<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Hari Ini, TGIPF Panggil PSSI hingga PT LIB untuk Investigasi Tragedi di Stadion Kanjuruhan </title><description>Hari Ini, TGIPF Panggil PSSI hingga PT LIB untuk Investigasi Tragedi di Stadion Kanjuruhan</description><link>https://bola.okezone.com/read/2022/10/11/49/2684560/hari-ini-tgipf-panggil-pssi-hingga-pt-lib-untuk-investigasi-tragedi-di-stadion-kanjuruhan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2022/10/11/49/2684560/hari-ini-tgipf-panggil-pssi-hingga-pt-lib-untuk-investigasi-tragedi-di-stadion-kanjuruhan"/><item><title>Hari Ini, TGIPF Panggil PSSI hingga PT LIB untuk Investigasi Tragedi di Stadion Kanjuruhan </title><link>https://bola.okezone.com/read/2022/10/11/49/2684560/hari-ini-tgipf-panggil-pssi-hingga-pt-lib-untuk-investigasi-tragedi-di-stadion-kanjuruhan</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2022/10/11/49/2684560/hari-ini-tgipf-panggil-pssi-hingga-pt-lib-untuk-investigasi-tragedi-di-stadion-kanjuruhan</guid><pubDate>Selasa 11 Oktober 2022 08:00 WIB</pubDate><dc:creator>Riana Rizkia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/10/11/49/2684560/hari-ini-tgipf-panggil-pssi-hingga-pt-lib-untuk-investigasi-tragedi-di-stadion-kanjuruhan-Wmv5eJDkhr.jpg" expression="full" type="image/jpeg">TGIPF panggil PSSI dan PT LIB hari ini. (Foto: PSSI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/10/11/49/2684560/hari-ini-tgipf-panggil-pssi-hingga-pt-lib-untuk-investigasi-tragedi-di-stadion-kanjuruhan-Wmv5eJDkhr.jpg</image><title>TGIPF panggil PSSI dan PT LIB hari ini. (Foto: PSSI)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Hari ini, Selasa (11/10/2022), Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) memanggil Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan, dan juga pihak PT Liga Indonesia Baru (LIB). Mereka akan menginvestigasi soal tragedi berdarah yang terjadi di Stadion Kanjuruhan, Malang, 1 Oktober 2022.
Berdasarkan informasi yang diterima MNC Portal Indonesia, TGIPF akan mengawali pertemuan dengan Ketua Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK). Pertemuan itu dijadwalkan berlangsung pada pukul 09.00 WIB.

Setelah itu, TGIPF baru akan memanggil Ketua Umum PSSI dan menjadwalkan pertemuan pada pukul 11.00 WIB. Lalu, agenda dilanjutkan dengan pemanggilan pihak PT LIB pada pukul 13.30 WIB. Terakhir, TGIPF juga memanggil Direktur Program PT Indosiar pada pukul 15.00 WIB.
BACA JUGA: Timnas Indonesia U-17 Gagal Lolos ke Piala Asia U-17 2023, Ketum PSSI Iwan Bule Akhirnya Buka Suara
Anggota TGIPF, Rhenald Kasali, membenarkan timnya telah memanggil beberapa pihak untuk bertemu pada hari ini.
BACA JUGA: 6 Ketua PSSI Paling Kontroversial, Nomor 1 Jadi Incaran Netizen!
&quot;PSSI akan kita panggil besok (Selasa 11 Oktober 2022), dan sejumlah pihak yang terkait dengan ini semua ya. Kita akan klarifikasi,&quot; kata anggota TGIPF, Rhenald Kasali, di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat.
&quot;Kita akan panggil semua. PT LIB akan datang, akan kita minta klarifikasi. Dan sejumlah pihak yang terkait dengan ini semua ya, kita akan klarifikasi,&quot; ucapnya.Sebelumnya, Rhenald mengatakan bahwa ada pihak yang memiliki kekuatan dan mengatur agar pertandingan tetap digelar malam hari. Padahal, Polres Malang telah meminta agar jam pertandingan digeser ke pukul 15.30 WIB.
&quot;Misalnya ada surat dari Kapolres yang meminta agar dilaksanakan sore hari. Terus kemudian diminta oleh PT LIB agar dilakukan pada malam hari. Kalau memang itu ditolak, mengapa polisi dan polres kalah, dan harus tetap dijalankan pada malam hari?&quot; kata Rhenald.

