<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>3 Perbedaan Mencolok Timnas Indonesia di Bawah Shin Tae-yong dengan Simon McMenemy, Nomor 1 soal Prestasi!</title><description>Berikut 3 perbedaan mencolok Timnas Indonesia di bawah Shin Tae-yong dengan Simon Mcmenemy</description><link>https://bola.okezone.com/read/2023/02/09/51/2762258/3-perbedaan-mencolok-timnas-indonesia-di-bawah-shin-tae-yong-dengan-simon-mcmenemy-nomor-1-soal-prestasi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2023/02/09/51/2762258/3-perbedaan-mencolok-timnas-indonesia-di-bawah-shin-tae-yong-dengan-simon-mcmenemy-nomor-1-soal-prestasi"/><item><title>3 Perbedaan Mencolok Timnas Indonesia di Bawah Shin Tae-yong dengan Simon McMenemy, Nomor 1 soal Prestasi!</title><link>https://bola.okezone.com/read/2023/02/09/51/2762258/3-perbedaan-mencolok-timnas-indonesia-di-bawah-shin-tae-yong-dengan-simon-mcmenemy-nomor-1-soal-prestasi</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2023/02/09/51/2762258/3-perbedaan-mencolok-timnas-indonesia-di-bawah-shin-tae-yong-dengan-simon-mcmenemy-nomor-1-soal-prestasi</guid><pubDate>Kamis 09 Februari 2023 21:02 WIB</pubDate><dc:creator>Cahyo Yulianto</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/02/09/51/2762258/3-perbedaan-mencolok-timnas-indonesia-di-bawah-shin-tae-yong-dengan-simon-mcmenemy-nomor-1-soal-prestasi-TIyqkHQyNq.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Berikut 3 perbedaan mencolok Timnas Indonesia di bawah Shin Tae-yong dan Simon Mcmenemy (Foto: Twitter/PSSI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/02/09/51/2762258/3-perbedaan-mencolok-timnas-indonesia-di-bawah-shin-tae-yong-dengan-simon-mcmenemy-nomor-1-soal-prestasi-TIyqkHQyNq.jpg</image><title>Berikut 3 perbedaan mencolok Timnas Indonesia di bawah Shin Tae-yong dan Simon Mcmenemy (Foto: Twitter/PSSI)</title></images><description>SEBANYAK 3 perbedaan mencolok Timnas Indonesia di bawah Shin Tae-yong dengan Simon McMenemy akan diulas Okezone. Tidak seperti Vietnam yang setia bersama Park Hang-seo sejak September 2017, PSSI cenderung suka untuk menggonta-ganti pelatih Timnas Indonesia.
Pada kurun waktu yang sama sejak 2017, Indonesia setidaknya telah melakukan 3 kali pergantian pelatih timnas mulai dari Luis Milla hingga sekarang menjadi Shin Tae-yong. Sebelum Timnas Indonesia ditangani oleh Shin Tae-yong, Skuad Garuda -julukan Timnas Indonesia- ditangani oleh mantan pelatih Bhayangkara FC, Simon Mcmenemy.
Simon Mcmenemy menukangi skuad garuda sejak akhir 2018 dan diberhentikan pada 6 November 2019. Dilihat dari berbagai aspek, kedua pelatih ini memiliki banyak sekali perbedaan. Namun setidaknya ada 3 perbedaan yang mencolok dari pelatih asal Korea Selatan dengan pelatih asal Inggris ini.
Berikut 3 Perbedaan Mencolok Timnas Indonesia di bawah Shin Tae-yong dengan Simon Mcmenemy
3. Pemilihan Pemain

Pada aspek pemilihan pemain, kedua pelatih ini memiliki selera yang sangat jauh berbeda. Simon Mcmenemy lebih memilih untuk memanggil pemain-pemain senior yang kaya akan pengalaman seperti Beto Goncalves, Ruben Sanadi, Ahmad Jufriyanto dan sebagainya.
BACA JUGA:Proses Naturalisasi Belum Tuntas, 3 Pemain Keturunan Ini Kemungkinan Absen Bela Timnas Indonesia U-20 di Piala Asia U-20 2023
Berbanding terbalik dengan Simon Mcmenemy, Shin Tae-yong lebih banyak untuk memilih bibit-bibit muda bertalenta. Terbukti dengan nama-nama baru yang masih berusia di bawah 23 dan 19 tahun seperti Pratama Arhan, Asnawi Mangkualam, hingga Witan Sulaeman.2. Sistem Pelatihan

Sistem yang digunakan untuk melatih para punggawa timnas dari kedua pelatih sangat berbeda. Shin Tae-yong memiliki sistem pelatihan yang sangat tegas dan disiplin.
Tidak hanya untuk sesi latihan, Shin Tae-yong juga sangat ketat untuk mengatur pola makan para pemain. Bahkan saking tegas dan disiplinnya, Shin Tae-yong tidak segan untuk mencoret pemain-pemain indisipliner untuk diganti dengan pemain yang jauh lebih patuh.
Sebut saja nama-nama seperti Nur Hidayat, Yudha Febrian dan Serdy Fano adalah deretan nama yang telah dicoret dari dari skuad asuhan Shin Tae Yong. Berbeda dengan Shin Tae-yong, hal-hal seperti ini kurang terlihat di Timnas Indonesia saat era Simon Mcmenemy.
1. Prestasi

