<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Madura United Nyatakan Rehat dari Aktivitas Sepakbola Demi Hargai Korban Tragedi Stadion Kanjuruhan</title><description>Madura United Nyatakan Rehat dari Aktivitas Sepakbola Demi Hargai Korban Tragedi Stadion Kanjuruhan</description><link>https://bola.okezone.com/read/2022/10/07/49/2682663/madura-united-nyatakan-rehat-dari-aktivitas-sepakbola-demi-hargai-korban-tragedi-stadion-kanjuruhan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2022/10/07/49/2682663/madura-united-nyatakan-rehat-dari-aktivitas-sepakbola-demi-hargai-korban-tragedi-stadion-kanjuruhan"/><item><title>Madura United Nyatakan Rehat dari Aktivitas Sepakbola Demi Hargai Korban Tragedi Stadion Kanjuruhan</title><link>https://bola.okezone.com/read/2022/10/07/49/2682663/madura-united-nyatakan-rehat-dari-aktivitas-sepakbola-demi-hargai-korban-tragedi-stadion-kanjuruhan</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2022/10/07/49/2682663/madura-united-nyatakan-rehat-dari-aktivitas-sepakbola-demi-hargai-korban-tragedi-stadion-kanjuruhan</guid><pubDate>Jum'at 07 Oktober 2022 14:57 WIB</pubDate><dc:creator>Andhika Khoirul Huda</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/10/07/49/2682663/madura-united-nyatakan-rehat-dari-aktivitas-sepakbola-demi-hargai-korban-tragedi-stadion-kanjuruhan-Ut0GsXMAXd.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Madura United nyatakan rehat dari aktivitas sepakbola (Foto: Twitter/@MaduraUnitedFC)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/10/07/49/2682663/madura-united-nyatakan-rehat-dari-aktivitas-sepakbola-demi-hargai-korban-tragedi-stadion-kanjuruhan-Ut0GsXMAXd.jpg</image><title>Madura United nyatakan rehat dari aktivitas sepakbola (Foto: Twitter/@MaduraUnitedFC)</title></images><description>MADURA United menyatakan rehat sejenak dari aktivitas sepakbola. Hal tersebut bertujuan untuk menghargai korban dari tragedi berdarah Stadion Kanjuruhan.
Sebagaimana diketahui, pada 1 Oktober 2022 lalu terjadi insiden mengerikan di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang selepas laga lanjutan Liga 1 2022/2023.

Laga antara Arema FC kontra Persebaya itu dimenangkan tim tamu Bajul Ijo -julukan Persebaya FC dengan skor 3-2. Gas air mata yang dilepaskan petugas keamanan di stadion untuk mengontrol Aremania yang turun ke lapangan malah membuat situasi menjadi kacau.
Pasalnya, gas air mata itu ditembakkan ke arah tribun penonton sehingga membuat ribuan Aremania -suporter Arema FC- menjadi panik dan berusaha menuju pintu keluar dengan saling berdesakkan. Alhasil, banyak dari mereka yang mengalami sesak napas dan juga terinjak oleh penonton lain hingga akhirnya dilaporkan 125 orang meninggal dunia akibat dari peristiwa itu.
BACA JUGA:Suporter Lampaui Kapasitas Stadion Kanjuruhan, Arema FC Tegaskan Tak Cetak Tiket Lebih
Bencana paling mengerikan di dunia sepakbola Tanah Air itu pun membuat operator Liga 1, yakni PT Liga Indonesia Baru (LIB) menghentikan sementara Liga 1 dan Liga 2 serta Liga 3 2022-2023. Presiden Joko Widodo pun memerintahkan agar kompetisi tersebut tidak digulirkan sampai semua investigasi atas Tragedi Kanjuruhan selesai dilakukan.
Kendati demikian, klub-klub Liga 1 masih melakukan latihan sembari menunggu kompetisi sepakbola terelite di Indonesia itu kembali berjalan, termasuk Madura United. Tim berjuluk Laskar Sape Kerrab itu tetap menggelar latihan sampai Rabu, 5 Oktober 2022.Namun, sekarang runner up sementara Liga 1 2022-2023 tersebut memutuskan untuk&amp;nbsp;rehat&amp;nbsp;dari&amp;nbsp;segala&amp;nbsp;aktivitas&amp;nbsp;sepakbola&amp;nbsp;untuk menghargai&amp;nbsp;korban&amp;nbsp;dari&amp;nbsp;Tragedi&amp;nbsp;Kanjuruhan. Hal itu diketahui&amp;nbsp;dari&amp;nbsp;cuitan akun Twitter resmi&amp;nbsp;Madura&amp;nbsp;United, @MaduraUnitedFC, pada Jumat (7/10/2022).