&quot;Jadi, kami pertanyakan mengapa ada seperti ini ada indikasi-indikasi. Misal kenapa jadinya malam, itu juga kemungkinan besar di situ ada pihak tertentu yang punya kekuatan untuk mengatur itu tetap malam hari,&quot; sambungnya.
Namun, ketika ditanya siapa pihak tersebut, Rhenald enggan membeberkannya. Menurut Akademisi Universitas Indonesia itu, khalayak sudah dapat mengiranya.
&quot;Saya belum bisa, kita belum bisa sebutkan walaupun saudara-saudara sudah bisa menciumnya,&quot; ucapnya.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Hari ini, Selasa (11/10/2022), Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) memanggil Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan, dan juga pihak PT Liga Indonesia Baru (LIB). Mereka akan menginvestigasi soal tragedi berdarah yang terjadi di Stadion Kanjuruhan, Malang, 1 Oktober 2022.
Berdasarkan informasi yang diterima MNC Portal Indonesia, TGIPF akan mengawali pertemuan dengan Ketua Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK). Pertemuan itu dijadwalkan berlangsung pada pukul 09.00 WIB.

Setelah itu, TGIPF baru akan memanggil Ketua Umum PSSI dan menjadwalkan pertemuan pada pukul 11.00 WIB. Lalu, agenda dilanjutkan dengan pemanggilan pihak PT LIB pada pukul 13.30 WIB. Terakhir, TGIPF juga memanggil Direktur Program PT Indosiar pada pukul 15.00 WIB.
BACA JUGA: Timnas Indonesia U-17 Gagal Lolos ke Piala Asia U-17 2023, Ketum PSSI Iwan Bule Akhirnya Buka Suara
Anggota TGIPF, Rhenald Kasali, membenarkan timnya telah memanggil beberapa pihak untuk bertemu pada hari ini.
BACA JUGA: 6 Ketua PSSI Paling Kontroversial, Nomor 1 Jadi Incaran Netizen!
&quot;PSSI akan kita panggil besok (Selasa 11 Oktober 2022), dan sejumlah pihak yang terkait dengan ini semua ya. Kita akan klarifikasi,&quot; kata anggota TGIPF, Rhenald Kasali, di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat.
&quot;Kita akan panggil semua. PT LIB akan datang, akan kita minta klarifikasi. Dan sejumlah pihak yang terkait dengan ini semua ya, kita akan klarifikasi,&quot; ucapnya.Sebelumnya, Rhenald mengatakan bahwa ada pihak yang memiliki kekuatan dan mengatur agar pertandingan tetap digelar malam hari. Padahal, Polres Malang telah meminta agar jam pertandingan digeser ke pukul 15.30 WIB.
&quot;Misalnya ada surat dari Kapolres yang meminta agar dilaksanakan sore hari. Terus kemudian diminta oleh PT LIB agar dilakukan pada malam hari. Kalau memang itu ditolak, mengapa polisi dan polres kalah, dan harus tetap dijalankan pada malam hari?&quot; kata Rhenald.

&quot;Jadi, kami pertanyakan mengapa ada seperti ini ada indikasi-indikasi. Misal kenapa jadinya malam, itu juga kemungkinan besar di situ ada pihak tertentu yang punya kekuatan untuk mengatur itu tetap malam hari,&quot; sambungnya.
Namun, ketika ditanya siapa pihak tersebut, Rhenald enggan membeberkannya. Menurut Akademisi Universitas Indonesia itu, khalayak sudah dapat mengiranya.
&quot;Saya belum bisa, kita belum bisa sebutkan walaupun saudara-saudara sudah bisa menciumnya,&quot; ucapnya.</content:encoded></item></channel></rss>
