<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Simbol LGBT Dilarang di Qatar, FIFA Luncurkan Ban Kapten Anti-diskriminasi Khusus Piala Dunia 2022</title><description>Simbol LGBT Dilarang di Qatar, FIFA Luncurkan Ban Kapten Anti-diskriminasi Khusus Piala Dunia 2022.</description><link>https://bola.okezone.com/read/2022/11/20/51/2711001/simbol-lgbt-dilarang-di-qatar-fifa-luncurkan-ban-kapten-anti-diskriminasi-khusus-piala-dunia-2022</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2022/11/20/51/2711001/simbol-lgbt-dilarang-di-qatar-fifa-luncurkan-ban-kapten-anti-diskriminasi-khusus-piala-dunia-2022"/><item><title>Simbol LGBT Dilarang di Qatar, FIFA Luncurkan Ban Kapten Anti-diskriminasi Khusus Piala Dunia 2022</title><link>https://bola.okezone.com/read/2022/11/20/51/2711001/simbol-lgbt-dilarang-di-qatar-fifa-luncurkan-ban-kapten-anti-diskriminasi-khusus-piala-dunia-2022</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2022/11/20/51/2711001/simbol-lgbt-dilarang-di-qatar-fifa-luncurkan-ban-kapten-anti-diskriminasi-khusus-piala-dunia-2022</guid><pubDate>Minggu 20 November 2022 04:06 WIB</pubDate><dc:creator>Quadiliba Al-Farabi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/11/20/51/2711001/simbol-lgbt-dilarang-di-qatar-fifa-luncurkan-ban-kapten-anti-diskriminasi-khusus-piala-dunia-2022-pwoGgAsA65.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Harry Kane berjanji akan tetap memakai ban kapten pelangi di Piala Dunia 2022 (Foto: Twitter/England)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/11/20/51/2711001/simbol-lgbt-dilarang-di-qatar-fifa-luncurkan-ban-kapten-anti-diskriminasi-khusus-piala-dunia-2022-pwoGgAsA65.jpg</image><title>Harry Kane berjanji akan tetap memakai ban kapten pelangi di Piala Dunia 2022 (Foto: Twitter/England)</title></images><description>SIMBOL LGBT dilarang di Qatar, FIFA luncurkan ban kapten anti-diskriminasi khusus Piala Dunia 2022. Hal ini nampaknya bertujuan untuk menggantikan simbol pelangi yang akan dipakai oleh beberapa kapten tim nasional di Qatar nanti.
Dilansir dari BBC, Minggu (20/11/2022), ban kapten ini merupakan buah kerja sama antara tiga badan PBB jelang pementasan turnamen. Ban kapten ini mengusung tema sosial yang berbeda pada setiap putarannya.

Tak dijelaskan detail sejak di putaran apa ban kapten ini dapat digunakan. Tapi yang jelas di babak perempatfinal, ban kapten akan memiliki tema #NoDiscrimination (anti-diskriminasi).
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMS8xOS83LzE1NzE3OC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Ada juga tema lainnya, di antaranya #SaveThePlanet, #ProtectChildren, #EducationForAll, dan #BeActive. Dari seluruh tema yang ada, tidak ada spesifik mendukung gerakan LGBT layaknya ban kapten pelangi yang sudah diluncurkan sebelumnya.
BACA JUGA:Piala Dunia 2022 di Qatar, Zakir Naik Disebut Bakal Berikan Ceramah Sepanjang Turnamen
Seperti diketahui, Piala Dunia 2022 memiliki sejumlah polemik. Beberapa di antaranya mengenai diskriminasi, pelanggaran Hak Asasi Manusia, hingga kebebasan LGBT.Banyak negara mengecam FIFA menyelenggarakan ajang terbesar ini di negara yang memiliki banyak permasalahan tersebut. Tak terkecuali sembilan negara partisipan yang sudah menyatakan protes melalui penggunaan ban kapten pelangi.
&amp;nbsp;
Di Qatar, LGBT dilarang namun beberapa kapten tim nasional berjanji untuk tetap mengenakan ban kapten lengan pelangi untuk mendukung hak-hak LGBT. Salah satu kapten yang akan memakainya adalah striker Timnas Inggris, Harry Kane.
Dari laporan BBC Sport,  Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA) tidak tahu apa-apa tentang ban lengan baru yang diluncurkan FIFA. Mereka pun belum menerima pernyataan resmi.</description><content:encoded>SIMBOL LGBT dilarang di Qatar, FIFA luncurkan ban kapten anti-diskriminasi khusus Piala Dunia 2022. Hal ini nampaknya bertujuan untuk menggantikan simbol pelangi yang akan dipakai oleh beberapa kapten tim nasional di Qatar nanti.
Dilansir dari BBC, Minggu (20/11/2022), ban kapten ini merupakan buah kerja sama antara tiga badan PBB jelang pementasan turnamen. Ban kapten ini mengusung tema sosial yang berbeda pada setiap putarannya.

Tak dijelaskan detail sejak di putaran apa ban kapten ini dapat digunakan. Tapi yang jelas di babak perempatfinal, ban kapten akan memiliki tema #NoDiscrimination (anti-diskriminasi).
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMS8xOS83LzE1NzE3OC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Ada juga tema lainnya, di antaranya #SaveThePlanet, #ProtectChildren, #EducationForAll, dan #BeActive. Dari seluruh tema yang ada, tidak ada spesifik mendukung gerakan LGBT layaknya ban kapten pelangi yang sudah diluncurkan sebelumnya.
BACA JUGA:Piala Dunia 2022 di Qatar, Zakir Naik Disebut Bakal Berikan Ceramah Sepanjang Turnamen
Seperti diketahui, Piala Dunia 2022 memiliki sejumlah polemik. Beberapa di antaranya mengenai diskriminasi, pelanggaran Hak Asasi Manusia, hingga kebebasan LGBT.Banyak negara mengecam FIFA menyelenggarakan ajang terbesar ini di negara yang memiliki banyak permasalahan tersebut. Tak terkecuali sembilan negara partisipan yang sudah menyatakan protes melalui penggunaan ban kapten pelangi.
&amp;nbsp;
Di Qatar, LGBT dilarang namun beberapa kapten tim nasional berjanji untuk tetap mengenakan ban kapten lengan pelangi untuk mendukung hak-hak LGBT. Salah satu kapten yang akan memakainya adalah striker Timnas Inggris, Harry Kane.
Dari laporan BBC Sport,  Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA) tidak tahu apa-apa tentang ban lengan baru yang diluncurkan FIFA. Mereka pun belum menerima pernyataan resmi.</content:encoded></item></channel></rss>
