<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Akmal Marhali Sebut PSSI Jadi yang Paling Bertanggung Jawab atas Insiden Stadion Kanjuruhan</title><description>Akmal Marhali Sebut PSSI Jadi yang Paling Bertanggung Jawab atas Insiden Stadion Kanjuruhan</description><link>https://bola.okezone.com/read/2022/10/06/49/2681622/akmal-marhali-sebut-pssi-jadi-yang-paling-bertanggung-jawab-atas-insiden-stadion-kanjuruhan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2022/10/06/49/2681622/akmal-marhali-sebut-pssi-jadi-yang-paling-bertanggung-jawab-atas-insiden-stadion-kanjuruhan"/><item><title>Akmal Marhali Sebut PSSI Jadi yang Paling Bertanggung Jawab atas Insiden Stadion Kanjuruhan</title><link>https://bola.okezone.com/read/2022/10/06/49/2681622/akmal-marhali-sebut-pssi-jadi-yang-paling-bertanggung-jawab-atas-insiden-stadion-kanjuruhan</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2022/10/06/49/2681622/akmal-marhali-sebut-pssi-jadi-yang-paling-bertanggung-jawab-atas-insiden-stadion-kanjuruhan</guid><pubDate>Kamis 06 Oktober 2022 09:38 WIB</pubDate><dc:creator>Dimas Khaidar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/10/06/49/2681622/akmal-marhali-sebut-pssi-jadi-yang-paling-bertanggung-jawab-atas-insiden-stadion-kanjuruhan-d6oyNL8kza.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pintu 13 Stadion Kanjuruhan (Foto: Avirista Midaada/MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/10/06/49/2681622/akmal-marhali-sebut-pssi-jadi-yang-paling-bertanggung-jawab-atas-insiden-stadion-kanjuruhan-d6oyNL8kza.jpg</image><title>Pintu 13 Stadion Kanjuruhan (Foto: Avirista Midaada/MPI)</title></images><description>ANGGOTA Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF), Akmal Marhali, menyebut PSSI seharusnya menjadi organisasi yang paling bertanggung jawab atas insiden tragis di Stadion Kanjuruhan. Akmal Marhali mengatakan PSSI harus bertanggung jawab karena merupakan organisasi sepakbola tertinggi di Indonesia.
Seperti diketahui, dunia sepakbola saat ini tengah berduka lantaran tragedi di Stadion Kanjuruhan, Malang pada 1 Oktober 2022 malam WIB. Tragedi mencekam tersebut terjadi pascalaga Arema FC vs Persebaya Surabaya dalam laga lanjutan pekan ke-11 Liga 1 2022-2023.



Arema FC yang berlaga sebagai tuan rumah harus menelan kekalahan atas Persebaya Surabaya 3-2. Aremania -suporter Arema FC- yang tidak terima langsung turun ke lapangan untuk meluapkan kekecewaan mereka.
Nahas, tim petugas keamanan yang mencoba mengamankan situasi di lapangan justru menembakkan gas air mata. Tak hanya ditembakkan ke lapangan, gas air mata itu bahkan ditembakkan ke tribun penonton.
BACA JUGA:Tragedi Kanjuruhan Memilukan, Bobotoh dan Aremania Gagas Deklarasi Damai Antar-Suporter&amp;nbsp; &amp;nbsp;
Suporter yang berada di tribun pun panik dan berdesak-desakan untuk berusaha keluar dari Stadion. Desak-desakan, sesak, terinjak-injak pun menjadi salah satu faktor banyaknya korban yang berjatuhan di Stadion Kanjuruhan, yang mana diperkirakan mencapai 125 orang meninggal dunia.
Menurut salah satu anggota TGIPF, Akmal Marhali, PSSI harusnya menjadi yang paling bertanggung jawab. Hal tersebut dikarenakan PSSI merupakan pimpinan utama dari sepakbola Indonesia.&amp;ldquo;Kalau bicara paling ya, paling bertanggung jawab ya pimpinan utama (PSSI). Tapi kan banyak yang mengelak ini tanggung jawab panpel, ini tanggung jawab PT LIB, ini tanggung jawab pihak kepolisian. Padahal yang menjadi eksekusi kompetisi ada di Indonesia itu ya PSSI yang melegitimiasi adanya kompetisi ini,&amp;rdquo; tutur Akmal Marhali kepada MNC Portal Indonesia, Kamis (6/10/2022).