Tidak dapat dipungkiri, prestasi menjadi faktor terdepan bertahan lama atau tidaknya seorang pelatih di sebuah tim. Selama kurun waktu 11 bulan Simon Mcmenemy menjadi juru taktik Timnas Indonesia, tidak ada satupun prestasi yang diraihnya.
Bahkan banyak pihak yang menilai jika performa timnas semakin menurun di bawah asuhan Simon Mcmenemy. Berbanding terbalik dengan Simon, di bawah asuhan Shin Tae-yong timnas mendapat berbagai prestasi.
Meskipun belum sekalipun menjadi juara, namun Skuad Garuda sukses menjadi runner up Piala AFF 2020, meraih medali perunggu pada SEA Games 2021 dan mengantarkan Timnas Indonesia kembali lolos ke putaran final Piala Asia 2023 setelah hampir 16 tahun lamanya. Selain itu, posisi Indonesia di ranking FIFA juga mengalami kenaikan yang cukup drastis.
Itulah 3 perbedaan mencolok Timnas Indonesia di bawah asuhan Shin Tae-yong dan Simon Mcmenemy.</description><content:encoded>SEBANYAK 3 perbedaan mencolok Timnas Indonesia di bawah Shin Tae-yong dengan Simon McMenemy akan diulas Okezone. Tidak seperti Vietnam yang setia bersama Park Hang-seo sejak September 2017, PSSI cenderung suka untuk menggonta-ganti pelatih Timnas Indonesia.
Pada kurun waktu yang sama sejak 2017, Indonesia setidaknya telah melakukan 3 kali pergantian pelatih timnas mulai dari Luis Milla hingga sekarang menjadi Shin Tae-yong. Sebelum Timnas Indonesia ditangani oleh Shin Tae-yong, Skuad Garuda -julukan Timnas Indonesia- ditangani oleh mantan pelatih Bhayangkara FC, Simon Mcmenemy.
Simon Mcmenemy menukangi skuad garuda sejak akhir 2018 dan diberhentikan pada 6 November 2019. Dilihat dari berbagai aspek, kedua pelatih ini memiliki banyak sekali perbedaan. Namun setidaknya ada 3 perbedaan yang mencolok dari pelatih asal Korea Selatan dengan pelatih asal Inggris ini.
Berikut 3 Perbedaan Mencolok Timnas Indonesia di bawah Shin Tae-yong dengan Simon Mcmenemy
3. Pemilihan Pemain

Pada aspek pemilihan pemain, kedua pelatih ini memiliki selera yang sangat jauh berbeda. Simon Mcmenemy lebih memilih untuk memanggil pemain-pemain senior yang kaya akan pengalaman seperti Beto Goncalves, Ruben Sanadi, Ahmad Jufriyanto dan sebagainya.
BACA JUGA:Proses Naturalisasi Belum Tuntas, 3 Pemain Keturunan Ini Kemungkinan Absen Bela Timnas Indonesia U-20 di Piala Asia U-20 2023
Berbanding terbalik dengan Simon Mcmenemy, Shin Tae-yong lebih banyak untuk memilih bibit-bibit muda bertalenta. Terbukti dengan nama-nama baru yang masih berusia di bawah 23 dan 19 tahun seperti Pratama Arhan, Asnawi Mangkualam, hingga Witan Sulaeman.2. Sistem Pelatihan

Sistem yang digunakan untuk melatih para punggawa timnas dari kedua pelatih sangat berbeda. Shin Tae-yong memiliki sistem pelatihan yang sangat tegas dan disiplin.
Tidak hanya untuk sesi latihan, Shin Tae-yong juga sangat ketat untuk mengatur pola makan para pemain. Bahkan saking tegas dan disiplinnya, Shin Tae-yong tidak segan untuk mencoret pemain-pemain indisipliner untuk diganti dengan pemain yang jauh lebih patuh.
Sebut saja nama-nama seperti Nur Hidayat, Yudha Febrian dan Serdy Fano adalah deretan nama yang telah dicoret dari dari skuad asuhan Shin Tae Yong. Berbeda dengan Shin Tae-yong, hal-hal seperti ini kurang terlihat di Timnas Indonesia saat era Simon Mcmenemy.
1. Prestasi

Tidak dapat dipungkiri, prestasi menjadi faktor terdepan bertahan lama atau tidaknya seorang pelatih di sebuah tim. Selama kurun waktu 11 bulan Simon Mcmenemy menjadi juru taktik Timnas Indonesia, tidak ada satupun prestasi yang diraihnya.
Bahkan banyak pihak yang menilai jika performa timnas semakin menurun di bawah asuhan Simon Mcmenemy. Berbanding terbalik dengan Simon, di bawah asuhan Shin Tae-yong timnas mendapat berbagai prestasi.
Meskipun belum sekalipun menjadi juara, namun Skuad Garuda sukses menjadi runner up Piala AFF 2020, meraih medali perunggu pada SEA Games 2021 dan mengantarkan Timnas Indonesia kembali lolos ke putaran final Piala Asia 2023 setelah hampir 16 tahun lamanya. Selain itu, posisi Indonesia di ranking FIFA juga mengalami kenaikan yang cukup drastis.
Itulah 3 perbedaan mencolok Timnas Indonesia di bawah asuhan Shin Tae-yong dan Simon Mcmenemy.</content:encoded></item></channel></rss>
