<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kisah Didier Drogba Legenda Chelsea yang Hentikan Perang Saudara Lewat Sepakbola</title><description>Berikut Kisah Didier Drogba Legenda Chelsea yang Hentikan Perang Saudara Lewat Sepakbola</description><link>https://bola.okezone.com/read/2023/04/04/51/2792606/kisah-didier-drogba-legenda-chelsea-yang-hentikan-perang-saudara-lewat-sepakbola</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2023/04/04/51/2792606/kisah-didier-drogba-legenda-chelsea-yang-hentikan-perang-saudara-lewat-sepakbola"/><item><title>Kisah Didier Drogba Legenda Chelsea yang Hentikan Perang Saudara Lewat Sepakbola</title><link>https://bola.okezone.com/read/2023/04/04/51/2792606/kisah-didier-drogba-legenda-chelsea-yang-hentikan-perang-saudara-lewat-sepakbola</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2023/04/04/51/2792606/kisah-didier-drogba-legenda-chelsea-yang-hentikan-perang-saudara-lewat-sepakbola</guid><pubDate>Selasa 04 April 2023 03:02 WIB</pubDate><dc:creator>Cahyo Yulianto</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/04/04/51/2792606/kisah-didier-drogba-legenda-chelsea-yang-hentikan-perang-saudara-lewat-sepakbola-vsPohRaNLb.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Didier Drogba kala membela Chelsea. (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/04/04/51/2792606/kisah-didier-drogba-legenda-chelsea-yang-hentikan-perang-saudara-lewat-sepakbola-vsPohRaNLb.jpg</image><title>Didier Drogba kala membela Chelsea. (Foto: Reuters)</title></images><description>KISAH Didier Drogba, legenda Chelsea yang hentikan perang saudara lewat sepakbola akan diulas oleh Okezone pada artikel ini. Didier Drogba sendiri diketahui merupakan salah satu pemain asal Afrika yang tersukses sepanjang masa.
Didier Drogba yang berasal dari Pantai Gading menjadi pemain pertama asal Afrika yang berhasil mencetak 100 gol di Premier League. Bahkan, pemain yang namanya besar di Chelsea ini telah memenangkan empat gelar Premier League, empat gelar FA Cup, dan satu gelar Liga Champions.

Namun, seluruh pencapaian Drogba di Premier League bersama Chelsea, tidak ada apa-apanya dibanding dengan apa yang telah ia lakukan untuk negaranya. Akibat krisis ekonomi, Drogba kecil harus pindah dari negaranya ke Prancis untuk tinggal bersama pamannya, Michel Goba, yang merupakan seorang pemain sepakbola.
Dari situlah, Drogba mulai menggeluti dunia si kulit bundar. Dia sembari mengenyam pendidikannya hingga bangku universitas.

BACA JUGA:
Jadi Striker Dadakan di Laga Persikabo 1973 vs Persib Bandung, Victor Igbonefo Coba Tiru Gaya Main Didier Drogba


Setelah itu, Drogba mulai menyusuri jalan terjal untuk menjadi pesepakbola. Beruntung, bakatnya tercium oleh Marseille yang langsung merekrutnya.
Tampil apik bersama Marseille, Drogba kemudian diboyong Chelesea ke Liga Inggris. Tidak butuh waktu lama, Drogba menjadi monster yang berbahaya untuk lawan-lawannya.
Tampil gemilang bersama klub yang dibelanya, membuat Drogba dipanggil menjadi ujung tombak Timnas Pantai Gading. Dia pun berhasil membawa negaranya melaju ke putaran final Piala Dunia 2006 di Jerman.
Namun, kegembiraan itu harus dibarengi dengan sebuah kekhawatiran. Pasalnya, Timnas Pantai Gading kala itu tengah berada dalam perang saudara yang dimulai sejak 2002.Namun, hebatnya sosok Didier Drogba, dia mampu menghentikan perang saudara tersebut melalui sepakbola. Setelah pertandingan menghadapi Sudan yang menentukan kelolosan mereka menuju Piala Dunia, Drogba menyampaikan sebuah pidato yang mendamaikan perang di negaranya.
&quot;Masyarakat Pantai Gading dari utara, selatan, tengah, dan barat, kami membuktikan hari ini jika warga Pantai Gading dapat hidup berdampingan dan bermain bersama dengan tujuan yang sama, untuk lolos Piala Dunia!&quot; ujar Drogba.

