<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Detik-Detik Israel Lepas dari Sanksi FIFA meski Rugikan Pesepakbola asal Palestina!</title><description>Berikut detik-detik Israel lepas dari sanksi FIFA pada 2015.</description><link>https://bola.okezone.com/read/2023/04/04/51/2792694/detik-detik-israel-lepas-dari-sanksi-fifa-meski-rugikan-pesepakbola-asal-palestina</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2023/04/04/51/2792694/detik-detik-israel-lepas-dari-sanksi-fifa-meski-rugikan-pesepakbola-asal-palestina"/><item><title>Detik-Detik Israel Lepas dari Sanksi FIFA meski Rugikan Pesepakbola asal Palestina!</title><link>https://bola.okezone.com/read/2023/04/04/51/2792694/detik-detik-israel-lepas-dari-sanksi-fifa-meski-rugikan-pesepakbola-asal-palestina</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2023/04/04/51/2792694/detik-detik-israel-lepas-dari-sanksi-fifa-meski-rugikan-pesepakbola-asal-palestina</guid><pubDate>Selasa 04 April 2023 09:09 WIB</pubDate><dc:creator>Ramdani Bur</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/04/04/51/2792694/detik-detik-israel-lepas-dari-sanksi-fifa-meski-rugikan-pesepakbola-asal-palestina-Ly9D0f9e5C.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Presiden Federasi Sepakbola Palestina Djibril Rajoub (kiri) saat bersalaman dengan Presiden Federasi Sepakbola Israel, Ofer Eini. (Foto: REUTERS)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/04/04/51/2792694/detik-detik-israel-lepas-dari-sanksi-fifa-meski-rugikan-pesepakbola-asal-palestina-Ly9D0f9e5C.jpg</image><title>Presiden Federasi Sepakbola Palestina Djibril Rajoub (kiri) saat bersalaman dengan Presiden Federasi Sepakbola Israel, Ofer Eini. (Foto: REUTERS)</title></images><description>DETIK-detik Israel lepas dari sanksi FIFA meski merugikan pesepakbola asal Palestina akan diulas Okezone. Federasi Sepakbola Israel (IFA) hampir dijatuhkan sanksi dalam kongres FIFA yang diadakan di Zurich, Swiss, pada 29 Mei 2015.
Israel hampir dijatuhkan sanksi setelah Federasi Sepakbola Palestina (PFA) melayangkan protes kepada FIFA. Mengutip dari Washington Post, saat itu Israel dianggap melakukan rasis kepada pesepakbola asal Palestina.

Pesepakbola asal Palestina mendapat larangan bermain oleh Israel. Selain itu, klub-klub asal Palestina juga harus rela diatur Israel. Klub-klub Palestina itu harus mau ditempatkan Israel bermain di wilayah mana.
Karena itu, presiden Federasi Sepakbola Palestina saat itu, Jibril Rajoub, mengajukan protes kepada FIFA atas tindakan intervensi Israel kepada klub-klub maupun pemain asal Palestina. Laporan itu pun membuat nasib Israel di ujung tanduk.
Dihukum atau tidaknya Israel bakal diputuskan dalam voting yang dilakukan di Kongres FIFA yang digelar di Kota Zurich. Namun, ketika voting hendak dilakukan, Jibril Rajoub tiba-tiba naik ke podium.

BACA JUGA:
Daftar Negara yang Batal Tampil di Piala Dunia U-20 Gara-Gara FIFA, Timnas Israel U-20 Jadi Tim Selanjutnya?

Masih menurut Washington Post, Jibril Rajoub mencabut laporan yang ia ajukan kepada FIFA. Ia menilai ada baiknya FIFA membentuk komite pengawasan untuk pemain-pemain Palestina, ketimbang menjatuhkan sanksi kepada Israel.&amp;ldquo;Saya di sini untuk bermain sepakbola daripada bermain politik. Saya tidak ingin mencetak gol, saya ingin mengakhiri penderitaan,&amp;rdquo; kata Jibril Rajoub mengutip dari Washington Post.

