<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>PSSI Diminta Bangun Museum Sepakbola, Ini Alasannya!</title><description>Pengamat Sepakbola Minta PSSI Bangun Museum Sepakbola</description><link>https://bola.okezone.com/read/2023/04/20/51/2801326/pssi-diminta-bangun-museum-sepakbola-ini-alasannya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2023/04/20/51/2801326/pssi-diminta-bangun-museum-sepakbola-ini-alasannya"/><item><title>PSSI Diminta Bangun Museum Sepakbola, Ini Alasannya!</title><link>https://bola.okezone.com/read/2023/04/20/51/2801326/pssi-diminta-bangun-museum-sepakbola-ini-alasannya</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2023/04/20/51/2801326/pssi-diminta-bangun-museum-sepakbola-ini-alasannya</guid><pubDate>Kamis 20 April 2023 00:02 WIB</pubDate><dc:creator>Andika Rachmansyah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/04/19/51/2801326/pssi-diminta-bangun-museum-sepakbola-ini-alasannya-mpm0sodDnF.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Timans Indonesia kala berlaga. (Foto: Instagram/@jordiamat5)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/04/19/51/2801326/pssi-diminta-bangun-museum-sepakbola-ini-alasannya-mpm0sodDnF.jpg</image><title>Timans Indonesia kala berlaga. (Foto: Instagram/@jordiamat5)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; PSSI diminta membangun museum sepakbola. Permintaan itu datang dari pengamat sepakbola Indonesia, Hardimen Koto.
Menurut Hardimen Koto, keberadaan museum sepakbola sangat penting dalam dunia sepakbola Indonesia. Sebab, bangun itu bisa mengingatkan kepada khalayak ramai soal sejarah serta kenangan-kenangan indah yang pernah didapat Timnas Indonesia.

Hardimen menilai keberadaan museum itu tidak hanya untuk mengenang masa lalu. Publik juga menatap masa depan.
Pasalnya, sepakbola Indonesia memiliki perjalanan yang sangat panjang. Terlebih, Indonesia pernah mentas di ajang Piala Dunia 1938 dengan nama Hindia Belanda kala masih dibawah kekuasaan Belanda.

BACA JUGA:
Sebut Rumor PSSI Dekati Alexandre Polking sebagai Psywar Jelang SEA Games 2023, Erick Thohir: Ada yang Takut Timnas Indonesia Bangkit


&amp;ldquo;Sepakbola itu seksi, satu hal yang menarik, saya punya usul PSSI bikin museum, museum adalah past to the future,&amp;rdquo; kata Hardimen kepada awak media termasuk MNC Portal Indonesia, dikutip Kamis (20/4/2023).
&amp;ldquo;Dalam museum banyak yang bisa kita ambil, saat Hindia Belanda kita ke Piala Dunia, 1976 katanya 175 ribu penonton kemudian kita kalah lawan Korea Utara,&amp;rdquo; sambungnya.
Hardimen juga mengenang Timnas Indonesia yang nyaris lolos ke ajang Piala Dunia pada edisi 1986. Hal tersebut diutarakan olehnya dalam diskusi Turun Minum PSSI Pers, Refleksi 93 tahun PSSI di GBK Arena, Senin 17 April 2023.
&amp;ldquo;Tahun 1986, kita punya timnas terbaik yang dapat peringkat 4 Asian Games dan nyaris ke Piala Dunia. 1987 dapat emas SEA Games, 1991 juga ada Toyo dkk medali emas yang tidak didapatkan dengan gaya main asik, modalnya fisik dan menang adu penalti, tapi itu sejarah dan sampai sekarang belum ada lagi,&amp;rdquo; jelas Hardimen.Harus diakui memang bahwa prestasi Timnas Indonesia belum begitu mentereng. Hanya saja, cerita-cerita di balik perjuangan Skuad Garuda layak diarsipkan dengan baik. Hardimen juga melihat beberapa negara luar seperti Thailand dan Jepang memiliki museum sepakbola.
&amp;ldquo;Kita lolos empat kali Piala Asia dan bentar lagi lolos kelima. Tidak ada yang tahu bagaimana kita bisa tiba di Qatar (Piala Asia 2023), lolos lewat tiga putaran dengan tiga pelatih (Simon McMenemy, Bima Sakti, Shin Tae-yong) dengan 86 pemain. Itu yang saya bilang PSSI harus punya museum,&amp;rdquo; jelas hardomen.

&amp;ldquo;Kita enggak pernah tahu (Olimpiade) 1956 di Melbourne, Pak Maulwi Saelan cerita saat pertandingan replay lawan Uni Soviet, jersey Indonesia warna merah tiga robek tidak bisa dipakai. Saelan cerita ke saya, Soviet menyumbang tiga jersey, itu harus dicari lalu tempatkan di museum,&amp;rdquo; sambungnya.

