<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Drawing Piala Dunia U-20 2023 Batal Digelar di Indonesia, Arya Sinulingga Sebut PSSI Berupaya agar Tak Kena Sanksi FIFA</title><description>PSSI berupaya agar tak kena sanksi FIFA.</description><link>https://bola.okezone.com/read/2023/03/26/51/2787738/drawing-piala-dunia-u-20-2023-batal-digelar-di-indonesia-arya-sinulingga-sebut-pssi-berupaya-agar-tak-kena-sanksi-fifa</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2023/03/26/51/2787738/drawing-piala-dunia-u-20-2023-batal-digelar-di-indonesia-arya-sinulingga-sebut-pssi-berupaya-agar-tak-kena-sanksi-fifa"/><item><title>Drawing Piala Dunia U-20 2023 Batal Digelar di Indonesia, Arya Sinulingga Sebut PSSI Berupaya agar Tak Kena Sanksi FIFA</title><link>https://bola.okezone.com/read/2023/03/26/51/2787738/drawing-piala-dunia-u-20-2023-batal-digelar-di-indonesia-arya-sinulingga-sebut-pssi-berupaya-agar-tak-kena-sanksi-fifa</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2023/03/26/51/2787738/drawing-piala-dunia-u-20-2023-batal-digelar-di-indonesia-arya-sinulingga-sebut-pssi-berupaya-agar-tak-kena-sanksi-fifa</guid><pubDate>Minggu 26 Maret 2023 22:25 WIB</pubDate><dc:creator>Andhika Khoirul Huda</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/03/26/51/2787738/drawing-piala-dunia-u-20-2023-batal-digelar-di-indonesia-arya-sinulingga-sebut-pssi-berupaya-agar-tak-kena-sanksi-fifa-yn3YWCzd1X.jpg" expression="full" type="image/jpeg">PSSI berupaya agar tak terkena sanksi dari FIFA (Foto: FIFA)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/03/26/51/2787738/drawing-piala-dunia-u-20-2023-batal-digelar-di-indonesia-arya-sinulingga-sebut-pssi-berupaya-agar-tak-kena-sanksi-fifa-yn3YWCzd1X.jpg</image><title>PSSI berupaya agar tak terkena sanksi dari FIFA (Foto: FIFA)</title></images><description>DRAWING Piala Dunia U-20 2023 batal digelar di Indonesia. Sebab itu, Federasi Sepakbola Indonesia (PSSI) berupaya agar Indonesia tak terkena sanksi dari FIFA.
Sebagaimana diketahui, FIFA sudah mengumumkan pembatalan drawing Piala Dunia U-20 2023 yang berlangsung di Indonesia. Sejatinya, sesi pengundian dilakukan di Bali pada 31 Maret 2023 mendatang.

Namun, polemik penolakan terhadap kehadiran Timnas Israel U-20 berdampak cukup besar. FIFA pun membatalkan sesi drawing di Indonesia.
Buntut perkara itu tak hanya berhenti di situ. Indonesia bisa terancam sanksi dari FIFA, karena dianggap melanggar kesepakatan di awal saat sesi pengajuan diri sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20 2023.
Menindaklanjuti hal itu, Exco PSSI, Arya Sinulingga mengatakan pihaknya berupaya agar Indonesia tidak terkena ancaman hukuman tersebut. Ia menyebut, Ketua Umum PSSI, Erick Thohir mencoba melakukan pendekatan dengan FIFA, agar tak memberi hukuman kepada Indonesia.

BACA JUGA:
Penyebab Drawing Piala Dunia U-20 2023 Dibatalkan,  Awal Bencana Sepakbola Indonesia?

&amp;ldquo;Melanggar aturan, karena kita yang mengajukan jadi tuan rumah. Di sana sudah ada (kesepakatan) kita akan melakukan penyelenggaraan dengan baik dan menjaga peserta dengan baik. Ketika kita tak bisa melakukan itu, kita dianggap melanggar sendiri apa yang kita sepakati dengan FIFA. Sehingga berpotensi terkena banned,&amp;rdquo; kata Arya Sinulingga.
Untuk diketahui, Indonesia sudah pernah terkena sanksi dari FIFA pada pertengahan 2015 silam. Hal itu terjadi karena adanya intervensi yang dilakukan Pemerintah Indonesia kepada PSSI.

BACA JUGA:
Jika Dibanned FIFA, Timnas Indonesia Batal Main di Ajang yang 17 Tahun Telah Dinanti

Saat itu, Menpora Imam Nahrawi memembekukan PSSI, karena tak mengindahkan laporan Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI). Itu terkait PSSI tak meloloskan tiga tim Liga 1 untuk berkompetisi.Belajar dari hal tersebut, Arya mengatakan Ketua Umum PSSI, Erick Thohir sedang melakukan pendekatan dengan FIFA, untuk mencari solusi dari permasalahan tersebut. Tujuannya agar sepakbola Indonesia tak lagi terkena banned dari FIFA.

