<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Jadi Korban Utama Gagalnya Indonesia Jadi Tuan Rumah Piala Dunia U-20 2023, Hugo Samir Coba Legowo</title><description>Tanggapi Gagalnya Timnas Indonesia U-20 Mentas di Piala Dunia U-20 2023, Hugo Samir Coba Legowo.</description><link>https://bola.okezone.com/read/2023/03/30/51/2789818/jadi-korban-utama-gagalnya-indonesia-jadi-tuan-rumah-piala-dunia-u-20-2023-hugo-samir-coba-legowo</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2023/03/30/51/2789818/jadi-korban-utama-gagalnya-indonesia-jadi-tuan-rumah-piala-dunia-u-20-2023-hugo-samir-coba-legowo"/><item><title>Jadi Korban Utama Gagalnya Indonesia Jadi Tuan Rumah Piala Dunia U-20 2023, Hugo Samir Coba Legowo</title><link>https://bola.okezone.com/read/2023/03/30/51/2789818/jadi-korban-utama-gagalnya-indonesia-jadi-tuan-rumah-piala-dunia-u-20-2023-hugo-samir-coba-legowo</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2023/03/30/51/2789818/jadi-korban-utama-gagalnya-indonesia-jadi-tuan-rumah-piala-dunia-u-20-2023-hugo-samir-coba-legowo</guid><pubDate>Kamis 30 Maret 2023 05:45 WIB</pubDate><dc:creator>Andri Bagus Syaeful </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/03/30/51/2789818/jadi-korban-utama-gagalnya-indonesia-jadi-tuan-rumah-piala-dunia-u-20-2023-hugo-samir-coba-legowo-eqMZdg4fNg.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pemain Timnas Indonesia U-20, Hugo Samir. (Foto: Instagram/hugosamir28)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/03/30/51/2789818/jadi-korban-utama-gagalnya-indonesia-jadi-tuan-rumah-piala-dunia-u-20-2023-hugo-samir-coba-legowo-eqMZdg4fNg.jpg</image><title>Pemain Timnas Indonesia U-20, Hugo Samir. (Foto: Instagram/hugosamir28)</title></images><description>JAKARTA - Pemain Tim Nasional (Timnas) Indonesia U-20, Hugo Samir ikut kecewa dengan batalnya mereka tampil di Piala Dunia U-20 2023. Kendati demikian, Hugo Samir mencoba legowo dan mengingatkan bahwa kegagalan itu bukan akhir segalanya.
FIFA telah resmi mencabut status Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20 setelah mengamati kondisi yang kurang kondusif di Tanah Air. Penolakan kehadiran Timnas Israel U-20 datang dari berbagai kubu, bahkan termasuk pemimpin daerah di Indonesia, seperti  Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Gubernur Bali I Wayan Koster.

BACA JUGA:
Piala Dunia U-20 2023 di Indonesia Batal, Pemain Timnas Indonesia U-20 Serbu Instagram Ganjar Pranowo

Terlepas dari apa pun alasannya, yang jadi korban utama adalah para penggawa Timnas Indonesia U-20 yang sudah terlanjut bermimpi bermain di Piala Dunia U-20 2023. Semua pemain skuad Garuda Nusantara jelas amat sakit hati.
Kendati demikian, Hugo Samir mencoba legowo menanggapi masalah tersebut. Dia tetap memberikan apresiasi kepada timnya yang sudah serius berjuang.

&quot;Terima kasih teman-teman, pelatih dan staf. Terima kasih atas semua perjuangan dan kebersamaan ini. Tetes air mata darah yang kalian berikan untuk bangsa,&quot; kata Hugo Samir dilansir dari akun Instagramnya @humosamir28, Kamis (30/3/2023).
Pemain Persis Solo itu mengatakan perjalanan karier rekan-rekannya dalam dunia sepak bola belum selesai akibat hal tersebut. Oleh karena itu, dia terus memberikan semangat agar timnya tidak bersedih.&quot;Ini bukan akhir dari segalanya. Mimpi saya mimpi, orang tua saya, dan mimpi rakyat indonesia selalu mimpikan yang sama (Piala Dunia U-20 tetap bisa berlangsung di Indonesia),&quot; lanjut Hugo Samir.

BACA JUGA:
Indonesia Gagal Gelar Piala Dunia U-20 2023, Akmal Marhali: Karena Kepentingan Politik!

Namun, Hugo mengatakan sejujurnya kecewa karena kesempatan tampil di Piala Dunia U-20 telah pupus. Pasalnya, kesempatan itu tidak akan lagi dirinya rasakan karena umur terus bertambah dan tidak bisa memenuhi regulasi yang ada di kemudian hari nanti.

&quot;Mimpi yang tak akan pernah menjadi nyata. kecewa,&quot; tutup Hugo Samir.</description><content:encoded>JAKARTA - Pemain Tim Nasional (Timnas) Indonesia U-20, Hugo Samir ikut kecewa dengan batalnya mereka tampil di Piala Dunia U-20 2023. Kendati demikian, Hugo Samir mencoba legowo dan mengingatkan bahwa kegagalan itu bukan akhir segalanya.
FIFA telah resmi mencabut status Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20 setelah mengamati kondisi yang kurang kondusif di Tanah Air. Penolakan kehadiran Timnas Israel U-20 datang dari berbagai kubu, bahkan termasuk pemimpin daerah di Indonesia, seperti  Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Gubernur Bali I Wayan Koster.

BACA JUGA:
Piala Dunia U-20 2023 di Indonesia Batal, Pemain Timnas Indonesia U-20 Serbu Instagram Ganjar Pranowo

Terlepas dari apa pun alasannya, yang jadi korban utama adalah para penggawa Timnas Indonesia U-20 yang sudah terlanjut bermimpi bermain di Piala Dunia U-20 2023. Semua pemain skuad Garuda Nusantara jelas amat sakit hati.
Kendati demikian, Hugo Samir mencoba legowo menanggapi masalah tersebut. Dia tetap memberikan apresiasi kepada timnya yang sudah serius berjuang.

&quot;Terima kasih teman-teman, pelatih dan staf. Terima kasih atas semua perjuangan dan kebersamaan ini. Tetes air mata darah yang kalian berikan untuk bangsa,&quot; kata Hugo Samir dilansir dari akun Instagramnya @humosamir28, Kamis (30/3/2023).
Pemain Persis Solo itu mengatakan perjalanan karier rekan-rekannya dalam dunia sepak bola belum selesai akibat hal tersebut. Oleh karena itu, dia terus memberikan semangat agar timnya tidak bersedih.&quot;Ini bukan akhir dari segalanya. Mimpi saya mimpi, orang tua saya, dan mimpi rakyat indonesia selalu mimpikan yang sama (Piala Dunia U-20 tetap bisa berlangsung di Indonesia),&quot; lanjut Hugo Samir.

BACA JUGA:
Indonesia Gagal Gelar Piala Dunia U-20 2023, Akmal Marhali: Karena Kepentingan Politik!

Namun, Hugo mengatakan sejujurnya kecewa karena kesempatan tampil di Piala Dunia U-20 telah pupus. Pasalnya, kesempatan itu tidak akan lagi dirinya rasakan karena umur terus bertambah dan tidak bisa memenuhi regulasi yang ada di kemudian hari nanti.

&quot;Mimpi yang tak akan pernah menjadi nyata. kecewa,&quot; tutup Hugo Samir.</content:encoded></item></channel></rss>
