<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tagar IwanBuleOut Menggema, Pengamat: Publik Menanti Pernyataan PSSI Bertanggung Jawab atas Tragedi Kanjuruhan</title><description>Desakan Ketua Umum PSSI mundur dari jabatannya terus menggema</description><link>https://bola.okezone.com/read/2022/10/12/49/2685603/tagar-iwanbuleout-menggema-pengamat-publik-menanti-pernyataan-pssi-bertanggung-jawab-atas-tragedi-kanjuruhan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2022/10/12/49/2685603/tagar-iwanbuleout-menggema-pengamat-publik-menanti-pernyataan-pssi-bertanggung-jawab-atas-tragedi-kanjuruhan"/><item><title>Tagar IwanBuleOut Menggema, Pengamat: Publik Menanti Pernyataan PSSI Bertanggung Jawab atas Tragedi Kanjuruhan</title><link>https://bola.okezone.com/read/2022/10/12/49/2685603/tagar-iwanbuleout-menggema-pengamat-publik-menanti-pernyataan-pssi-bertanggung-jawab-atas-tragedi-kanjuruhan</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2022/10/12/49/2685603/tagar-iwanbuleout-menggema-pengamat-publik-menanti-pernyataan-pssi-bertanggung-jawab-atas-tragedi-kanjuruhan</guid><pubDate>Rabu 12 Oktober 2022 13:41 WIB</pubDate><dc:creator>Djanti Virantika</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/10/12/49/2685603/tagar-iwanbuleout-menggema-pengamat-publik-menanti-pernyataan-pssi-bertanggung-jawab-atas-tragedi-kanjuruhan-LBgsWDnp34.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ketum PSSI, Mochamad Iriawan, dituntut mundur dari jabatan Ketum PSSI usai insiden tragis di Stadion Kanjuruhan. (Foto: PSSI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/10/12/49/2685603/tagar-iwanbuleout-menggema-pengamat-publik-menanti-pernyataan-pssi-bertanggung-jawab-atas-tragedi-kanjuruhan-LBgsWDnp34.jpg</image><title>Ketum PSSI, Mochamad Iriawan, dituntut mundur dari jabatan Ketum PSSI usai insiden tragis di Stadion Kanjuruhan. (Foto: PSSI)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Desakan Mochamad Iriawan atau Iwan Bule untuk mundur dari jabatan sebagai Ketua Umum (Ketum) PSSI terus menggema. Pengamat sepakbola, Akmal Marhali, pun meminta PSSI secara gentleman bertanggung jawab atas tragedi berdarah yang terjadi di Stadion Kanjuruhan, Malang, pada Sabtu 1 Oktober 2022.
&quot;PSSI harus secara gentleman menyatakan bertanggung jawab terhadap kejadian ini,&quot; kata Akmal di Jakarta, Rabu (12/10/2022).

Seperti diketahui, warganet menggaungkan tagar #IwanBuleOut, untuk meminta tanggung jawab PSSI yang dipimpin Mochamad Iriawan. Akmal mengungkapkan hingga saat ini, jajaran petinggi PSSI belum secara terbuka menyampaikan pernyataan bertanggung jawab atas kejadian tragis yang menewaskan ratusan orang di Stadion Kanjuruhan itu.
BACA JUGA: Mochamad Iriawan Terus Didesak Mundur, Respons PSSI Masih Kukuh
&quot;(Ini) menjadi perhatian masyarakat bahwa belum ada pernyataan dari PSSI yang menyatakan bertanggung jawab,&quot; ujar Akmal.
BACA JUGA: Petisi Desak Ketua Umum PSSI Mundur Sudah Ditandatangani 44 Ribu Orang, Begini Reaksi Menpora 
Akmal menyatakan TGIPF tidak dalam posisi memaksa dan sebagainya. Sebab, PSSI mempunyai hak untuk tidak bertanggung jawab atas insiden di Kanjuruhan. Meski demikian, masyarakat ingin PSSI sebagai lembaga federasi sepakbola tertinggi di Tanah Air memiliki rasa tanggung jawab moral atas tragedi di Kanjuruhan.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMC8xMi8xLzE1NDcxMS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&quot;Iya, secara moral kita menginginkan PSSI menyampaikan itu semua,&quot; ungkap Akmal.
Di sisi lain, Akmal memaparkan terkait perannya sebagai anggota Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF). Ia menjelaskan sudah beberapa hari berada di Jawa Timur guna melakukan investigasi dan bertemu dengan korban serta saksi mata tragedi Stadion Kanjuruhan.

