<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Menguak Alasan Kenapa Timnas Indonesia Selalu Kesulitan Kalahkan Timnas Thailand?</title><description>Menguak Alasan Kenapa Timnas Indonesia Selalu Kesulitan Kalahkan Timnas Thailand?</description><link>https://bola.okezone.com/read/2023/04/06/51/2794516/menguak-alasan-kenapa-timnas-indonesia-selalu-kesulitan-kalahkan-timnas-thailand</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2023/04/06/51/2794516/menguak-alasan-kenapa-timnas-indonesia-selalu-kesulitan-kalahkan-timnas-thailand"/><item><title>Menguak Alasan Kenapa Timnas Indonesia Selalu Kesulitan Kalahkan Timnas Thailand?</title><link>https://bola.okezone.com/read/2023/04/06/51/2794516/menguak-alasan-kenapa-timnas-indonesia-selalu-kesulitan-kalahkan-timnas-thailand</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2023/04/06/51/2794516/menguak-alasan-kenapa-timnas-indonesia-selalu-kesulitan-kalahkan-timnas-thailand</guid><pubDate>Kamis 06 April 2023 18:13 WIB</pubDate><dc:creator>Cahyo Yulianto</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/04/06/51/2794516/menguak-alasan-kenapa-timnas-indonesia-selalu-kesulitan-kalahkan-timnas-thailand-odizF7Mvzc.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Timnas Indonesia kerap kesulitan ketika bersua Thailand (Foto: PSSI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/04/06/51/2794516/menguak-alasan-kenapa-timnas-indonesia-selalu-kesulitan-kalahkan-timnas-thailand-odizF7Mvzc.jpg</image><title>Timnas Indonesia kerap kesulitan ketika bersua Thailand (Foto: PSSI)</title></images><description>MARI menguak alasan kenapa Timnas Indonesia selalu kesulitan kalahkan Timnas Thailand. Skuad Garuda &amp;ndash; julukan Timnas Indonesia &amp;ndash; kerap kesulitan ketika berhadapan dengan Thailand.
Tidak dapat dipungkiri lagi,Timnas Indonesia level senior memang belum pernah meraih juara bahkan untuk di tingkat Asia Tenggara. Jika melihat dari sejarahnya, sebagian besar Timnas Indonesia dihentikan oleh Timnas Thailand.

Ya, Timnas Indonesia memang selalu bertambah kuat pada setiap tahunnya, akan tetapi setiap kali skuad Garuda berhadapan dengan skuad Gajah Perang &amp;ndash; julukan Timnas Thailand, Indonesia selalu kesulitan untuk meraih kemenangan.
Perjumpaan terakhir Indonesia dengan Thailand di Piala AFF 2022 lalu saja berakhir dengan skor imbang 1-1. Indonesia yang sempat unggul lebih dulu melalui gol Marc Klok di menit 50, harus dipaksa berbagi angka oleh Thailand yang bermain dengan 10 pemain sejak menit 62. Bahkan, gol Thailand dicetak saat menit ke 79, yang notabene mereka telah kalah dalam jumlah pemain.
Sejak 2008, Timnas Indonesia senior hanya dua kali mengalahkan Thailand. Pertama di babak fase grup Piala AFF 2010 era Alfred Riedl dengan skor 2-1. Yang kedua terjadi pada final leg pertama Piala AFF 2016 yang juga berakhir dengan skor 2-1. Namun pada leg kedua, Thailand mampu berbalik menang dan meraih juara Piala AFF 2016.
Tidak jauh berbeda dengan tim senior, timnas level usia juga memiliki nasib yang serupa. Meski dalam segi prestasi beberapa kelompok usia telah berhasil meraih gelar Piala AFF, namun tetap saja saat berhadapan dengan Thailand selalu kesulitan. Sebut saja di level U-19, Indonesia terakhir kali menang atas Thailand pada 10 tahun silam, tepatnya pada 2013.

BACA JUGA:
Update Ranking FIFA Negara-Negara Asia Tenggara: Timnas Indonesia Perbaiki Peringkat!

Ya, Timnas Indonesia U-19 yang terakhir kali mengalahkan Thailand adalah Timnas U-19 yang berhasil menjadi juara Piala AFF 2013. Kala itu, Timnas Indonesia dihuni oleh pemain-pemain seperti Evan Dimas, Zulfiandi, Hargianto, Ilham Udin dan lain sebagainya.
Lantas mengapa Indonesia selalu kesulitan mengalahkan Thailand? Jawabannya adalah ketimpangan kualitas sepakbola di antara kedua negaranya. Perkembangan sepakbola di Thailand sangat jauh lebih maju dibanding Indonesia.Di Thailand, sepakbola mulai menjadi olahraga yang paling dikembangkan bahkan sejak level pendidikan. Di antaranya ada Sekolah Swan Ular Witaya dan Universitas Chulalongkorn yang menjadi cikal-bakal perkembangan sepakbola Thailand. Hal ini karena guru yang mengajar di sekolah tersebut berasal dari Inggris atau setidaknya alumni dari Inggris.

Raja Thailand sebelumnya, Raja Chulalongkorn melakukan modernisasi negaranya salah satunya dengan mengembangkan sepakbola. Meski tidak mudah, perlahan Thailand mulai menjadi raksasa Asia Tenggara terbukti dengan 9 kali masuk final Piala AFF dengan 6 di antaranya menjadi juara.
Faktor lainnya adalah kualitas liga di kedua negara yang sangat jauh berbeda. Liga Thailand sangat jauh lebih baik jika Indonesia. Bahkan hal itu diungkapkan langsung oleh pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong.