BACA JUGA:
Menilik Sejarah Berdirinya PSSI, Induk Organisasi Sepakbola di Indonesia yang Ulang Tahun Ke-93 Hari Ini!


&amp;nbsp;&amp;ldquo;Drama kompetisi era Perserikatan, Galatama sampai penggabungan Liga Indonesia sampai sekarang ada deretan trofi dan desainnya kan beda-beda, sekarang trofinya di mana? Bikin tim untuk cari itu! Saya sudah berkunjung ke FIFA museum, merinding saya. Saya ke museum JFA di Tokyo juga merinding. Thailand punya museum, kita Indonesia banyak historinya, tapi di mana museumnya?,&amp;rdquo; tukas Hardimen.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; PSSI diminta membangun museum sepakbola. Permintaan itu datang dari pengamat sepakbola Indonesia, Hardimen Koto.
Menurut Hardimen Koto, keberadaan museum sepakbola sangat penting dalam dunia sepakbola Indonesia. Sebab, bangun itu bisa mengingatkan kepada khalayak ramai soal sejarah serta kenangan-kenangan indah yang pernah didapat Timnas Indonesia.

Hardimen menilai keberadaan museum itu tidak hanya untuk mengenang masa lalu. Publik juga menatap masa depan.
Pasalnya, sepakbola Indonesia memiliki perjalanan yang sangat panjang. Terlebih, Indonesia pernah mentas di ajang Piala Dunia 1938 dengan nama Hindia Belanda kala masih dibawah kekuasaan Belanda.

BACA JUGA:
Sebut Rumor PSSI Dekati Alexandre Polking sebagai Psywar Jelang SEA Games 2023, Erick Thohir: Ada yang Takut Timnas Indonesia Bangkit


&amp;ldquo;Sepakbola itu seksi, satu hal yang menarik, saya punya usul PSSI bikin museum, museum adalah past to the future,&amp;rdquo; kata Hardimen kepada awak media termasuk MNC Portal Indonesia, dikutip Kamis (20/4/2023).
&amp;ldquo;Dalam museum banyak yang bisa kita ambil, saat Hindia Belanda kita ke Piala Dunia, 1976 katanya 175 ribu penonton kemudian kita kalah lawan Korea Utara,&amp;rdquo; sambungnya.
Hardimen juga mengenang Timnas Indonesia yang nyaris lolos ke ajang Piala Dunia pada edisi 1986. Hal tersebut diutarakan olehnya dalam diskusi Turun Minum PSSI Pers, Refleksi 93 tahun PSSI di GBK Arena, Senin 17 April 2023.
&amp;ldquo;Tahun 1986, kita punya timnas terbaik yang dapat peringkat 4 Asian Games dan nyaris ke Piala Dunia. 1987 dapat emas SEA Games, 1991 juga ada Toyo dkk medali emas yang tidak didapatkan dengan gaya main asik, modalnya fisik dan menang adu penalti, tapi itu sejarah dan sampai sekarang belum ada lagi,&amp;rdquo; jelas Hardimen.Harus diakui memang bahwa prestasi Timnas Indonesia belum begitu mentereng. Hanya saja, cerita-cerita di balik perjuangan Skuad Garuda layak diarsipkan dengan baik. Hardimen juga melihat beberapa negara luar seperti Thailand dan Jepang memiliki museum sepakbola.
&amp;ldquo;Kita lolos empat kali Piala Asia dan bentar lagi lolos kelima. Tidak ada yang tahu bagaimana kita bisa tiba di Qatar (Piala Asia 2023), lolos lewat tiga putaran dengan tiga pelatih (Simon McMenemy, Bima Sakti, Shin Tae-yong) dengan 86 pemain. Itu yang saya bilang PSSI harus punya museum,&amp;rdquo; jelas hardomen.

&amp;ldquo;Kita enggak pernah tahu (Olimpiade) 1956 di Melbourne, Pak Maulwi Saelan cerita saat pertandingan replay lawan Uni Soviet, jersey Indonesia warna merah tiga robek tidak bisa dipakai. Saelan cerita ke saya, Soviet menyumbang tiga jersey, itu harus dicari lalu tempatkan di museum,&amp;rdquo; sambungnya.

BACA JUGA:
Menilik Sejarah Berdirinya PSSI, Induk Organisasi Sepakbola di Indonesia yang Ulang Tahun Ke-93 Hari Ini!


&amp;nbsp;&amp;ldquo;Drama kompetisi era Perserikatan, Galatama sampai penggabungan Liga Indonesia sampai sekarang ada deretan trofi dan desainnya kan beda-beda, sekarang trofinya di mana? Bikin tim untuk cari itu! Saya sudah berkunjung ke FIFA museum, merinding saya. Saya ke museum JFA di Tokyo juga merinding. Thailand punya museum, kita Indonesia banyak historinya, tapi di mana museumnya?,&amp;rdquo; tukas Hardimen.</content:encoded></item></channel></rss>
