<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ternyata Bola Resmi Piala Dunia 2022 yang Bernama Al-Rihla Harus Dicharger Dulu Sebelum Dipakai</title><description>Ternyata Bola Resmi Piala Dunia 2022 yang Bernama Al-Rihla Harus Dicharger Dulu Sebelum Dipakai</description><link>https://bola.okezone.com/read/2022/12/02/51/2719654/ternyata-bola-resmi-piala-dunia-2022-yang-bernama-al-rihla-harus-dicharger-dulu-sebelum-dipakai</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2022/12/02/51/2719654/ternyata-bola-resmi-piala-dunia-2022-yang-bernama-al-rihla-harus-dicharger-dulu-sebelum-dipakai"/><item><title>Ternyata Bola Resmi Piala Dunia 2022 yang Bernama Al-Rihla Harus Dicharger Dulu Sebelum Dipakai</title><link>https://bola.okezone.com/read/2022/12/02/51/2719654/ternyata-bola-resmi-piala-dunia-2022-yang-bernama-al-rihla-harus-dicharger-dulu-sebelum-dipakai</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2022/12/02/51/2719654/ternyata-bola-resmi-piala-dunia-2022-yang-bernama-al-rihla-harus-dicharger-dulu-sebelum-dipakai</guid><pubDate>Jum'at 02 Desember 2022 21:51 WIB</pubDate><dc:creator>Asthesia Dhea Cantika</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/12/02/51/2719654/ternyata-bola-resmi-piala-dunia-2022-yang-bernama-al-rihla-harus-dicharger-dulu-sebelum-dipakai-Y0RmjBwhgq.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ternyata bola resmi Piala Dunia 2022 yang bernama Al-Rihla harus dicharger dulu sebelum dipakai. (Foto: FIFA)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/12/02/51/2719654/ternyata-bola-resmi-piala-dunia-2022-yang-bernama-al-rihla-harus-dicharger-dulu-sebelum-dipakai-Y0RmjBwhgq.jpg</image><title>Ternyata bola resmi Piala Dunia 2022 yang bernama Al-Rihla harus dicharger dulu sebelum dipakai. (Foto: FIFA)</title></images><description>TERNYATA bola resmi Piala Dunia 2022 yang bernama Al-Rihla harus dicharger dulu sebelum dipakai. Pasalnya, bola yang diproduksi di China dan Pakistan ini diketahui diberi teknologi sensor canggih untuk memastikan keakuratan dalam keputusan wasit.
Ini diketahui lewat postingan seorang jurnalis, Joe Pompliano. Lewat cuitan Twitternya, ia membagikan foto Al Rihla yang sedang diisi daya.

&amp;ldquo;Fakta Menarik: Piala Dunia memperkenalkan bola baru tahun ini dengan sensor yang mengumpulkan data pemosisian spasial secara real-time untuk membuat tinjauan offside lebih akurat. Tetapi, (bola) perlu diisi daya sebelum setiap pertandingan,&amp;rdquo; tulis Pompliano.
BACA JUGA: Asal-usul Penerapan Teknologi VAR di Piala Dunia Beserta Kontroversinya
Teknologi yang ada dalam Al-Rihla adalah sensor inertial measurement (IMU). Sensor ini diposisikan di tengah bola yang bertujuan untuk mengirimkan data bola ke ruang teknis 500 kali per detik.
Sensor tersebut juga memungkinkan untuk mendeteksi titik atau posisi yang tepat saat bola ditendang. Tentu saja, dengan keberadaaan sensor IMU dapat membantu meninjau keputusan offside.
Perlu diketahui, baterai dalam bola yang terisi penuh dapat bertahan selama 6 jam penggunaan aktif, atau 18 hari saat tidak digunakan. Dalam situasi pertandingan, ketika sebuah bola keluar dari permainan dan diganti dengan bola lain, sistem secara otomatis mengaktifkan sensor bola yang sedang dimainkan tanpa perlu campur tangan manusia.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMi8wMi83LzE1Nzk3Ny8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Tak hanya pada bola Al-Rihla, ternyata di ajang Piala Dunia 2022 ini FIFA juga memperkenalkan teknologi baru, yakni semi-automated offside technology.
Dimana teknologi tersebut menggunakan 12 kamera pelacak khusus yang dipasang di bawah atap stadion. Kamera ini berguna untuk melacak bola dan 29 titik data dari tiap pemain, 50 frame per detik, menghitung posisi pasti pemain di lapangan.

