<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Lagi Terpuruk, Para Pemain Juventus Ragu Massimiliano Allegri Bakal Tetap Bertahan di Kursi Pelatih</title><description>Masa depan Massimiliano Allegri di Juventus diragukan</description><link>https://bola.okezone.com/read/2022/10/14/47/2687415/lagi-terpuruk-para-pemain-juventus-ragu-massimiliano-allegri-bakal-tetap-bertahan-di-kursi-pelatih</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2022/10/14/47/2687415/lagi-terpuruk-para-pemain-juventus-ragu-massimiliano-allegri-bakal-tetap-bertahan-di-kursi-pelatih"/><item><title>Lagi Terpuruk, Para Pemain Juventus Ragu Massimiliano Allegri Bakal Tetap Bertahan di Kursi Pelatih</title><link>https://bola.okezone.com/read/2022/10/14/47/2687415/lagi-terpuruk-para-pemain-juventus-ragu-massimiliano-allegri-bakal-tetap-bertahan-di-kursi-pelatih</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2022/10/14/47/2687415/lagi-terpuruk-para-pemain-juventus-ragu-massimiliano-allegri-bakal-tetap-bertahan-di-kursi-pelatih</guid><pubDate>Jum'at 14 Oktober 2022 20:22 WIB</pubDate><dc:creator>Rio Eristiawan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/10/14/47/2687415/lagi-terpuruk-para-pemain-juventus-ragu-massimiliano-allegri-bakal-tetap-bertahan-di-kursi-pelatih-vJaludaw25.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Massimiliano Allegri kala menangani Juventus. (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/10/14/47/2687415/lagi-terpuruk-para-pemain-juventus-ragu-massimiliano-allegri-bakal-tetap-bertahan-di-kursi-pelatih-vJaludaw25.jpg</image><title>Massimiliano Allegri kala menangani Juventus. (Foto: Reuters)</title></images><description>TURIN &amp;ndash; Mantan presiden Juventus, Giovanni Cobolli Gigli, mengungkap pandangan para pemain Bianconeri -julukan Juventus- terkait masa depan sang pelatih, Massimiliano Allegri. Di tengah kondisi tim yang sedang terpuruk saat ini, Allegri diyakini takkan bertahan di kursi kepelatihan.
Juventus memulai musim 2022-2023 dengan performa kurang meyakinkan. Bianconeri bahkan kini masih menghuni posisi kesembilan di klasemen sementara Liga Inggris 2022-2023. Mereka baru meraih 13 poin, hasil dari tiga kemenangan, empat imbang, dan dua kekalahan.

Sementara itu, di Liga Champions musim ini, Juventus juga menujukkan penampilan mengecewakan. Mereka hanya mampu meraih satu kemenangan dari 4 laga yang dilakoni, sehingga menempati posisi ketiga di klasemen sementara Grup H.
Gigli mengatakan presiden Juventus, Andrea Agnelli, harus mengambil keputusan dengan performa Juventus di bawah asuhan Allegri pada musim ini. Menurutnya, para pemain Si Nyonya Tua ingin Allegri dipecat demi mengembalikan kepercayaan setiap pemain.
BACA JUGA:&amp;nbsp; Prediksi Skor Torino vs Juventus di Liga Italia 2022-2023: Momentum Bianconeri untuk Bangkit 
&quot;Seandainya dia mengekspos dirinya jauh sebelumnya sebagai presiden Juventus, mungkin dia akan mampu menghilangkan keraguan di benak para pemain dan memperkuat kohesi tim,&quot; kata Gigli, dilansir dari Tribalfootball, Jumat (14/10/2022).
Gigli merasa para pemain kebingungan dengan situasi Allegri saat ini. Alhasil, kerja sama tim tidak terbentuk.
Namun menurutnya, Wakil Presiden Juventus, Pavel Nedved, tidak boleh melakukan intervensi kepada pemain. Sebab, peran itu seharusnya dilakukan oleh Allegri.
&quot;Kesan saya, di tim ada perasaan Allegri akan dipecat. Oleh karena itu, para pemain bingung dan tidak membentuk kerja sama,&amp;rdquo; ujar Gigli.

&amp;ldquo;Ada sosok yang sangat penting di Juventus, yang saat ini menjabat. Posisi wakil presiden (Pavel Nedved), yang dengan kata-katanya berbicara tentang kinerja tidak sampai ke tingkat tim dan mencoba untuk mendorong anggotanya,&quot; sambungnya.
&quot;Intervensi ini harus dilakukan oleh pelatih, jika tidak, itu hanya akan menciptakan kebingungan,&quot; tutupnya.</description><content:encoded>TURIN &amp;ndash; Mantan presiden Juventus, Giovanni Cobolli Gigli, mengungkap pandangan para pemain Bianconeri -julukan Juventus- terkait masa depan sang pelatih, Massimiliano Allegri. Di tengah kondisi tim yang sedang terpuruk saat ini, Allegri diyakini takkan bertahan di kursi kepelatihan.
Juventus memulai musim 2022-2023 dengan performa kurang meyakinkan. Bianconeri bahkan kini masih menghuni posisi kesembilan di klasemen sementara Liga Inggris 2022-2023. Mereka baru meraih 13 poin, hasil dari tiga kemenangan, empat imbang, dan dua kekalahan.

Sementara itu, di Liga Champions musim ini, Juventus juga menujukkan penampilan mengecewakan. Mereka hanya mampu meraih satu kemenangan dari 4 laga yang dilakoni, sehingga menempati posisi ketiga di klasemen sementara Grup H.
Gigli mengatakan presiden Juventus, Andrea Agnelli, harus mengambil keputusan dengan performa Juventus di bawah asuhan Allegri pada musim ini. Menurutnya, para pemain Si Nyonya Tua ingin Allegri dipecat demi mengembalikan kepercayaan setiap pemain.
BACA JUGA:&amp;nbsp; Prediksi Skor Torino vs Juventus di Liga Italia 2022-2023: Momentum Bianconeri untuk Bangkit 
&quot;Seandainya dia mengekspos dirinya jauh sebelumnya sebagai presiden Juventus, mungkin dia akan mampu menghilangkan keraguan di benak para pemain dan memperkuat kohesi tim,&quot; kata Gigli, dilansir dari Tribalfootball, Jumat (14/10/2022).
Gigli merasa para pemain kebingungan dengan situasi Allegri saat ini. Alhasil, kerja sama tim tidak terbentuk.
Namun menurutnya, Wakil Presiden Juventus, Pavel Nedved, tidak boleh melakukan intervensi kepada pemain. Sebab, peran itu seharusnya dilakukan oleh Allegri.
&quot;Kesan saya, di tim ada perasaan Allegri akan dipecat. Oleh karena itu, para pemain bingung dan tidak membentuk kerja sama,&amp;rdquo; ujar Gigli.

&amp;ldquo;Ada sosok yang sangat penting di Juventus, yang saat ini menjabat. Posisi wakil presiden (Pavel Nedved), yang dengan kata-katanya berbicara tentang kinerja tidak sampai ke tingkat tim dan mencoba untuk mendorong anggotanya,&quot; sambungnya.
&quot;Intervensi ini harus dilakukan oleh pelatih, jika tidak, itu hanya akan menciptakan kebingungan,&quot; tutupnya.</content:encoded></item></channel></rss>
