<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Korban Tragedi Stadion Kanjuruhan Dapat Dukungan dari Klub Papan Atas Liga Swiss!</title><description>Korban Tragedi Stadion Kanjuruhan Dapat Dukungan dari Klub Papan Atas Liga Swiss!</description><link>https://bola.okezone.com/read/2022/10/10/51/2684037/korban-tragedi-stadion-kanjuruhan-dapat-dukungan-dari-klub-papan-atas-liga-swiss</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2022/10/10/51/2684037/korban-tragedi-stadion-kanjuruhan-dapat-dukungan-dari-klub-papan-atas-liga-swiss"/><item><title>Korban Tragedi Stadion Kanjuruhan Dapat Dukungan dari Klub Papan Atas Liga Swiss!</title><link>https://bola.okezone.com/read/2022/10/10/51/2684037/korban-tragedi-stadion-kanjuruhan-dapat-dukungan-dari-klub-papan-atas-liga-swiss</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2022/10/10/51/2684037/korban-tragedi-stadion-kanjuruhan-dapat-dukungan-dari-klub-papan-atas-liga-swiss</guid><pubDate>Senin 10 Oktober 2022 13:21 WIB</pubDate><dc:creator>Andhika Khoirul Huda</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/10/10/51/2684037/korban-tragedi-stadion-kanjuruhan-dapat-dukungan-dari-klub-papan-atas-liga-swiss-hwQlOWCWhg.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Klub papan atas Liga Swiss dukung korban tragedi Stadion Kanjuruhan (Foto: Instagram/@box2boxbola)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/10/10/51/2684037/korban-tragedi-stadion-kanjuruhan-dapat-dukungan-dari-klub-papan-atas-liga-swiss-hwQlOWCWhg.jpg</image><title>Klub papan atas Liga Swiss dukung korban tragedi Stadion Kanjuruhan (Foto: Instagram/@box2boxbola)</title></images><description>KORBAN tragedi Stadion Kanjuruhan mendapat dukungan dari klub papan atas Liga Swiss, St Gallen. St Gallen bertamu ke markas Young Boys dalam laga lanjutan Liga Swiss 2022-2023.
Laga tersebut tersaji di Stade de Suisse yang berlokasi di Bern, Swiss pada Minggu 9 Oktober 2022. Dalam laga bertajuk bigmatch, St Gallen memampangkan banner yang bertuliskan mendukung suporter Indonesia.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMC8wOS8xLzE1NDU3Ni8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Di tribun penonton, terdapat supporter St. Gallen yang memakai pakaian serba hitam dengan membawa sejumlah spanduk berwarna hijau yang merupakan warna kebanggaan klub mereka. Dan ternyata, di tengah banyaknya spanduk tersebut, terpampang dukungan mereka kepada para supporter Aremania -sebutan suporter Arema FC, yang menjadi korban dari Tragedi Kanjuruhan, pada 1 Oktober 2022 lalu.
Uniknya, dukungan itu mereka sampaikan dalam tulisan berbahasa Indonesia. Hal itu diketahui dari sebuah foto yang diunggah oleh Instagram, @box2boxbola, pada Senin 10 Oktober 2022, &amp;lsquo;dapat kiriman dari Swiss di laga Young Boys vs St. Gallen kemarin,&amp;rsquo; bunyi keterangan foto itu.
BACA JUGA:Desak Ketum PSSI Mundur, Tandatangan Petisi Sudah Tembus 43 Ribu!
&amp;ldquo;Dalam waktu yang kelam ini, kami bersama suporter Indonesia,&amp;rdquo; begitulah tulisan di spanduk supporter St. Gallen itu.
Tak sampai di situ, mereka juga memberikan kritikan kepada pihak kepolisian yang dituding menjadi penyebab dari banyaknya korban jiwa yang jatuh dari Tragedi Kanjuruhan. Mereka membawa spanduk bertuliskan &amp;lsquo;A.C.A.B&amp;rsquo; yang merupakan akronim dari kalimat &amp;lsquo;All Cops Are Bastards&amp;rsquo; atau jika diartikan berarti &amp;lsquo;Semua Polisi Adalah Bajingan&amp;rsquo;.Ya, pihak kepolisian yang menjaga keamanan di laga lanjutan Liga 1 2022-2023 antara Arema FC dan Persebaya Surabaya dianggap menjadi biang kerok dari pecahnya tragedi nahas di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang itu. Pasalnya, mereka menembakkan gas air mata ke tribun penonton dengan niat untuk mengontrol sebagian masa yang ricuh setelah tim tuan rumah dibekuk 2-3 oleh sang rival bebuyutan.