Nantinya ke-29 titik data yang dikumpulkan tersebut mencakup semua anggota badan yang relevan untuk mengeluarkan keputusan offside. Tentunya kedua teknologi tersebut diharapkan dapat membantu wasit dalam mengambil keputusan yang akurat.
Piala Dunia 2022 sendiri masih berlangsung saat ini. Sejumlah tim sudah memastikan diri lolos ke babak 16 besar.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMi8wMS83LzE1NzkxNi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;</description><content:encoded>TERNYATA bola resmi Piala Dunia 2022 yang bernama Al-Rihla harus dicharger dulu sebelum dipakai. Pasalnya, bola yang diproduksi di China dan Pakistan ini diketahui diberi teknologi sensor canggih untuk memastikan keakuratan dalam keputusan wasit.
Ini diketahui lewat postingan seorang jurnalis, Joe Pompliano. Lewat cuitan Twitternya, ia membagikan foto Al Rihla yang sedang diisi daya.

&amp;ldquo;Fakta Menarik: Piala Dunia memperkenalkan bola baru tahun ini dengan sensor yang mengumpulkan data pemosisian spasial secara real-time untuk membuat tinjauan offside lebih akurat. Tetapi, (bola) perlu diisi daya sebelum setiap pertandingan,&amp;rdquo; tulis Pompliano.
BACA JUGA: Asal-usul Penerapan Teknologi VAR di Piala Dunia Beserta Kontroversinya
Teknologi yang ada dalam Al-Rihla adalah sensor inertial measurement (IMU). Sensor ini diposisikan di tengah bola yang bertujuan untuk mengirimkan data bola ke ruang teknis 500 kali per detik.
Sensor tersebut juga memungkinkan untuk mendeteksi titik atau posisi yang tepat saat bola ditendang. Tentu saja, dengan keberadaaan sensor IMU dapat membantu meninjau keputusan offside.
Perlu diketahui, baterai dalam bola yang terisi penuh dapat bertahan selama 6 jam penggunaan aktif, atau 18 hari saat tidak digunakan. Dalam situasi pertandingan, ketika sebuah bola keluar dari permainan dan diganti dengan bola lain, sistem secara otomatis mengaktifkan sensor bola yang sedang dimainkan tanpa perlu campur tangan manusia.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMi8wMi83LzE1Nzk3Ny8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Tak hanya pada bola Al-Rihla, ternyata di ajang Piala Dunia 2022 ini FIFA juga memperkenalkan teknologi baru, yakni semi-automated offside technology.
Dimana teknologi tersebut menggunakan 12 kamera pelacak khusus yang dipasang di bawah atap stadion. Kamera ini berguna untuk melacak bola dan 29 titik data dari tiap pemain, 50 frame per detik, menghitung posisi pasti pemain di lapangan.

Nantinya ke-29 titik data yang dikumpulkan tersebut mencakup semua anggota badan yang relevan untuk mengeluarkan keputusan offside. Tentunya kedua teknologi tersebut diharapkan dapat membantu wasit dalam mengambil keputusan yang akurat.
Piala Dunia 2022 sendiri masih berlangsung saat ini. Sejumlah tim sudah memastikan diri lolos ke babak 16 besar.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMi8wMS83LzE1NzkxNi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;</content:encoded></item></channel></rss>
