jakarta</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2023/07/07/51/2842984/kisah-sedih-4-pemain-timnas-indonesia-di-era-shin-tae-yong-nomor-1-bintang-persija-jakarta"/><item><title>Kisah Sedih 4 Pemain Timnas Indonesia di Era Shin Tae-yong, Nomor 1 Bintang Persija Jakarta</title><link>https://bola.okezone.com/read/2023/07/07/51/2842984/kisah-sedih-4-pemain-timnas-indonesia-di-era-shin-tae-yong-nomor-1-bintang-persija-jakarta</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2023/07/07/51/2842984/kisah-sedih-4-pemain-timnas-indonesia-di-era-shin-tae-yong-nomor-1-bintang-persija-jakarta</guid><pubDate>Jum'at 07 Juli 2023 19:00 WIB</pubDate><dc:creator>Cahyo Yulianto</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/07/07/51/2842984/kisah-sedih-4-pemain-timnas-indonesia-di-era-shin-tae-yong-nomor-1-bintang-persija-jakarta-OYKi4xgZYx.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Banyak pemain Timnas Indonesia senior yang tak dapat menit bermain di bawah asuhan Shin Tae-yong (Foto: PSSI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/07/07/51/2842984/kisah-sedih-4-pemain-timnas-indonesia-di-era-shin-tae-yong-nomor-1-bintang-persija-jakarta-OYKi4xgZYx.jpg</image><title>Banyak pemain Timnas Indonesia senior yang tak dapat menit bermain di bawah asuhan Shin Tae-yong (Foto: PSSI)</title></images><description>KISAH sedih 4 pemain Timnas Indonesia di era Shin Tae-yong akan diulas di sini. Mereka semua hanya menjadi pemain cadangan ketika dipanggil ke tim senior.
Sebagaimana telah diketahui, sejak mulai menangani Timnas Indonesia, Shin Tae-yong memberikan dampak baik yang begitu luar biasa. Dengan pengalamannya, pelatih asal Korea Selatan itu tanpa ragu membuang skuad lama yang berisi pemain berumur dan menggantinya dengan pemain-pemain yang jauh lebih muda.

Tidak hanya itu, Shin Tae-yong juga tidak segan untuk membuang pemain berlabel pemain bintang dan menggantinya dengan pemain muda potensial yang sesuai dengan skema permainannya.
Oleh sebab itu, saat ini kita melihat banyak bintang-bintang muda baru yang sebelumnya tidak pernah terlihat oleh publik sepakbola Indonesia seperti Pratama Arhan, Rizky Ridho, Yakob Sayuri dan masih banyak yang lainnya.
Meski begitu, ketegasan Shin Tae-yong di Timnas Indonesia juga bukan tanpa dampak negatif. Beberapa pemain sempat berkesempatan dipanggil Shin Tae-yong untuk menuju ke Timnas Nasional dan berharap akan mencatatkan caps pertamanya.
Akan tetapi dengan ketegasan Shin Tae-yong dalam meracik strategi membuat beberapa pemain ini justru tak kunjung dimainkan dan berakhir belum mencatatkan caps sama sekali hingga hari ini.

BACA JUGA:
Aksi Lucu Shin Tae-yong, Lumuri Krim Kue ke Muka Marselino Ferdinan&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Berikut adalah kisah sedih 4 pemain Timnas Indonesia yang tak kunjung debut di era Shin Tae-yong.
4.	Ady Setiawan

Ady Setiawan sempat dipanggil Shin Tae-yong untuk Kualifikasi Piala Dunia 2022. Sayangnya, Ady yang berposisi natural sebagai bek kanan dan gelandang tidak mampu membuat Shin Tae-yong kepincut untuk memainkannya. Alhasil dalam 3 pertandingan kualifikasi, pemain yang kini memperkuat Dewa United ini hanya puas penghangat bangku cadangan.
3. Vava Mario Yagalo

Kebutuhan Shin Tae-yong untuk memiliki bek tengah berpostur tinggi membuat Vava Mario Yagalo sempat mendapat panggilan ke timnas. Sayangnya postur 184 cm yang dimilikinya belum cukup untuk membuatnya bermain. Pemain Persik Kediri ini kalah bersaing dengan pemain lain dan berakhir menonton dari bangku cadangan.2. Ilham Rio Fahmi

Sebagai pemain muda yang menarik banyak perhatian pecinta sepakbola, pemanggilan Ilham Rio Fahmi oleh Shin Tae-yong adalah hal lumrah. Sayangnya, kendala postur tubuh yang mungil membuatnya tak kunjung debut di Timnas Senior. Alhasil, dirinya hanya melihat rekannya bermain dari bangku cadangan.