TGIPF juga menemui unsur pengamanan terkait, baik dari unsur kepolisian, Brimob, kemudian unsur Panitia Pelaksana (Panpel) di lapangan maupun unsur steward dari security officer dan TNI. Dalam investigasi itu, TGIPF melihat lokasi tragedi di Stadion Kanjuruhan, khususnya beberapa pintu yang paling banyak menelan korban.
&quot;Berbagai rekaman CCTV, selongsong gas air mata yang ditemukan di lapangan juga sudah diterima oleh TGIPF yang akan dijadikan sebagai barang bukti, dan kemudian diolah oleh tim,&quot; ungkapnya.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Desakan Mochamad Iriawan atau Iwan Bule untuk mundur dari jabatan sebagai Ketua Umum (Ketum) PSSI terus menggema. Pengamat sepakbola, Akmal Marhali, pun meminta PSSI secara gentleman bertanggung jawab atas tragedi berdarah yang terjadi di Stadion Kanjuruhan, Malang, pada Sabtu 1 Oktober 2022.
&quot;PSSI harus secara gentleman menyatakan bertanggung jawab terhadap kejadian ini,&quot; kata Akmal di Jakarta, Rabu (12/10/2022).

Seperti diketahui, warganet menggaungkan tagar #IwanBuleOut, untuk meminta tanggung jawab PSSI yang dipimpin Mochamad Iriawan. Akmal mengungkapkan hingga saat ini, jajaran petinggi PSSI belum secara terbuka menyampaikan pernyataan bertanggung jawab atas kejadian tragis yang menewaskan ratusan orang di Stadion Kanjuruhan itu.
BACA JUGA: Mochamad Iriawan Terus Didesak Mundur, Respons PSSI Masih Kukuh
&quot;(Ini) menjadi perhatian masyarakat bahwa belum ada pernyataan dari PSSI yang menyatakan bertanggung jawab,&quot; ujar Akmal.
BACA JUGA: Petisi Desak Ketua Umum PSSI Mundur Sudah Ditandatangani 44 Ribu Orang, Begini Reaksi Menpora 
Akmal menyatakan TGIPF tidak dalam posisi memaksa dan sebagainya. Sebab, PSSI mempunyai hak untuk tidak bertanggung jawab atas insiden di Kanjuruhan. Meski demikian, masyarakat ingin PSSI sebagai lembaga federasi sepakbola tertinggi di Tanah Air memiliki rasa tanggung jawab moral atas tragedi di Kanjuruhan.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMC8xMi8xLzE1NDcxMS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&quot;Iya, secara moral kita menginginkan PSSI menyampaikan itu semua,&quot; ungkap Akmal.
Di sisi lain, Akmal memaparkan terkait perannya sebagai anggota Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF). Ia menjelaskan sudah beberapa hari berada di Jawa Timur guna melakukan investigasi dan bertemu dengan korban serta saksi mata tragedi Stadion Kanjuruhan.

TGIPF juga menemui unsur pengamanan terkait, baik dari unsur kepolisian, Brimob, kemudian unsur Panitia Pelaksana (Panpel) di lapangan maupun unsur steward dari security officer dan TNI. Dalam investigasi itu, TGIPF melihat lokasi tragedi di Stadion Kanjuruhan, khususnya beberapa pintu yang paling banyak menelan korban.
&quot;Berbagai rekaman CCTV, selongsong gas air mata yang ditemukan di lapangan juga sudah diterima oleh TGIPF yang akan dijadikan sebagai barang bukti, dan kemudian diolah oleh tim,&quot; ungkapnya.</content:encoded></item></channel></rss>