(Djibril Rajoub (kiri) dan Ofer Eini saat berjabat tangan di Kongres FIFA)
Namun, Presiden Federasi Sepakbola Israel justru mengeluarkan aksi tengil. Ia menilai Jibril Rajoub batal mengajukan proposal keberatan ke FIFA karena pesimistis Israel bakal menerima sanksi dari FIFA.
&amp;ldquo;Saya tidak ingin menuding Palestina. Saya pikir sepakbola harus berfungsi sebagai jembatan menuju perdamaian, kedamaian yang semua kita inginkan,&amp;rdquo; kata Ofer Eini.
Sayangnya, hampir delapan tahun berlalu, kedamaian tak kunjung ada di Palestina. Kamis, 30 Maret 2023 malam WIB, tentara Israel menyerang final Piala Liga Palestina dengan gas air mata dan peluru karet.

BACA JUGA:
Jika Dicoret dari Piala Dunia U-20 2023, Ini Negara yang Bakal Gantikan Timnas Israel U-20: Timnas Indonesia U-20?

Akibatnya, banyak suporter dan pemain yang sesak napas akibat aksi brutal tersebut. Menarik menanti respons FIFA atas serangan biadab tersebut.</description><content:encoded>DETIK-detik Israel lepas dari sanksi FIFA meski merugikan pesepakbola asal Palestina akan diulas Okezone. Federasi Sepakbola Israel (IFA) hampir dijatuhkan sanksi dalam kongres FIFA yang diadakan di Zurich, Swiss, pada 29 Mei 2015.
Israel hampir dijatuhkan sanksi setelah Federasi Sepakbola Palestina (PFA) melayangkan protes kepada FIFA. Mengutip dari Washington Post, saat itu Israel dianggap melakukan rasis kepada pesepakbola asal Palestina.

Pesepakbola asal Palestina mendapat larangan bermain oleh Israel. Selain itu, klub-klub asal Palestina juga harus rela diatur Israel. Klub-klub Palestina itu harus mau ditempatkan Israel bermain di wilayah mana.
Karena itu, presiden Federasi Sepakbola Palestina saat itu, Jibril Rajoub, mengajukan protes kepada FIFA atas tindakan intervensi Israel kepada klub-klub maupun pemain asal Palestina. Laporan itu pun membuat nasib Israel di ujung tanduk.
Dihukum atau tidaknya Israel bakal diputuskan dalam voting yang dilakukan di Kongres FIFA yang digelar di Kota Zurich. Namun, ketika voting hendak dilakukan, Jibril Rajoub tiba-tiba naik ke podium.

BACA JUGA:
Daftar Negara yang Batal Tampil di Piala Dunia U-20 Gara-Gara FIFA, Timnas Israel U-20 Jadi Tim Selanjutnya?

Masih menurut Washington Post, Jibril Rajoub mencabut laporan yang ia ajukan kepada FIFA. Ia menilai ada baiknya FIFA membentuk komite pengawasan untuk pemain-pemain Palestina, ketimbang menjatuhkan sanksi kepada Israel.&amp;ldquo;Saya di sini untuk bermain sepakbola daripada bermain politik. Saya tidak ingin mencetak gol, saya ingin mengakhiri penderitaan,&amp;rdquo; kata Jibril Rajoub mengutip dari Washington Post.

(Djibril Rajoub (kiri) dan Ofer Eini saat berjabat tangan di Kongres FIFA)
Namun, Presiden Federasi Sepakbola Israel justru mengeluarkan aksi tengil. Ia menilai Jibril Rajoub batal mengajukan proposal keberatan ke FIFA karena pesimistis Israel bakal menerima sanksi dari FIFA.
&amp;ldquo;Saya tidak ingin menuding Palestina. Saya pikir sepakbola harus berfungsi sebagai jembatan menuju perdamaian, kedamaian yang semua kita inginkan,&amp;rdquo; kata Ofer Eini.
Sayangnya, hampir delapan tahun berlalu, kedamaian tak kunjung ada di Palestina. Kamis, 30 Maret 2023 malam WIB, tentara Israel menyerang final Piala Liga Palestina dengan gas air mata dan peluru karet.

BACA JUGA:
Jika Dicoret dari Piala Dunia U-20 2023, Ini Negara yang Bakal Gantikan Timnas Israel U-20: Timnas Indonesia U-20?

Akibatnya, banyak suporter dan pemain yang sesak napas akibat aksi brutal tersebut. Menarik menanti respons FIFA atas serangan biadab tersebut.</content:encoded></item></channel></rss>