Lebih lanjut, Akmal Marhali juga menyebut tragedi ini terjadi karena kelalaian dari PSSI. Namun, ia mengatakan ini sejatinya merupakan kesalahan dari semua pihak dan berbagai elemen.
&amp;ldquo;Yang paling bertanggung jawab ya PSSI, karena semua kelalaian yang terjadi dimulai dari PSSI-nya, dari pucuk organisasinya. Tapi kalau kemudian lebih bijak lagi, semuanya pasti salah, banyak elemen yang bersalah dari tragedi ini,&amp;rdquo; sambung Akmal Marhali.
Akibat dari tragedi ini, atas permintaan Presiden Jokowi Liga 1 pun dihentikan sampai waktu yang belum ditentukan. Tidak hanya Liga 1 yang dihentikan, Liga 2 bahkan Liga 3 juga ikut dihentikan.</description><content:encoded>ANGGOTA Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF), Akmal Marhali, menyebut PSSI seharusnya menjadi organisasi yang paling bertanggung jawab atas insiden tragis di Stadion Kanjuruhan. Akmal Marhali mengatakan PSSI harus bertanggung jawab karena merupakan organisasi sepakbola tertinggi di Indonesia.
Seperti diketahui, dunia sepakbola saat ini tengah berduka lantaran tragedi di Stadion Kanjuruhan, Malang pada 1 Oktober 2022 malam WIB. Tragedi mencekam tersebut terjadi pascalaga Arema FC vs Persebaya Surabaya dalam laga lanjutan pekan ke-11 Liga 1 2022-2023.



Arema FC yang berlaga sebagai tuan rumah harus menelan kekalahan atas Persebaya Surabaya 3-2. Aremania -suporter Arema FC- yang tidak terima langsung turun ke lapangan untuk meluapkan kekecewaan mereka.
Nahas, tim petugas keamanan yang mencoba mengamankan situasi di lapangan justru menembakkan gas air mata. Tak hanya ditembakkan ke lapangan, gas air mata itu bahkan ditembakkan ke tribun penonton.
BACA JUGA:Tragedi Kanjuruhan Memilukan, Bobotoh dan Aremania Gagas Deklarasi Damai Antar-Suporter&amp;nbsp; &amp;nbsp;
Suporter yang berada di tribun pun panik dan berdesak-desakan untuk berusaha keluar dari Stadion. Desak-desakan, sesak, terinjak-injak pun menjadi salah satu faktor banyaknya korban yang berjatuhan di Stadion Kanjuruhan, yang mana diperkirakan mencapai 125 orang meninggal dunia.
Menurut salah satu anggota TGIPF, Akmal Marhali, PSSI harusnya menjadi yang paling bertanggung jawab. Hal tersebut dikarenakan PSSI merupakan pimpinan utama dari sepakbola Indonesia.&amp;ldquo;Kalau bicara paling ya, paling bertanggung jawab ya pimpinan utama (PSSI). Tapi kan banyak yang mengelak ini tanggung jawab panpel, ini tanggung jawab PT LIB, ini tanggung jawab pihak kepolisian. Padahal yang menjadi eksekusi kompetisi ada di Indonesia itu ya PSSI yang melegitimiasi adanya kompetisi ini,&amp;rdquo; tutur Akmal Marhali kepada MNC Portal Indonesia, Kamis (6/10/2022).

Lebih lanjut, Akmal Marhali juga menyebut tragedi ini terjadi karena kelalaian dari PSSI. Namun, ia mengatakan ini sejatinya merupakan kesalahan dari semua pihak dan berbagai elemen.
&amp;ldquo;Yang paling bertanggung jawab ya PSSI, karena semua kelalaian yang terjadi dimulai dari PSSI-nya, dari pucuk organisasinya. Tapi kalau kemudian lebih bijak lagi, semuanya pasti salah, banyak elemen yang bersalah dari tragedi ini,&amp;rdquo; sambung Akmal Marhali.
Akibat dari tragedi ini, atas permintaan Presiden Jokowi Liga 1 pun dihentikan sampai waktu yang belum ditentukan. Tidak hanya Liga 1 yang dihentikan, Liga 2 bahkan Liga 3 juga ikut dihentikan.</content:encoded></item></channel></rss>