Alhasil, para penonton mengalami kepanikan dan banyak yang sesak napas serta saling menginjak untuk berusaha keluar dari tribun lewat pintu yang aksesnya pun terbatas. Kondisi itulah yang menyebabkan mayoritas dari 131 korban jiwa kehilangan nyawanya.
Setelah melakukan investigasi, pada pekan lalu, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo telah mengumumkan enam tersangka dari tragedi tersebut, yang beberapa di antaranya dari pihak kepolisian. Mereka adalah AKP Bambang Sidik Achmadi (Kepala Satuan Samapta Polres Malang), AKB Hasdarman (Komandan Kompi Brimob Polda Jawa Timur), Kompol Wahyu Setyo Pranoto (Kepala Bagian Operasional Polres Malang), Akhmad Hadian Lukita (Dirut PT Liga Indonesia Baru), Ketua Panitia Pelaksana Pertandingan (Abdul Haris) dan Suko Sutrisno&amp;nbsp;(Security Officer).</description><content:encoded>KORBAN tragedi Stadion Kanjuruhan mendapat dukungan dari klub papan atas Liga Swiss, St Gallen. St Gallen bertamu ke markas Young Boys dalam laga lanjutan Liga Swiss 2022-2023.
Laga tersebut tersaji di Stade de Suisse yang berlokasi di Bern, Swiss pada Minggu 9 Oktober 2022. Dalam laga bertajuk bigmatch, St Gallen memampangkan banner yang bertuliskan mendukung suporter Indonesia.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMC8wOS8xLzE1NDU3Ni8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Di tribun penonton, terdapat supporter St. Gallen yang memakai pakaian serba hitam dengan membawa sejumlah spanduk berwarna hijau yang merupakan warna kebanggaan klub mereka. Dan ternyata, di tengah banyaknya spanduk tersebut, terpampang dukungan mereka kepada para supporter Aremania -sebutan suporter Arema FC, yang menjadi korban dari Tragedi Kanjuruhan, pada 1 Oktober 2022 lalu.
Uniknya, dukungan itu mereka sampaikan dalam tulisan berbahasa Indonesia. Hal itu diketahui dari sebuah foto yang diunggah oleh Instagram, @box2boxbola, pada Senin 10 Oktober 2022, &amp;lsquo;dapat kiriman dari Swiss di laga Young Boys vs St. Gallen kemarin,&amp;rsquo; bunyi keterangan foto itu.
BACA JUGA:Desak Ketum PSSI Mundur, Tandatangan Petisi Sudah Tembus 43 Ribu!
&amp;ldquo;Dalam waktu yang kelam ini, kami bersama suporter Indonesia,&amp;rdquo; begitulah tulisan di spanduk supporter St. Gallen itu.
Tak sampai di situ, mereka juga memberikan kritikan kepada pihak kepolisian yang dituding menjadi penyebab dari banyaknya korban jiwa yang jatuh dari Tragedi Kanjuruhan. Mereka membawa spanduk bertuliskan &amp;lsquo;A.C.A.B&amp;rsquo; yang merupakan akronim dari kalimat &amp;lsquo;All Cops Are Bastards&amp;rsquo; atau jika diartikan berarti &amp;lsquo;Semua Polisi Adalah Bajingan&amp;rsquo;.Ya, pihak kepolisian yang menjaga keamanan di laga lanjutan Liga 1 2022-2023 antara Arema FC dan Persebaya Surabaya dianggap menjadi biang kerok dari pecahnya tragedi nahas di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang itu. Pasalnya, mereka menembakkan gas air mata ke tribun penonton dengan niat untuk mengontrol sebagian masa yang ricuh setelah tim tuan rumah dibekuk 2-3 oleh sang rival bebuyutan.

Alhasil, para penonton mengalami kepanikan dan banyak yang sesak napas serta saling menginjak untuk berusaha keluar dari tribun lewat pintu yang aksesnya pun terbatas. Kondisi itulah yang menyebabkan mayoritas dari 131 korban jiwa kehilangan nyawanya.
Setelah melakukan investigasi, pada pekan lalu, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo telah mengumumkan enam tersangka dari tragedi tersebut, yang beberapa di antaranya dari pihak kepolisian. Mereka adalah AKP Bambang Sidik Achmadi (Kepala Satuan Samapta Polres Malang), AKB Hasdarman (Komandan Kompi Brimob Polda Jawa Timur), Kompol Wahyu Setyo Pranoto (Kepala Bagian Operasional Polres Malang), Akhmad Hadian Lukita (Dirut PT Liga Indonesia Baru), Ketua Panitia Pelaksana Pertandingan (Abdul Haris) dan Suko Sutrisno&amp;nbsp;(Security Officer).</content:encoded></item></channel></rss>