&amp;ldquo;Yang pasti semua opsi akan dibawa untuk Pak Erick diplomasi dengan FIFA bagaimana menyelamatkan Piala Dunia U-20 ini. Semua cara dipakai untuk menyelamatkan indonesia dari pengucilan sanksi yang akan diberikan,&amp;rdquo; ujar Arya.

BACA JUGA:
Pengamat Sebut Pembatalan Drawing Piala Dunia U-20 2023 sebagai Awal Bencana untuk Sepakbola Indonesia

&amp;ldquo;Karena kan kita tahu tahun 2015 kita pernah dibanned juga, pernah kita alami, bukan sesuatu yang baru. Kita enggak mau itu terjadi lagi yang bisa membuat kita tidak bisa ikut pertandingan internasional,&amp;rdquo; timpalnya.
&amp;ldquo;Selain itu, liga kita terdaftar dan diakui FIFA. Bisa-bisa tidak diakui lagi dan itu kenyataan yang pernah kita alami, salah satu alasan ranking kita jatuh gara-gara dibanned,&amp;rdquo; imbuhnya.</description><content:encoded>DRAWING Piala Dunia U-20 2023 batal digelar di Indonesia. Sebab itu, Federasi Sepakbola Indonesia (PSSI) berupaya agar Indonesia tak terkena sanksi dari FIFA.
Sebagaimana diketahui, FIFA sudah mengumumkan pembatalan drawing Piala Dunia U-20 2023 yang berlangsung di Indonesia. Sejatinya, sesi pengundian dilakukan di Bali pada 31 Maret 2023 mendatang.

Namun, polemik penolakan terhadap kehadiran Timnas Israel U-20 berdampak cukup besar. FIFA pun membatalkan sesi drawing di Indonesia.
Buntut perkara itu tak hanya berhenti di situ. Indonesia bisa terancam sanksi dari FIFA, karena dianggap melanggar kesepakatan di awal saat sesi pengajuan diri sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20 2023.
Menindaklanjuti hal itu, Exco PSSI, Arya Sinulingga mengatakan pihaknya berupaya agar Indonesia tidak terkena ancaman hukuman tersebut. Ia menyebut, Ketua Umum PSSI, Erick Thohir mencoba melakukan pendekatan dengan FIFA, agar tak memberi hukuman kepada Indonesia.

BACA JUGA:
Penyebab Drawing Piala Dunia U-20 2023 Dibatalkan,  Awal Bencana Sepakbola Indonesia?

&amp;ldquo;Melanggar aturan, karena kita yang mengajukan jadi tuan rumah. Di sana sudah ada (kesepakatan) kita akan melakukan penyelenggaraan dengan baik dan menjaga peserta dengan baik. Ketika kita tak bisa melakukan itu, kita dianggap melanggar sendiri apa yang kita sepakati dengan FIFA. Sehingga berpotensi terkena banned,&amp;rdquo; kata Arya Sinulingga.
Untuk diketahui, Indonesia sudah pernah terkena sanksi dari FIFA pada pertengahan 2015 silam. Hal itu terjadi karena adanya intervensi yang dilakukan Pemerintah Indonesia kepada PSSI.

BACA JUGA:
Jika Dibanned FIFA, Timnas Indonesia Batal Main di Ajang yang 17 Tahun Telah Dinanti

Saat itu, Menpora Imam Nahrawi memembekukan PSSI, karena tak mengindahkan laporan Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI). Itu terkait PSSI tak meloloskan tiga tim Liga 1 untuk berkompetisi.Belajar dari hal tersebut, Arya mengatakan Ketua Umum PSSI, Erick Thohir sedang melakukan pendekatan dengan FIFA, untuk mencari solusi dari permasalahan tersebut. Tujuannya agar sepakbola Indonesia tak lagi terkena banned dari FIFA.

&amp;ldquo;Yang pasti semua opsi akan dibawa untuk Pak Erick diplomasi dengan FIFA bagaimana menyelamatkan Piala Dunia U-20 ini. Semua cara dipakai untuk menyelamatkan indonesia dari pengucilan sanksi yang akan diberikan,&amp;rdquo; ujar Arya.

BACA JUGA:
Pengamat Sebut Pembatalan Drawing Piala Dunia U-20 2023 sebagai Awal Bencana untuk Sepakbola Indonesia

&amp;ldquo;Karena kan kita tahu tahun 2015 kita pernah dibanned juga, pernah kita alami, bukan sesuatu yang baru. Kita enggak mau itu terjadi lagi yang bisa membuat kita tidak bisa ikut pertandingan internasional,&amp;rdquo; timpalnya.
&amp;ldquo;Selain itu, liga kita terdaftar dan diakui FIFA. Bisa-bisa tidak diakui lagi dan itu kenyataan yang pernah kita alami, salah satu alasan ranking kita jatuh gara-gara dibanned,&amp;rdquo; imbuhnya.</content:encoded></item></channel></rss>