&quot;Kami berjanji kepada kalian bahwa selebrasi akan menyatukan semua orang. Hari ini kami memohon kepada kalian. Satu negara di Afrika dengan begitu banyak kekayaan tidak boleh jatuh dalam perang. Tolong letakan senjata kalian dan adakan pemilihan,&quot; lanjutnya diikuti para pemain yang berlutut.

BACA JUGA:
Kisah Mualaf Eks Bintang Bayern Munich, Punya Kiat Khusus Jalani Puasa Ramadhan Sambil Bertanding di Eropa


Pidato Drogba ini kemudian meluluhkan hati setiap kubu yang berperang untuk dapat menuju meja perundingan. Pada 2007, kedua kubu pun sepakat untuk menandatangani perjanjian damai dan menghentikan perang saudara yang telah mereka lakukan bertahun-tahun lamanya.
Demikianlah kisah Didier Drogba, legenda Chelsea yang hentikan perang saudara lewat sepakbola.</description><content:encoded>KISAH Didier Drogba, legenda Chelsea yang hentikan perang saudara lewat sepakbola akan diulas oleh Okezone pada artikel ini. Didier Drogba sendiri diketahui merupakan salah satu pemain asal Afrika yang tersukses sepanjang masa.
Didier Drogba yang berasal dari Pantai Gading menjadi pemain pertama asal Afrika yang berhasil mencetak 100 gol di Premier League. Bahkan, pemain yang namanya besar di Chelsea ini telah memenangkan empat gelar Premier League, empat gelar FA Cup, dan satu gelar Liga Champions.

Namun, seluruh pencapaian Drogba di Premier League bersama Chelsea, tidak ada apa-apanya dibanding dengan apa yang telah ia lakukan untuk negaranya. Akibat krisis ekonomi, Drogba kecil harus pindah dari negaranya ke Prancis untuk tinggal bersama pamannya, Michel Goba, yang merupakan seorang pemain sepakbola.
Dari situlah, Drogba mulai menggeluti dunia si kulit bundar. Dia sembari mengenyam pendidikannya hingga bangku universitas.

BACA JUGA:
Jadi Striker Dadakan di Laga Persikabo 1973 vs Persib Bandung, Victor Igbonefo Coba Tiru Gaya Main Didier Drogba


Setelah itu, Drogba mulai menyusuri jalan terjal untuk menjadi pesepakbola. Beruntung, bakatnya tercium oleh Marseille yang langsung merekrutnya.
Tampil apik bersama Marseille, Drogba kemudian diboyong Chelesea ke Liga Inggris. Tidak butuh waktu lama, Drogba menjadi monster yang berbahaya untuk lawan-lawannya.
Tampil gemilang bersama klub yang dibelanya, membuat Drogba dipanggil menjadi ujung tombak Timnas Pantai Gading. Dia pun berhasil membawa negaranya melaju ke putaran final Piala Dunia 2006 di Jerman.
Namun, kegembiraan itu harus dibarengi dengan sebuah kekhawatiran. Pasalnya, Timnas Pantai Gading kala itu tengah berada dalam perang saudara yang dimulai sejak 2002.Namun, hebatnya sosok Didier Drogba, dia mampu menghentikan perang saudara tersebut melalui sepakbola. Setelah pertandingan menghadapi Sudan yang menentukan kelolosan mereka menuju Piala Dunia, Drogba menyampaikan sebuah pidato yang mendamaikan perang di negaranya.
&quot;Masyarakat Pantai Gading dari utara, selatan, tengah, dan barat, kami membuktikan hari ini jika warga Pantai Gading dapat hidup berdampingan dan bermain bersama dengan tujuan yang sama, untuk lolos Piala Dunia!&quot; ujar Drogba.

&quot;Kami berjanji kepada kalian bahwa selebrasi akan menyatukan semua orang. Hari ini kami memohon kepada kalian. Satu negara di Afrika dengan begitu banyak kekayaan tidak boleh jatuh dalam perang. Tolong letakan senjata kalian dan adakan pemilihan,&quot; lanjutnya diikuti para pemain yang berlutut.

BACA JUGA:
Kisah Mualaf Eks Bintang Bayern Munich, Punya Kiat Khusus Jalani Puasa Ramadhan Sambil Bertanding di Eropa


Pidato Drogba ini kemudian meluluhkan hati setiap kubu yang berperang untuk dapat menuju meja perundingan. Pada 2007, kedua kubu pun sepakat untuk menandatangani perjanjian damai dan menghentikan perang saudara yang telah mereka lakukan bertahun-tahun lamanya.
Demikianlah kisah Didier Drogba, legenda Chelsea yang hentikan perang saudara lewat sepakbola.</content:encoded></item></channel></rss>
