<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kinerja Tak Terlihat, Janji PSSI soal Edukasi Suporter Ditagih PSTI</title><description>Kinerja Tak Terlihat, Janji PSSI soal Edukasi Suporter Ditagih PSTI.</description><link>https://bola.okezone.com/read/2022/10/17/49/2688905/kinerja-tak-terlihat-janji-pssi-soal-edukasi-suporter-ditagih-psti</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2022/10/17/49/2688905/kinerja-tak-terlihat-janji-pssi-soal-edukasi-suporter-ditagih-psti"/><item><title>Kinerja Tak Terlihat, Janji PSSI soal Edukasi Suporter Ditagih PSTI</title><link>https://bola.okezone.com/read/2022/10/17/49/2688905/kinerja-tak-terlihat-janji-pssi-soal-edukasi-suporter-ditagih-psti</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2022/10/17/49/2688905/kinerja-tak-terlihat-janji-pssi-soal-edukasi-suporter-ditagih-psti</guid><pubDate>Senin 17 Oktober 2022 17:39 WIB</pubDate><dc:creator>Quadiliba Al-Farabi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/10/17/49/2688905/kinerja-tak-terlihat-janji-pssi-soal-edukasi-suporter-ditagih-psti-EckpMT36Fh.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Janji PSSI soal edukasi suporter tak memperlihatkan kinerja nyata (Foto: Antara)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/10/17/49/2688905/kinerja-tak-terlihat-janji-pssi-soal-edukasi-suporter-ditagih-psti-EckpMT36Fh.jpg</image><title>Janji PSSI soal edukasi suporter tak memperlihatkan kinerja nyata (Foto: Antara)</title></images><description>KINERJA tak terlihat, janji PSSI soal edukasi suporter ditagih PSTI. Hal itu disampaikan oleh Ketua Paguyuban Suporter Timnas Indonesia (PSTI).
Kurangnya edukasi suporter juga dianggap berperan dalam Tragedi Kanjuruhan, Malang, Sabtu 1 Oktober 2022 lalu. Sebab, tragedi tersebut bermula ketika ratusan Aremania yang turun ke lapangan usai Arema FC dikalahkan Persebaya Surabaya dengan skor 2-3 dalam lanjutan Liga 1 2022-2023.

Dari kericuhan di lapangan, aparat memutuskan menembakkan gas air mata ke tribun. Suporter yang panik berdesakkan keluar sehingga mengakibatkan banyak yang terinjak dan kehabisan napas. Akhirnya pada terkonfirmasi korban meninggal dunia mencapai lebih dari 130 orang.
PSTI tak menampik bahwa kejadian itu berawal dari pihak suporter yang melanggar larangan turun ke lapangan. Menurutnya ini merupakan gambaran bahwa suporter di Indonesia belum teredukasi secara menyeluruh.
Peran itu seharusnya diakomodir PSSI sebagai penanggung jawab tertinggi sepak bola Indonesia. Selama ini, pihaknya sudah berkomunikasi tentang kritik tersebut, tapi tak ada aksi nyata dari PSSI di lapangan.
&amp;ldquo;Kita beberapa kali berkomunikasi langsung dengan ketum PSSI Pak Ibul (Iwan Bule -sapaan Mochammad Iriawan-). Bahkan setiap kritik yang kita sampaikan itu saya langsung WA ke beliau,&amp;rdquo; ucap Indro di Komnas HAM, Senin (17/10/2022).
BACA JUGA:Ancam Mundur dari Timnas Indonesia, Shin Tae-yong Diminta Tak Usah Terlibat Permainan Politik PSSI
&amp;ldquo;Beliau menanggapi juga. Namun, kita tidak melihat kinerjanya untuk suporter sejauh ini. Bagaimana edukasi itu dilakukan seperti apa,&amp;rdquo; tandasnya.Menurutnya, edukasi suporter sejauh ini hanya merambah ke petinggi-petingginya. Tapi di akar rumput, masalah ini masih laten. Sementara tanpa akomodasi pihak federasi, PSTI tidak mampu menjangkau kalangan tersebut.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Kalau di tingkatan pimpinan komunitasnya sih sebenernya sudah beres-beresaja. Saya sempat mengundang juga Mas Dicky dan Kang Heru dari Persib dan Persija untuk ngobrol. Mereka fine2 aja,&amp;rdquo; tandasnya.
&amp;ldquo;Saya belum melihat itu (pendekatan PSSI ke akar rumput). Mungkin komunikasi saya lancar-lancar aja dengan Ketum PSSI, cuma implikasinya di lapangan belum terlihat,&amp;rdquo; lanjutnya.</description><content:encoded>KINERJA tak terlihat, janji PSSI soal edukasi suporter ditagih PSTI. Hal itu disampaikan oleh Ketua Paguyuban Suporter Timnas Indonesia (PSTI).
Kurangnya edukasi suporter juga dianggap berperan dalam Tragedi Kanjuruhan, Malang, Sabtu 1 Oktober 2022 lalu. Sebab, tragedi tersebut bermula ketika ratusan Aremania yang turun ke lapangan usai Arema FC dikalahkan Persebaya Surabaya dengan skor 2-3 dalam lanjutan Liga 1 2022-2023.

Dari kericuhan di lapangan, aparat memutuskan menembakkan gas air mata ke tribun. Suporter yang panik berdesakkan keluar sehingga mengakibatkan banyak yang terinjak dan kehabisan napas. Akhirnya pada terkonfirmasi korban meninggal dunia mencapai lebih dari 130 orang.
PSTI tak menampik bahwa kejadian itu berawal dari pihak suporter yang melanggar larangan turun ke lapangan. Menurutnya ini merupakan gambaran bahwa suporter di Indonesia belum teredukasi secara menyeluruh.
Peran itu seharusnya diakomodir PSSI sebagai penanggung jawab tertinggi sepak bola Indonesia. Selama ini, pihaknya sudah berkomunikasi tentang kritik tersebut, tapi tak ada aksi nyata dari PSSI di lapangan.
&amp;ldquo;Kita beberapa kali berkomunikasi langsung dengan ketum PSSI Pak Ibul (Iwan Bule -sapaan Mochammad Iriawan-). Bahkan setiap kritik yang kita sampaikan itu saya langsung WA ke beliau,&amp;rdquo; ucap Indro di Komnas HAM, Senin (17/10/2022).
BACA JUGA:Ancam Mundur dari Timnas Indonesia, Shin Tae-yong Diminta Tak Usah Terlibat Permainan Politik PSSI
&amp;ldquo;Beliau menanggapi juga. Namun, kita tidak melihat kinerjanya untuk suporter sejauh ini. Bagaimana edukasi itu dilakukan seperti apa,&amp;rdquo; tandasnya.Menurutnya, edukasi suporter sejauh ini hanya merambah ke petinggi-petingginya. Tapi di akar rumput, masalah ini masih laten. Sementara tanpa akomodasi pihak federasi, PSTI tidak mampu menjangkau kalangan tersebut.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Kalau di tingkatan pimpinan komunitasnya sih sebenernya sudah beres-beresaja. Saya sempat mengundang juga Mas Dicky dan Kang Heru dari Persib dan Persija untuk ngobrol. Mereka fine2 aja,&amp;rdquo; tandasnya.
&amp;ldquo;Saya belum melihat itu (pendekatan PSSI ke akar rumput). Mungkin komunikasi saya lancar-lancar aja dengan Ketum PSSI, cuma implikasinya di lapangan belum terlihat,&amp;rdquo; lanjutnya.</content:encoded></item></channel></rss>