BACA JUGA:
Aksi Lucu Shin Tae-yong, Lumuri Krim Kue ke Muka Marselino Ferdinan&amp;nbsp; &amp;nbsp;

1.	Muhammad Ferarri

Muhammad Ferarri menjadi pemain muda potensial yang juga membuat Shin Tae-yong kepincut. Jiwa kepemimpinan diatas lapangannya juga membuat dirinya mengemban ban kapten di Timnas Indonesia U-20.
Sayangnya, hal berbeda menimpanya saat dipanggil ke timnas senior. Pada pertandingan menghadapi Curacao, dirinya hanya sedikit mencicipi bermain dengan masuk pada menit 73 menggantikan Saddil Ramdani. Dan sejak saat itu, bek Persija Jakarta ini tak kunjung kembali dipanggil ke timnas senior lagi.</description><content:encoded>KISAH sedih 4 pemain Timnas Indonesia di era Shin Tae-yong akan diulas di sini. Mereka semua hanya menjadi pemain cadangan ketika dipanggil ke tim senior.
Sebagaimana telah diketahui, sejak mulai menangani Timnas Indonesia, Shin Tae-yong memberikan dampak baik yang begitu luar biasa. Dengan pengalamannya, pelatih asal Korea Selatan itu tanpa ragu membuang skuad lama yang berisi pemain berumur dan menggantinya dengan pemain-pemain yang jauh lebih muda.

Tidak hanya itu, Shin Tae-yong juga tidak segan untuk membuang pemain berlabel pemain bintang dan menggantinya dengan pemain muda potensial yang sesuai dengan skema permainannya.
Oleh sebab itu, saat ini kita melihat banyak bintang-bintang muda baru yang sebelumnya tidak pernah terlihat oleh publik sepakbola Indonesia seperti Pratama Arhan, Rizky Ridho, Yakob Sayuri dan masih banyak yang lainnya.
Meski begitu, ketegasan Shin Tae-yong di Timnas Indonesia juga bukan tanpa dampak negatif. Beberapa pemain sempat berkesempatan dipanggil Shin Tae-yong untuk menuju ke Timnas Nasional dan berharap akan mencatatkan caps pertamanya.
Akan tetapi dengan ketegasan Shin Tae-yong dalam meracik strategi membuat beberapa pemain ini justru tak kunjung dimainkan dan berakhir belum mencatatkan caps sama sekali hingga hari ini.

BACA JUGA:
Aksi Lucu Shin Tae-yong, Lumuri Krim Kue ke Muka Marselino Ferdinan&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Berikut adalah kisah sedih 4 pemain Timnas Indonesia yang tak kunjung debut di era Shin Tae-yong.
4.	Ady Setiawan

Ady Setiawan sempat dipanggil Shin Tae-yong untuk Kualifikasi Piala Dunia 2022. Sayangnya, Ady yang berposisi natural sebagai bek kanan dan gelandang tidak mampu membuat Shin Tae-yong kepincut untuk memainkannya. Alhasil dalam 3 pertandingan kualifikasi, pemain yang kini memperkuat Dewa United ini hanya puas penghangat bangku cadangan.
3. Vava Mario Yagalo

Kebutuhan Shin Tae-yong untuk memiliki bek tengah berpostur tinggi membuat Vava Mario Yagalo sempat mendapat panggilan ke timnas. Sayangnya postur 184 cm yang dimilikinya belum cukup untuk membuatnya bermain. Pemain Persik Kediri ini kalah bersaing dengan pemain lain dan berakhir menonton dari bangku cadangan.2. Ilham Rio Fahmi

Sebagai pemain muda yang menarik banyak perhatian pecinta sepakbola, pemanggilan Ilham Rio Fahmi oleh Shin Tae-yong adalah hal lumrah. Sayangnya, kendala postur tubuh yang mungil membuatnya tak kunjung debut di Timnas Senior. Alhasil, dirinya hanya melihat rekannya bermain dari bangku cadangan.

BACA JUGA:
Aksi Lucu Shin Tae-yong, Lumuri Krim Kue ke Muka Marselino Ferdinan&amp;nbsp; &amp;nbsp;

1.	Muhammad Ferarri

Muhammad Ferarri menjadi pemain muda potensial yang juga membuat Shin Tae-yong kepincut. Jiwa kepemimpinan diatas lapangannya juga membuat dirinya mengemban ban kapten di Timnas Indonesia U-20.
Sayangnya, hal berbeda menimpanya saat dipanggil ke timnas senior. Pada pertandingan menghadapi Curacao, dirinya hanya sedikit mencicipi bermain dengan masuk pada menit 73 menggantikan Saddil Ramdani. Dan sejak saat itu, bek Persija Jakarta ini tak kunjung kembali dipanggil ke timnas senior lagi.</content:encoded></item></channel></rss>