&amp;ldquo;Kami berhenti dulu. Berkumpul dengan Keluarga. Sepak Bola memang penghidupan kami. Tapi kami lebih menghargai kehidupan insan Sepak Bola Indonesia,&amp;rdquo; cuit&amp;nbsp;Madura&amp;nbsp;United.
Kemudian, cuitan itu dilengkapi dengan sejumlah foto hitam-putih yang menampilkan kekosongan fasilitas latihan&amp;nbsp;Madura&amp;nbsp;United. Terlihat tak ada&amp;nbsp;aktivitas&amp;nbsp;apapun di lingkungan Stadion Gelora&amp;nbsp;Madura&amp;nbsp;Ratu Pamelingan.
Dengan begitu,&amp;nbsp;Madura&amp;nbsp;United&amp;nbsp;menjadi tim pertama yang menyatakan&amp;nbsp;rehat&amp;nbsp;sejenak&amp;nbsp;dari&amp;nbsp;aktivitas&amp;nbsp;sepakbola&amp;nbsp;selepas&amp;nbsp;Tragedi&amp;nbsp;Kanjuruhan. Sejauh ini, belum ada tim Liga 1 lainnya yang melakukan hal serupa.
Investigasi&amp;nbsp;Tragedi&amp;nbsp;Kanjuruhan&amp;nbsp;sendiri sudah&amp;nbsp;mencapai tahap selanjutnya. Pada Kamis (6/10/2022), Kapolri Listyo Sigit Prabowo sudah menetapkan enam orang sebagai tersangka&amp;nbsp;dari&amp;nbsp;kasus tersebut, yang salah satunya adalah Direktur Utama PT LIB, Akhmad Hadian Lukita. Sementara tiga tersangka lainnya berasal&amp;nbsp;dari&amp;nbsp;pihak kepolisian dan dua sisanya merupakan bagian&amp;nbsp;dari&amp;nbsp;panitia pelaksana pertandingan.&amp;nbsp;</description><content:encoded>MADURA United menyatakan rehat sejenak dari aktivitas sepakbola. Hal tersebut bertujuan untuk menghargai korban dari tragedi berdarah Stadion Kanjuruhan.
Sebagaimana diketahui, pada 1 Oktober 2022 lalu terjadi insiden mengerikan di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang selepas laga lanjutan Liga 1 2022/2023.

Laga antara Arema FC kontra Persebaya itu dimenangkan tim tamu Bajul Ijo -julukan Persebaya FC dengan skor 3-2. Gas air mata yang dilepaskan petugas keamanan di stadion untuk mengontrol Aremania yang turun ke lapangan malah membuat situasi menjadi kacau.
Pasalnya, gas air mata itu ditembakkan ke arah tribun penonton sehingga membuat ribuan Aremania -suporter Arema FC- menjadi panik dan berusaha menuju pintu keluar dengan saling berdesakkan. Alhasil, banyak dari mereka yang mengalami sesak napas dan juga terinjak oleh penonton lain hingga akhirnya dilaporkan 125 orang meninggal dunia akibat dari peristiwa itu.
BACA JUGA:Suporter Lampaui Kapasitas Stadion Kanjuruhan, Arema FC Tegaskan Tak Cetak Tiket Lebih
Bencana paling mengerikan di dunia sepakbola Tanah Air itu pun membuat operator Liga 1, yakni PT Liga Indonesia Baru (LIB) menghentikan sementara Liga 1 dan Liga 2 serta Liga 3 2022-2023. Presiden Joko Widodo pun memerintahkan agar kompetisi tersebut tidak digulirkan sampai semua investigasi atas Tragedi Kanjuruhan selesai dilakukan.
Kendati demikian, klub-klub Liga 1 masih melakukan latihan sembari menunggu kompetisi sepakbola terelite di Indonesia itu kembali berjalan, termasuk Madura United. Tim berjuluk Laskar Sape Kerrab itu tetap menggelar latihan sampai Rabu, 5 Oktober 2022.Namun, sekarang runner up sementara Liga 1 2022-2023 tersebut memutuskan untuk&amp;nbsp;rehat&amp;nbsp;dari&amp;nbsp;segala&amp;nbsp;aktivitas&amp;nbsp;sepakbola&amp;nbsp;untuk menghargai&amp;nbsp;korban&amp;nbsp;dari&amp;nbsp;Tragedi&amp;nbsp;Kanjuruhan. Hal itu diketahui&amp;nbsp;dari&amp;nbsp;cuitan akun Twitter resmi&amp;nbsp;Madura&amp;nbsp;United, @MaduraUnitedFC, pada Jumat (7/10/2022).

&amp;ldquo;Kami berhenti dulu. Berkumpul dengan Keluarga. Sepak Bola memang penghidupan kami. Tapi kami lebih menghargai kehidupan insan Sepak Bola Indonesia,&amp;rdquo; cuit&amp;nbsp;Madura&amp;nbsp;United.
Kemudian, cuitan itu dilengkapi dengan sejumlah foto hitam-putih yang menampilkan kekosongan fasilitas latihan&amp;nbsp;Madura&amp;nbsp;United. Terlihat tak ada&amp;nbsp;aktivitas&amp;nbsp;apapun di lingkungan Stadion Gelora&amp;nbsp;Madura&amp;nbsp;Ratu Pamelingan.
Dengan begitu,&amp;nbsp;Madura&amp;nbsp;United&amp;nbsp;menjadi tim pertama yang menyatakan&amp;nbsp;rehat&amp;nbsp;sejenak&amp;nbsp;dari&amp;nbsp;aktivitas&amp;nbsp;sepakbola&amp;nbsp;selepas&amp;nbsp;Tragedi&amp;nbsp;Kanjuruhan. Sejauh ini, belum ada tim Liga 1 lainnya yang melakukan hal serupa.
Investigasi&amp;nbsp;Tragedi&amp;nbsp;Kanjuruhan&amp;nbsp;sendiri sudah&amp;nbsp;mencapai tahap selanjutnya. Pada Kamis (6/10/2022), Kapolri Listyo Sigit Prabowo sudah menetapkan enam orang sebagai tersangka&amp;nbsp;dari&amp;nbsp;kasus tersebut, yang salah satunya adalah Direktur Utama PT LIB, Akhmad Hadian Lukita. Sementara tiga tersangka lainnya berasal&amp;nbsp;dari&amp;nbsp;pihak kepolisian dan dua sisanya merupakan bagian&amp;nbsp;dari&amp;nbsp;panitia pelaksana pertandingan.&amp;nbsp;</content:encoded></item></channel></rss>
