<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Soal Kelanjutan Liga 1 2022-2023, Menpora Sebut Masih Terus Dievaluasi</title><description>Liga 1 2022-2023 masih belum tahu kapan akan dilanjutkan</description><link>https://bola.okezone.com/read/2022/11/30/49/2717748/soal-kelanjutan-liga-1-2022-2023-menpora-sebut-masih-terus-dievaluasi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2022/11/30/49/2717748/soal-kelanjutan-liga-1-2022-2023-menpora-sebut-masih-terus-dievaluasi"/><item><title>Soal Kelanjutan Liga 1 2022-2023, Menpora Sebut Masih Terus Dievaluasi</title><link>https://bola.okezone.com/read/2022/11/30/49/2717748/soal-kelanjutan-liga-1-2022-2023-menpora-sebut-masih-terus-dievaluasi</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2022/11/30/49/2717748/soal-kelanjutan-liga-1-2022-2023-menpora-sebut-masih-terus-dievaluasi</guid><pubDate>Rabu 30 November 2022 12:59 WIB</pubDate><dc:creator>Muammar Yahya Herdana</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/11/30/49/2717748/soal-kelanjutan-liga-1-2022-2023-menpora-sebut-masih-terus-dievaluasi-QdcVe2lumK.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menpora RI, Zainudin Amali, berbicara soal kelanjutan Liga 1 2022-2023. (Foto: Muammar Yahya Herdana/MNC Portal Indonesia)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/11/30/49/2717748/soal-kelanjutan-liga-1-2022-2023-menpora-sebut-masih-terus-dievaluasi-QdcVe2lumK.jpg</image><title>Menpora RI, Zainudin Amali, berbicara soal kelanjutan Liga 1 2022-2023. (Foto: Muammar Yahya Herdana/MNC Portal Indonesia)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI, Zainudin Amali, membicarakan soal kelanjutan kompetisi Liga 1 2022-2023. Dia mengatakan bahwa proses evaluasi masih harus terus dilakukan.
Seperti diketahui, Liga 1 harus mengalami penundaan sejak awal Oktober 2022. Hal tersebut harus dilakukan imbas dari Tragedi Kanjuruhan yang telah menelan setidaknya 135 korban jiwa.

Sebelumnya, Liga 1 direncanakan bakal segera dilanjutkan pada awal Desember 2022. Namun, hal tersebut pun batal sehingga Liga 1 masih terus ditunda hingga waktu yang belum ditentukan.
Zainudin Amali memastikan bahwa hingga saat ini berbagai pihak terkait terus berkomunikasi. Hal tersebut dilakukan agar Liga 1 2022-2023 dapat segera dilanjutkan.
BACA JUGA: Usai Rapat dengan Pihak Kepolisian, PT LIB Masih Belum Bisa Tentukan Nasib Liga 1 2022-2023
&quot;Sekarang pihak kepolisian bersama PT LIB, PSSI, dan berbagai Kementrian dna juga stakeholder sedang mendiskusikan tentang kelanjutan liga,&quot; ujar Zainudin Amali ketika ditemui di Kemenpora, Rabu (30/11/2022).
Selain itu, Zainudin Amali pengatakan bahwa hasil dari komunikasi yang dilakukan adalah pihak terkait akan melakukan peninjauan langsung ke lokasi. Mereka akan meninjau langsung tempat yang direncanakan menggelar ajang Liga 1 2022-2023.Sebagai informasi, Jawa Tengah dan Yogyakarta direncanakan bakal menjadi tempat menggelar laga lanjutan Liga 1 2022-2023. Beberapa stadion yang direncanakan untuk menggelar kembali Liga 1 adalah Stadion Jatidiri (Semarang), Stadion Maguwoharjo (Sleman), Stadion Manahan (Solo), Stadion Sultan Agung (Bantul), dan Stadion dr Moch Soebroto (Magelang).
&quot;Dan kemarin langsung dipimpin oleh Kapolri, hasilnya mereka akan meninjau langsung ke tempat-tempat yang direncanakan untuk pelaksanaan sistem bubble di Jawa Tengah dan Yogyakarta,&quot; imbuhnya.
Hingga kini, para pihak terkait masih harus menunggu hasil evaluasi yang dilakukan. Nantinya, pihak kepolisianlah yang akan memberikan izin Liga 1 kapan kembali bisa dilanjutkan.
&quot;Mereka akan berangkat ke sana dan tunggu saja hasil evaluasinya apakah kepolisian akan memberikan izin atau tidak,&quot; pungkas Menpora.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI, Zainudin Amali, membicarakan soal kelanjutan kompetisi Liga 1 2022-2023. Dia mengatakan bahwa proses evaluasi masih harus terus dilakukan.
Seperti diketahui, Liga 1 harus mengalami penundaan sejak awal Oktober 2022. Hal tersebut harus dilakukan imbas dari Tragedi Kanjuruhan yang telah menelan setidaknya 135 korban jiwa.

Sebelumnya, Liga 1 direncanakan bakal segera dilanjutkan pada awal Desember 2022. Namun, hal tersebut pun batal sehingga Liga 1 masih terus ditunda hingga waktu yang belum ditentukan.
Zainudin Amali memastikan bahwa hingga saat ini berbagai pihak terkait terus berkomunikasi. Hal tersebut dilakukan agar Liga 1 2022-2023 dapat segera dilanjutkan.
BACA JUGA: Usai Rapat dengan Pihak Kepolisian, PT LIB Masih Belum Bisa Tentukan Nasib Liga 1 2022-2023
&quot;Sekarang pihak kepolisian bersama PT LIB, PSSI, dan berbagai Kementrian dna juga stakeholder sedang mendiskusikan tentang kelanjutan liga,&quot; ujar Zainudin Amali ketika ditemui di Kemenpora, Rabu (30/11/2022).
Selain itu, Zainudin Amali pengatakan bahwa hasil dari komunikasi yang dilakukan adalah pihak terkait akan melakukan peninjauan langsung ke lokasi. Mereka akan meninjau langsung tempat yang direncanakan menggelar ajang Liga 1 2022-2023.Sebagai informasi, Jawa Tengah dan Yogyakarta direncanakan bakal menjadi tempat menggelar laga lanjutan Liga 1 2022-2023. Beberapa stadion yang direncanakan untuk menggelar kembali Liga 1 adalah Stadion Jatidiri (Semarang), Stadion Maguwoharjo (Sleman), Stadion Manahan (Solo), Stadion Sultan Agung (Bantul), dan Stadion dr Moch Soebroto (Magelang).
&quot;Dan kemarin langsung dipimpin oleh Kapolri, hasilnya mereka akan meninjau langsung ke tempat-tempat yang direncanakan untuk pelaksanaan sistem bubble di Jawa Tengah dan Yogyakarta,&quot; imbuhnya.
Hingga kini, para pihak terkait masih harus menunggu hasil evaluasi yang dilakukan. Nantinya, pihak kepolisianlah yang akan memberikan izin Liga 1 kapan kembali bisa dilanjutkan.
&quot;Mereka akan berangkat ke sana dan tunggu saja hasil evaluasinya apakah kepolisian akan memberikan izin atau tidak,&quot; pungkas Menpora.</content:encoded></item></channel></rss>