BACA JUGA:
Update Ranking FIFA April 2023: Timnas Indonesia Resmi Naik ke Peringkat 149 Dunia, Malaysia Melonjak Drastis!

Ditambah lagi infrastruktur dan mentalitas juga Indonesia yang masih tertinggal dari Thailand. Oleh karenanya, cukup wajar jika Indonesia kesulitan untuk mengalahkan Thailand.
Itulah  alasan kenapa Timnas Indonesia selalu kesulitan kalahkan Timnas Thailand. Indonesia harus segera membenahi kualitas liga, infrastruktur hingga mentalitas pemain untuk segera mengejar ketertinggalannya dari Thailand dan bahkan melebihinya.

</description><content:encoded>MARI menguak alasan kenapa Timnas Indonesia selalu kesulitan kalahkan Timnas Thailand. Skuad Garuda &amp;ndash; julukan Timnas Indonesia &amp;ndash; kerap kesulitan ketika berhadapan dengan Thailand.
Tidak dapat dipungkiri lagi,Timnas Indonesia level senior memang belum pernah meraih juara bahkan untuk di tingkat Asia Tenggara. Jika melihat dari sejarahnya, sebagian besar Timnas Indonesia dihentikan oleh Timnas Thailand.

Ya, Timnas Indonesia memang selalu bertambah kuat pada setiap tahunnya, akan tetapi setiap kali skuad Garuda berhadapan dengan skuad Gajah Perang &amp;ndash; julukan Timnas Thailand, Indonesia selalu kesulitan untuk meraih kemenangan.
Perjumpaan terakhir Indonesia dengan Thailand di Piala AFF 2022 lalu saja berakhir dengan skor imbang 1-1. Indonesia yang sempat unggul lebih dulu melalui gol Marc Klok di menit 50, harus dipaksa berbagi angka oleh Thailand yang bermain dengan 10 pemain sejak menit 62. Bahkan, gol Thailand dicetak saat menit ke 79, yang notabene mereka telah kalah dalam jumlah pemain.
Sejak 2008, Timnas Indonesia senior hanya dua kali mengalahkan Thailand. Pertama di babak fase grup Piala AFF 2010 era Alfred Riedl dengan skor 2-1. Yang kedua terjadi pada final leg pertama Piala AFF 2016 yang juga berakhir dengan skor 2-1. Namun pada leg kedua, Thailand mampu berbalik menang dan meraih juara Piala AFF 2016.
Tidak jauh berbeda dengan tim senior, timnas level usia juga memiliki nasib yang serupa. Meski dalam segi prestasi beberapa kelompok usia telah berhasil meraih gelar Piala AFF, namun tetap saja saat berhadapan dengan Thailand selalu kesulitan. Sebut saja di level U-19, Indonesia terakhir kali menang atas Thailand pada 10 tahun silam, tepatnya pada 2013.

BACA JUGA:
Update Ranking FIFA Negara-Negara Asia Tenggara: Timnas Indonesia Perbaiki Peringkat!

Ya, Timnas Indonesia U-19 yang terakhir kali mengalahkan Thailand adalah Timnas U-19 yang berhasil menjadi juara Piala AFF 2013. Kala itu, Timnas Indonesia dihuni oleh pemain-pemain seperti Evan Dimas, Zulfiandi, Hargianto, Ilham Udin dan lain sebagainya.
Lantas mengapa Indonesia selalu kesulitan mengalahkan Thailand? Jawabannya adalah ketimpangan kualitas sepakbola di antara kedua negaranya. Perkembangan sepakbola di Thailand sangat jauh lebih maju dibanding Indonesia.Di Thailand, sepakbola mulai menjadi olahraga yang paling dikembangkan bahkan sejak level pendidikan. Di antaranya ada Sekolah Swan Ular Witaya dan Universitas Chulalongkorn yang menjadi cikal-bakal perkembangan sepakbola Thailand. Hal ini karena guru yang mengajar di sekolah tersebut berasal dari Inggris atau setidaknya alumni dari Inggris.

Raja Thailand sebelumnya, Raja Chulalongkorn melakukan modernisasi negaranya salah satunya dengan mengembangkan sepakbola. Meski tidak mudah, perlahan Thailand mulai menjadi raksasa Asia Tenggara terbukti dengan 9 kali masuk final Piala AFF dengan 6 di antaranya menjadi juara.
Faktor lainnya adalah kualitas liga di kedua negara yang sangat jauh berbeda. Liga Thailand sangat jauh lebih baik jika Indonesia. Bahkan hal itu diungkapkan langsung oleh pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong.

BACA JUGA:
Update Ranking FIFA April 2023: Timnas Indonesia Resmi Naik ke Peringkat 149 Dunia, Malaysia Melonjak Drastis!

Ditambah lagi infrastruktur dan mentalitas juga Indonesia yang masih tertinggal dari Thailand. Oleh karenanya, cukup wajar jika Indonesia kesulitan untuk mengalahkan Thailand.
Itulah  alasan kenapa Timnas Indonesia selalu kesulitan kalahkan Timnas Thailand. Indonesia harus segera membenahi kualitas liga, infrastruktur hingga mentalitas pemain untuk segera mengejar ketertinggalannya dari Thailand dan bahkan melebihinya.

</content:encoded></item></channel></rss>
